Tag Archive | muslim

Tidak Diminati Bali, Wisata Syariah Justru Eksis Di Mancanegara

Akhir-akhir ini aku lihat lagi-lagi bali meributkan masalah syariat Islam. Kali ini wisata syariah yang ditolak.

Bali Tolak Konsep Wisata Syariah Karena Bertentangan dengan Nilai Agama Hindu

Rencana menempatkan Provinsi Bali sebagai salah satu dari 13 daerah yang dinyatakan siap mengembangkan wisata syariah menuai penolakan. Puluhan massa dan elemen masyarakat yang tergabung dala Aliansi Peduli Bali, seperti Cakrawayu, KMHDI Bali, Gases Bali dan Yayasan Nusantara, Selasa (24/11) menggelar aksi damai. Mereka mendatangi gedung DPRD Bali dan Pemprov Bali.
Mereka menyampaikan penolakan terhadap wacana pariwisata syariah di Bali. Ketua Cakrawayu Badung Putu Dana di hadapan pimpinan DPRD menyatakan bahwa atas tawaran dan rencana Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menerapkan konsep wisata syariah di Bali dinilai membuat masyarakat resah.
Menurutnya, desakan dan penolakan konsep wisata syariah itu lebih difokuskan bukan pada persoalan antiagama lain dan perkembangan keyakinan lain yang adi Bali. Melainkan penolakan itu lebih ditekankan karena wisata syariah tidak cocok diterapkan di Bali.
Menurutnya, nilai syariah bertentangan dengan nilai-nilai kearifan dan konsep pariwisata budaya Bali yang berasaskan nilai-nilai agama Hindu.
“Untuk itu kami berharap adanya wacana dan konsep wisata syariah dari MES segera bisa disikapi para wakil rakyat di Bali agar tidak meluas dan menimbulkan keresahan,” kata Dana. (pra/pit)

Hal tersebut pun ditanggapi MUI pusat.

MUI Pusat: Wisata Syariah itu Menggangu Hindu dan Adat Balinya Dimana?
Sabtu, 28/11/2015 11:43:46

Jakarta (SI Online) – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr KH Tengku Zulkarnaen angkat bicara mengenai penolakan wisata syariah dan bank syariah di Bali yang dimotori anggota DPD Arya Wedakarna.
Menurut Tengku, sebaga negara Pancasila tidak boleh ada penolakan terhadap adanya Bank Syariah dan Wisata Syariah. Sebab tiada ada aturan yang dilanggar dari kedua hal itu.
“Wisata syariah di Bali itu mana yang melanggar aturan negara, yang melanggar agama Hindu mana?,” kata Tengku di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore (28/11).
Yang dimaksud wisata syariah di Bali, ungkap Tengku, adalah orang-orang Islam yang datang ke Bali tetapi dia mengenakan busana Muslim/Muslimah, setiap waktu shalat menjalankan shalat, lalu untuk makan mereka pergi ke restoran halal, saat ke pantai mereka gunakan busana yang menutup aurat. “Hindu rugi dimana, kok mereka keberatan. Ada apa?,” tanyanya.
Menurut Tengku, selama wisata syariah tidak menggagu adat istiadat Bali dan tidak mengganggu ajaran Hindu yang mayoritas disana, tidak boleh ada satu pihak pun yang keberatan. Apalagi wisata syariah itu menghasilkan uang bagi masyarakat Bali. (baca: Tegaskan Sikap Anti Syariah, Arya Wedakarna : Langkahi Mayat Saya jika Hendak Islamkan Bali)
“Bule-bule yang telanjang, yang melanggar adat dan ajaran Hindu itu yang harus ditolak. Kok syariah yang menutup aurat, makan halal, shalat lima waktu, yang tak boleh mengganggu orang, malah ditolak. Wisata syariah itu mengganggu Hindu dan budaya Balinya dimana?,” tandasnya.
Kalau ternyata motif penolakan wisata syariah karena faktor kebencian, pengurus Dewan Fatwa Matlaul Anwar ini balik bertanya jika umat Islam Indonesia yang mayoritas balik membenci umat yang lain bagaimana jadinya Indonesia.
“Kalau kayak gitu kami kalau hari raya Hindu bisa keberatan juga. Kenapa lampu mati, kenapa nggak boleh pakai speaker, kami kan bukan orang Hindu,” ungkapnya.
Selama ini, lanjut Tengku, hal demikian tidak pernah dilakukan oleh umat Islam meskipun menjadi umat mayoritas. Hal ini karena sikap saling menghormati sudah tertanam dalam diri masyarakat Islam. “NKRI harga mati, kita wajib mempertahankannya dan hidup harmonis,” pungkasnya.

red: shodiq ramadhan

Padahal, seperti yang diungkapkan di atas, wisata syariah bukannya soal “Islamisasi”, tapi lebih pada pertimbangan memfasilitasi muslim yang berwisata ke sana, seperti menyediakan makanan halal, hotel yang muslim-friendly, masjid yang bagus, dll. Muslim di dunia ini ada milyaran lo, bukan hanya jutaan aja, dan kalau digarap akan menimbulkan keuntungan yang sebenarnya sangat besar.
Lagipula, negara-negara dimana nonmuslim menjadi mayoritas justru semangat mengadakan wisata syariah. Contohnya saja Thailand.
Berdasarkan statistik, negara ini memiliki persentase jumlah penganut Buddha sampai 95%. Ini berarti Thailand mempunyai jumlah persentase penganut agama mayoritas yang lebih banyak dari bali yang agama mayoritasnya sekitar 84%. Dan seperti bali,  negara ini juga pernah diguncang bom, tepatnya bom Erawan pada Agustus 2015 lalu. Namun alih-alih trauma atau anti-syariah, ternyata hanya sebulan kemudian, yaitu September 2015, Thailand memperkenalkan wisata syariahnya pada masyarakat Indonesia.

Lirik Wisata Syariah, Thailand Fokus Santapan Halal
Minggu, 27 September 2015 16:04
By : puri

Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim.

Dream – Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim yang datang ke negara Gajah Putih itu.
Pihak pemerintah Thailand sangat menyadari kebutuhan wisatawan Muslim yang memiliki kebutuhan khusus saat berkunjung ke negaranya. Kehalalan suatu makanan dan kenyamanan dalam beribadah menjadi prioritas mereka saat berada di negara yang baru dikunjungi.
“Kami siap menyambut kedatangan wisatawan Muslim yaitu dengan mengeluarkan sertifikasi halal. Tidak hanya itu, kami juga sudah ada aplikasi di smartphone ‘thailandmuslimfriendlydestination’ jadi bisa untuk mengakses di mana restoran dan masjid terdekat,” ungkap Indra Nugraha, Marketing manager Tourism Authority of Thailand.
Tiga titik yang menjadi perhatian pemerintah Thailand saat ini, yaitu usaha di bidang kuliner dan hotel halal serta tujuan wisata yang lebih diarahkan ke masjid-masjid yang ada di sana.
Dari ketiganya, kuliner menjadi fokus dari wisata halal yang gencar pemerintah lakukan. Sehingga mereka sangat memikirkan makanan-makanan yang sesuai dengan lidah orang dari Indonesia. Tidak sekadar halal, tapi makanan juga dipastikan bercita rasa yang lezat dan sesuai dengan selera wisatawan.
“Sepuluh tahun kami menyiapkan wisata yang dijamin kehalalannya, dan baru sekarang kami benar-benar siap menjalankan. Sangat tidak mudah memberi label halal pada suatu makanan,” lanjut Indra pada Jumat, 25 September 2015.
Menjual makanan halal membutuhkan proses yang panjang dan rumit. Perlu diperhatikan ketelitian dari proses awal pendistribusian logistik, pemotongan hewan hingga proses memasaknya.
“Bukan sekadar nggak jualan alkohol ya, tapi kita harus pastikan saat pengiriman nggak tercampur dengan yang lainnya. Beda dengan di Indonesia yang sudah pasti aman,” imbuh Indra saat ditemui di kawasan Senayan.
Dalam memastikan kehalalan makanan yang mereka sajikan, pemerintah Thailand membentuk lembaga yang berkompetensi untuk mengeluarkan sertifikat halal. Lembaga tersebut pun diawasi sangat ketat agar tidak sampai melakukan kesalahan.
Hingga saat ini, beberapa tempat yang sudah siap menyajikan makanan halal diantaranya adalah area pasar Chatuchak. Dua restoran yang menyajikan makanan halal yaitu Hawa Pochana dan Saman Islamic Food.
Selain itu ada pula di area Dusit, Pratunam, Ram Kham Haeng-suan Luang-Rama9. Beberapa makanan yang direkomendasikan berupa Tom Yum Kung, Miang Pla Thu, Pho dan Kaproi Kai.
“Wisatawan bisa memesan Kai Tiu yaitu telur dadar ala Thailand, Som Yam atau biasa kita sebut rujak sayur. Ada juga Tod Man Pia sejenis perkedel ikan dan aneka sayur yang diracik dalam tom yum,” pungkas Indra.
(Ism, Laporan: Ratih Wulan)

Contoh berikutnya adalah Jepang. Di negeri sakura ini, penganut Buddha dan Shinto diperkirakan mencapai 84-96%. Namun itu tidak mengurangi niat mereka untuk mengadakan wisata syariah.

Jepang Kembangkan Wisata Syariah
Rabu, 06 Agustus 2014 | 12:00 WIB

JAKARTA — Industri syariah terus bergema di Jepang. Salah satu buktinya, Negeri Matahari Terbit itu untuk pertama kalinya menggelar Japan Halal Summit bertempat di Keukyu Ex Inn Shinagawa Tokyo, Senin (4/8).
The 1st Japan Halal Summit diselenggarakan oleh HDFJ (Halal Development Foundation Japan). Acara tersebut dibuka oleh Deputi Menteri Kementrian Lahan, Infrastruktur, Transportasi dan Turisme Jepang Manabu Sakai. Dari Indonesia hadir sebagai pembicara Ketua MUI Prof Din Syamsuddin dan Komisaris Utama Sofyan Hospitality Riyanto Sofyan. Selain itu, hadir pula peserta dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Pakistan, India, Saudi Arabia, Kuwait, UEA, Iran, Amerika Serikat, Turki, Rusia, dan Belgia.
Dari dalam negeri, peserta umumnya berasal dari kalangan bisnis dan pemerintah Jepang. “Delegasi yang hadir cukup antusias mengikuti acara demi acara yang dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 19.00 (waktu setempat),” kata Riyanto dalam surat elektronik yang diterima Republika , Senin (4/8) malam.
Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut Riyanto membawakan presentasi berjudul “Potential of Sharia Compliant Tourism”. Presentasi tersebut membahas potensi wisata dan wisatawan kedua negara, baik Indonesai maupun Jepang. “Indonesia merupakan pasar yang cukup besar dan sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim. Maka, untuk menggapai wisatawan, Indonesia harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan wisatawan Muslim, mulai dari transportasi, hotel, restoran, tempat wisata, mal, dan fasilitas penunjangnya,” ujar Riyanto.
Sofyan Hospitality memanfaatkan momentum Japan Halal Summit 2014 untuk memperkenalkan Sofyan Halal Hospitality Standard yang merupakan jasa konsultasi halal compliant management system. Termasuk ke dalamnya pengembangan standard operating procedure (SOP), operating manual, dan training program, yang mengacu pada fatwa MUI, standar LPOM MUI, ISO 9001:2008 dan standar halal internasional lainnya. “Keseluruhan sistem tersebut yang akan memberikan panduan untuk hospitality product dan services agar dapat selaras dengan prinsip syariah. Untuk joint promotion, sesama produk dan servis yang halal dapat dipublikasikan di http://www.myhalalchannel.com,” katanya.
Respons dari peserta seminar, Riyanto mengungkapkan, cukup antusias. Misalnya, dari beberapa daerah prefecture (provinsi) di Jepang yang memilik atraksi wisata yang populer, sudah mendekati Sofyan Hospitality bersama HDFJ untuk menjadi konsultan mereka. “Mereka ingin menjadikan diri mereka ramah terhadap wisatawan Muslim, dengan menggunakan Sofyan Halal Hospitality Standard sebagai pedoman dalam mengembangkan semacam Halal Quality Assurance Management System sesuai dengan tingkatan compliance-nya.”
Selain itu, dibantu dengan paket-paket training dan periodikal audit program untuk memastikan compliance-nya terhadap Sofyan Halal Hospitality Standarad (SHHS) tersebut. Selain itu, dari media dan multimedia, seperti islammap yang berkeinginan menjembatani antara wisatawan Muslim Jepang dan Indonesia. “Untuk itu, kita salurkan melalui jalur pemasaran myhalalchannel.com yang merupakan channel untuk halal hospitality,” ujar Riyanto.
The 1st Japan Halal Summit berlangsung cukup sukses dan ditutup dengan doa oleh HE Mufti Abbyasov Rishan dari Russian Muftis Council Deputy Chairman.

N red: irwan kelana

#republika #koran #jepang #syariah

Sejauh ini sepengetahuanku tidak ada gelombang protes dari tokoh-tokoh budaya maupun masyarakat Jepang, padahal penduduk Jepang bukan sedikit yaitu sekitar 120-an juta. Tidak ada yang lantas berkata bahwa wisata syariah tidak cocok dengan adat dan budaya Jepang lantas mengusulkan agar Timur Tengah saja yang menyelenggarakannya. Tidak ada juga yang berdemo untuk menolak wisata syariah. Padahal orang Jepang terkenal sangat bangga dengan budaya dan identitasnya.
Mengikuti dua negara di atas, Korea Selatan, yang juga adalah negara mayoritas nonmuslim, tertarik untuk mengembangkan wisata syariah.

Provinsi Gangwon Korea Promosikan Produk Wisata Syariah
Kamis, 21 Mei 2015 | 15:56 WIB
Oleh: Kontributor ROL, Ririn Liechtiana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selama berkunjung ke Korea Selatan, terkadang Muslim Indonesia mengalami kendala. Utamanya, sulit menemukan menu makanan halal dan tempat untuk menunaikan ibadah shalat.
Kini, Muslim yang hendak berkunjung ke Korea Selatan, terutama Provinsi Gangwon, bisa semakin nyaman. Korea Tourism Organization Jakarta Office KTO Jakarta bersama dengan Garuda Indonesia Holidays (GIH) dan Pemerintah Provinsi Gangwon telah menandatangani MOU pada 30 April lalu.
Melalui MoU ini, disepakati perjanjian untuk memperkenalkan produk pariwisata Muslim Korea. Direktur KTO Jakarta, OH Hyonjae, mengatakan selama ini produk pariwisata bagi Muslim yang ke Korea tidak terlalu dikenal.
“Sebanyak 88 persen penduduk Indonesia adalah Muslim, tetapi selama ini produk pariwisata Muslim Korea tidak terjual dengan baik. Dengan demikian, diluncurkanlah produk-produk ini, yang dapat memudahkan Muslim ketika berkunjung ke Korea,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ROL, Kamis (21/5).
Produk yang telah dikembangkan oleh GIH terdiri atas tiga macam. Produk 3M5H, produk 4M6H, dan produk 5M7H ini menyertakan makanan halal di restoran yang ramah bagi Muslim pada semua jadwalnya, serta kunjungan ke mushala.
Bukan hanya kunjungan ke Pulau Nami yang terkenal, melainkan juga kunjungan ke Museum DMZ di Goseong, Gangwon-do, memberikan perubahan pada jadwal perjalanannya. Provinsi Gangwon, salah satu provinsi di Korea Selatan yang mendukung kerja sama ini, mulai menyediakan restoran yang ramah bagi Muslim dan tempat ibadah seperti mushala.
Pada akhir April lalu, dengan kunjungan langsung dari Gubernur Gangwon ke Jakarta, Provinsi Gangwon mulai melakukan halal marketing untuk mendorong agen travel agar mulai menjual produk pariwisata Muslim Korea.
“Kami akan berusaha keras dalam mendukung dan mempromosikannya agar produk pariwisata Muslim Korea ini menjadi terkenal dan diminati di Indonesia dalam jangka menengah maupun jangka panjang,” kata OH Hyonjae.

Red: Agung Sasongko

#produk halal korea #pariwisata muslim korea
#pariwisata korea

Padahal Korea sudah sangat terkenal di seantero jagat, apalagi dengan daya pikat utamanya yaitu K-popnya yang mendunia. Berdasarkan data United Nations World Tourism Organization (UNWTO), negeri ginseng ini meraih kunjungan 14,2 juta turis asing pada 2014 lalu, jauh melampaui kunjungan turis asing ke bali yang pada 2014 sekitar 3,7 juta. Tapi meski memiliki industri pariwisata yang sukses, mereka masih concern dengan keberadaan turis muslim, khususnya dari Indonesia, sehingga bersedia menyediakan fasilitas yang halal.
Padahal kalau dilihat, budaya Korea dan Islam sangat berbeda. Ada banyak kuil-kuil di Korea sebagai tempat wisata andalan. Bukan hanya seribu, Korea memiliki 20 ribu kuil yang terdaftar, dimana ratusan di antaranya berusia seribu tahun. Saking banyaknya memiliki kuil, Korea sampai dijuluki “land of temples”.
Namun rupanya keberadaan wisata syariah tidak membuat penduduk Korea merasa kearifan lokal dan konsep pariwisata mereka yang berbasiskan agama Buddha terganggu. Sejauh ini bukannya makin mundur, Korea malah makin getol menggaet turis muslim dengan menargetkan 20 juta turis muslim pada 2017. Bahkan Korea meluncurkan halal guidebook dan aplikasi halal untuk memikat turis muslim. Sampai postingan ini ditulis, juga tidak ada keributan dari kurang-lebih 51 juta  masyarakat Korea akan program pemerintah ini. Tidak ada pula yang sampai membuat piagam “damai” untuk menghentikan rencana ini seperti bali yang lantas membuat piagam tantular agar wisata syariah tidak sampai diselenggarakan di wilayahnya.
Seolah tak ingin ketinggalan dengan negara-negara serumpunnya yang lain, Taiwan yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha dan Konghucu, kini juga mengembangkan wisata syariah.

Gaet Pelancong Muslim, Taiwan Siapkan Wisata `Syariah`
Sabtu, 5 Juli 2014 18:06
By : ervina

Pemerintah Taiwan meluncurkan kampanye khusus untuk menarik wisatawan muslim. Pemerintah juga menggandeng Asosiasi Muslim Cina untuk meluncurkan sistem sertifikasi halal bagi restoran.

Dream – Biro Pariwisata Taiwan berencana meluncurkan kampanye khusus untuk menarik wisatawan muslim dunia. Di awal kampanye, pemerintah Taiwan menargetkan bisa menggaet 2.000 wisatawan muslim pertahun dari seluruh dunia.
“Jutaan wisatawan muslim dari India, Malaysia, Timur Tengah, Indonesia dan negara-negara Arab berpotensi besar untuk kampanye wisata ini,” kata Pejabat Biro Pariwisata Liu Hsin-llin seperti dikutip Taipeitimes.
Sebanyak 150 pelaku usaha hotel, restoran, rekreasi, peternakan dan komunitas muslim lokal mendukung keputusan ini. Bahkan kabarnya Taiwan telah merancang tiga rute paket wisata bagi wisatawan muslim dengan meningkatkan fasilitas wisata.
Hingga saat ini di Taiwan sudah ada 60 ribu warga muslim dengan 150 ribu pekerja muslim. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Di seluruh negeri saat ini sudah ada enam buah masjid untuk beribadah.
Agar lebih meyakinkan kampanye, pemerintah setempat juga menggandeng Asosiasi Muslim Cina di Taiwan untuk meluncurkan sistem sertifikasi halal bagi pengunjung yang ingin makan di restoran. Bahkan perusahaan makanan pun didorong untuk memproduksi dan mengekspor produk halal ke negara-negara muslim di dunia.
Tahun lalu sebanyak 3.840.000 wisatawan asing datang berkunjung dan menghabiskan waktu berlibur di Taiwan. Dengan adanya kampanye ini, pemerintah berupaya menggenjot jumlah kunjungan ke Negeri asal serial Meteor Garden ini. (Ism)

Bahkan China,  Singapura, Spanyol, Argentina, Selandia Baru, serta negara-negara nonmuslim lainnya juga menerima konsep wisata syariah dengan tangan terbuka.
Dari situ bisa dilihat bahwa ternyata ada masyarakat di suatu wilayah mayoritas nonmuslim yang bisa menerima wisata syariah dengan baik. Mereka tidak merasa khawatir akan Islamisasi atau tergerusnya budaya aslinya. Mereka bahkan sangat semangat berpromosi ke negara-negara muslim sampai-sampai bikin badan khusus untuk memantau standar halal.
Padahal mereka bukan pemain baru di industri pariwisata dunia, bahkan ada yang sudah sangat terkenal melebihi Indonesia. Ada pula yang sangat protektif terkait dengan budaya leluhurnya bahkan ada juga yang pernah dibom, tapi mereka tidak mempermasalahkan adanya wisata syariah. Ini membuktikan bahwa wisata syariah tidak berdampak buruk terhadap budaya, agama, identitas, atau apapun itu dari entitas yang mengusung konsep ini.
Kalau bali tidak berminat menyediakan wisata syariah, ya berarti harus rela kalau negara-negara asing penyelenggara wisata syariat itu nantinya mengambil hati turis muslim baik dari Indonesia maupun dari negara-negara muslim lainnya. Dengan jumlah muslim yang sejumlah kurang-lebih 1,6 milyar dan akan terus bertambah, maka sudah pasti potensi pendapatan dari wisata syariah besar sekali.
Menurut World Islamic Economic Forum (WIEF), pada tahun 2013 saja, pasar wisata syariah dunia dapat menarik pendapatan hingga USD 140 miliar. Dan World Travel and Tourism Council (WTTC) mengkalkulasikan bahwa pada 2020, jumlah itu akan naik menjadi USD 200 miliar. Sangat besar kan, mengingat keseluruhan pendapatan Indonesia dari sektor pariwisata pada  2014 lalu sebesar USD 10,69 miliar.
Apalagi dengan adanya muslim-muslim berduit tebal dari negara-negara kaya seperti Qatar, UEA, Arab Saudi, dll yang tentunya butuh pelayanan terbaik dan bersedia membayar lebih untuk itu. Ini terbukti di Spanyol karena justru turis-turis dari Timur Tengah inilah yang umumnya mengeluarkan uang lebih banyak daripada turis-turis dari negara lain.
Kebanyakan turis asing rata-rata menghabiskan € 956 per orang saat liburan ke Spanyol, namun turis dari Arab Saudi menghabiskan rata-rata € 2.287 per orang, sementara turis dari UAE membelanjakan rata-rata € 2.116 per orang dan turis dari Mesir mengeluarkan rata-rata € 1.703 per orang. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa turis-turis dari Timur Tengah ini menghabiskan biaya akomodasi terbesar di Spanyol, yaitu € 129 rata-rata per orang per malam, mengungguli turis-turis dari China dan Rusia yang masing-masing menghabiskan € 115 dan € 91 per orang per malam. Lihat saja, bukankah berbisnis dengan turis-turis dari Timur Tengah ini sangat menguntungkan? Bahkan Spanyol yang notabene merupakan destinasi wisata paling populer ketiga di dunia pun sampai kepincut ingin mengembangkan wisata syariah! Padahal pada 2004 lalu, Spanyol sempat dihantam bom yang mematikan di Madrid.
Salah satu hotel syariah bintang empat di negeri Matador itu, Alanda Hotel Marbella, juga mengaku tidak pernah kehilangan pelanggan karena menerapkan sertifikasi halal pada hotelnya. Justru hotelnya jadi laris. Satu lagi bukti bahwa wisata syariah sama sekali tidak merugikan bahkan di wilayah mayoritas nonmuslim. Karena akan selalu ada pangsa pasarnya yaitu muslim yang ingin berlibur dengan nyaman tanpa harus melupakan kewajiban mereka terhadap Allah SWT.
Sebagai muslim, jelas aku akan memilih berlibur ke wilayah yang muslim-friendly dong, dan wilayah yang menawarkan wisata syariah adalah prioritas utamaku. Karena tentunya aku ingin liburanku penuh dengan kemudahan dalam berbagai aspek termasuk dalam beribadah dan cari makan. Jadi bali sudah pasti tidak akan ada dalam daftarku. Kenapa harus ke bali kalau nantinya di sana kurang terfasilitasi? Lagian bali memang sudah lama masuk boikotku karena sikapnya yang kurang ramah pada Islam seperti yang kutulis di sini. Tempat yang indah buat berlibur di dunia ini bukan bali saja kan? Mending aku ke luar negeri sekalian untuk berlibur. Rela kok meski lebih jauh, yang penting nyaman dan terjamin kehalalannya.
So, liburan kali ini sudah pasti ke wilayah yang nyaman dan halal! Let’s go!

 

Baca Juga:

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

DAFTAR PRODUK PENDUKUNG ZIONIS

PAHLAWAN ISLAM YANG PALING TERKENAL

Hidup Tanpa Hutang, Mungkinkah?

Alhamdulillah, Sudah Bebas Riba!

Kue-Kue Ini (Bisa Jadi) Haram?

Kisah Nabi Luth dan Kaum Homo Penyuka Sesama Jenis

Hore, Ada Jejaring Social Khusus Muslim! Ayo Daftar!

Perlukah Membenci FPI?

 

Sumber:

http://m.dream.co.id/news/taiwan-sediakan-fasilitas-halal-untuk-wisatawan-muslim-140704v.html

http://m.dream.co.id/dinar/tarik-wisman-muslim-thailand-fokus-pada-sertifikasi-makanan–150925n.html

http://m.republika.co.id/berita/koran/financial/14/08/06/n9vckt36-jepang-kembangkan-wisata-syariah

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/21/noozij-provinsi-gangwon-korea-promosikan-produk-wisata-syariah

http://rakyataceh.co/2015/11/bali-tolak-konsep-wisata-syariah-karena-bertentangan-dengan-nilai-agama-hindu/

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/16264/MUI-Pusat–Wisata-Syariah-itu-Menggangu-Hindu-dan-Adat-Balinya-Dimana-

http://www.antiquealive.com/Blogs/Buddhist_Temples_Korea.html

http://uk.reuters.com/video/2015/10/22/south-korea-launches-halal-app-to-attrac?videoId=366033210

http://www.korea.net/NewsFocus/Travel/view?articleId=124713

http://www.halaltimes.com/spain-interested-getting-greater-pie-growing-halal-tourism-industry/

http://katadata.co.id/infografik/2015/02/17/pariwisata-andalan-penghasil-devisa

https://en.m.wikipedia.org/wiki/World_Tourism_rankings

http://m.cnnindonesia.com/internasional/20150525181944-113-55595/korea-selatan-incar-20-juta-wisatawan-muslim/

http://m.okezone.com/read/2014/02/19/407/943215/singapura-negara-non-muslim-yang-punya-wisata-syariah

http://m.dream.co.id/jejak/mesjid-unik-daya-tarik-tiongkok-untuk-wisata-muslim-151115c.html

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Thailand

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jepang

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Taiwan

http://m.merdeka.com/uang/negara-non-muslim-ini-lebih-gencar-kembangkan-wisata-syariah.html

http://itc.gov.my/itc-news/grab-a-bigger-slice-of-muslim-tourism-market/

Iklan

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

IslamByFiras

Sudah lama aku merasa bahwa media mainstream di Indonesia tidak netral jika menyangkut tentang Islam, padahal Islam adalah agama mayoritas di Indonesia. Artikel-artikel berikut ini adalah contoh bagus dari hal itu:

 

Diskriminasi Media Massa

Sebuah pepatah  mengatakan “jika anda ingin menguasai Dunia maka kuasai media (informasi)”. Benar tidaknya pepatah tersebut, yang jelas dewasa ini  media massa memiiki fungsi strategis dalam kontrol sosial masyarakat. Tak dipungkiri pula bahwa media massa punya andil besar dalam mempengaruhi kebijakan sang pengampu kebijakan sebuah negri, termasuk di Indonesia.

Karena pemberitaan media pula, banyak kasus yang terjadi ditengah-tengah masyarakat membuat pihak berwenang segera bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan. Disisi lain, disadari atau tidak, media juga telah menjadi alat untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas isu yang mengancam kekuasan.

Media yang baik tentu adalah media yang bersikap objektif, adil, dan tidak deskriminatif terhadap sebuah golongan masyarakat di dalam pemberitaannya. Selain itu media tersebut harus mampu merekontruksi masyarakat dan Negara untuk menuju kebaikan. Dalam konteks keindonesian, untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan.

Namun sayang, terkadang hal itu belum dapat terpenuhi sepenuhnya oleh media-media umum cetak maupun elektronik di Indonesia saat ini. Khususnya apabila hal ini menyangkut permasalahan Islam dan kaum muslim di negri ini.

Apakah saat ini media benar-benar sudah terkena imbas dari sebuah rekomendasi oleh seorang pengamat dari barat , Ariel Kohen, berikut: “AS harus menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah)”. Sedangkan ide-ide yang harus terus menerus diangkat ialah menjelekkan citra Islam: perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian wanita,kebolehan suami untuk memukul istri.” (Cheril Benard, Cicil democratic Islam, partners, resources, and strategies, the rand corporation halaman.1-24).

Apa yang terjadi di Medan serta beberapa tempat lain adalah salah contoh dari sekian banyak contoh. Bahwa telah terjadi pembakaran dan pengrusakan terhadap rumah-rumah Allah, namun nyaris tanpa pemberitaan dari media massa. Hal ini bertolak belakang jika kejadian sama menimpa tempat ibadah lain, maka ramai-ramai umat Islam yang akan langsung dikambing hitamkan. Gegap gempita pemberitaannya pun begitu terasa.

Sebagaimana dalam keterangan pers realease PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia sebagaimana dikutip voa-islam.com (13/4) bahwa telah terjadi beberapa aksi anarkis terhadap beberapa Masjid, diantaranya:

 

1. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

 

2. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

 

3. Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

 

4. Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

 

5. Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

 

6. Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

 

Contoh lain, media juga gampang sekali mencap seorang muslim sebagai teroris meski si fulan belum terbukti sebagai teroris.  Justru yang jelas-jelas teroris, misalnya Tibo Cs. Terpidana hukuman mati kasus Poso dahulu juga tak pernah mendapat gelar teroris, padahal sudah terbukti melakukan teror. Begitu pula kasus-kasus anarkis yang melibatkan umat Islam, dengan hanya memberitakan kulit luar persoalan.

Dikhawatirkan jika kemudian ada reaksi dari umat Islam atas kejadian ini, lalu hanya umat Islam yang disalahkan tanpa melihat duduk persoalan. Bagaimanapun tindakan pengrusakan terhadap tepat ibadah yang sah secara hukum  adalah jelas tidak boleh ditolelir, maka harus segera ditindak tegas.

Kepada pihak berwenang, kita berharap untuk segera mengusut tuntas kejadian ini  tanpa menunggu tekanan publik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan memberi hukum setimpal bagi para pelakunya. Buktikan bahwa negri ini adalah Negara hukum. Hukum harus ditegakkan untuk semua warga Negara, bukan hanya untuk kelompok tertentu saja.

‘Alakullihal, saat ini kita rindu dan membutuhkan sebuah sistem yang mampu mengatur dengan baik sebuah Negara yang berpenduduk hiterogen atau majemuk. Menciptakan ketentraman bersama bagi setiap pemeluk agama, baik Islam maupun Non Muslim.

Menjadikan media massa yang lebih bermakna. Bagi Negara khilafah, di dalam negri media berfungsi untuk membangun masyarakat islami yang kokoh . Sedang di luar negeri, ia berfungsi untuk menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai, untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam sekaligus membongkar kebobrokan ideologi kufur buatan manusia. (Masyru’ Dustur Dawlah al-Khilafa, alwaie 10/2008).

Suatu contoh kehidupan sebuah masyarakat yang begitu indah. Hingga membuat orang barat sekalipun memberikan kredit positif, simak saja penuturan TW Arnold  dalam The Preaching of Islam berikut: “ Ketika Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil,”.

Sangat terkutuk pihak yang telah membakar dan merusak masjid-masjid itu. Hal ini menunjukkan bahwa Islam saat ini  sedang diremehkan dan dilecehkan. Sungguh, kita sangat merindukan sistem Islam itu. Sistem yang akan menjaga kemuliaan kaum muslim dan memberikan perlakuan yang baik bagi non muslim. Aneh kalau masih ada yang tidak rindu. Wallahu a’lam.

 

Nasib Umat Islam Pada Pemberitaan Ambon Versus Bom Solo

Memprihatinkan, menyesakkan dada, ketidak adilan, bla…bla..bla.

Itulah sekelumit kata yang ada di dalam hati kita ketika melihat tidak berimbangnya pemberitaan media sekuler atas penderitaan umat Islam, dalam hal ini kasus Ambon. Jika dibandingkan dengan pemberitaan tentang bom kepunton solo, yang notabene “pelaku” distigmakan kepada umat Islam dan korban distigmakan pada umat nasrani, maka yang ada adalah diskriminasi nyata yang terjadi di dalam toleransi palsu ala pancasila dan UUD 45.

Sebelum tulisan ini dibuat, penulis secara kebetulan membaca sebuah artikel dari detikcom yang mengulas tentang bom di Ambon. Tiba-tiba di dalam hati muncul setitik khusnudzon kepada berita tersebut dan juga kepada media detikcom. Namun, apa yang terjadi ?? Setelah dibaca lebih lanjut, ternyata artikel tersebut ditujukan untuk menunjukkan fakta bahwa lagi-lagi salibis yang menjadi korban. Berikut skrinsut dari berita tersebut :

Jika kita simak pada kotak biru di atas, maka akan didapatkan informasi bahwa umat Kristiani lah yang menjadi korban dalam bom di Ambon. Padahal jika mengutip media Islami, maka jelas sekali bahwa ada masjid terbakar, balita meninggal di pengungsian serta tujuh korban bentrokan di Ambon. Bahkan di antara tujuh korban tersebut, ada korban dari kalangan non-muslim. Maka penulis mencoba mengetik keyword tentang bom pasar mardika (yang terjadi di malam sebelum terjadinya bom Solo) di google dan di detiksearch.

Ternyata hasil yang didapat pada pencarian berita detik untuk ledakan Pasar Mardika di google adalah berita-berita kadaluarsa. Bahkan dalam berita-berita kadaluarsa tersebut adalah berita-berita yang pelakunya dari kalangan acang. Tidak ada berita tentang ledakan Pasar Mardika (sebuah pasar di wilayah umat Islam). Begitu pula ketika penulis mencari hasil pencarian di detiksearch. Berita-berita tentang ledakan Pasar Mardika adalah berita kadaluarsa dan hanya berjumlah sedikit. Lain halnya jika berita ledakan Kepunton, maka hasilnya adalah berita-berita berjumlah banyak dengan tingkat update yang tinggi.

Bagaimana dengan media lain ?

Ternyata hanya sedikit media yang mau memberitakan kerusuhan di Ambon, yang notabene umat Islam adalah korban. Mayoritas media sekuler emoh memberitakan kesengsaraan umat Islam, tapi semangat 45 ketika menyiarkan bom di Solo.

Berikut hasil pencarian tentang bom Solo di google :

Bagaimana untuk kasus Ambon 9/11 ?

1. Bom Mardika

2. Balita kaum Muslimin Ambon

3. Masjid Ambon terbakar

Apakah benar pada hari ini umat Islam sudah begitu rendahnya di mata musuh-musuhnya ? Apakah pancasila dan pendukungnya benar-benar melindungi secara bhinneka ?

Sungguh, ramalan Rasulullah adalah sebaik-baik nasehat dan petunjuk bagi kita semua.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Jika kalian berdagang dengan sistem ‘inah dan kalian telah disibukkan dengan mengikuti ekor sapi (membajak sawah) serta ridha dengan bercocok tanam, maka Allah timpakan kehinaan atas kalian dan tidak akan mencabut kehinaan tersebut hingga kalian kembali kepada agama kalian’,” (Hasan, HR Abu Dawud [3462], Ahmad [II/28,42 dan 84]. Ad-Dulabi dalam al-Kunaa walAsmaa’ [II/65], al-Baihaqi [V/136], Ibnu Adi dalam al-Kaamil [V/1998], Abu Umayyah ath-Thurthusi dalam Musnad Ibnu ‘Umar [22], ath-Thabrani [13583 dan 13585], Abu Ya’la [5659] dan Abu Nu’aim dalam Hilyah [I/313-314]).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hampir terjadi keadaan yang mana umat-umat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya”. Salah seorang sahabat berkata: “Apakah karena sedikitnya Kami pada waktu itu?” Nabi berkata: “Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ‘ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allan akan cabut rasa segan yang ada dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa ‘wahn’”. Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah apa rasa ‘wahn’ itu?” Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Daud No.4297, Ahmad 5/278, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 1/182 dengan dua jalan dan dengan keduanya hadits ini menjadi shahih). [sksd]

 

Salah satu indikator yang paling mencolok tentang ketidaknetralan media adalah pilgub dki lalu. Tak tanggung-tanggung, hampir semua media menyatakan dukungan pada jokohok. Mereka bahkan “memboikot” berita yang bertentangan dengan jokohok. Tidak percaya? Lihat berita ini:

 

PILKADA PUTARAN II: Fatwa MUI Ganjal Pasangan Jakowi-Ahok

JAKARTA: Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta menerbitkan fatwa soal pemilihan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada putaran kedua. Majelis tersebut merekomendasikan agar memilih calon gubernur dan wakil gubernur beragama Islam.

Berdasarkan salinan surat yang diperoleh Bisnis, fatwa tersebut tertuang dalam hasil rapat pimpinan MUI DKI Jakarta pada Senin 3 Ramadan 1433 H bertepatan dengan  23 Juli 2012 M. Fatwa tersebut bisa mengganjal pasangan Jakowi-Ahok. Hal itu dimungkinkan karena Ahok tercatat beragama nonmuslim.

Dalam surat dua lembar itu, MUI provinsi DKI Jakarta menyampaikan pesan-pesan moral sehubungan dengan pelaksaaan pemilihan kelapa daerah (gubernur dan wakil gubernur) provinsi DKI Jakarta periode 2012-2017.

“MUI Provinsi DKI Jakarta telah memfatwakan tentang kewajiban memilih pasangan calon pemimpin [gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta] yang beragama Islam serta mengharamkan memilih calon pemimpin yang kafir,”  tulis surat tersebut dalam butir 3 seperti dikutip Bisnis, Rabu (08/08/2012).

Pada butir 2 poin c disampaikan agar masyarakat memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang beragama Islam, meskipun MUI DKI Jakarta menyadari bahwa umat Islam harus toleran terhadap agama lain serta hidup berdampingan secara damai dengan mereka.

“Akan tetapi, toleransi bukan berarti memilih dan menjadikan mereka sebagai pemimpin. tidak satupun ayat suci Al-Quran dan Hadits Rasullulah yang memperbolehkan apalagi memerintahkan umat Islam memilih pemimpin dari kalangan orang kafir,” tegasnya.

Pada poin lain, MUI mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggungjawab baik di dunia maupun di akhirat bagi warga masyarakat DKI yang telah memiliki hak pilih dalam pilkada putaran kedua. “Jangan Golput,” tambahnya. (if)

 

Berita fatwa MUI ini setahuku hanya ditayangkan di bisnis.com dan tidak kuketahui adanya media-media besar lain yang menampilkannya. Kalau bukan BERPIHAK lalu namanya apa, dong? Bahkan nurani milik jpnn pun memberitakan bahwa memilih nonmuslim sebagai pemimpin itu boleh. Astaganaga.

Setelah dilantik pun, jokohok diikuti oleh detik sampai hari ini dengan menampilkan sub-berita khusus tentang dia.

 

detik jokohok

 

Presiden SBY, orang nomor satu di negeri ini saja tidak diliput se-eklusif itu! Kalau berkomentar tidak bagus di berita detik tentang jokohok dan partainya, next time maka komentarnya akan dimoderasi oleh detik.

 

detik

 

Aneh, kan? Sepertinya jokohok sangat diistimewakan dan tidak boleh kita mengkritisi jokohok disana. Belum lagi kaskus yang seolah jadi basecamp jokohok seperti yang kutulis di sini.

Bukti berikutnya adalah berita tentang pemukulan ustadz di Bekasi yang SAMA SEKALI TIDAK DILIPUT OLEH MEDIA MAINSTREAM. Hanya media-media Islam yang menampilkannya. Baca di sini. Ustadz-nya tinggal di Bekasi, lo, bukan di Merauke, kenapa tidak diliput? Nilai beritanya pasti ada, lah! Kok sangat JANGGAL, ya?

Lalu saat banjir Jakarta lalu, orang-orang ramai mencari FPI dengan bertanya “apa yang dilakukan FPI di saat seperti ini?” padahal FPI sudah mendirikan 21 posko tanpa publikasi media. Jpnn sempat meliput aksi FPI.

 

FPI dan JAT Buka Pos Bantuan Banjir

JAKARTA-–Pesan gelap berantai melalui blackberry messenger beredar luas di Jakarta kemarin (20/01). Intinya mempertanyakan Front Pembala Islam (FPI) yang dianggap tak perduli dengan banjir Jakarta. “Kemana FPI, mengapa mereka berteriak anti kemaksiatan tapi tidak melakukan tindakan kemanusiaan?” tulis pesan berantai itu.

Pesan itu ditanggapi santai oleh jajaran pengurus Front Pembela Islam. “Prinsipnya kami beramal saja, posko sudah ada sejak hari pertama banjir (17/01) tapi kami tak perlu gembar gembor,” ujar Ketua DPW FPI Jakarta Habib Selon kemarin.

FPI telah membangun posko di 21 titik  di Jakarta. Di daerah Jakarta Timur mereka membangun pos di Bukit Duri, Kampung Pulo dan Jatinegara. Pusat komando FPI di Petamburan juga menampung beragam bantuan untuk disalurkan. “Di tiap pos kita buka dapur umum dan juga layanan pengobatan,” katanya.

Organisasi lain yang juga dicap radikal, Jamaah Ansharut Tauhid, juga membuka pos layanan darurat banjir. Organisasi yang dibentuk oleh Abu Bakar Baasyir ini membuka posko induk di jalan Siagara Raya 42 Pejaten Jakarta Selatan.

“Kami mobile dengan personel untuk membawa obat-obatan dan makanan siap santap,” ujar qoid dawlam markaziah (juru bicara) JAT Sonhadi di sela-sela kegiatan pelayanan pengungsi kemarin.

Menurut Sonhadi, JAT fokus pada bantuan makanan dan obat serta pakaian untuk balita. “Kami mengerahkan anggota dan simpatisan JAT yang jumlahnya ribuan di jakarta,” kata pria yang masuk daftar hitam teroris versi Kementrian Keuangan (US Treasury) Amerika Serikat ini.(rdl)

 

 

Coba lihat yang dibold! Ngapain coba ada tulisan “organisasi radikal” atau “pria yang masuk daftar hitam teroris Amerika” di situ padahal GAK ADA HUBUNGANNYA dengan berita saat itu? Kabarcepat juga menulis berita tentang FPI tapi menampilkan judul yang nggak banget:

 

Banjir Jakarta, FPI Bakal Bagikan Pembalut Wanita

Jakarta – Tergenangnya sejumlah wilayah Ibukota akibat banjir, membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan menurunkan tim untuk membantu para korban. Salah satunya adalah FPI (Front Pembela Islam). Kepada kabarcepat.com (Kamis, 17/01/2013), Ketua DPW FPI DKI Jakarta, Salim Assegaf, yang akrab disapa Habib Selon, mengatakan bahwa pihaknya telah membuka 21 posko banjir yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Habib Selon mengatakan bahwa sejak kemarin (16/01/2013), FPI telah membagikan ribuan nasi bungkus dan bantuan obat-obatan bagi warga korban banjir di Bukit Duri, Kampung Pulo, dan Jati Negara. Hingga hari ini FPI masih mengumpulkan sumbangan dari para donatur untuk pengadaan baju layak pakai, susu bayi, dan pembalut wanita.
“Kita segera akan memberi bantuan pembalut wanita, susu bayi, dan beberapa potong baju buat para korban. Pembalut wanita dan susu sangat penting, karena korban banjir sangat membutuhkan,” ujar Selon
Selon pun membuka nomor kontak pribadinya untuk bisa dihubungi para korban banjir di Jakarta atau memberi bantuan donasi untuk disalurkan. Dia menyatakan siap menindaklanjuti permohonan bantuan masyarakat yang membutuhkan.
“Silahkan masyarakat yang butuh bantuan menghubungi saya di nomor 08561207345 atau 0818138316, nanti insya Allah kami bantu,” kata Selon mengakhiri pembicaraan. (ADS/ADS)

 

Kenapa harus ada kata-kata PEMBALUT WANITA? Yang dibagikan FPI macem-macem dan SALAH SATUNYA adalah pembalut. Dari judulnya saja sudah kelihatan bahwa sepertinya mau sebaik apapun FPI, media seakan tidak rela dan tetap ingin mengecap FPI tidak baik. Cape deh…  Lengkapnya, baca di sini.

Kemudian masih ada metro yang membuat berita tentang rohis dan yahudi yang menyinggung umat Islam. Kalau sekali masih bisa dimaklumi, tapi kalau dua kali? Itu patut dipertanyakan! Berikut artikel yang menyangkut hal itu:

 

Metro Tv, Refleksi Media Liberal yang Anti Islam ?

Beritanya terkenal BERNAS  (Beraroma Nasdem), provokatif, berat sebelah terutama yang berkaitan dengan Islam. Ya, MetroTV yang merupakan moncong partai Nasdem sangat getol menyajikan berita yang memprovokasi jutaan rakyat Indonesia agar terjerumus ke dalam mindset pendiri Nasdem dengan gaya liberalisasi pemikirannya yang cukup tendensius.

Kesan pertama menyaksikan gaya presentasi acaranya kritis, namun lambat laun semakin menyudutkan pihak-pihak tertentu yang dianggap lawan/yang tak sejalan dengan manhaj ‘dakwah’ yang diusung bos MetroTV, Surya Paloh. Beritanya tidak lagi independen, namun mengarah kepada pembunuhan karakter (character asassination).

Di satu sisi, MetroTV kerapkali melakukan pencitraan positif partai Nasdem, namun di sisi lain metroTV juga mengkritik habis-habisan politik pencitraan SBY. Seolah, MetroTV telah berhasil mengadaptasi gaya kaum oportunis Yahudi di Amerika yang menjadikan media sebagai alat pembantaian karakter. Karena untuk menjatuhkan wibawa pemerintah yang berkuasa sangat efektif menggunakan media informasi.

Ketika Surya Paloh belum hengkang dari Golkar, MetroTV sangat hati-hati dalam pemberitaan yang menyangkut petinggi Golkar. Namun setelah bos metro TV keluar dari Golkar, MetroTV seolah telah memperoleh ‘ijin’ untuk mengekspos beritanya. Nampaknya sang bos ‘besar’ ingin menunggu momentum yang tepat demi kelancaran strategi politik berikutnya.

Musuh lama yang menjadi lawan abadi MetroTV nampaknya tetaplah Islam. Untuk itu sebisa mungkin dengan segala kekuatan yang ada MetroTV selalu berusaha untuk membendung gerakan-gerakan Islam dengan memanfaatkan JIL untuk mengcounternya. Seringkali beritanya yang menyangkut terorisme dan ormas Islam yang dianggap radikal diekspos habis-habisan untuk memancing emosi ormas Islam sekaligus melakukan character asassination. Namun ketika kelompok yang disudutkan memberikan argumentasinya, videonya tidak ditampilkan secara utuh. Begitu juga dengan acara yang menampilkan beragam narasumber, MetroTV hanya menghadirkan satu narasumber dari kelompok Islam untuk ‘dikeroyok’ oleh narasumber-narasumber lain yang berpaham SEPILIS.

Salah satu yang tampak jelas arogansi MetroTV adalah berita tentang demo #IndonesiaTanpaJIL kemarin, Jumat. Dalam situsnya MetroTV memasang foto anti FPI dalam postingan berita yang saya nilai tidak pas dengan judul beritanya. Lagipula, demo tersebut bukan hanya dikuti FPI, tetapi dari beragam gabungan ormas, artis, dan komunitas anak punk underground. Jelas, liberalisasi pemikiran ala Nasdem yang diblowup lewat saluran media mainstream MetroTV sangat bertentangan dengan Islam. Jadi selama ada gerakan ormas Islam yang menolak paham SEPILIS, sang bos ‘besar’ tetap merasa gerah di singgasananya.

 

Ada juga yang bilang bahwa kompas pun demikian. Baca ini:

 

Agenda Dibalik Pemberitaan Tak Berimbang Kompas.com

Salam hangat para hamba Republik Wayangku tercinta, kesempatan kali ini saya ingin mengkritisi pemberitaan situs berita online Kompas.com. Kompas.com adalah media berita versi online dari harian Kompas. Awal pertama membaca kompas, saya sangat mengapresiasi, Kompas saya harapkan menjadi salah satu sumber informasi yang up to date dan berimbang. Namun, akhir-akhir ini saya melihat kompas (dalam hal ini adalah Kompas.com) memberikan berita yang sangat tak berimbang sama sekali. Saya merasa jika Kompas.com memberikan berita yang lebay. Dibuat-buat dan tak berdasarkan fakta yang kongkrit. Saya heran mengapa akhir-akhir ini Kompas.com sangat gencar memberitakan Anas Urbaningrum sebagai koruptor, padahal di media lain tak segencar kompas.com. Ada apakah gerangan? . Kedua, saya sama sekali tak melihat ada kabar yang menjelekkan seorang Dahlan Iskan dari kompas.com, yang ada malah seakan-akan kompas.com sangat mendukung Dahlan Iskan. Padahal dimana-mana sudah santer diberitakan jika Dahlan Iskan bukanlah sosok malaikat, malahan banyak dosa yang dia buat. Tapi yang saya lihat justru jika tak ada kabar yang menjelekkan Dahlan Iskan. Di kompasiana, Dahlan bahkan menjadi bulan-bulanan para penulis. Ketiga, saya juga sangat jarang melihat ada pemberitaan yang membahas tentang Amerika Serikat dan kebobrokannya. Ada apakah dengan kompas.com? mengapa sudah sangat tak berimbang? Mari kita telisik.

Saya akan menguraikan satu per satu asumsi dan realitanya, kemudian di akhir argument saya akan menarik benang merah antara kompas.com – pro AS – pro Dahlan – anti Islam – anti Anas. Dalam menilisik kebenaran atau ketidakbenaran asumsi tersebut, saya menggunakan dua variable pertanyaan. Yang pertama, kompas dan kompas.com sangat pro Amerika? Kedua, jika benar pro Amerika, maka bisa dipastikan jika kompas / kompas.com membawa misi untuk mengganyam muslim? Apalagi pendiri kompas adalah Jakob Oetama, sosok pemimpin Katolik dan dulu pernah mendapat kecaman karena memuat berita dengan Arswendo Atmowiloto yang isinya menjelekkan orang Islam, sehingga para tokoh Islam pada waktu itu seperti Cak Nurcholis Majid, Amien Rais dsb menjadi marah. Well, mari kita mulai. Pertama saya akan mencari benang merah kompas/kompas.com dengan asumsi pro Amerika. Masih ingatkah dengan tulisan Faizal Assegaf tentang kebusukan Jakob Oetama dan kompas yang berujung pada pemblokiran akun Faizal di Kompasiana? Perseteruan Faizal assegaf dan Jacob Oetama berujung pada pembekuan akun faizal assegaf. Faizal assegaf yang biasa disapa bang ical adalah seorang penulis yang dahulunnya sering menulis di kompasiana. Tulisannya yang sering menjadi kontroversi meledak saat tulisannya yang mengeritiki Jacob oetama (pemimpin media kompas dimana kompasiana bernaung). Tulisan faizal assegaf mengklaim bahwa media kompas berbasis komersial atau industri pers kapitalisme. Dalam tulisannya, faizal assegaf menuding kompas adalah industri pers yang dibangun atas dasar semangat kelompok dan kapitalisme dan pro Amerika. Berbagai anggapan miring tentang kompas bermunculan pada kalangan bloger, yang menganggap kompas adalah media berzaman orba yang sangat anti krtikan, alasan yang sangat konyol bahwa tidak boleh kritik Jacob oetama membuat kebebasan berdemokrasi diantara bloger kompasiana seolah terbatasi. Aneh, mengapa harus sebegitu lebay-nya? Bukankah ini demokrasi? Bukankah pers sendiri yang bilang bahwa setiap orang bebas berpendapat? Pers lewat tindakan Jakob sudah menjilat ludahnya sendiri.

Lantas pernahkah kompas dan kompas.com memuat berita yang menjelekkan AS? Sangat jarang. Bahkan yang dimuat hanya berita yang pro AS. Saya teringat ketika kompas.com memuat tulisan R William Liddle Profesor Emeritus Ohio State University, Ohio, AS yang isinya memaparkan kecemerlangan AS dan dukungannya terhadap Israel. Kompas.com memuatnya secara mentah tanpa ada komentar apapun. Aapakah ini bentuk dukungan terhadap AS? Entahlah. Pada Rabu, 15 Agustus 2012 pukul 17.00, koran menurunkan sebuah berita bertajuk “Demo Anti AS Macetkan Jalan Thamrin”. Pada intinya koran menuding ribuan demonstran yang turun ke jalan-jalan memperingati hari solidaritas internasional Palestina, atau kerap disebut Hari Al Quds, sebagai biang kerok kemacetan di jantung metropolitan. Koran menulis: “aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia … menyebabkan lalu lintas di jalan MH Thamrin macet parah. Hinggal pukul 16:30 WIB, kemacetan panjang terjadi khususnya dari arah Monas menuju kawasan Jalan Sudirman. Kompas hanya mengungkap separuh cerita. Ini yang mereka sembunyikan ke khalayak pembaca. Jika fakta itu menunjukkan rabun akut pada redaksi Kompas, paparan koran soal demonstrasi besar di depan Kedutaan Amerika Serikat kental dengan tudingan, prasangka dan propaganda.mKoran menulis: “Sebelum tiba di lokasi Bundaran HI, para pengunjuk rasa lebih dulu berunjuk rasa di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Para demonstran tampak menyanyikan yel-yel bernada hujatan serta cacian kepada AS dan Israel. “Amerika musuh Islam, Amerika musuh Allah,” teriak pengunjuk rasa”. Kompas benar soal banjir hujatan di depan pintu gerbang Kedutaan Amerika. Yang koran sembunyikan adalah fakta bahwa hujatan itu punya konteks besar – dan reporter Kompas tahu soal ini.           

Israel? Kompas hanya tak punya nyali menuliskan isi orasi demonstran Hari Al Quds. Toh, fakta kebiadaban dan penjajahan Israel atas Palestina sudah sebanyak air lautan yang menampir pesisir pantai. Soalnya memang lagi-lagi prasangka. Koran seperti sengaja mendorong pembacanya tak bersimpati pada demonstrasi solidaritas Palestina dengan ‘mengaitkannya’ dengan soal-soal klise macam kemacetan di Bundaran HI. Adakah yang terakhir karena Kompas ingin menyembunyikan fakta kalau demonstran Al Quds sore itu menyuarakan penentangan keras terhadap rencana pembangunan gedung baru Kedutaan Amerika; yang berbarengan dengan rencana Kedutaan Amerika menghancurkan gedung bersejarah Perdana Menteri Sjahrir yang mereka okupasi diam-diam selama beberapa dekade?. Demonstrasi di depan Kedutaan Amerika sore itu jadi saksi betapa ribuan demonstran berebut menorehkan teken penentangan pada rencana Kedutaan Amerika. Ini kali pertama dalam sejarah penentangan itu dibubuhkan di selembar kain besar dan disaksikan banyak wartawan. Sayang, Kompas sama sekali tak menyebutkannya — walau sepatah kata!

Tampaknya sudah lengkap dosa kompas dan kompas.com. Maaf, tapi belum. Setelah beberapa realitas di atas, saya akan membeberkan bagaimana Kompas dan Kompas.com tak simpatik dengan Islam, seperti dogma Kristen dan Katolik. Kompas sering diplesetkan dengan Komando Pastor. Tentulah ada dasarnya. Ketika surat kabar ini didirikan, situasi menuntut jika dimana tiap-tiap surat kabar mempunai afiliasi politik menghaaruskan Kompas memiliki afiliasi politik juga. Maka Kompas berafiliasi dengan partai Katolik karena Jakob Oetama adalah tokoh Katolik. Meski Kompas berusaha meminimalisir kesan sebagai media non Islam yang ‘memusuhi’ Islam, nampaknya sulit menghilangkan label yang entah sejak kapan terlanjur melekat. Secara sosio-psikologis sebenarnya Kompas sama saja dengan Koran Tempo, Rakyat Merdeka, Suara Merdeka, Media Indonesia, Jawa Pos dan sebagainya. Jika kemarahan umat Islam lebih sering tertuju pada koran yang dipimpin Jacob Oetama ini, tentulah bukan karena terbesar tirasnya, sehingga terbesar pula pengaruhnya dibanding koran-koran lain. Tetapi, “ideologis” Kompas memang sulit diingkari, lebih sering menyerang rasa keadilan dan menyayat hati umat Islam. Diskriminatif. Dalam kasus eksekusi mati Tibo dkk, misalnya, Kompas hampir seratus persen menjadi corong bagi mereka yang menolak eksekusi mati terhadap Tibo dkk, sebagaimana tercermin melalui berbagai opini yang dipublikasikannya. Dalam pemberitaan, Kompas hampir tidak pernah memberikan ruang bagi mereka yang pro eksekusi mati Tibo dkk. Padahal, sudah jelas Tibo dkk membunuh ratusan santri ponpes Walisongo, Poso, dengan tangannya sendiri. Dalam hal Tibo dkk hanyalah wayang yang dimainkan aktor intelektual, itu lain persoalan. Yang jelas secara pidana Tibo dkk memang terbukti membantai ratusan orang. Keberpihakan terhadap mereka yang kontra eksekusi mati Tibo, menunjukkan bahwa sebagai media nasional Kompas tidak punya hati nurani. Kompas bukan saja mengabaikan amanat hati nurani rakyat yang menjadi mottonya, tetapi juga telah melukai rasa keadilan umat Islam. Pembantaian terhadap umat Islam di Ambon dan Poso, justru digerakkan dan diberkati oleh Gereja, karena umat Nasrani di sana merasa sebagai pihak mayoritas. Menjelang eksekusi mati terhadap dirinya, Tibo mengungkapkan Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), pimpinan pendeta Damanik, yang berpusat di Tentena ini, terlibat dalam pembantaian umat Islam Poso.

Contoh lain, dalam kasus pro-kontra RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Kompas jelas-jelas mengambil posisi kontra RUU-APP. Berbagai pemberitaan yang berkenaan dengan itu memperlihatkan dengan jelas bahwa Kompas diskriminatif. Opini yang ditampilkan juga berpihak. Misalnya, Kompas edisi 29 Maret 2006 menampilkan opini Siswono Yudhohusodho berjudul Negara dan Keberagaman Budaya. Siswono yang pada intinya menolak RUU APP karena menganggapnya salah satu produk hukum yang sangat beraroma Syari’at Islam. Menurut Siswono, “sebagai konsekuensi negara kesatuan (unitarian) yang menempatkan seluruh wilayah negara sebagai kesatuan tunggal ruang hidup bangsa, sebuah RUU juga harus didrop bila ada satu saja daerah yang menyatakan menolaknya karena tidak cocok dengan adat istiadat dan budaya setempat. RUU APP sudah ditolak di Bali dan Papua”. Argumen Siswono jelas terlihat dungu. Ia tidak saja mengabaikan konsep demokrasi, tetapi mendorong munculnya tirani minoritas atas mayoritas. Bukankah Bali dan Papua minoritas? Melalui opininya itu, Siswono melalui sengaja menekankan supaya umat Islam yang mayoritas bila hendak membuat aturan bagi umat Islam, harus terlebih dulu meminta persetujuan masyarakat Bali dan Papua. Bila mereka menolak, berarti aturan itu harus juga ditolak sebagai konsekuensi dari konsep unitarian (negara kesatuan). Sebaliknya, bila orang Papua mau berkoteka, atau bila umat Hindu Bali mau menjalankan ritual musyriknya serta memaksakan penerapan ‘syariat’ Hindu kepada non Hindu di Bali, itu harus didukung dalam rangka melestarikan keluruhan budaya bangsa. Logika dungu seperti itu, dipublikasikan Kompas, tentu bukan tanpa maksud. Tidak bisa disalahkan bila ada yang menafsirkan hal itu dilakukan Kompas dalam rangka memprovokasi umat Islam. Patut juga dipertanyakan, apa kualifikasi yang dimiliki Siswono sehingga gagasan dan logika dungunya layak ditampilkan di Kompas, dan dalam rangka mewakili kalangan siapa?

Ketika wacana Perda Syari’at mengemuka, Kompas lagi-lagi menempati posisi strategisnya, yaitu menolak! Dalam kaitan ini, Kompas mempublikasikan argumen dan logika dungu untuk memprovokasi, kali ini dengan menampilkan Eros Djarot, yang tidak jelas apa kualifikasi yang dimilikinya sehingga ditampilkan sebagai salah satu suara yang layak didengar. Kemudia ada kasus Senang yang menggegerkan, yang disebut-sebut Zainuddin M.Z. adalah sebuah peristiwa susulan setelah Monitor memuat angket. Majalah Senang, yang berada di bawah payung Gramedia–yang notabene dalam supervisi Wendo–dinilai memuat gambar yang memvisualkan Nabi Muhammad dalam rubriknya, Ketok Magic. Sebelum reaksi membesar, Jakob Oetama buru-buru menutup Senang. Apa boleh buat, telunjuk-telunjuk marah tak serta merta melipat, malah justru makin diacung-acungkan ke Gramedia. Tak sebatas dimaki. Gramedia pun dituding telah melakukan konspirasi ideologis untuk menghina Islam. Kemudian ada Ariel Heryanto dalam salah satu tulisannya berjudul Nadine, pada Kompas Minggu 30 Juli 2006, menyuarakan sikap anti Arab, seolah-olah istilah Arab digunakan untuk gagah-gagahan sebagaimana orang dungu menggunakan istilah asing (bahasa Inggris) supaya terkesan keren. Ariel menulis, “dulu istilah-istilah asing itu sering dipakai pada saat tidak diperlukan. Istilah itu sengaja dipilih pemakainya justru karena banyak yang tidak paham, supaya tampak keren atau hebat. Mirip istilah Arab yang sekarang mulai bertebaran dan naik pamornya di Indonesia. Atau istilah Sansekerta di zaman Orde Baru”. Aneh, tudingan bahwa terjadi Arabisasi atau Islamisasi atas sejumlah Perda Anti Maksiat yang diproduksi daerah tertentu melalui mekanisme demokrasi sekuler, jelas memutarbalikkan fakta. Tidak sekadar memutarbalikkan fakta, isu Islamisasi dan Arabisasi sengaja diluncurkan untuk menutupi keadaan sebenarnya, yaitu gencarnya westernisasi dan yahudiisasi terhadap banyak segi kehidupan rakyat Indonesia.

Then, apa bagaimana dengan pemberitaan timpang yang memperlihatkan pro Dahlan Iskan dan anti Anas Urbaningrum?. Dahlan Iskan adalah orang yang sangat dekat dengan Jakob Oetama. Mereka berdua adalah pemilik dua media terbesar negeri ini. Bahkan ketika Dahlan menjadi menteri, Jakob dengan mantapnya mengatakan jika ia akan menjadi orang pertama yang akan menyokong Dahlan. Hingga saat ini, saya sangat jarang membaca ada berita dari Kompas yang memojokkan seorang Dahlan Iskan, sama halnya ketika Kompas memberikan kabar kasus orang lain. Apa yang diberitaka oleh Kompas terhadap Dahlan, keseluruhannya bisa dikatakan sangat mendukung apa saja yang dilakukan Dahlan. Bahkan acapkali memuji-muji perilaku dan karakter individu Dahlan Iskan sebagai seorang yang sangat baik. Anda bisa melihat sendiri dalam kompas.com bagaimana pemberitaan tentang Dahlan sangat banyak, melebihi porsi pembahasan berita yang lain. Aneh. Saya bahkan kesulitan mencari berita di kompas.com yang isinya menjelekkan Dahlan Iskan, atau minimal mengkritisi kebijakannya. Tidak percaya? Silahkan Anda cek sendri dengan mata kepala Anda. Dahlan adalah teman akrab Jakob, pemilik Kompas. Itu adalah modal pertama. Yang kedua, kedua tokoh ini sangat pro Amerika. Sudah bukan rahasia umum lagi jika media-media seperti Kompas, Koran Tempo, Rakyat Merdeka, Suara Merdeka, Media Indonesia, Jawa Pos berafiliasi ke AS. Anda bisa melihat kisah perjalanan mereka kalau tidak percaya. Bahkan ketika ada kebocoran data wikilieaks, pernah terungkap jika AS mendanai pembiayaan operasional media-media tersebut sebagai “teropong” mereka di Indonesia. Luar biasa. Bagaimana dengan Anas? Dia adalah golongan kuat tokoh Muslim di era sekarang. Seperti uraian di atas, jika agenda kompas adalah adalah agenda AS yang kontra umat Muslim dan agenda para ortodokers gereja, maka bisa dipastikan jika Anas menjadi blacklist mereka. Sama halnya dengan Cak Nur, Amin Rais, dan para tokoh muslim Indonesia yang dianggap akan menjadi representasi kebangkitan umat Muslim di Indonesia. Dan berita mengenai Anas yang sangat santer dibeberkan oleh Kompas dan Kompas.com, sangat mengindikasikannya. Tak ada pemberitaan yang berimbang mengenai Anas. Pernahkah kompas / kompas.com mengulas sosok Anas seperti halnya mereka mengulas Dahlan Iskan?? Saya tak menemukannya. Anas dijelek-jelekan dengan bukti-bukti yang absurd, kompas dan kompas.com selalu membahas kejelekan Anas, tapi tak mencantumkan sumber yang jelas dan data yang valid. Semuanya serba opini tendensius, bahkan mereka mengacuhkan bukti, saksi dan fakta hukum di pengadilan. Heran, mengapa kompas dan kompas.com berbuat demikian? Apakah mereka sudah kehilangan jati diri mereka sebagai media yang putih? seperti slogan mereka yang menyatakan bahwa Kompas adalah media paling terpercaya di Indonesia. Entahlah. Saya bukan penganut agama yang fanatis, saya hanya merasa prihatin dengan kompas. Dan satu hal lagi, ini hanya opini, bukan kebenaran yang hakiki. Jikalau kompasiana tak berkenan dan memblokir akun ini, maka itu semakin memperlihatkan bahwa kebebasan berpendapat sudah mati. Sekian, wassalam.

 

Melihat kecenderungan media-media mainstream yang sepertinya ingin menggiring opini muslim ke arah yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam sejati, aku memutuskan untuk TIDAK LAGI MENJADIKAN MEDIA MAINSTREAM SEBAGAI RUJUKAN. Aku tidak mau dipengaruhi dengan cara apapun baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Lebih baik membaca berita dari media Islam saja, lebih aman. Berikut daftar media Islam yang kredibel menurutku:

 

1. Voa Islam

Media Islam yang ini cenderung keras dan tegas, tapi sangat memihak kepentingan umat Islam dan menyajikan berita yang kadang luput oleh media mainstream. Sudah tersedia dalam aplikasi android, twitter, maupun RSS.

 

2. Eramuslim

Sudah mobile dan tersedia dalam twitter serta aplikasi android meskipun tidak resmi. Banyak menampilkan kajian Islami dan berita Islam mancanegara.

 

3. Suara Islam

Salah satu media Islam yang  tersedia dalam versi mobile dan menyajikan berita nasional, internasional, serta konsultasi dengan unsur Islami. Juga ada dalam versi twitter.

 

4. Fimadani

Fimadani adalah media Islam dengan tampilan sederhana yang menampilkan berita dunia Islam, nasional, internasional, konsultasi, serta kajian Islami. Tersedia dalam android (tidak resmi) dan juga twitter.

 

Mungkin masih banyak media Islam diluar sana, tapi maklum aku masih nubie dan yang kuamati serta cukup bagus baru beberapa media itu. Daftar media ini akan aku update seiring bertambahnya media Islam yang kuamati.

Mudah-mudahan muslim Indonesia ke depannya bisa lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap media mainstream karena tidak ada yang bisa menjamin apa agenda mereka yang tersembunyi dari mata Anda, yang mungkin bisa mempengaruhi opini Anda terhadap Islam. Seperti kata bang napi : waspadalah!

 

If you aren’t careful, the newspaper will have you hating the people who are being oppressed and loving the people who are doing the oppression – Malcolm X

 

Choose-to-Know-Stop-the-Misinformation-Profile-Picture-1

 

Baca Juga:

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

Forum Ini Ternyata Bukan Untuk Muslim!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Ustadz Dipukul Pendeta, Kemana Media Kita?

Perlukah Membenci FPI?

Tidak Diminati Bali, Wisata Syariah Justru Eksis di Mancanegara

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Dibalik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

 

 

sumber :

http://archive.bisnis.com/articles/pilkada-putaran-ii-fatwa-mui-ganjal-pasangan-jakowi-ahok

http://politik.kompasiana.com/2012/11/03/agenda-dibalik-pemberitaan-tak-berimbang-kompascom-500367.html

http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2012/03/11/metro-tv-refleksi-media-liberal-yang-anti-islam/

http://www.arrahmah.com/read/2011/04/17/11929-diskriminasi-media-massa.html#sthash.N9xvE9Op.dpuf

http://kabarcepat.com/2013/01/17/banjir-jakarta-fpi-bakal-bagikan-pembalut-wanita

http://sekarsidan.wordpress.com/2011/09/26/nasib-umat-islam-pada-pemberitaan-ambon-versus-bom-solo/

A Review Of Nonmuslim’s Argument on Islamic Forum

After half of year exploring many Islamic forums, I have met many nonmuslims who tried to enter the forum. There were several ones who really wanted to learn, but many of them tried to create chaos on Islamic forum. There were some pattern on how they acted :

1. Christian

Christians usually tried to preach whether directly or indirectly and engaged in debate about Islam vs christianity. A christian I had debate with only played with words and made endless debate. When asked to bring something scientific from christianity, he couldn’t do it. Another christian I met couldn’t answer why Adam wasn’t son of God while he didn’t have father and mother. You know, christians think that Jesus is son of God while he only didn’t have father, so why don’t they think that Adam is also the son of God? VERY STRANGE, isn’t it? Adam’s creation is clearly superior to Jesus so why he doesn’t deserve the title “son of God” from christian? Isn’t it “discrimination”?Back to the christian on that forum, he avoided me afterwards, moreover I had answered another of his statements critically that he couldn’t shot back. Another christian also tried to make Islam’s image bad but I had arguments with him and he couldn’t continue afterwards. It seems that christians can’t prove their belief and always avoid when they are unable to answer. I have heard that pope didn’t want to have debate with Ahmed Daedat when challenged. Why? If the religion is the truth, why must be afraid?

2. Atheist

I met atheists more often than christians on Islamic forum. There were two polite atheists I met online but most atheists I met were up to no good. They usually started a debate, couldn’t prove whatever they were arguing then REPEATED the same arguments over and over again thus making the thread endless. They were more stubborn than christians and sometimes insult, thankfully they were either punished or banned after that.

3. Troll

Could be any nonmuslim out there, they were planning to attack Islamic forum by posting bias articles and misleading questions about Islam. They usually use very polite words to avoid ban but at the same time keep attacking Islam. Almost same as atheist above, they will pretend to not understand whatever explanations muslims write and keep posting and repeating the same question over and over again (maybe because there are some atheists within them). Usually they use new accounts and multiply those accounts either when they are banned or so they will look like so many. Some of them will pretend to be muslim as well but their disguise will be easy to be guessed from their arguments which are not Islamic. If meeting a troll like this, the easy way is reporting to moderator and asking them to be banned. Argue with them proven to be useless. I proudly had made some of these trolls banned.

So yeah,those are several types of nonmuslims I met on Islamic forum. From nonmuslims I met online, I can conclude that they are incapable of proving that their belief is true. They could not produce any arguments to counter my arguments and they could not find any scientific articles that support their belief. They only can play with words, avoid, or repeat the have-already-answered-arguments over and over again. Well, what I want to say is THE TRUTH WILL ALWAYS PREVAIL. Islam will always win over any arguments because it is logical and supported by science. Over time, Quran’s contents will be proven through latest science, something that I think is lacking from any religions. Some religions even contradict with science and punished their scientists who prove that their teachings were wrong. Islam on the other hand is not like that and keeps enjoying more proofs from science. That is the strong evidence that Islam is indeed the truth because no falsehood will ever been found in Islam. If you want to see some example of miracle of Quran, go to here:

http://www.scienceislam.com

https://nessiaprincess.wordpress.com/2012/08/28/islam-is-the-most-rational-religion/

As for me, I have decided to leave Islamic forum as I wrote here:

https://nessiaprincess.wordpress.com/2013/03/08/bye-islamic-forum/

I am not belong there because of the management that is not Islamic in my opinion.
That is all. Whatever I wrote here is purely, 100% my experience. If you don’t believe me, you can go to Islamic forum yourself and Insya Allah you will see what I told you. I hope you will be enlighted by that and realize that Islam is indeed the truth.

Here Are Simple Things To Do To Help Gaza!

image

Surely you knew what the zionists have done to innocent civillians in Gaza. As we speak, the civillians are dying because of bombs that strangely fall into their residents, not just targeting military HQ.

image

image

If you are muslim or simply have a good heart, it is the time to show our solidarity towards them. Let’s do something to ease the sufferings of people in Gaza.
Here are the list of simple things you can do to help Gaza :

1. Pray

image

The very least that we can do is praying for people in Gaza. For muslim, don’t forget to pray for them after daily prayers. It is highly recommended to do special prayer like Salat Hajat or Tahajjud so our prayers have higher chance to be granted. If you don’t know how to perform those prayers above, you can search through book/video/internet, ask to the nearest Imam around you, or contact me

2. Spread The News

image

Do you have any social media accounts like twitter, blog, forum, etc? Use it to spread the news about atrocities in Gaza so more people will aware and  care about current situation there. Follow/add any accounts in social media that rely live report from Gaza and spread their messages. For example, in twitter, you can follow @MoGaza @RanaGaza @ShahdAbusalama @MajedAbusalama @jncatron @YousefAlJamal @AJELive or @AlQassamBrigade
You can use another communication tools as well like email, sms, ems, mms, phone, skype, chatting, blackberry message/broadcast, etc.
You also can print brochures about Gaza and give them freely to people around you or print poster about Gaza and put it on public board. Even mouth to mouth is okay!

3. Fill Online Petition

image

Sometimes online petition will make our voices easier to be heard. Here are some online petitions about Gaza you can participate:

http://www.petitiononline.com/SaveGaza/petition.html

http://petition.cair.com

http://www.avaaz.org/en/gaza_end_the_siege/

4. Boycott zionist’s Supporter’s Products

image

This is a peaceful way to end the injustice in Gaza. By not buying any companies’ products which support zionist, we can decrease their incomes and make them aware that public dislike their supports to masssacre. Some companies have collapsed or withdrawn/minimalized their supports because of this action. You can see the list of the products here:

http://www.inminds.co.uk/boycott-israel-2012.php

5. Donate

image

There are many nonprofit organizations that care for Palestine and need your financial support. You can help by donating even if it is just a little. Here are some reliable organizations you can trust your donations with:

http://www.map-uk.org/donate1/emergency_gaza_disaster_appeal/

http://www.pcrf.net/get-involved/donate/

6. Arrange Peaceful Demonstration

image

You can help to arrange peaceful demonstration about Gaza in your region. You can invite your friends from neighbourhood, school, campus, work, community, internet, etc. This way, hopefully media will cover your action and broadcast your message about Gaza to greater coverage. If no media covers your action, use social media to spread the news of your peaceful demonstration.

Of course no one demands you to do all things above at once, although it will be good if you can do it. You can do one or some things above, depending on your capability. The most important thing is you are willing to help. Doing a few actions are much more appreciated than doing nothing at all.
That’s it from me. If you have another way to help Gaza, don’t hesitate to add on comment.
I hope more people will care and act for Gaza. Spread the news world wide!
May Allah grant people of Gaza patience and endurance to face this hard test. Amin

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Para muslim Indonesia yang cerdas dan terhormat, mungkin diantara kalian yang menganggap bahwa “tidak apa-apa” punya pemimpin yang nonmuslim. Kalian pikir itu adalah pikiran yang sangat modern dan bernuansa Bhinneka, apalagi didukung oleh citra calon yang (katanya) baik. Kalian juga beranggapan bahwa pemimpin nonmuslim pasti akan bersikap toleran terhadap warga muslim. Tapi apa kalian tahu seberapa mengerikannya kalau ternyata pemimpin nonmuslim itu tidak amanah? Silakan baca yang sudah aku rangkum di bawah:

 

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

Tak terasa sudah setahun jokohok memimpin dki. Meskipun didukung penuh dengan media-media mainstream dan rajin blusukan kemana-mana, tapi entah kenapa, ya, aku merasa tidak ada perubahan apa-apa dengan Jakarta? Macet ya masih macet, banjir ya masih banjir, mana tuh janji perubahannya? Mana tuh “Jakarta Baru” yang digadang-gadang selama ini?

Yang ada, aku justru merasa “Jakarta Baru” ini makin menjauhi nilai-nilai keislaman. Bukannya bermaksud SARA atau apa, tapi berdasarkan fakta-fakta yang nyata sebagai berikut:

 

1. Tidak Merekomendasikan Takbir Akbar di Jalan

Seperti kita tahu, pemerintahan yang baru ini sepakat untuk tidak merekomendasikan tabligh akbar yang menghalangi jalan pada Januari 2013.

 

FPI: ANEH, JALANAN BUAT IBADAH KOK DILARANG

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Front Pembela Islam (FPI), merasa aneh dengan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melarang kegiatan ibadah dilakukan di ruang publik, karena sudah membuat resah masyarakat.

“Apa benar MUI keberatan dan ngadu ke Ahok. Ada yang aneh ini,” ujar Juru Bicara FPI, Munarman kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Menurutnya, ulama yang warotsatul anbiya atau mencintai Nabi Muhammad SAW, pasti mendukung kegiatan tabligh akbar tapi kalau ulama yang bukan, wajar anti tabligh.

“Lagi pula kenapa giliran jalan umum digunakan untuk kegiatan mubazir seperti hiburan dan maksiat waktu malam tahun baru menutup total jalan protokol, kok yang ngaku ulama enggak ngeluh ya,” jelasnya.

Munarman juga mengatakan masih tidak percaya dengan fatwa MUI tersebut. “Yang mengeluh itu sakit jiwa, mudah-mudahan berita ini utuh dan nyampe ke Syamsul Muarif,” tandasnya.[bay]

 

Padahal untuk malam muda-mudi, jokowi tidak merasa berat untuk menutup jalan.

 

JADWAL BUKA TUTUP JALAN DI JAKARTA SAAT MALAM MUDA-MUDI

Liputan6.com, Jakarta : Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menutup sejumlah ruas jalan selama pelaksanaan Jakarta Night Festival (JNF) atau Malam Muda-Mudi. Acara itu akan digelar tepat pada perayaan Ulang Tahun Jakarta ke-486 pada Sabtu (22/6/2013).“Terkait dengan penyelenggaraan malam muda-mudi besok, Dinas Perhubungan DKI bekerja sama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan penutupan jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Penutupan jalan tersebut, menurut Pristono, di antaranya dilakukan di Jalan MH Thamrin (mulai dari Bundaran Patung Kuda hingga Dukuh Atas) dan Jalan Medan Merdeka Selatan (dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat hingga Bundaran Patung Kuda).

Kemudian, sambung Pristono, penutupan juga dilakukan di Jalan Medan Merdeka Barat (mulai dari simpang Jalan Medan Merdeka utara hingga Bundaran Patung Kuda). “Karena itu, bagi pengendara yang akan melewati jalan tersebut, kami mengimbau agar mengambil jalur alternatif yang telah kami siapkan,” ujar Pristono.

Pristono menuturkan kendaraan yang datang dari arah selatan dapat melewati Jalan Galunggung atau Jalan Karet, Pasar Baru Timur. Sedangkan, bagi pengendara yang tiba dari arah utara agar melalui Jalan Ir Juanda atau Jalan Abdul Muis. “Penutupan jalan di sepanjang lokasi penyelenggaraan JNF tersebut akan dilakukan mulai dari pukul 18.00 hingga 02.00 WIB,” tutur Pristono.

Sementara itu, Pristono menambahkan untuk lokasi parkir pengunjung JNF diarahkan ke lapangan parkir IRTI di Monas, gedung-gedung parkir dan pelataran gedung-gedung di sepanjang area JNF.

JNF atau malam muda-mudi akan digelar di sepanjang Jalan MH Thamrin, mulai dari Bundaran Patung Kuda hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). Acara tersebut akan dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan hiburan, di antaranya panggung musik dan penampilan kesenian budaya daerah. (Ant/Ary/Yus)

 

Tidak habis pikir deh dengan kebijakan aneh ini. Kalau alasannya agar tidak menghalangi hajat hidup orang banyak, menutup jalan untuk malam muda-mudi justru SANGAT mengganggu orang! Sudah tahu Jakarta macet, eh, malam Minggu jalanan ditutup lagi! Aku masih ingat bagaimana susahnya untuk pulang ke rumah saat malam muda-mudi. Perlu tiga setengah jam untuk mencapai rumah! Terus apa manfaatnya malam muda-mudi ini? Kalau tabligh akbar kan lumayan masih banyak manfaatnya!

Kalau mau adil, jangan ada acara APAPUN yang menutup jalan, dong! Kok kesannya acara yang sekuler “diistimewakan” sementara acara Islami dilarang? Anak kecil pun tahu kalau ini TIDAK ADIL! Tampak jelas sekali kalau peraturan ini ingin mendiskreditkan Islam. Yah, apa mau dikata, kalau pemerintahnya juga bukan muslim, ya begini jadinya…

Ini buah pilihan kalian yang sangat “modern” dan bernuansa “Bhinneka” itu, muslim Jakarta! Enak, nggak?

 

2. Imbauan untuk Tidak Melakukan Takbir Keliling

Untuk pertama kalinya di Jakarta ada imbauan dari gubernur untuk tidak melakukan takbir keliling saat lebaran 2013, padahal Jakarta dihuni oleh mayoritas muslim. Anehnya, takbir keliling ditiadakan tapi acara musik seperti konser metallica justru didukung penuh oleh gubernur.

 

JOKOWI LARANG TAKBIR KELILING, TAPI TIDAK UNTUK KONSER METALLICA

“Saya puaaas.” Dua kata itulah yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) kepada wartawan begitu keluar dari stadion GBK setelah menyaksikan konser Metallica, Minggu (25/8/2013) sekitar pukul 22.45 WIB.Jokowi puas karena sejumlah lagu favoritnya dibawakan band asal California itu dalam konser yang dipadati puluhan ribu fans fanatik.“Beberapa lagu kesukaan saya dibawain sama Metallica, pokoknya senang,” tutur Jokowi yang datang dengan berkaos hitam Metallica ini.

Jokowi mengaku bukan kali ini saja menyaksikan penampilan Lars Ulrich cs. Tahun 1993, saat band metal ini tampil di Stadion Lebak Bulus, Jokowi menjadi salah satu penontonnya. Hal itu dilakukan Politikus PDI Perjuangan ini demi kecintaannya kepada Metallica.

Maka tak heran, Jokowi ikut mengajak para koleganya seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan mantan calon wakil gubernur Jawa Barat Teten Masduki.

Tentu antusiasme Jokowi berbeda dengan takbir keliling yang hendak dilakukan warga Muslim Jakarta, bulan lalu. Jokowi secara tegas melarang warganya untuk ikut takbir keliling. Larangan Jokowi terasa aneh karena dalam sejarah gubernur DKI dan mungkin gubernur se Indonesia, hanya dia satu-satunya Gubernur yang melarang takbir keliling.

“Kita mengimbau masyarakat agar takbirannya di masjid-masjid saja. Tidak usah keliling, tidak usah konvoi,” ungkap Jokowi.

Karena itu, kata Jokowi, bila ada warga yang tetap mengadakan malam takbiran dengan keliling dan konvoi, mereka akan segera diamankan pihak kepolisian.

“Urusannya para kepolisian. Tapi cukup berbahaya jika dibiarkan tarawih konvoi dan keliling kota memadati ruas-ruas jalan tertentu. Selama ini, takbiran umumnya diadakan dengan menyusuri jalan raya sembari bernyanyi.”

Padahal apa dosa melakukan takbir keliling? Tidak ada. Warga hanya mengapresiasikan dirinya dalam Syiar keagaamaan dalam menyambut hari kemenangan umat Islam. Mereka tidak membawa bir dan menenggak alkohol. Berbeda dengan konser Metallica sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas TV (25/8) yang mencium bau alkohol di sekitar tempat konser. Wajar saja, karena salah satu permintaan khusus Metallica kepada panitia adalah disediakannya bir lokal bagi para personil Metallica.

Takbir keliling jelas ada landasan syar’inya. Dalam pandangan Islam, kegiatan ini bagian dari syiar Islam yang mengagungkan ketaqwaan. Berbeda dengan konser Metalica yang tidak berdampak pada ketakwaan warga Jakarta. Tidak ada penelitian yang mengatakan pasca konser Metallica diadakan angka kejahatan tiba-tiba menurun.

Maka, seharusnya Jokowi sadar. Sebagai gubernur di provinsi yang mayoritas warganya muslim, jangan sampai mengambil langkah-langkah yang menyinggung perasaan umat Islam. Apalagi di satu sisi menekan syiar keIslaman, tapi di sisi lain mengakomodir syiar kejahiliyahan.

 

Baru tahu kalau ternyata bagi pak gubernur, konser metallica jauh lebih baik dari takbir keliling…

 

3. Menempatkan Pejabat Nonmuslim Yang Ditolak Oleh Warga Mayoritas Muslim

Berita ini masih hot karena penolakan juga masih berlangsung.

 

WARGA LENTENG AGUNG : HARGA MATI, LURAH SUSAN HARUS DIGANTI!

Jakarta (SI Online) – Tekad warga Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk menolak lurah Susan telah bulat.Tak ada tawar menawar dalam hal ini.

“Harga mati, lurah harus ganti. Itu harapan warga,” kata seorang tokoh Lenteng Agung Ustad Sholihin Ilyas dalam konferensi pers yang digelar Forum Umat Islam (FUI) di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013).

FUI sebagai aliansi orman-ormas Islam melakukan advokasi terhadap warga Muslim Lenteng Agung supaya aspirasi mereka diperhatikan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta. Selain tokoh masyarakat Lenteng Agung, hadir dalam konferensi pers tersebut sejumlah ulama “Macan Betawi” seperti KH Abdul Rasyid AS, KH Fachrurozy Ishaq dan KH A Cholil Ridwan. Tokoh majelis taklim Lenteng Agung Hj Kholillah AB dan Ketua Umum Forsap Hj Nurdiati Akma juga turut serta.

Ustad Sholihin melanjutkan, upaya warga untuk menyampaikan aspirasinya akan dilakukan dengan berbagai cara.

“Dengan berbagai cara kami punya banyak cara untuk menyampaikan aspirasi kami. Semua warga Lenteng Agung berikrar harga mati, tak bisa ditawar lurah Susan harus turun dari jabatannya,” ungkapnya.

red: shodiq ramadhan

 

Meski demo berlangsung terus-menerus, tapi pemprov seperti tuli oleh aspirasi umat Islam. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang berusaha memberikan saran justru dilecehkan dengan sangat arogan oleh ahok.

 

SEKJEN FUI : DEMI BELA SUSAN, AHOK BERANI NGELUNJAK KEPADA MENDAGRI

Jakarta (SI Online) – “Entah Ahok ini mengidap penyakit apa sehingga begitu nekad hanya gara-gara membela lurah Susan yang ditolak masyarakat Lenteng Agung dia begitu lancang dan berani ngelunjak kepada pejabat yang seharusnya dipandang atasannya yaitu menteri dalam negeri Gamawan Fauzi, padahal Gamawan tidak menyerang Ahok hanya memberikan saran yang normatif saja sebagai pejabat tinggi dalam pemerintahan yaitu memberikan saran agar pemda DKI mengevaluasi kembali kebijakan penempatan lurah Susan yang ditolak warga Lenteng Agung, namun Ahok dengn sengit menyerangnya dengan kalimat : Mendagri agar belajar konstitusi,” demikian dikatakan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththat kepada Suara Islam Online, Kamis (3/10/2013).

Tentu saja ini jadi polemik yang ramai karena ada pejabat yang diberi saran atasan malah meradang dan melawan. Sikap arogan, ngelunjak, dan tidak etis inilah yang disesalkan oleh Sekjen FUI.

KH Muhammad al Khaththat didampingi sesepuh ulama Betawi pimpinan Perguruan As Syafi’iyyah KH. Abul Rasyid AS, Ketua MUI KH Ahmad Cholil Ridwan, dan KH Fachrurazi Ishaq mengadakan jumpa pers setelah mendengar ungkapan dan aduan dari sekitar 2 mobil perwakilan warga. 

Ketiga macan Betawi tersebut turun bersama Sekjen FUI memberikan advokasi kepada aspirasi masyarakat Kelurahan Lenteng Agung yang merasa resah dengan penempatan Lurah Susan oleh Ahok melalui mekanisme Lelang Jabatan. Warga resah karena ternyata lelang jabatan hanya sekedar cover untuk menempatkan para pendukung Ahok dalam memenangkan pilkada melawan Foke. Dikabarkan Lurah Susan adalah seorang staf Kelurahan Senen yang menjadi salah seorang anggota Timses Jokowi Ahok.

Keresahan warga masyarakat Kelurahan Lenteng Agung yang 99,99 persen muslim karena selama puluhan bahkan ratusan tahun warga Lenteng Agung tidak pernah dipimpin lurah yang non muslim. Memang secara sosio kultural akan kerepotan siapapun pemimpin non muslim di Lenteng Agung yang punya 22 Masjid, 58 Musholla dan ratusan majelis taklim. Dan tradisi Betawi yang kental dengan ajaran Islam yang sudah jadi budaya masyarakat. Dalam even apapun masyarakat Betawi tidak akan lepas dengan ratiban, maulid, burdah, dan tahlil. Dan itu biasanya lurah menjadi tamu kehormatan.   

Oleh karena itu, Sekjen FUI menyesalkan sikap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah telah arogan terhadap aspirasi masyarakat. Bukan hanya itu, ucapan Ahok kepada Mendagri supaya belajar konstitusi dinilainya sebagai tindakan pelecehan.

“Menyesalkan sikap Wagub Basuki “Ahok” Tjahaha Purnama yang sangat arogan melecehkan aspirasi warga Kelurahan Lenteng Agung dan bersikap sangat tidak etis kepada Mendagri Gamawan Fauzi dengan kalimat yang sangat melecehkan yakni agar Mendagri belajar kembali konstitusi,” kata ustadz al Khaththath.

 

Warga Lebih faham Konstitusi daripada Ahok

Dalam konferensi pers tersebut juga bicara perwakilan warga Haji Nasri Nashrullah dan KH. Solihin Ilyas yang mengatakan bahwa Harga Mati Lurah Susan harus diganti!

Dan ternyata warga yang dilecehkan Ahok selama ini tampaknya lebih faham konstitusi daripada Ahok. Haji Nasri sebagai perwakilan warga mengatakan bahwa kebijakan lelang jabatan dengan memaksakan Susan ke Lenteng Agung tidak bisa diterima. Sebab melanggar proporsionalitas. Haji Nasri mengatakan bahwa dalam UU No 28 tahun 99 butir 5 tentang penyelenggaraan pemerintahan pemerintahan dijalankan dengan menganut asas proporsionalitas dan salah satu faktor dari proporsionalitas adalah agama.  

Lalu Haji Nasri mengutip kabar bahwa di Bali, seorang Cagub yang beragama Hindu saja ditolak hanya karena sering pakai peci dan istrinya seorang muslimah. Di Papua ada UU otsus yang melarang pimpinan pemerintahan di luar orang papua. Dan mana ada di kota Kupang, Menado, apalagi Los Angeles (LA), mana ada muslim jadi kepala pemerintahan.. umat islam juga tidak protes. Termasuk Masjid di Groud Zero yang diprotes warga Manhattan. Umat islam yang maklum aja. Kenapa Ahok kok ngotot?  

“Wah-wah-wah kayaknya Ahok lah yang harus belajar klonstitusi bukan Mendagri. Makanya Ahok jangan sok..” ujar Sekjen FUI.

 

Baru didukung media (yang bisa jadi dibayar) serta fans fanatik di internet (yang mungkin anggota dari buzzer bayarannya),  sudah merasa sebagai penguasa dunia yang tak terkalahkan.  Dia lupa kali kalau jabatannya itu milik rakyat dan bisa ditarik kapan saja rakyat mau kalau dia tidak menghormati rakyatnya. Demokrasi itu “dari, oleh, dan untuk rakyat” bukan “dari rakyat, oleh saya, untuk golongan saya”. Ingat, lo, kesombongan itu tidak ada yang bertahan lama! Atau jangan-jangan ada yang terselubung di balik kengototannya ini?

 

KH FAHRURROZI: ‘ADA AGENDA TERSELUBUNG DALAM LELANG JABATAN LURAH DI JAKARTA’


 

kh fahrurrozi ishaq-jpeg.image

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Belum lama menjabat sebagai Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli sudah menuai kontroversi. Melalui lelang jabatan lurah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, pada Juli 2013 Susan yang non-Muslim menduduki jabatan tertinggi di kelurahan yang mayoritas warganya Muslim.

Selama ini yang ngotot membela lurah Susan adalah wakil gubernur Ahok. Ia tak segan-segan melawan siapapun yang memprotes keputusannya, bahkan usulan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk mengevaluasi penempatan lurah Susan ia lawan. Dengan sombong Ahok mengatakan bahwa mendagri harus belajar konstitusi lagi.

Tokoh ulama Betawi KH Fahrurrozi Ishaq menilai ada agenda terselubung dalam lelang jabatan lurah di Jakarta yang saat ini dijalankan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI itu. Menurutnya, kebijakan menempatkan lurah Kristen melalui lelang jabatan tersebut merupakan agenda terselubung kristenisasi.

“Saya sudah melihat dari awal ketika ada pelelangan lurah, bahwasanya Jokowi dan Ahok sudah menempatkan orang-orang non-Islam di posisi penting tapi dengan cara lelang, padahal orang itu sudah disiapkan oleh dia, lelang itu strategi dia,” ujar Kiai Ishaq saat konferensi pers Forum Umat Islam (FUI) mendukung warga Lenteng Agung yang menolak Lurah Susan, Kamis (3/9/2013) di Jakarta.

“Sebentar lagi sekolah-sekolah, nanti kepala sekolah SD, SMP, SMA akan dipegang oleh orang-orang kristen,” tambahnya.

“Kalau itu terjadi, saya akan berada di barisan paling depan untuk melawan itu semua,” tegas ulama betawi ini.

Terkait soal keyakinan Susan, sebelumnya seorang tokoh masyarakat Lenteng Agung, Akmal, mengatakan kini di kantor kelurahan tak ada lagi ucapan “Assalamu’alaikum”. Yang ada, kata Akmal, berdasarkan informasi yang ia dapat dari staf keluarahan, adalah ucapan “selamat pagi, selamat siang dan selamat sore”. (Suara Islam Online)

 

Dan sepertinya keyakinan Ulama ini ada benarnya, karena jokohok kembali mengadakan lelang jabatan untuk posisi kepala sekolah, bahkan ada kecurangan yang terungkap!

 

AKAL-AKALAN LELANG JABATAN KEPSEK, TERNYATA SOAL UJIANNYA DIDUGA BOCOR

Jakarta (SI Online) – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), dan Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) menduga ada kebocoran soal tes lelang jabatan Kepsek soal yang diujikan pada 13-14 Desember 2013.Dugaan organisasi-organisasi guru disampaikan setelah mereka menerima aduan dari para pelapor bahwa telah terjadi pelatihan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).“Oknum pejabat LPMP diduga membekali dan melatih soal terkait lelang jabatan kepada 180 kepala sekolah yang sedang menjabat. Diduga kuat, soal yang dilatihkan juga dibekali dengan jawaban yang benar dan diindikasi bahwa soal yang dilatih sama dengan soal yang diujikan saat tes berlangsung pada 13-14 Desember 2013,” kata Sekjen FSGI Retno Listyarti usai bertemu Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Senin (16/12/2013).

Sementara Presidium FSGI Guntur Ismail, menyatakan pelatihan tersebut diketahui oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang disebutnya menunjukkan keberpihakan LPMP DKI Jakarta terhadap para kepala sekolah yang tergabung dalam wadah Musyawarah Kepala-kepala Sekolah (MKKS) DKI Jakarta.

“Sebagai lembaga penjamin mutu yang merupakan wakil pemerintah pusat di daerah, seharusnya LPMP mendukung kebijakan lelang Pemprov DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan DKI Jakarta dan bukan penghambat upaya peningkatan mutu pendidikan,” kata Guntur.

 

Waktu Ujian Dipotong

Sementara Kketua FGMJ Heru Purnomo mengatakan para peserta lelang jabatan Kepsek mengeluhkan durasi waktu yang dikurangi panitia pelaksana di lapangan.

Durasi tes dalam website resmi pemerintah provinsi DKI Jakarta tercantum 90 menit, tetapi pada praktiknya peserta hanya diberi waktu 60 menit dengan jumlah soal yang wajib dikerjakan 75 soal, kata dia.

“Artinya satu soal harus dikerjakan kurang dari satu menit, sementara soal yang harus dikerjakan adalah soal yang berdurasi panjang untuk dibaca dan dijawab,”lanjut Heru.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku akan menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan tersebut. “Pak Gubernur tadi mengatakan akan menindaklanjuti, Beliau akan segera memeriksa kasus ini,” kata Retno.

Sebelumnya, tokoh ulama Betawi KH Fachrurozy Ishak mensinyalir lelang jabatan Kepsek ini akan digunakan Ahok untuk melakukan Kristenisasi kepala sekolah. Sebelumnya, lelang jabatan lurah dan camat dengan modus yang sama juga digunakan untuk memasukkan pejabat non Muslim dan anggota tim sukses Jokowi-Ahok ke pemerintahan.

 

4. Membongkar Masjid Tanpa Ragu

Pemerintahan “Jakarta Baru” ini juga sudah membongkar dua masjid tanpa berkonsultasi dengan masyarakat setempat. Salah satunya bahkan termasuk masjid bersejarah! Ini sih keterlaluan!

 

INILAH PROTES UMAT ISLAM PADA AHOK YANG BONGKAR MASJID BAITUL ARIF

JAKARTA (voa-islam.com) – Warga sekitar Masjid Baitul Arif menyesalkan tindakan pembongkaran masjid tanpa musyawarah. Salah seorang jamaah masjid kepada voa-islam, Taufan Maulamin, menyesalkan tindakan tersebut. Ia pun membuat surat terbuka atas keprihatinannya kepada Gubernur DKI.

“Walikota Jakarta Timur telah melakukan pembongkaran Masjid Baitul Arif tanpa musyawarah dengan tokoh, alim Ulama dan jamaah Masjid Baitul Arif, RW 1 Kelurahan Kampung Melayu. Sudah 15 hari shalat 5 Waktu dan 2 kali Jumat tidak dapat dilakukan,” tulis Taufan.

Meski lokasi dan tanah masjid adalah milik Pemda DKI, kata Taufan, namun seyogianya Pemda tidak melupakan masjid adalah baitullah yang sangat dimuliakan oleh semua Muslim. Karenanya, mestinya hal itu dilakukan dengan santun dan beradab.

Taufan juga mengingatkan akan wilayah Jatinegara. “Jatinegara merupakan kawasan Muslim yang sangat taat dan sangat fanatik sejak zaman penjajahan, banyak tokoh, alim ulama dan masyarakat Muslim merasa tersinggung dan menyayangkan tindakan tersebut,” kata Taufan.

FUI Protes

Sementara itu, aktivis Forum Umat Islam (FUI) Jakarta Bernard Abdul Jabbar menegaskan, tindakan pemerintah provinsi DKI Jakarta membongkar Masjid Baitul Arif di Jatinegara dinilai sebagai tindakan arogansi yang melecehkan urusan agama.

Menurut Bernard, Pemda DKI dalam hal ini Wakil Gubernur, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai pihak yang keras memerintahkan pembongkaran harus paham, shalat umat Islam tidak boleh terhenti, dan seharusnya disediakan dulu tempat penggantinya jika memang harus dibongkar.

“Ahok jangan arogan, padahal dalam agamanya sendiri diajarkan untuk menghormati agama orang lain. Karena pegang kekuasaan dia jadi membabi buta melawan masyakarat muslim. Seharusnya gereja-gereja liar yang ia bongkar. Apa dia ga tau banyak gereja seperti di Jelambar, Kemayoran dan lain-lain yang berdiri tanpa ijin? Kenapa urusan gereja liar dia diam, tapi nyaring kalo bicara masjid?” ungkap Bernard. 

Belajar dari Medan, Sumatera Utara, Masjid Al Ikhlas pernah dibongkar oleh Kodam I/BB dikarenakan telah ditukar guling dengan pihak pengembang. Umat Islam, dimotori oleh FUI-Sumatera Utara protes dan menuntut agar dibangun kembali di lokasi semula. Setahun lebih umat Islam shalat Jum’at di Jl. Timor Medan sebagai upaya perjuangan.

“Alhamdulillah, pada tgl 15 Mei 2012 Masjid Al Ikhlas yang dirobohkan pada 4 Mei 2011, dibangun kembali. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pangdam I/BB Mayjend Lodwijk F. Paulus (muallaf). Bahwa Masjid adalah Rumah Ibadah dan simbol bagi umat Islam, dilindungi oleh UUD 1945 yang dituangkan di dalam UU No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Di mana  prosedur pembongkaran Masjid harus mendapat persetujuan (izin) dari Menteri Agama. Kenapa Mesjid Al Barokah dibongkar umat Islam Jakarta diam saja?” Demikian dikatakan FUI – SU, Ustadz Sudirman Timsar Zubir prihatin.[desastian]

 

KINI GILIRAN MASJID BERSEJARAH YANG DIBONGKAR OLEH PEMPROV DKI “JOKOWI-AHOK”

Masjid Amir Hamzah dibongkar (Fahmi/Okezone)dakwatuna.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membongkar Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Masjid yang cukup bersejarah itu dibangun sejak Gubenur DKI Ali Sadikin.“Masjid tersebut ingin dibuat Gedung Fakultas Film IKJ dan taman,” kata seorang karyawan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang enggan disebutkan namanya, di lokasi, (16/10/2013), sebagaimana yang dilansir Okezone.Pembongkaran masjid tersebut kata dia sangat disesalkan oleh masyarakat sekitar.

“Iya kita sayangkan saja, kok bisa dibongkar padahal masjid ini sudah lama berdiri dan dibangun sejak era Ali Sadikin,” paparnya.

Masyarakat dan mahasiswa yang ingin melaksanakan shalat, untuk sementara dipindahkan di dalam basement yang terletak tidak jauh dari lokasi pembongkaran masjid.

Sebuah papan nama dari Pemprov DKI Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terpasang tidak jauh dari lokasi, demikian seperti laporan Okezone.

Papan yang bercat kuning itu bertuliskan Kegiatan Lanjutan Penataan PKJ Taman Ismail Marzuki.

Sebelumnya, Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta “Jokowi-Ahok” juga pernah membongkar masjid, yaitu Masjid Baitul Arif yang dibongkar karena alasan pembangunan Rumah Susun (Rusun) Jatinegara. Masjid tersebut dibongkar oleh Jokowi-Ahok tanpa koordinasi dengan masyarakat sekitarnya. (sus/okezone/dakwatuna/hdn)

 

Jadi bertanya-tanya, masjid Jakarta mana lagi yang akan dibongkar dengan berbagai alasan?

Namun anehnya, meskipun terkesan “gahar” saat berurusan dengan pembongkaran masjid, sikap pak wagub menjadi sama sekali berbeda saat TEMPAT IBADAH AGAMANYA SENDIRI  yang bermasalah…

 

LAHAN GEREJA IMMANUEL DIJUAL, AHOK SEBUT YANG JUAL GILA

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) merasa geram atas dijualnya lahan gereja GPIB Immanuel seluas 2,1 hektar. Penjualan dilakukan oleh Majelis Sinode GIPB Immanuel kepada TNI AD. Padahal, menurut Ahok, gereja tersebut merupakan cagar budaya yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

“Persoalan muncul di saat majelis Sinode GIPB Immanuel menjual lahan seluas 2,1 hektar kepada TNI AD,” kata Basuki di Balaikota, Jumat (20/12), sebagaimana dikutip beritajakarta.

Dikatakan Basuki, Majelis Sinode merupakan perwakilan gereja se-Indonesia yang menjalankan amanat berdasarkan keputusan bersama.

Adapun lahan yang berada di belakang Gereja Immanuel telah dijual seharga Rp 3,7 juta per meter persegi dengan total sebesar Rp 78 miliar yang dibayarkan oleh PT Palace Hotel.

“Meskipun telah dijual, pihak TNI AD tetap tidak bisa membangun segala hal yang berbau komersial di lahan tersebut,” kata Basuki.

Basuki mengaku tidak habis pikir mengapa Majelis Sinode bisa  menjual lahan gereja tersebut. “Saya enggak tahu. Coba kamu tanya saja sama Sinode yang gila itu,” ungkapnya.

Begitulah, reaksi Ahok jika menyangkut gereja. Berbeda halnya saat masjid dibongkar. (beritajakarta/salam-online)

 

Yah, tentu saja pak wagub yang nonmuslim menggunakan DOUBLE STANDARD… Siapa suruh dulu termakan pencitraan media dan memilih pemimpin nonmuslim di wilayah mayoritas muslim?

 

5. Ingin Membangun Lagi Pusat Perzinahan

Ya, karena nonmuslim, wagub pun sepertinya tidak merasa perlu untuk menghormati ataupun menampung aspirasi orang Islam meskipun berjumlah mayoritas dan ingin kembali membangun lokasi perzinahan yang tadinya sudah ditutup Gubernur Sutiyoso dan diganti Islamic Center. Simak di bawah ini:

 

AHOK: PERLU LOKALISASI PELACURAN DAN INDONESIA BUKAN NEGARA AGAMA

JAKARTA (voa-islam.com) – Ratusan Muslimah di Pangandaran mendatangi lokasi pelacuran di daerah pantai itu. Ibu-ibu memasuki setiap pintu kamar pelacur, dan membawa para pelacur keluar dari kamar mereka, dan menyerahkan kepada polisi.  Dinaikkan keatas truk. Mereka dibawah ke kantor polisi, dan selanjutnya di serahkan ke pembinaan panti sosial.

Ini reaksi Muslimah  di Pangandaran yang resah terhadap praktek pelacuran di Pangandaran. Mereka sangat terganggu, dan takut terhadap masa depan anak-anak mereka, bukan hanya dengan penyakit HIV, tetapi kerusakan moral akan akan meluas, dan menghancurkan kehidupan masa depan mereka.

Kesadaran Muslimah yang bersifat kolektif di daerah, terhadap ancaman riil  bagi kehidupan mereka secara massal. Sangat penting. Praktek pelacuran sudah menyebar di mana-mana.

Betapa, jika setiap Muslimah memiliki  kesadaran yang bersifat kolektif ini bersifat nosional, kemudian mereka membuat gerakan seperti Muslimah di Pangandaran,  pasti kehidupan akan semakin baik.

Muslimah di manapun  tidak lagi perlu menunggu kebijakan pemerintah yang akan ber tindak terhadap praktek pelacuran. Karena tidak semua pemimpin daerah memiliki kesadaran yang sama akan bahayanya praktek pelacuran ini terhadap kehidupan. Banyak para pemimin daerah yang membiarkan praktek asusila, dan dijadikan objek pemasukan pendapatan  daearah (PAD).

Apalagi pelacuran di era sekarang ini sudah menjadi industri. Ada perusahaan yang notabene usahanya dibidang penyedia pelacur. Dengan pelanggaan yang sangat luas. Memiliki sindikasi jaringan skala nasional dan internasional. Melibatkan pejabat, politisi,  dan termasuk penegak hukum. Tidak heran, memberantas praktek pelacuran begitu sangat sulit.

Tentu semua itu tergantung dari kemauan baik politik (political will). Jika ada kemauan politik yang baik dari elemen-elemen bangsa ini pasti akan dapat dihapus praktek pelacuran di Indonesia.

Seperti sudah diberikan tauladan yang  baik oleh Walikota Surabaya Sri Rismaharani yang sudah bersumpah, pada hari Pahlawan 10 Nopember, di Taman Bungkul, Surabaya, bahwa tahun 2014, kota Surabaya akan bebas pelacur dan praktek pelacuran. Seiring dengan Gubernur Jawa Timur, Sukarwo yang membebaskan Jawa Timur dari pelacur dan pelacuran.

Di Surabaya ada lokalisasi kompleks pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Dolly. Kompleks pelacuran tertua di Indonesia. Sudah ada sejak zaman Belanda. Dolly adalah mucikari berdarah Belanda.

Sekarang ada tokoh Surabaya, kebetulan memiliki jabatan dan kekuasaan, kemudiaan kekuasaan dan jabatannya itu, digunakannya menghapus dan menghilangkan penyakit sosial, dan berdampak kepada kehancuran kehidupan.

Betapa mulianya Tri Rismaharani yang dengan segala kesungguhan berkehendak dan  bertujuan menghapus praktek yang sudah sangat tua itu. Tidak pernah ada sebelumnya pejabat yang memiliki tekad menghapus praktek-praktek atau bisnis maksiat, dan baru Sri Trimaharani ini.

Bila kelak Dolly tutup, dan kehidupan berubah, Walikota Surabaya, Sri Rismaharani layak akan dikenang sepanjang sejarah kehidupan manusia atas usaha yang menutup tempat maksiat Dolly.

Sebaliknya, di acara Metro TV, Sabtu malam menjelang dini hari, yang melakukan wawancara dengan  Wakil Gubernur DKI,  Ahok dengan menggunakan baju koko, peci hitam dikepala, selendang dipundaknya, seperti Muslim Betawi,  justru secara tegas ingin membuat kebijakan lokalisasi pelacuran di daerah kebayoran (di Jakarta).

Alasannya melakukan lokalisasi pelacur di sebuah komplek, sebagai langkah preventif menghindari menyebarnya penyakit menular seperti HIV, dan penyakit kotor lainnya. Dengan adanya kompleks lokalisasi pelacuran akan dapat dikontrol para pelacur yang melakukan praktek seks, sekaligus kesehatan mereka dari kemungkinan penyakit menular.

Di Jakarta pernah ada kompleks pelacuran terbesar di kota ini, dan kemudian di tutup di zamannya Gubernur Sutiyoso, dan sekarang dijadikan Islamic Center, dan berbagai kegiaran dakwah berlangsung di bekas tempat kompleks pelacuran itu.

Ahok berulangkali praktek pelacuran sudah menyebar luas di Jakarta, dan ada di mana-mana. Mestinya, Ahok dengan kesadaran itu, berusaha menghilangkan praktek kotor yang pasti akan menghancurkan kehidupan manusia. Mestinya, Ahok tidak mentolelir segala bentuk dan praktek pelacuran yang ada. Menggunakan kekuasaan dan jabatannya meghapusnya dengan kewenangan yang dimilikinya.

Walikota Surabaya Sri Rismaharani memiliki tekad menudutp kompleks Dolly, sebuah kompleks pelacuran terbesar di Asia Tenggara, dan sebalumnya menutup kompleks pelacuran yang ada di kota Surabaya, dan itu bisa dilakukannya. Tetapi, mengapa Ahok, justru bersikap sebaliknya, dan kukuh dengan pendiriannya perlu lokalisasi kompleks pelacuran?

Tentu, bagi kaum Muslimin di Jakarta, dan dimanapun, “clossing statement” Ahok, selalu mengatakan bahwa Indonesia bukan negara “agama”, tetapi Indonesia negara “sekuler”, ini sungguh sangat menyakitkan bagi Muslimin.

Soeharto yang menjadi dedengkot Orde Baru, sejak berkuasa sampai turun, tidak pernah keluar dari mulutnya, mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara “sekuler”.

Ahok sudah berulangkali mengatakan, bahwa Indonesia negara “sekuler”,  dan bukan negara “agama”, maksudnya bukan negara Islam, dan tidak berhak Muslim mempraktekkan Syariah Islam.

Apakah Ahok menginginkan di setiap sudut kota Jakarta dibangun kembali kompleks pelacuran? Apakah Ahok menginginkan legalisasi praktek-praktek pelacuran? Apakah Ahok menginginkan praktek pelacuran menjadi praktek bisnis, seperti bisnis yang lainnya, seperti sekarang yang berkembang di daerah Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Kota?

Apakah Ahok  menginginkan kota Jakarta seperti Macau, menjadi pusat judi dan pelacuran dunia? Hanya karena Indonesia menurut Ahok, bukan negara “agama”. Wallahu’alam. *mashadi.

 

Dan rupanya pemikirannya ini didukung oleh pemuka agamanya, padahal setahuku dalam agama tersebut, zina juga tidak boleh.

 

PERSATUAN GEREJA INDONESIA DUKUNG AHOK BANGUN KEMBALI LOKALISASI PERZINAHAN

 

JAKARTA, muslimdaily.net, – Masalah prostitusi atau perzinahan kembali menyeruak di negeri ini setelah wakil gubernur Jakarta, Basuki Cahaya Purnama atau biasa dipanggil Ahok, berpendapat perlunya dibangunnya tempat khusus atau lokalisasi bagi perzinahan.

Setelah masalah dukungan ini mencuat, MUI dengan tegas menolaknya. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menegaskan sikap MUI menolak dengan tegas jika pemda DKI jadi membangun lokalisasi prostitusi atau perzinahan. Sebab, lokalisasi tidak akan mengilangkan permasalahan yang ada.

“Malah menambah masalah baru kan. Itu kan harus dipikirkan bersama. Penanganan masalah prostitusi harus komprehensif, harus banyak pihak,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (23/12).

Bukan tanpa alasan MUI menolak lokalisasi, Amirsyah menekankan, lokalisasi prostitusi hanya solusi yang bersifat sementara. Permasalahan-permasalahan baru akan bermunculan di lingkup prostitusi tersebut selain permasalahan prostitusi itu sendiri.

Namun berbeda dengan MUI, lokalisasi perzinahan yang digagas Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapat respons positif dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI).

Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Persatuan Gereja Indonesia Jeirry Sumampouw mengatakan jika bisa memilih, idealnya PGI berharap prostitusi dan lokalisasi bisa diberantas.

“Tapi ternyata kan tidak bisa dihilangkan, pengalaman setelah lokalisasi Kramat Tunggak itu ditutup, menurut saya (prostitusi) malah makin mengkhawatirkan dan liar,” kata Jeirry kepada detikcom, Selasa (24/12).

“Kalau memang kita tidak bisa menghilangkan praktik prostitusi ini, saya setuju dengan Ahok, kita lokalisasi,” lanjutnya. “Ketimbang kita mau sok moralis tapi sesungguhnya juga tidak bisa menghentikannya.”

Jeirry berpendapat prostitusi tetap bisa berkembang, dan malah semakin menjadi-jadi karena banyak faktor. Mulai dari bisnis, manusia yang sulit menahan syahwat, serta sejumlah kemiskinan mendorong orang terjun ke pelacuran.

“Kami lebih sepakat dengan cara pikir Ahok, bukan karena dia kristen. Saya kira banyak juga orang muslim yang punya pandangan seperti dia, melihat kemanfaatan kebijakan itu,” tutur Jeirry.

 

Islam Dengan Tegas Melarang Zina

Agama islam sangat melarang zina kita mendekati saja sudah di larang apalagi melakukan nya karena perbuatan zina merupakan perbuatan yang sanggat keji yang mendatang kan kemudharatan bagi si pelakuu dan orang lain. Kita sering menemui dalil yang sangat melarang perbuatan zina,didalam alqur’an maupun Hadits nabi:
Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk (sumber: Al-Qur’an, QS Al-israa’ ayat 32)

 “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin,” (an-Nuur: 2-3)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69)

2.  Dan Adapun Hadits Nabi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim [107]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin.”

 

Apa artinya ini? Tak lain tak bukan adalah umat yang agamanya sama pada umumnya saling membantu satu sama lain. SARA itu masih relevan, hanya saja di media-media mainstream peranannya dikerdilkan KHUSUS  bagi umat Islam agar pemeluk agama lain dapat berkesempatan untuk menjadi pemimpin. Biasanya umat Islam hanya dijadikan “batu pijakan” saja untuk meraih tampuk kekuasaan dan setelah terpilih, maka  mereka tidak lagi diindahkan karena pemimpin nonmuslim tersebut biasanya memiliki agenda tersendiri dalam pemerintahan.

 

Kesimpulan

Dari uraian di atas, bisa diketahui bahwa semua peminggiran nilai-nilai keislaman yang terjadi di “Jakarta Baru” adalah akibat dari tidak didengarkannya saran alim-ulama dan pengabaian ayat-ayat Al-Quran. Hanya demi menjadi manusia “modern” yang berkiblat pada media mainstream (yang kabarnya sudah dibayar buat pencitraan jokohok), sekarang umat Islam Jakarta sendiri yang kena getahnya saat sedikit demi sedikit mulai dibatasi ruang geraknya dan nilai-nilai keislaman mulai dikesampingkan dengan sejuta alasan berbelit-belit.

Kini pemerintah yang nonmuslim terbukti secara nyata dan terang-terangan tidak lagi mengindahkan aspirasi maupun kebutuhan umat Islam, bahkan bersikap arogan terhadap kaum mayoritas di Jakarta tersebut. Dimana indahnya toleransi yang dulu sempat dipuja-puja itu?

Tapi sepertinya jokowi effect sudah mulai memudar. Mungkin masyarakat  juga sudah tahu seperti apa dirinya yang sebenarnya.  Sekarang pilihannya ada di tangan masyarakat yang modern ini. Kalau mengikuti arus media mainstream, jangan-jangan nanti umat Islam Indonesia akan bernasib sama seperti yang di Mesir yang kini sangat teraniaya meskipun secara demografi merupakan umat mayoritas di negeri tersebut.

 

Kalteng : Mayoritas Muslim Gubernurnya Kristen, Umat Islam Pun Diboikot

JAKARTA (voa-islam.com) – Sekjen Front Pembela Islam (FPI), KH. Ahmad Shabri Lubis, Lc meminta umat Islam melihat pengalaman pahit tentang realita kepemimpinan orang kafir di Kalimantan Tengah.

Ia mengungkapkan pengalamannya, di mana Provinsi dengan mayoritas Muslim tersebut kini dipimpin oleh gubernur Kristen, Teras Nararng. Dampaknya, menurut Kyai Shabri Lubis, para pejabat Muslim hampir seluruhnya diganti dan bantuan untuk masjid, madrasah dan majelis ta’lim dipersulit.

“Mayoritas Kalimantan Tengah orang Islam, lalu begitu Pemilukada di Kalimantan Tengah kemudian umat Islam berpecah belah, lalu ada satu dari non Islam, Teras Narang yang naik jadi Gubernur. Begitu Teras Narang jadi Gubernur, kita lihat apa yang terjadi?

Mulailah pejabat-pejabat Muslim hampir 90 % diganti dengan pejabat-pejabat non Islam. Bukan cuma itu, dampaknya; bantuan masjid, bantuan madrasah, bantuan majelis ta’lim mulai dipersulit,” tuturnya kepada voa-islam.com, Selasa (7/8/2012).

Lebih jauh jauh lagi, ia mengungkapkan bahwa saat ini Provinsi Kalteng tengah menjadi pusat kristenisasi.

“Pembangunan gereja-gereja setiap 1 Km itu gereja-gereja mentereng luar biasa. Akhirnya, lama-kelamaan di sana jadi pusat kristenisasi, jadi Kalimantan Tengah itu jadi pusat kristenisasi se-Kalimantan. Dari situ guru-guru Muslim di kampung-kampung Muslim diganti dengan guru-guru Kristen tapi untuk ngajarin orang-orang Islam, itu yang terjadi. Saya tahu ini dari orang-orang Dayak Muslim yang memang mereka itu terzalimi,” ungkapnya.

Bahkan, puncaknya adalah saat terjadi insiden percobaan pembunuhan terhadap para tokoh FPI yang hendak berdakwah ke Kalteng bulan Februari 2012 lalu.

“Kemudian setelah program kristenisasi berjalan otomatis media massa membela mereka, sampai akhirnya bisa menggalang kekuatan untuk pencekalan, pemboikotan terhadap FPI dan umat Islam. Nah, ini menjadi catatan ketika Kalimantan Tengah itu naik (Gubernur non Muslim, red) lalu dimanfaatkan oleh agama tertentu untuk sikat umat Islam,” tegasnya.

Oleh sebab itu, menurut ustadz Shabri -sapaan akrabnya- umat Islam di mana saja wajib mewaspadai orang-orang Kristen yang mencoba menjadi penguasa lantaran dampaknya yang begitu nyata merugikan umat Islam.

“Jadi bagaimana kita tidak curiga?  Nanti begitu jadi ngemplang umat Islam, ngangkat orang Kristen. Tapi kalau umat Islam memimpin tidak begitu, semua dianggap sama, sama-sama warga negara, sama-sama orang yang berhak.

Urusan ini bukan sekedar urusan simpatik, tebar senyum sana-sini. Tapi itu akan membawa dampak di belakang yang itu tidak bisa dipungkiri dan itu sudah kejadian di mana-mana,” tandasnya. [Ahmed Widad]

 

TOLERANKAH PEMIMPIN NONMUSLIM DI INDONESIA?

Meskipun kerap kali memakai atribut muslim seperti sarung dan peci, faktanya kebanyakan nonmuslim yang memiliki kekuasaan atas muslim di Indonesia  (baik dalam pemerintahan, korporasi, pendidikan, dll) jarang sekali ada yang meluluskan aspirasi muslim, bahkan di wilayah mayoritas muslim! Jangankan meluluskan aspirasi umat Islam, menghormati nilai-nilai keislaman saja kadang tidak. Lihat saja ini :

 

Diskriminasi Terhadap Islam : Fakta Tirani Minoritas Terhadap Mayoritas

Menurut laporan yang disampaikan Pew Forum on Religion and Public Life setelah melakukan survei selama tiga tahun dari 232 negara, Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Nyaris 57% muslim berdomisili di Indonesia. Jika dinumerikkan, maka angkanya mencapai 202 juta jiwa atau sekitar 88.2% dari total penduduk Indonesia.

Namun dominasi secara kuantitas ternyata tak membuat muslim bisa secara leluasa melaksanakan ajaran agamanya. Beberapa intimidasi, pemaksaan kehendak, larangan menjalankan ibadah telah menimbulkan insecurity feeling yang membuat muslim menjadi mayoritas yang tertindas.
Mari tengok fakta yang dikuak oleh tim Tabloid Media Ummat saat menelisik secara langsung intimidasi sekaligus pendangkalan aqidah yang dilakukan oleh segenap jajaran SMK GRAFIKA DESA PUTERA yang terletak di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ternyata sejak Tahun 1970 mata pelajaran agama yang diberikan adalah Katolik, tak peduli apapun agamanya, yang jelas setiap siswa wajib mengikuti pelajaran ini, termasuk ujian praktik dan ujian tulis bahkan acara doa bersama tiap pagi yang dilaksanakan dalam tata cara Katolik. Padahal menurut pengakuan 2 orang siswa muslim di SMK ini, Ade Rahmat dan Puguh, dari total 315 siswa hanya 95 orang yang beragama Katolik, sementara 220 lainnya adalah muslim. Saat Puguh dan kawan lainnya sesama muslim meminta waktu lain pada pihak sekolah untuk disediakan waktu belajar agama islam, sekolah menolak dengan tegas. Kepala SMK Grafika, Mateus Sumadiyono berkelit ketika diwawancarai mengenai tindak diskriminasi dan pemaksaan sistematik ada di sekolahnya.

Tidak berhenti di sini, tumpukan fakta diskriminasi dan intimidasi mayoritas muslim oleh minoritas banyak ditemui di Indonesia. Di Cirebon misalnya, Geeta School melarang siswinya mengenakan kerudung, padahal sekolah tersebut adalah sekolah umum. Bahkan ketika ada seorang siswi yang bersikeras memakai kerudung, pihak sekolah memisahkan dan mengisolirnya seorang diri di ruang BK selama 13 hari (6-18 Januari 2012). Warsono, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia juga menegaskan bahwa sebuah perusahaan besi baja di Surabaya sama sekali tidak memberi kesempatan bagi buruh yang beragama islam untuk melaksanakan ibadah shalat Jum’at.

Diskriminasi yang dilakukan kalangan minoritas terhadap umat islam juga mencakup pembangunan rumah ibadah. Di Bitung misalnya, muslim yang berjumlah 40% selalu dipersulit oleh pihak kristiani ketika akan membangun masjid. Saat 2 buah masjid berhasil dibangunpun, ancaman teror senantiasa didapatkan oleh muslim Bitung dari lascar-laskar Kristen. Di Kecamatan Alak, Kupang NTT, pembangunan masjid Nur Musafir yang sudah mendapat izin resmi Walikota Kupang, Daniel Adoe, dihalangi oleh pihak Kristen.

Sekelumit fakta di atas adalah contoh yang berhasil diungkap. Tentunya fenomena ini mirip gunung es, karena fakta yang berusaha ditutupi atau belum terendus media pasti jauh lebih banyak jumlahnya.

Sama seperti kasus pembantaian muslim di Ambon dan palu, anehnya LSM sekuler maupun kaum liberal dan pluralis yang bisanya berada di garis terdepan untuk mencaci tindak diskriminasi atas nama SARA sama sekali tidak terdengar kicauannya. Tentu saja ini terjadi karena penolakan diskriminasi yang kerap mereka lakukan hanya berlaku bagi penyokong mereka (misionaris, pihak asing, dan pihak lain yang berkepentingan), sementara bila Islam yang ditindas, aksi penolakan itu tidak berlaku.

Sungguh UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM maupun UU nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan SARA tidak akan mampu melindungi muslim dan penjaminan atas mereka dalam melaksanakan ibadah. Negara yang menerapkan demokrasi liberal sebagai asas kebijakannya akan bersikap ‘mencla-mencle’ dan sama sekali tidak tegas dalam menangami kasus diskriminasi macam ini. Karena akan bertabrakan dengan esensi hak Asasi Manusia yang diagung-agungkan.
[Eresia Nindia W.]

 

 

Enam Sekolah di Blitar Tolak Beri Pelajaran Agama Islam

Jam pelajaran agama (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada enam sekolah dari dasar sampai atas di Blitar yang menolak memberikan pelajaran agama Islam bagi siswa-siswi Muslim.

Komisioner Bidang Agama dan Budaya KPAI, Asrorun Niam Sholeh menyebut enam sekolah tersebut adalah SMAK Diponegoro, STM Katolik, TK Santa Maria, SD Katolik Santa Maria dan SD/SMP Yos Sudarso.

“Mereka melanggar konstitusi. Hak mendapat pelajaran agama adalah hak dasar yang tidak bisa direnggut,sekalipun sekolah memiliki afiliasi terhadap agama tertentu,” ujar Asrorun dalam siaran persnya kepada Republika, Ahad (19/1).

Penolakan SMAK Diponegoro Blitar dan beberapa sekolah lain untuk memberikan hak pendidikan agama Islam bagi siswa siswa yang beragama Islam menurut Asrorun sangat disayangkan. KPAI meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada sekolah yang dimaksud.

Asrorun menambahkan jika memang tidak mau menyediakan pendidik yang seagama dengan peserta didik, maka jangan menerima peserta didik yang berbeda agama. “Ini semata-mata untuk memenuhi dan menjamin hak dasar anak.”  (*)

Mewaspadai Fenomena ‘Kondomisasi’ Menkes Nafsiah Mboi

SHOUTUSSALAM.COM – Masyarakat Indonesia nampak begitu resah  dengan kebijakan ‘Kondomisasi’ yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.Kontroversi muncul sejak awal Presiden SBY memilih Nafsiah Mboi yang menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih karena meninggal karena penyakit kanker pada tanggal 2 Mei 2012.

Sepintas sosok Menteri Kesehatan, wanita dengan nama lengkap dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, SpA, M.P.H. ini lahir di Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940. Alumni jurusan spesialisasi anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini merupakan putri sulung dari pasangan Andi Walinono dan Rahmatiah Sonda Daeng Badji.

Ayah Nafsiah adalah hakim yang pernah bertugas di Makassar, Surabaya, Jayapura, dan Jakarta serta merupakan tokoh masyarakat dan intelektual di Sulawesi Selatan. Dari keluarganya, jelas Nafsiah awalnya terlahir dari keluarga Muslim.

Namun, ternyata ia mengikuti keyakinan sang suami, mantan Gubernur NTT, dr. Aloysius Benedictus Mboi, M.P.H. yang beragama Katolik.

Kembali soal kebijakan kondom, sejak tahun 2006, sebelum diangkat menjadi Menteri Kesehatan Nafsiah memang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional dan wakil ketua Komisi Nasional (Komnas) perempuan.

Maka tak heran saat Menjabat sebagai Menkes, Nafsiah Mboi melakukan gebrakan pertama yaitu menggalakkan penanggulangan HIV/AIDS. Namun parahnya, aksi penanggulangan HIV/AIDS tersebut dengan kampanye penggunaan kondom. Hingga tahun ini, ia tetap kukuh meningkatkan kampanye penggunaan kondom kepada masyarakat, untuk mencegah kehamilan beresiko guna memerangi HIV/AIDS.

Kontan, gebrakan ‘Kondomisasi’ Nafsiah Mboi itu mendapatkan reaksi keras masyarakat, khususnya tokoh-tokoh Islam.

Ironisnya, seolah mengabaikan penolakan masyarakat atas kebijakan ‘Kondomisasi’ Nafsiah Mboi kembali gencar menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) yang dimulai pada tanggal 1 Desember 2013, bertepatan dengan hari AIDS sedunia, dan berakhir pada 7 Desember 2013.

Gerakan ‘kondomisasi’ ini pada dasarnya kental dengan kepentingan kapitalis. Hal ini terungkap ketika Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) yang menggandeng DKT-Indonesia, organisasi penyedia layanan kontrasepsi dan KB swasta yang berbasis di Washington D.C Amerika Serikat, dimana dua produk mereka yakni kondom Fiesta dan Sutra merupakan produk terlaris di Indonesia.

“Untuk tahun 2013 ini saja, sudah dicapai angka pemasaran sosial sebanyak 150 juta kondom di seluruh Indonesia. Angka ini kami persembahkan bagi Indonesia. Dan kami berharap ke depan akan jauh lebih baik lagi,” ungkap Todd Callahan, Country Director DKT Indonesia, Jum’at (15/11/2013).

Sementara itu, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir yang juga Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, dengan tegas menolak kampanye kondom tersebut.

“Menolak segala bentuk upaya penanggulangan AIDS melalui sosialisasi penggunaan kondom kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum karena hal tersebut akan memicu perilaku seks bebas yang kontraproduktif,”demikian rilis AILA yang dipublish pada 29 November 2013 lalu.

Diduga dalam gerakan ‘kondomisasi’ itu terselip pesan tersembunyi, “Bolehlah Anda melakukan hubungan seks bebas dengan siapa saja, asal memakai kondom.”

Hal inilah yang membuat rakat Indonesia geram dan menolak Pekan Kondom Nasional (PKN) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan. Bahkan tersiar kabar melalui Broadcast BlackBerry Messenger (BBM) penolakan dari staf Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kebijakan Kemenkes yang menggelar Pekan Kondom Nasional.

“Kami staf Kemenkes tidak setuju dengan kebijakan kemenkes dengan pekan kondom nasional. Saya sangat malu punya Menteri kesehatan yang Pro Terhadap Seks Bebas. Visi Utamanya mengkondomisasi Indonesia. Anda bisa bayangkan Mahasiswa atau anak muda yang Nikah muda justru di Hujat bahkan BKKBN mengkampanyekan Gerakan KB dan anti nikah muda wanita min 21 dan pria 25 thn. Sedangkan bus kondom kini sudah masuk ke kampus UGM mereka hendak membagikan kondom gratis dan mensosialisasikan kondom dan parahnya lagi ini semua dibiayai negara. Bukan itu cara untuk mengurangi HIV tapi dengan Pembinaan moral untuk membentuk generasi yang mulia.” Demikian isi pesan tersebut.

Miss World Tetap Jalan, Hary Tanoe Tak Khawatir Ditolak Masyarakat dan FPI

Hidayatullah.com–Bos Media Nusantara Citra (MNC) Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengaku tidak khawatir dengan berbagai penolakan terhadap kontes Miss World di Bali. Alasannya, karena tidak akan menampilkan sesi peragaan bikini.Karenanya, calon Wakil Presiden dari Partai Hanura itu menghimbau semua pihak tidak perlu khawatir dengan adanya penolakan ajang ratu kecantikan dari sejumlah Ormas Islam

“Kontes Miss World tidak akan ada event yang berpakaian bikini. Sayapun tidak akan terima jika ada peragaan bikini dalam Miss World,” kata Hary Tanoe di Nusa Dua, Bali, Rabu (04/09/2013) petang sebagaimana dikutip sebuah media online beritabali.com dan inilah.com.

Menurut HT sapaan lain Hary Tanoe itu, penolakan dari sejumlah Ormas Islam seperti FPI mungkin disebabkan kesalahan kurang terkomunikasikannya dengan baik kontes kencantikan yang dihadiri 136 negara tersebut.

“Hal itu juga diperparah oleh adanya tanggapan dari pihak yang tidak mengerti permasalahannya dan kemudian berkembang luas pemberitaannya sehingga masyarakat yang tidak paham menjadi terprovokasi,” tegasnya.

Lebih jauh, HT memaparkan bahwa pakaian yang akan dikenakan para kontestan Miss Word berasal dari desainer Indonesia seperti batik dan selaku penyelenggara, ia merasa tidak khawatir dengan berbagai penolakan kontes Miss World.

“Kuncinya adalah mengembalikan segala sesuatunya ke informasi yg benar. Kalau ini bisa dijelaskan, kita tidak perlu khawatir karena tujuannya sangat baik yakni lebih untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Berkelit

Hari Rabu,  11 Ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), termasuk PBNU tetap menolak penyelengaraan Miss World meski tanpa pameran bikini.

Sebelumnya, saat perwakilan Forum Umat Islam (FUI) menemui bos Media Nusantara Citra (MNC) itu untuk meminta acara Miss World 2013 dibatalkan, HT malah tak mengakui Miss World.

“Miss World bukan dari saya. Tapi dari MNC, cuma saya direktur utamanya,” ujar HT  seperti ditirukan Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath usai menemuinya.

Forum Umat Islam (FUI) sempat meminta rakyat Indonesia tidak memilih pasangan Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (HT) pada Pilpres mendatang jika masih membiarkan acara Miss World.*

 

Dari ulasan di atas, bisa dilihat bahwa pemimpin nonmuslim walaupun berada di wilayah mayoritas muslim tidaklah setoleran yang kalian duga, bahkan di level jabatan yang rendah sekalipun.

 

BAGAIMANA DENGAN KEPEMIMPINAN NONMUSLIM ATAS MUSLIM DI LUAR NEGERI?

Berikut ini adalah kebijakan-kebijakan pemimpin nonmuslim di luar negeri terhadap warga yang mayoritas muslim. Baca, pelajari dan jadikan referensi. Apakah mereka setoleran yang kalian duga?

 

Meski Berjumlah Besar, Muslim di Nigeria Terkena Diskriminasi

LAGOS, muslimdaily.net, – Mengutuk praktek-praktek diskriminatif, sebuah organisasi payung Muslim Nigeria mengatakan pemerintah yang berkuasa melakukan “pembersihan sistematis Muslim” dari posisi kunci di pemerintahan.

“Dewan Agung Urusan Islam Nigeria ( Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs/NSCIA) prihatin atas kecenderungan meminggirkan Muslim dalam jabatan penting di lembaga-lembaga pemerintah federal,” kata juru bicara NSCIA Mohamed Qasim dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh kantor berita Anadolu pada Rabu 20 November, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

“Data yang dimiliki Dewan menunjukkan pembersihan sistematis Muslim dari posisi kunci pemerintahan,” tambahnya.

“Ini berbahaya bagi sebuah bangsa yang harus mendorong harmoni dan persatuan berdasarkan keadilan, keadilan dan penghormatan terhadap keragaman dan pluralisme.”

Pernyataan yang dikeluarkan oleh NSCIA ini, dikeluarkan usai pertemuan  yang dihadiri oleh ulama terkemuka dan tokoh Islam dari seluruh Nigeria.

Tuduhan langsung ditujukan kepada pemerintahan Presiden Goodluck Jonathan. Qasim menekankan bahwa tidak seorangpun Muslim yang ditunjuk sebagai menteri kabinet dari seluruh wilayah selatan, yang memiliki 17 negara bagian.

Hal yang sama diterapkan pada wilayah barat daya di mana umat Islam dikatakan merupakan mayoritas penduduk.

“Dewan juga mencatat bahwa masuk ke institusi militer utama seperti NDA (Nigerian Defence Academy,) dan pola perekrutan  polisi dan badan keamanan lainnya tidak menunjukkan kepekaan terhadap keseimbangan dan gejala sosial seperti agama,” kata pernyataan NSCIA.

“Muslim yang memenuhi syarat harus diakui dan dilatih pada tindakan yang menunjukkan rasa hormat terhadap bangsa multi-agama seperti Nigeria,” tambahnya.

Muslim merupakan 55 persen penduduk Nigeria sementara Kristen mencapai 40 persen dari 140 juta penduduk. Sebagaian besar muslim tinggal di wilayah utara sementara Kristen menjadi mayoritas di wilayah selatan.

Diskriminasi anti-Muslim juga telah meluas dalam bidang pendidikan ketika pemerintah menugaskan sebuah lembaga khusus untuk meninjau kurikulum sekolah.

Langkah itu ditolak oleh Muslim Nigeria karena kurikulum baru merampas hak-hak mereka untuk menerima pendidikan agama secara penuh dan materi wajib di sekolah.

“Ini adalah kegagalan utama oleh semua aparat pemerintah dan tidak dapat diterima.”

“Semua anak-anak Nigeria harus diberikan kesempatan penuh untuk menerima pelajaran dan pelatihan agama sampai setidaknya akhir Sekolah Menengah,” tambah badan muslim tersebut.

“Dua pelajaran [agama Islam dan Kristen] harus dibuat independen, inti dan wajib sampai ke tingkat Menengah,” tuntut NSCIA.

(Keterangan : Nigeria adalah negeri mayoritas muslim namun presidennya adalah seorang kristen)

 

Jurnalis Iraq Ahmed Mahjoub paparkan kondisi Sunni dan Syiah, pelajaran buat Muslim Indonesia

Jurnalis Iraq Ahmed Mahjoub paparkan kondisi Sunni dan Syiah, pelajaran buat Muslim Indonesia

Para tahanan Muslim Ahlussunnah, menanti eksekusi mati oleh rezim Syiah Iraq

 

JAKARTA (Arrahmah.com) – Salah seorang peserta International Conference on Islamic Media asal Irak Dr. Ahmed Mahjoub Jubouri, memaparkan kondisi terakhir negerinya khusnya dalam konflik sunnah dan syiah, di kantor Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2013).

Dia mengatakan, sejak penjajahan Amerika pada tahun 2003, kondisi Irak tidak stabil. Pada masa Sadam Husein, jelas Ahmed, meskipun dengan gaya kepemimpinan yang begitu otoriter, namun saat itu, kondisi kaum Muslimin di Iraq sangat solid, hubungan antar mereka tetap baik, termasuk antara kaum Muslimin Sunni dan  agama Syi’ah.

“Saat itu orang Syi’ah seringkali menyerukan persatuan,” kisahnya.

Seiring waktu perselisihan-perselisihan mulai muncul. Hal ini, ungkap Ahmed, karena ada perbedaan pandangan antara Sunni dan Syi’ah terhadap penjajah Amerika.

“Orang Sunni memandang masuknya Amerika sebagai agresi atau penjajahan, sehingga sikap mereka adalah membela tanah air dengan perang bersenjata melawan Amerika. Sedangkan orang Syi’ah memandang sebaliknya, mereka memandang Amerika sebagai penyelamat mereka dari cengkeraman Sadam Hussein.” terangnya

Sementara orang Kurdi – sesungguhnya mereka Sunni-, namun karena pada masa rezim Sadam Hussein mereka memiliki masalah dengan pemerintah, pandangan mereka jadi mirip Syi’ah.

“Mereka menganggap Amerika sebagai pembebas. Sayangnya sikap mereka ini lebih banyak dipengaruhi oleh fanatisme golongan,” paparnya.

Akibat perpecahan tersebut, akhirnya saat ini kantong-kantong pemerintahan di Irak, 90% dikuasi orang-orang Syi’ah. Karena saat pendudukan Amerika di Irak, orang-orang Syi’ah aktif berpolitik hingga seperti saat ini. Imbasnya, setelah menguasai pemerintahan, termasuk dalam tubuh militer, mereka (Syi’ah) berani melakukan pembantaian terhadap orang Sunni.

”Ribuan orang mereka bantai, ratusan masjid mereka bakar. Bahkan orang-orang sunni yang tinggal di tempat yang mayoritas Syi’ah lambat laun di usir. Hingga tempat tinggalmereka bersih tanpa orang-orang Sunni,” tuturnya

Baru belakangan inilah, muncul kesadaran dalam diri kaum Muslimin Sunni untuk kembali berjuang melalui jalur politik. Namun, karena mereka sudah lama meninggalkan jalur politik, berbagai struktur pemerintahan di departemen-departemen di Irak sudah dikuasai orang Syi’ah, sehingga orang Sunni mengalami kesulitan untuk kembali masuk ke pemerintahan.

“Dari mulai bidang militer, kehakiman dan media mereka (orang Syi’ah) kuasai,” ungkap Ahmed.

Karena tiga hal tersebut menjadi hal yang begitu penting untuk dikuasai oleh orang Syi’ah. Sehingga banyak kelicikan-kelicikan yang mereka lakukan. Seperti dibidang militer, kata Ahmed, mereka berhasil menguasai hingga 97%. Ini menyebabkan orang-orang Sunni tidak bisa berkutik karena hanya menguasai 3% kekuatan di bidang militer.

“Begitu juga di bidang kehakiman, orang-orang Syi’ah banyak memutuskan perkara seenak mereka. Sehingga setiap pekan ada ratusan orang Sunni yang dijatuhi hukuman mati,” katanya

Begitu juga media yang sepenuhnya sudah dikuasai mereka.  Semua acara yang ditayangkan merupakan acara model syi’ah. “Bahkan adzan pun, sudah adzan model Syi’ah.” Terangnya

Salahsatu pembohongan p[ublik melalui media yang dilakukan oleh orang-orang Syi’ah adalah adanya klaim bahwa mayoritas masyarakat Iraq adalah Syi’ah.

“Padahal sesungguhnya mayoritas adalah Sunni. Orang Syi’ah paling banyak 38% saja,” tambahnya

Hal tersebut mereka simpulkan karena membagi masyarakat Iraq ke dalam tiga kelompok, yaitu Sunni, Syi’ah dan Kurdi. Padahal orang Kurdi adalah orang Sunni juga. Untuk meminimalisir hal tersebut, pihak Sunni terakhir memiliki dua chanel Tv, namun akhirnya dilarang oleh pemerintahan Syi’ah.

“Meskipun demikian, kita (Sunni) masih ada media Sunni tapi disiarkan dari luar Iraq,” ujarnya

Dalam mengakhiri pertemuannya, Dr. Jubouri berpesan kepada kaum Muslimin Sunni yang berada di Indonesia. Pertama, jangan sampai kita tertipu oleh orang-orang Syi’ah meskipun pada awalnya mereka mengajak untuk bersatu, sebab nanti ketika ada kesempatan mereka tidak segan-segan membantai orang-orang Sunni. Kedua, Meskipun keadaan di Irak sudah seperti itu, tapi kami tidak putus asa, kami isiqomah dan terus berjuang melawan mereka,” pungkasnya. Barokumulloh fikum ajma’in.

 

Di negara dimana muslim menjadi mayoritas saja sudah begitu, apalagi di negara dimana muslim jadi minoritas. Mana ada toleransi yang cukup dari pemimpin dan penduduk nonmuslim? Lihat berita-berita di bawah ini!

Masyarakat Bulgaria Tolak Pengembalian Fungsi Masjid Untuk Tempat Ibadah

SOFIA, muslimdaily.net, – Ratusan orang Bulgaria berkumpul pada hari Sabtu, 9 November untuk memprotes usulan untuk mengembalikan masjid tua  kota Karlovo kepada Kepala Mufti untuk dibuka kembali sebagai tempat kegiatan masyarakat Muslim.

“Kami tidak akan membiarkan ini,” kata Stoyo Karagenski, ketua Dewan Kota Karlovo, dalam aksi protes tersebut seperti dikutip oleh kantor berita Focus, demikian lansir situs onislam.net.

Karagenski menambahkan bahwa orang Bulgaria akan merasa sedih jika ada masjid yang kembali dipakai di dekat rumah Vasil Levski, seorang revolusioner Bulgaria dan seorang pahlawan nasional Bulgaria yang dijuluki Rasul Kebebasan.

Protes meletus setelah muncul adanya rencana untuk mengembalikan fungsi “Kurshum Dazamiya”, (Masjid Bullet), kepada Kepala Mufti sehingga bisa digunakan untuk aktivitas beribadah masyarakat muslim. Masjid Bullet, dengan menara tertinggi di negara Bulgaria, tidak beroperasi saat ini sebagai rumah ibadah.

Sementara itu Walikota Emil Kabaivanov menekankan dalam pidatonya bahwa ia akan melakukan segala kemungkinan untuk melindungi kepentingan orang Karlovo di Pengadilan.

Masjid lain di Bulgaria telah tetap ditutup untuk ibadah sejak berdirinya rezim komunis pada tahun 1944 yang mengakibatkan tidak bisa digunakannya masjid untuk tempat shalat. Sehingga masjid-masjid itu ditutup selama beberapa dekade. Setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1989, bangunan-bangunan yang disita mulai dikembalikan.

Awal tahun ini, terungkap pada bulan April bahwa Masjid Taskopru (Jembatan Batu), tempat ibadah yang dibangun pada abad ke-16 di Plovdiv, berubah menjadi sebuah bar dan restoran.

Kisah tragis masjid, sebuah contoh hasil karya indah dari abad ke-16 dengan arsitektur Ottoman, dimulai dengan gempa bumi pada tahun 1.928 yang menyebabkan kerusakan pada bangunan bersejarah ini.

Untuk memperbaiki menara dari masjid hancur karena gempa, sebagian dari tanah itu dijual, tetapi perbaikan tidak dapat diselesaikan karena tidak cukup uang yang dikumpulkan.

Namun, Masjid Taskopru, yang diharapkan akan dikembalikan ke kantor Mufti daerah, diberikan kepada dua orang Bulgaria berdasarkan putusan pengadilan yang disewakan  kepada orang-orang yang kemudian digunakan untuk Restoran Italia dan bar.

 

Muslim Polandia Terpaksa Tidak Sembelih Kurban Selama Idul Adha


poli Muslim Polandia Terpaksa Tidak Sembelih Kurban Selama Idul Adha

MASYARAKAT Muslim Polandia pada Selasa kemarin (15/10/2013) memutuskan untuk tidak melakukan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha, di tengah aksi protes yang dilakukan oleh aktivis hak-hak hewan dan larangan kontroversial terkait penyembelihan halal.

“Untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun, tidak ada penyembelihan kurban di sini hari ini untuk Idul Adha,” kata Michal Adamowicz, juru bicara bagi masyarakat Muslim pada Selasa kemarin di desa Tatar Muslim Bohoniki, Polandia timur.

Pemimpin Muslim tertinggi negara, Mufti Tomasz Miskiewicz, mengatakan komunitasnya sangat menderita akibat protes aktivis yang menolak penyembelihan halal dekat sebuah masjid kecil di sebuah desa, di mana umat Islam tengah bersiap untuk menyembelih domba.

Awalnya Muslim dan Yahudi sangat diuntungkan dengan pencabutan larangan penyembelihan hewan setelah Mahkamah Konstitusi Polandia menganggap larangan itu tidak kompatibel dengan undang-undang hak-hak binatang.

Namun pada tanggal 12 Juli, anggota parlemen menyusun RUU yang akan mengembalikan praktek larangan penyembelihan hewan sehingga menimbulkan kemarahan umat Islam dan Yahudi, serta petani dan eksportir daging ke Israel dan negara-negara Muslim.

Industri daging halal ala Islam dan Yahudi ini menghasilkan hingga 350 juta euro ($ 460.000.000) dalam setahun sebelum adanya larangan.

Pemimpin agama minoritas Muslim dan Yahudi Polandia berpendapat larangan menyembelih hewan melanggar kebebasan beragama yang dijamin secara konstitusional dan komunitas Yahudi telah meminta pengadilan tinggi untuk memutuskan masalah ini.

Muslim Polandia juga mengatakan larangan – yang telah mendorong perdebatan sengit baik di dalam maupun luar negeri – tidak sesuai dengan hukum Eropa.

“Silakan menghormati hak-hak kami, silahkan menghormati Konstitusi dan warisan Muslim dan Tatar Polandia, tanpa emosi, dengan cara yang beradab,” kata Miskiewicz kepada wartawan.

Reaksi pemerintah sendiri pada Selasa kemarin saling berbeda pandangan. Menteri Administrasi Michal Boni – sekutu dekat Perdana Menteri Donald Tusk – mendesak untuk menghormati kebutuhan masyarakat beragama selama hari libur keagamaan mereka.

Namun, kementerian pertanian mengeluarkan pernyataan yang tetap menyatakan bahwa UU Polandia telah menetapkan bahwa hewan harus dibius dahulu sebelum disembelih di tempat yang telah mendapat lisensi dari pemerintah. Dan aturan penyembelihan seperti itu ditolak oleh masyarakat Muslim dan Yahudi Polandia.[fq/islampos/afp]

 

Mahkamah Agung Rusia Larang Jilbab di Sekolah

MA Rusia larang jilbab
MOSKOW – Mahkamah Agung Rusia melarangan pemakaian jilbab di sekolah-sekolah di Stavropol, Rusia. Atas keputusan tersebut, kalangan umat Islam khawatir larangan tersebut diberlakukan di seluruh sekolah di Rusia.

Awalnya, 5 siswi muslim di daerah Neftekamsk, wilayah Stavropol, Rusia, dilarang masuk kelas selama dua minggu sebagai bentuk hukuman karena memakai jilbab.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sepeti dikutip oleh situs Today Rusia, memang keberatan terhadap pemaikaian jilbab di sekolah-sekolah di Rusia.

Putin mengatakan, Rusia adalah negara sekuler dan warganya harus mengikuti ketentuan yang berlaku di negaranya.

“Sekolah harus memberlakukan pakaian sesuai seragam yang ditentukan, sehingga tidak ada kelompok merasa dibedakan”, kata Putin.

Mengomentari masalah ini, Menteri Pendidikan Rusia Dimitri Livanov mengatakan bahwa sebenarnya memakai jilbab bagi siswi muslim itu tidak bertentangan dengan aturan lembaga pendidikan dan tradisi umum, katanya, seperti dilansir IINA dan diberitakan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).

Menurut data, penduduk muslim di Rusia merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, yakni sekitar 21-28 juta penduduk atau 15-20 persen dari sekitar 142 juta penduduk Rusia secara keseluruhan.

Kehidupan muslim di Rusia saat ini juga kian membaik dibanding masa komunis dulu. Di antaranya di pemerintahan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, Presdien Putin memasukkan menteri muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi muslim Rusia.

 

Tolak Sertifikasi Halal, Sinhala Budha Gelar Demo di Sri Lanka

Kolombo (SI ONLINE) – Sebuah kelompok garis keras Sinhala Budha di Sri Lanka menyerukan penghapusan sistem sertifikasi halal untuk makanan. Selain menolak sertifikasi halal, kelompok Bodu Bala Sena tersebut juga mendesak pengajar agama dari warga asing harus meninggalkan negara tersebut dalam waktu satu bulan.

Ribuan pendukung kelompok tersebut berunjuk rasa di pinggiran ibukota, Kolombo. Unjuk rasa itu dilakukan pada saat ketegangan antar agama meningkat di Negeri Seribu Dewa tersebut.

Sejumlah serangan juga terjadi yang menyasar masjid atau lokasi bisnis milik warga Muslim. Serangan serupa juga diterima gereja.

Para pengunjuk rasa menyerukan boikot daging halal dan menuntut toko menghabiskan stok mereka pada April. Para pemuda mengenakan kaos yang mencela metode halal warga muslim. Kelompok tersebut mengklaim ekstrimis Kristen dan Islam mengancam umat Budha.

Kelompok tersebut membantah menjadi anti minoritas. Salah satu anggota kelompok, Dilanthe Withanage menuduh ada sejumlah negara yang mendanai kelompok ekstrimis Kristen dan fundamentalis Muslim di Sri Lanka. Sementara, pihak Islam dan Kristen menyangkal telah mempromosikan ekstrimisme di negara tersebut.

Presiden Mahinda Rajapakse meminta para biksu tidak menghasut kebencian agama dan kekerasan. Politikus setempat mengatakan situasi di dalam negeri sangat buruk.

“Setiap saat, kerusuhan etnis akan dimulai antara Sinhala dan Muslim,” ungkap Mujeebur Rahuman dari oposisi Partai Persatuan Nasional dilansir BBC, Senin (18/2).

Sinhala Budha mencapai tiga perempat dari 20 juta penduduk Sri Lanka. Sementara, muslim sekitar 10 persen dari total penduduk. Umumnya, Muslim memiliki hubungan baik dengan mayoritas Sinhala.

 

Swiss Larang Minaret Masjid

Swiss minaret
Minaret dianggap pertanda Islamisasi Swiss
Rakyat Swiss, lewat referendum hari Minggu, memilih untuk melarang pembangunan menara-menara azan. Lebih dari 57 persen rakyat mendukung larangan itu.

Usulan larang itu juga didukung oleh propinsi-propinsi utama, atau kanton istilahnya di Swiss, dan karena itu resmi menjadi undang undang.

Pemerintah mengatakan pihaknya menerima hasil itu, walaupun pemerintah menolak larangan yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.

Partai Rakyat Swiss dan kelompok-kelompok Kristen di Swiss mengatakan, pembangunan menara mesjid merupakan tanda pertama Islamisasi Swiss.

Pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Swiss.

Wartawan BBC di kota Berne mengatakan, langkah ini kemungkinan akan diajukan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Seorang wakil masyarakat Muslim di Swiss, Tamir Hadjipolu mengatakan sekarang mereka khawatir hak-hak mereka diserang dan dibatasi.

Amnesty International memperingatkan bahwa pelarangan itu akan melanggar kewajiban pemerintah Swiss untuk menjaga kebebasan beragama.

Seorang warga Swiss beragama Islam Elham Manea mengatakan pelarangan itu diskriminatif karena warga Sikh dan Katolik Orthodoks diperbolehkan membangun rumah ibadah mereka dengan bebas.

”Kalau semua simbol-simbol agama dilarang dari semua rumah-rumah ibadah, saya akan menerimanya.”

”Tetapi kalau hanya ummat Islam yang menjadi sasaran, sementara warga Kristen, Yahudi, Sikh, maupun yang lainnya dibebaskan, maka saya katakan itu diskriminatif.”

 

Itu baru sebagian KECIL saja diskriminasi akan muslim di seluruh dunia, belum termasuk diskiriminasi di Afrika Tengah, Prancis, Belanda, Rohingya, Yunani, India, Swedia, Amerika, dll. Silakan cari bentuk diskiriminasi lainnya di mesin pencari.

Dari contoh-contoh tersebut nampak jelas bahwa toleransi beragama secara utuh yang selama ini didengung-dengungkan itu SAMA SEKALI TIDAK TERJADI di belahan dunia manapun.  Toleransi beragama yang sebenarnya biasanya hanyalah lip service pada saat pemilihan umum atau saat berbicara di media-media.

 

UNTUK APA MEMILIKI PEMIMPIN MUSLIM?

Mungkin ada yang beranggapan bahwa pemimpin itu tidak usah dilihat dari agamanya. Jika mengikuti pola pikir tersebut, maka masjid dibongkar seenaknya juga tidak apa-apa? Tidak boleh beribadah juga tidak apa-apa? Tidak boleh beragama Islam juga tidak apa-apa?

Mungkin ada yang tertawa membaca kalimat-kalimat di atas dan berkata “itu tidak mungkin terjadi!” Namun ternyata faktanya berbeda. Lihat di bawah ini:

 

Republik Angola melarang Islam, hancurkan masjid-masjid

Republik Angola melarang Islam, hancurkan masjid-masjid

ANGOLA (Arrahmah.com) – Republik Angola, negara di bagian Afrika Selatan ini terang-terangan melarang Islam dan Muslim, menganggapnya ilegal dan menghancurkan masjid-masjid.

Pada 19 November 2013, Menteri kebudayaan Angola mengumumkan akan menutup semua masjid setelah menyatakan bahwa Islam bukanlah agama melainkan hanya ‘ritual pemujaan.’

“Proses legalisasi Islam tidak disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, masjid-masjid mereka akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Rosa Cruz e Silva, Menteri Kebudayaan Angola, dikutip oleh Agence Ecofin pada Jum’at (22/11/2013), seperti dilansir OnIslam.

Silva mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah upaya terakhir dari rangkaian upaya untuk melarang sekte-sekte agama ‘ilegal.’

Islam adalah salah satu di antara agama-agama yang dinilai sebagai ‘sekte ilegal’ yang berseberangan dengan budaya Angola. Agama yang masuk dalam daftar larangan ini dilarang untuk melakukan ibadah secara terang-terangan.

“Semua sekte pada daftar yang dipublikasikan oleh surat kabar Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Angola ‘Journal de Angola’ adalah yang dilarang untuk melakukan ibadah, sehingga mereka harus tetap menutup pintu-pintu mereka,” kata Silva dikutip oleh Cameroon Voice.

Pada Oktober lalu, umat Muslim dari kota Viana, Luanda, menyaksikan penghancuran masjid Zengo mereka.

Destroyed_mosque in angola2Keputusan pelarangan Islam ini disambut gembira oleh para pejabat Angola yang anti-Islam, termasuk presidennya sendiri.

“Ini adalah akhir dari pengaruh islam di negeri kita,” kata President José Eduardo dos Santos, yang beragama Katolik Roma, dikutip oleh Osun Defender pada Ahad (24/11/2013).

Gubernur provinsi Luanda, Bento Bento, juga telah mengatakan melalui radio lokal bahwa “Muslim radikal tidak diterima di Angola dan pemerintah Angola tidak siap untuk melagalisasi masjid-masjid.”

Dia menambahkan bahwa umat Islam tidak diterima di Angola dan pemerintah tidak akan melegalisasi keberadaan masjid-masjid di negara tersebut.

Berdasarkan CIA Factbook, 47%  penduduk Angola mempraktekkan ajaran adat, 38% Katolik Roma dan 15% Kristen Protestan, dan menurut catatan Wikepedia, Islam hanya menempati sekitar 1%. Sementara menurut Comunidade Islâmica de Angola (Komunitas Islam Angola), jumlah Muslim terus bertambah. (siraaj/arrahmah.com)

Cina Larang Muslim Uighur Berpuasa

REPUBLIKA.CO.ID,XINJIANG – Pemerintah Cina tak henti-hentinya menerapkan kebijakan sewenang-wenang terhadap warga Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. Kali ini, warga minoritas yang beragama Islam itu dilarang masuk ke dalam masjid. Mereka pun dipaksa berbuka puasa di siang bolong.

Organisasi-organisasi HAM dunia dan organisasi masyarakat Uighur mengecam keras hal ini. Mereka pun menyeru pemerintah Cina untuk tidak menganggu umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Juru Bicara Kongres Uighur Dunia, Dilxadi Rexiti, seperti dikutip harian South China Morning, Selasa (16/7), mengatakan, aparat pemerintah di Xinjiang mendatangi rumah-rumah warga Muslim Uighur di siang hari. Mereka datang dengan membawa buah-buahan dan minuman, meski mereka tahu masyarakat Uighur sedang berpuasa. Pemerintah setempat juga melarang warga Muslim mengkaji Alquran. Untuk itu, aparat secara ketat mengawasi masjid-masjid di sana, khususnya masjid di wilayah Karamay Utara.

Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS (USCIRF) menyesalkan kebijakan pemerintah Cina ini. Ketua USCIRF Katrina Lantos Sweet mengatakan, demi stabilitas dan keamanan, Beijing menindas Muslim Uighur. ”Ini jelas merupakan pelanggaran,” ujar dia.

Ketika dikonfirmasi hal ini, Juru Bicara Pemerintah Otonomi Xinjiang Luo Fuyong secara tegas membantah pemerintah Cina telah melarang kaum Muslim untuk berpuasa dan masuk ke dalam masjid. Sebaliknya, kata dia, pemerintah sangat menghormati agama dan adat istiadat setempat. Meski demikian, ia mengakui, pemerintah setempat melarang anak-anak, khususnya siswa SD, untuk berpuasa. Alasannya, anak kecil belum kuat berpuasa, juga karena faktor kesehatan.

Laporan mengenai aksi penindasan terhadap Muslim Uighur sebenarnya bukan hal baru, karena berulang kali terjadi. Dalam laporan tahunannya, USCIRF menyatakan, Muslim Uighur dijebloskan ke dalam penjara jika ketahuan terlibat dalam kegiatan keagamaan. Sedangkan, mahasiswa, dosen dan pegawai pemerintah yang ketahuan berpuasa akan didenda.

Laporan lain dari Asosiasi Uighur Amerika (UAA) menyatakan, para pemilik restoran di wilayah Hotan, Xinjiang, sebenarnya ingin menutup sementara usaha mereka selama Ramadhan. Selain agar lebih fokus beribadah, jeda saat Ramadhan juga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki atau menata ulang restoran mereka. Namun, keinginan ini sulit dilaksanakan. Sebab, pengusaha yang menutup restorannya selama Ramadhan akan didenda oleh pemerintah.

 

Dari berita-berita tersebut saja, bisa ditarik kesimpulan bahwa jika kekuasaan sudah dipegang oleh pemimpin nonmuslim maka mereka bisa  melakukan APA SAJA terhadap muslim. Kalau berdalih bahwa HAM dan PBB akan campur tangan, lalu dimana HAM dan PBB di  Angola dan China? Hal paling jauh yang bisa dilakukan PBB dan Human Rights Watch (HRW) hanya memberi rekomendasi, itu pun tidak mengikat dan kehidupan muslim sebelum atau sesudah rekomendasi itu keluar kebanyakan sama saja.

Karena itulah, memiliki pemimpin seiman itu SANGAT PENTING! Pemimpin muslimlah yang nantinya akan melindungi eksistensi nilai-nilai keislaman di Indonesia dan menjalankan aspirasi umat Islam. Mereka inilah  yang akan menjamin umat Islam masih bisa menyebut diri sebagai muslim, mendapatkan jatah waktu shalat di kantor/sekolah, memperjuangkan pemakaian jilbab di institusi negeri/swasta, mempertahankan masjid, dll. Contohnya :

 

PPP: Sudah Saatnya Pemerintah Izinkan TNI/Polri Berjilbab

Jakarta (ANTARA News) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan sudah saatnya pemerintah mengizinkan anggota TNI/Polri wanita muslim berjilbab dalam seragam dinas mereka.

“Wacana wanita anggota TNI/Polri berjilbab perlu direspons positif,” kata Sekjen Pimpinan Harian Pusat DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Minggu.

Irgan mengatakan, saatnya sekarang TNI/Polri harus bersikap lebih siap dalam mengapresiasi semangat beragama yang semakin tumbuh dan berkembang di Tanah Air termasuk di kalangan TNI/Polri.

Sekarang bukan hal yang aneh memakai jilbab pada beragam profesi bahkan istri pimpinan TNI/Polri banyak berjilbab, katanya.

“Terlihat lebih rapi cantik dan modis,” katanya.

Ia mengakui, dulunya mengenakan jilbab terkesan dianggap fanatis dan radikal, ditambah masa lalu TNI/Polri belum terbuka pada nuansa agama, sehingga dianggap kurang pantas.

“Sekarang kondisinya sudah berubah,” kata Irgan.

Ia menambahkan, andai ada seorang muslimah berjilbab ingin menjadi tentara/polisi atau saat ini telah menjadi wanita TNI/Polri seharusnya menerima hal tersebut sebagai bentuk ekspresi negara tentang nuansa beragama.

Hal yang sama dalam memberikan ruang bagi warga etnis China keturunan menjadi tentara/polisi, katanya.

Irgan mengatakan, sudah waktunya pemerintah membolehkan muslimah tentara/polisi berjilbab bagi yang ingin menggunakannya sebagai bentuk aktualisasi demokrasi Indonesia yang unik.

“Demokrasi bukan berlandaskan agama, tetapi juga tidak anti agama,” katanya.

Di India dan Malaysia, misalnya, orang dari etnis Sikh diperbolehkan memakai sorban ikat kepala untuk menjadi tentara/ polisi.

“Itu sikap yang perlu ditiru,” katanya.

Prajurit TNI/Polri berjilbab, katanya, tentu saja harus tetap mematuhi ketentuan seragam dan tidak mengurangi dan menghambat tugas-tugas. (*)

Jakarta, Sayangi.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak ide penghapusan kolom agama pada kartu tanda penduduk (KTP).

“Kami menolak ide itu,” tegas Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini di Jakarta, Kamis (28/11).

Pernyataan kontra dari petinggi PKS ini menanggapi usulan sejarawan dari LIPI Asvi Warman Adam, kemarin. Dalam acara ‘Dengar Kesaksian Para Korban HAM’ yang digelar Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK), Asvi mengusulkan agar kolom agama dalam KTP dihapus.

Menurut Asvi, pencantuman kolom agama dalam KTP menimbulkan benturan antara kelompok mayoritas dengan minoritas. Penghapusan kolom agama dinilai sebagai bentuk penghargaan pada perbedaan.

Jazuli menambahkan, pencantuman tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk diskriminasi tetapi identitas. Sebab, semua agama di negara RI telah memiliki pengakuan yang sama dari negara.

Jazuli menegaskan, tak ada suatu agama yang diistimewakan atau direndahkan. Selain itu, pencantuman kolom agama juga untuk kepentingan administrasi seperti pengurusan pernikahan, kematian, dan lain-lain.

“Justru kalau KTP tidak mencantumkan kolom agama nanti ada pihak-pihak tertentu yang menyalahgunakannya,” tutup Jazuli yang baru saja aktif menyelesaikan UU Administrasi Kependudukan di Komisi II. UU Administrasi Kepndudukan itu sendiri telah disahkan oleh paripurna DPR Selasa (26/11).(GWH)

 

LARANGAN MEMILIH PEMIMPIN NONMUSLIM DALAM AL-QURAN

Inilah ayat-ayat Allah dalam AL-QURAN yang MELARANG NONMUSLIM JADI PIMPINAN MUSLIM:

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI MENJADI PEMIMPIN-PEMIMPIN (MU); SEBAHAGIAN MEREKA ADALAH PEMIMPIN BAGI SEBAHAGIAN YANG LAIN. BARANG SIAPA DI ANTARA KAMU MENGAMBIL MEREKA MENJADI PEMIMPIN, MAKA SESUNGGUHNYA ORANG ITU TERMASUK GOLONGAN MEREKA. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG DZALIM.” (QS. AL-MAIDAH: 51)

“KABARKANLAH KEPADA ORANG-ORANG MUNAFIK BAHWA MEREKA AKAN MENDAPAT SIKSAAN YANG PEDIH. (YAITU) ORANG-ORANG YANG MENJADIKAN ORANG-ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN DENGAN MENINGGALKAN ORANG-ORANG MUKMIN. APAKAH MEREKA MENCARI KEKUATAN DI SISI ORANG KAFIR ITU? KETAHUILAH BAHWA SEMUA KEKUATAN ITU MILIK ALLAH.” (QS.AN-NISA’ : 138-139)

 

Didukung oleh ayat-ayat berikut:

 

“HAI ORANG-ORANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU JADIKAN BAPA-BAPA DAN SAUDARA-SAUDARAMU MENJADI WALI(MU), JIKA MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN DAN SIAPA DI ANTARA KAMU YANG MENJADIKAN MEREKA WALI, MAKA MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG ZALIM”. (QS. AT-TAUBAH: 23)

” JANGANLAH ORANG ORANG MUKMIN MENGAMBIL ORANG ORANG KAFIR MENJADI WALI, DENGAN MENINGGALKAN ORANG ORANG MUKMIN.BARANG SIAPA BERBUAT DEMIKIAN, NISCAYA LEPASLAH IA DARI PERTOLONGAN ALLAH KECUALI KARENA (SIASAT) MEMELIHARA DIRI DARI SESUATU YANG DI TAKUTI MEREKA. DAN ALLAH MEMPERINGATKAN KAMU TERHADAP SIKSA-NYA. DAN HANYA KEPADA ALLAH KEMBALIMU.” (QS. ALI IMRON: 28)

“PEMIMPIN (KETUA) KAMU ITU TIDAK LAIN MELAINKAN ALLAH, RASUL-NYA, DAN ORANG-ORANG BERIMAN, YANG MENDIRIKKAN SHALAT DAN MENGELUARKAN ZAKAT, PADAHAL MEREKA MERENDAHKAN DIRI (QS. AL-MAIDAH : 55)

“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! JANGANLAH KAMU MENJADIKAN PEMIMPINMU ORANG-ORANG YANG MENJADIKAN AGAMA KAMU SEBAGAI EJEK-EJEKAN DAN PERMAINAN DI ANTARA ORANG-ORANG YANG TELAH DIBERIKAN KITAB SEBELUM KAMU DAN ORANG-ORANG KAFIR. BERTAKWALAH KEPADA ALLAH, JIKA KAMU BENAR-BENAR ORANG YANG BERIMAN.” (QS. AL-MAIDAH: 57)

” HAI ORANG ORANG YANG BERIMAN,JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG ORANG KAFIR MENJADI WALI, DENGAN MENINGGALKAN ORANG ORANG MUKMIN.INGINKAH KAMU MENGADAKAN ALASAN YANG NYATA BAGI ALLAH UNTUK ( MENYIKSAMU)” (QS. AN-NISA’: 144)

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU AMBIL MENJADI TEMAN KEPERCAYAANMU ORANG-ORANG YANG, DI LUAR KALANGANMU (KARENA) MEREKA TIDAK HENTI-HENTINYA (MENIMBULKAN) KEMUDHARATAN BAGIMU. MEREKA MENYUKAI APA YANG MENYUSAHKAN KAMU. TELAH NYATA KEBENCIAN DARI MULUT MEREKA, DAN APA YANG DISEMBUNYIKAN OLEH HATI MEREKA ADALAH LEBIH BESAR LAGI. SUNGGUH TELAH KAMI TERANGKAN KEPADAMU AYAT-AYAT (KAMI), JIKA KAMU MEMAHAMINYA.” (QS. AL ‘IMRAN : 118)

(Keterangan : dalam Islam, wali adalah pemimpin. Tentu saja tidak memacu pada pemimpin, tapi juga wakilnya karena mereka itu satu paket. Wakil adalah pemimpin juga,kan)

 

Itu bukan kata-kata buatan manusia atau sengaja disusupkan, tapi sudah ada dalam Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu. Dan bukan hanya satu-dua ayat yang melarangnya, tapi banyak ayat, jadi memang sudah pasti benar. Jangan menelan mentah-mentah semua alasan MANUSIA yang dibuat-buat untuk membikin kalian melenceng dari Al-Quran. Apa kalian bangga disebut “cerdas” oleh MANUSIA namun tidak menaati hukum Allah yang notabene adalah TUHAN dalam Al-Quran? Buktikan bahwa kalian cerdas dengan mengetahui siapa yang kalian prioritaskan dalam hidup. Kalau kalian muslim yang baik, maka Allah dan Al-Quran adalah jawabannya.

Jangan melihat ke media, forum, atau sumber lain yang tidak jelas untuk menentukan pilihan. Lihatlah pada sumber utama muslim yaitu AL-QURAN. Al-Quran tidak bisa diperalat, dibayar, atau diubah oleh siapapun, sementara media, forum, atau sumber lain, lisan atau tulisan, manusia atau elektronik, bisa saja dibayar, diperalat, atau memiliki agenda tersendiri. Sabda Rasulullah SAW:

 

TELAH KUWASIATKAN (BERIKAN) BAGIMU SEKALIAN YANG JIKA KAMU BERPEGANG TEGUH PADA KEDUANYA KAMU TIDAK AKAN TERSESAT SELAMANYA YAITU KITABULLAH (AL QUR’AN) DAN SUNNAH RASUL (AL HADITS)” .(H.R. BUKHARI DAN MUSLIM).


KENAPA HARUS NONMUSLIM KALAU MASIH ADA MUSLIM?

Ini yang aneh. Kenapa harus nonmuslim, sementara masih BANYAK muslim di sini? Katanya kadang yang nonmuslim itu lebih baik dari muslim, tapi ternyata terbukti biasa saja, tuh, kalau tidak bisa dibilang jelek.

Ketika Jokowi mulai ingkari janji

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Usai dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo masih dielu-elukan banyak orang. Apalagi dengan gebrakan cara kerja dia yang lebih memilih lebih banyak beraktivitas di luar ruang, membuat banyak orang angkat topi dengan langkah itu.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, juga banyak mengumbar janji. Beberapa masih dapat diingat yakni ikrar dia tidak akan pernah mau dikawal dengan voorijder dan mengaku tidak akan mengambil gaji pertama setelah dilantik.

Namun, pada kenyataannya, Jokowi tidak menepati janji saat dia menyebut bakal mengambil gaji pertamanya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Meski demikian, dia menolak membeberkan tujuan mengambil penghasilannya itu.

“Gaji ya diambil, tapi digunakan untuk apa, kamu enggak perlu tahu,” kata Jokowi di Wisma Catur Komite Olahraga Nasional Indonesia, Tanah Abang, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Tentu saja sikap Jokowi itu bertolak belakang dengan pernyataan dia pada awal Oktober lalu saat masih gencar berkampanye. Dia menyatakan tidak akan mengambil gajinya sepeserpun seperti saat masih menjabat Wali Kota Solo.

“Selama masih ada yang miskin, membutuhkan, ya biar dipakai yang membutuhkan,” ujar Jokowi saat itu.

Meski begitu, Jokowi mengelak tidak menepati janjinya mengambil gaji. Dia tidak mau keputusannya mengambil upah sebagai pelayan warga Jakarta itu disalahartikan. Saat menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi memang tidak pernah mengambil gaji dan tunjangannya.

Wakil Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, pernah merinci besaran pendapatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam situs pribadinya, http://www.ahok.org, dia menulis gaji pokok Gubernur sebesar Rp 3 juta saban bulan, sedangkan upah pokok Wakil Gubernur hanya terpaut lebih kecil Rp 600 ribu.

Namun, jika dijumlah dengan tunjangan jabatan dan biaya rumah tangga atau rumah dinas, gaji Gubernur DKI Jakarta adalah menjadi Rp 38 juta. Sedangkan Wakil Gubernur hanya mendapatkan Rp 26.700.000 saban bulan.

Selain berjanji tidak bakal mengambil gajinya sepeserpun, Jokowi juga pernah menyatakan enggan dikawal saat melakukan kunjungan ke wilayah mana pun. “Saya tujuh tahun nggak pakai (pengawal). Di Jakarta juga (saya nggak bakal pakai pengawal), buktikan saja,” kata Jokowi kepada merdeka.com beberapa bulan lalu.

Jokowi mengaku tidak suka pengawalan dan protokoler berlebihan. Tiga bulan pertama setelah dilantik menjadi Wali Kota Solo, dia diberikan fasilitas pengawal. Tetapi, dia mengaku tidak betah selalu diikuti. Dia juga tidak takut bakal menghadapi kemacetan dan kesemrawutan di Jakarta yang sanggup menggoyahkan kesabaran seseorang.

Namun dalam kenyataannya, Jokowi bagai menelan ludah sendiri. Saat hendak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta guna menghadiri pelantikan pertengahan Oktober lalu, rombongan JokowiAhok dikawal oleh voorijder.

Padahal, sebelum berangkat, Jokowi menolak menggunakan voorijder ke gedung DPRD DKI. “Saya tidak pakai voorijder menuju ke sana (DPRD), dekatlah tidak macet, lima menit juga sampai. Voorijder untuk presiden dan menteri,” kata Jokowi.

Minggu pekan lalu, Jokowi kembali melanggar janji lantaran menggunakan voorijder atau pengawalan dengan sepeda motor saat melintas dari tol Jati Bening menuju tol Gatot Subroto. Dia berkilah terpaksa menggunakan fasilitas pengawalan itu lantaran situasi di sepanjang jalan itu arus kendaraan cukup padat.

Saat ditanya alasan menggunakan voorijder, Jokowi berkilah sedang mengejar waktu. “Kan macet, ini ketutup nanti kalau mau ke kawinan ini,” kata Jokowi sambil tersenyum. Kebetulan saat itu dia hendak menghadiri pernikahan putra salah satu pejabat di Kementerian Perdagangan digelar di Gedung Manggala Wana Bhakti, Kompleks Kementerian Kehutanan.

 

Ortus Kuasasi Monorel, No Free Lunch Untuk Jokowi

INILAH.COM, Jakarta – There ain’t no such thing as a free lunch. Begitu kira-kira ungkapan bisnis untuk menyebut bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Ketika ada pihak yang menyediakan barang dan jasa, ketika itu pula harus ada orang lain yang harus membayarnya.

Dan, ungkapan itu kembali berhembus terkait dengan proyek monorel di Jakarta. Belum lama ini, PT Jakarta Monorail (PT JM) menyatakan siap melanjutkan proyek monorel di Jakarta setelah Ortus Group yang menjadi pemegang saham utama JM siap mengelontorkan dana untuk seluruh kebutuhan proyek tersebut.

Siapa Ortus Group? Ini adalah kelompok usaha yang didirikan oleh Edward Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya almarhum, pemilik perusahaan otomotif terkemuka di negeri ini. Ortus Group menyatakan siap menyediakan dana lagi untuk monorel. Tentu saja, uang itu bukan dari APBD milik DKI Jakarta, melainkan dari kocek perusahaan alias dana swasta.

Menurut Direktur Utama PT JM Sukmawati Syukur, Ortus tengah dalam proses untuk mengakuisisi saham PT JM hingga 90% atau mayoritas. Ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit dan Ortus sudah menyatakan komitmennya. “Kami akan sediakan dana sebesar yang dibutuhkan untuk proyek ini,” kata Fachmi Zarkasi, Direktur Ortus Group.

Kehadiran Ortus ini cukup mengejutkan karena sebelumnya perusahaan milik Jusuf Kalla, yakni Hadji Kalla Group yang menyatakan siap melanjutkan proyek itu. Kehadiran Ortus sudah pasti akan menggeser posisi Kalla, meskipun Ortus menyatakan siap berkongsi dengan Kalla.

Lalu mengapa harus ada ungkapan no free lunch? Tentu saja, karena Edward Soeryadjaya adalah pengusaha yang berada di balik kesuksesan pencalonan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI pada 2012 lalu. Edward terlihat aktif bersama pengusaha Djan Faridz mendukung Jokowi untuk mengalahkan incumbent Fauzi Bowo ketika itu.

Ketika Pilkada berlangsung, cukup ramai disorot bahwa Edward Soeryadjayamenyumbang dana besar untuk Jokowi. Edward pun mengakui adanya sumbangan dana miliaran kepada Jokowi–Ahok seperti tertuang dalam laporan Rakyat Merdeka 30 Juli 2012.

Ketika itu, untuk pasangan Jokowi-Ahok, konon Edward menggelontorkan dana hingga Rp60 miliar. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan sumbangan pengusaha properti yang kini menjadi Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz sebesar Rp 80 miliar.

Kemunculan tiba-tiba Ortus Group dalam proyek monorel ini boleh jadi terkait dengan dukungan itu. Ketika Jokowi berkuasa, kepada siapa lagi bisnis monorel akan jatuh kalau bukan kepada pendukungnya. Bisa jadi, masuknya Ortus Group ke bisnis monorel ini sebagai ungkapan terima kasih Jokowi atas dukungannya yang lalu.

Bagaimana dengan Jusuf Kalla? Tak dipungkiri lagi, JK adalah pendukung utama Jokowi di Pilkada DKI. Bahkan menjelang pemilihan, Jokowi merasa perlu sowan kepada JK di kediamannya. JK pulalah yang terang-terangan mengusulkan pencalonan Jokowi untuk menggeser Fauzi Bowo.

Namun, keinginan Hadji Kalla Group masuk ke bisnis Monorel ini harus tergeser oleh Ortus yang menyatakan komitmennya untuk menyediakan berapapun dana yang dibutuhkan. Luar biasa!

 

Antara Jokowi dan Ahok : Kegagalan Sudah Di Depan Mata

Jakarta (voa-islam.com)Tidak sehebat seperti yang ditulis oleh  media-media yang menjadi pendukung Jokowi-Ahok, begitu luarbiasanya citra Jokowi-Ahok, sebagai pemimpin baru.

Luar biasa sanjungan dan pujian terhadap kedua kepala pemerintahan DKI ini. Seakan sebagai orang-orang yang sangat mumpuni, dan akan mengubah seluruh kehidupan di Jakarta.

Tentu, tidak ada yang meminta Jokowi dan Ahok untuk menjadi Bandung Bondowoso, yang sanggup membangun 99 patung dalam semalam. Tapi bagaimana bila ayam sudah hampir berkokok, jangankan 99, satu patungpun belum jelas wujudnya…?

Berikut ini adalah beberapa patung yang masih berbentuk lempung :

 

Kampung Deret

Proyek yang selalu ditenteng Jokowi pada masa kampanye dulu adalah Kampung Deret atau Kampung Susun di bantaran kali. Pilot project di bantaran kali Ciliwung itu akhirnya mengalami naas : tidak jadi dibangun karena menabrak Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Kartu Jakarta Sehat (KJS)

KJS, seperti yang dikabarkan memiliki kelebihan berupa rekam medis di chip kartu, persyaratan lebih mudah/tidak perlu surat miskin untuk memperolehnya serta menghapus strata kelas ruang perawatan dengan otomatis naik ke kelas lebih tinggi jika tidak tersedia tempat di kelas lebih rendah. Semua keunggulan itu ternyata tidak didukung oleh kesiapan dana, prasarana, SDM dan perubahan mentalitas pekerja kesehatan.

Lonjakan jumlah pasien sekitar 50-100% sudah terasa sejak Nov 12 lalu, namun masih dipandang sebagai kesuksesan KJS membangkitkan minat berobat masyarakat dan tersedianya pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu.

KJS bahkan tidak dibutuhkan, banyak Puskesmas yang karena takut dianggap tidak mendukung program Gubernur baru, atau mungkin takut dimarahi Ahok, menerima pasien cukup dengan KTP.

Akibat promosi kencang, euphoria masyarakat tak terbendung. Yang datang bukan hanya yang benar-benar sakit dan tidak mampu, tapi juga yang sakit tidak benar-benar serius dan tidak benar-benar tidak mampu; sampai Puskesmas dan Rumah Sakit kewalahan.

Puskesmas sampai kelebihan beban dan mendorong pasien ke RS, RS berteriak minta Puskesmas jangan asal rujuk. Belum lagi lonjakan tagihan yang akibat masalah internal berupa macam-macam koreksi di administrasi Pemda, sehingga beberapa RS mengalami kesulitan cashflow.

Puncaknya adalah peristiwa meninggalnya adik Dera, setelah ditolak 10 Rumah Sakit dengan alasan ketiadaan NICU dan tempat perawatan.

Ganjil-Genap dan Electronic Road Pricing (ERP)

Penanggulangan kemacetan dengan sistem Ganjil-Genap yang menjadi isu utama pada Dec 2012 lalu, akhirnya tidak jalan. Protes berdatangan dari mana-mana, termasuk dari Neta S. Pane/IPW, karena dianggap titipan ATPM dan merugikan pengguna kendaraan.

Setelah Ganjil-genap batal, ERP diangkat. Apabila tahun lalu Ahok bilang ERP rumit, sekarang ini menyimak pembicaraan Ahok, seolah-olah pelaksanaan ERP itu gampang banget. Tinggal ditenderkan, pembayaran bisa potong rekening, diintegrasikan dengan pembayaran tilang dan perpanjangan STNK. Kalau mau tahu cara kerja sistem ERP itu, Ahok bilang tak usah studi banding, tinggal tonton saja di Youtube. Apa benar semudah itu?

Tampaknya ERP ini – maaf – akan seperti kentut saja. Heboh sebentar setelah itu hilang dibawa angin. Banyak sekali masalah ERP yang harus dijawab : bagaimana memastikan setiap unit mobil yang masuk Jakarta/kawasan ERP memasang dan mengaktifkan OBU (On Board Unit), apabila Jakarta ini banyak titik masuknya, bukan pulau dengan akses masuk terkontrol seperti Singapura.

Bagaimana billing dan collection, dan bagaimana enforcementnya…? Solusi sambil-lalu yang dijawab Ahok : diskon 50% Biaya Balik Nama untuk pemasang OBU, auto debet ke rekening, jelas bukan jawaban.

Bagaimana dengan BPKB yang sudah atas nama yang benar ? Berapa banyak yang bersedia untuk auto debet rekening ? Di Jakarta ini, banyak pemilik dan pengguna kendaraan tidak sama dengan nama di BPKB, siapa yang harus ditagih…?

Monorail

Seperti diketahui, konsorsium pemodal baru Ortus Group sudah masuk ke PT Jakarta Monorail, tanda-tanda proyek ini akan diaktifkan lagi. Sampai saat ini, Jokowi berkeras bahwa biaya tiket monorail harus sekitar Rp 8.000 dan Pemprov tidak akan subsidi, sementara kabarnya hasil perhitungan investor ada di kisaran Rp 40.000. Selisih bukan sedikit, tapi 5x lipat. Jokowi ibarat menawar dengan sistem Mangga Dua di Sogo Dept Store, yang tidak akan ada titik temunya.

Rusun Marunda

Isu kosongnya rusun-rusun di Jakarta termasuk di Marunda yang acapkali disebut ‘berhantu’ sudah lama diungkit oleh DPRD sejak tahun 2011. Awalnya adem-adem saja dan tidak prioritas, tapi begitu Ahok mengalami masalah saat menempatkan korban banjir Pluit di rusun Marunda, tiba-tiba sang rusun jadi beken abis.

Heboh sekali, sorotan media massa nyaris setiap hari. Ada kepala rusun langsung dipecat, ada koboi belitung dan ada pintu yang didobrak..pyar… Setelah dihadirkan segala macam gratisan mulai dari angkutan, kasur, perabot, TV, kulkas sampai pijit; kabarnya yang antri membludak. Mirip barisan di depan kasir supermarket kalau lagi ada cuci gudang.

Apabila anda menyempatkan diri ke rusun Marunda, akan menjumpai 11 tower tersebut masih banyak sekali yang kosong, menandakan ada masalah substansial yang masih harus dibenahi. Bahkan menurut Kompas, ada penghuni rusun yang sudah kabur membawa TV dan kulkas.

Pelanggaran jual-beli rusun yang disebut Ahok juga kemungkinan adalah proses/makelar subkontrak, karena mencari penyewa serius yang komitmen tinggal permanen dan membayar tidak mudah. Masa sih ada yang mau membeli rusun yang sertifikatnya milik Pemda ?

Giant Sea Wall (GSW)

Baik Jokowi maupun Ahok sudah mengakui bahwa ini adalah proyek Foke, maka basisnya adalah studi yang dilakukan Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS). Dalam rilis JCDS, ada 3 opsi GSW, dan tampaknya yang dipromosikan Ahok adalah opsi ke 3, yang di dalamnya termasuk reklamasi 3.000 hektar.

Karena biaya yang tercantum di JCDS sebesar US$ 21Milliar (setara Rp. 200 triliun ) digelembungkan Ahok menjadi Rp. 385 triliun, menunjukkan ambisi Ahok melebihi Foke.

Ambisi itu juga ditunjukkan melalui keinginan untuk memajukan proyek ke tahun 2013 dari 2016 yang direncanakan. Padahal opsi 3, menurut JCDS, perencanaan dan persiapannya begitu kompleks, sehingga realisasinya antara 2020-2030.

Dalam rencana Foke, GSW dibiayai melalui pinjaman luar negeri, hibah, partisipasi masyarakat melalui obligasi, APBD dan dunia usaha. Sementara Ahok ingin 100% GSW itu dibiayai oleh investor, yang disebutnya ‘cukong’; dengan imbalan izin reklamasi di Pantura Jakarta berupa 17 pulau.

Jika Foke masih punya etiket, malu menyebut reklamasi, urat malu Ahok tampaknya sudah putus dengan tanpa ragu menyebut reklamasi sebagai penyelamat.

Sekilas Ahok terlihat pintar, warga DKI bisa dapat GSW gratis. Tapi apabila disimak lebih dalam, sebenarnya opsi Foke lebih aman sebab melibatkan pihak luar negeri dan masyarakat, yang menuntut transparansi, prospektus setebal bantal dan AMDAL yang jelas.

Sementara Ahok menyerahkan nasib pantura DKI ke tangan cukong. Apakah rakyat dan para pengamat akan mendapatkan penjelasan maupun dapat mengawal reklamasi dan efeknya terhadap hajat-hidup mereka ? Wallahualam.

Paling juga terus berjalan tanpa kendali seperti reklamasi yang sekarang ini, yang disebut Departemen Lingkungan Hidup merupakan penyebab banjir di DKI dan amblesnya tanah di Pantura.

Jika dipikirkan secara logika, akan didapat dari mana tanah dan pasir untuk urukan 17 pulau itu ? Apabila disebut dari galian waduk dan sungai di Jakarta, apa mungkin ?

Coba lihat peta DKI di Perda RTRW 2010-2030, berapa besar waduk, sungai, dan berapa besar rencana reklamasi…? Apakah sebagian pulau Pulau Belitung mau dipindahkan untuk membangun 3.000 hektar plus ini ? Atau, apakah ini proyek heboh-hebohan yang hanya akan berakhir senyap seperti yang lainnya?

 

Ahok : Achilles Heel Jokowi

Setiap kali Ahok buka mulut di depan wartawan, nyaris tiap kali itu pula menyinggung pihak lain. Memang di dunia ini ada orang yang merasa perlu mengangkat diri dengan menjatuhkan/mempermalukan orang lain.

Dulu kita tak pernah dengar suara Wagub DKI, sekarang Wagub DKI sibuk tebar pesona menyaingi bossnya.

Belum lama dilantik, dalam wawancara Gatra Oktober 2011 lalu, Ahok mengatakan Pemprov (Ahok) harus jadi tuan di atas cukong. Entah apa yang dipikirkan para cukong saat mendengarnya. Kalimat yang gagah sekali, baik untuk pencitraan namun tak ada gunanya di hidup nyata.

Sebab cukong yang dimaksud, sudah jago berbisnis saat Ahok masih bercelana kodok. Boro-boro Ahok mencabut izin cukong apabila menolak bangun GSW, ternyata Ahok harus jual izin reklamasi 17 pulau untuk imbalan GSW gratis. Belum apa-apa Ahok harus pasang badan bagi cukong untuk urusan AMDAL. Tragis, Ahok akhirnya hanya jadi salesman cukong.

Sikap Ahok menantang debat soal AMDAL, apabila dilihat dari sejarah panjang perseteruan Kementerian Lingkungan Hidup dan pengusaha soal reklamasi, menyakitkan hati bagi Walhi dan para aktivis lingkungan. PDI-P pasti ingat, Keputusan Menteri LH itu, dibuat pada zaman ibu Megawati. Nabil Makarim adalah salah satu menteri kesayangannya.

Apabila Jokowi selalu berusaha membangun hubungan baik dan santun terhadap berbagai pihak, semua itu dengan mudah dibuyarkan oleh Ahok.

Selain doyan memarahi anak buahnya, seperti mengancam memecat Lurah apabila ada warga meninggal saat banjir, gara-gara meninggalnya seorang kakek yang memang sudah sakit saat banjir di Kampung Pulo.

Menghadapi Kepsek yang mengingatkan bahwa pemotongan anggaran bisa menurunkan mutu siswa, malah disergah, supaya siswa super wahid – ente butuh berapa triliun…?

Ahok belum lama ini, tanggal 17 Feb di Tempo.co, sudah mulai lancang menyebut atasannya ‘kurang galak’ sambil mengangkat diri dan nyalinya yang berani memecat siapa saja, kapan saja, dan bahkan siap diPTUNkan.

 

http://www.tempo.co/read/news/2013/02/17/083461907/Ahok-Nilai-Jokowi-Kurang-Galak

 

Pada saat banjir Pluit, ketika ditanya wartawan dimana keberadaannya sejak 3 hari yang lalu, dengan seenaknya Ahok nyeletuk soal ‘pulang ke Belitung’. Tidak puas dengan vendor pengelolaan sampah, malah keluarkan ide asbun seperti menggaji 2000 pemulung Rp 2 juta per orang untuk mengangkat sampah Jakarta. Karena asal bunyi, ya kini tak ada kabarnya lagi.

Lebih dari sekali Ahok menyinggung kepolisian. Soal plat mobil, misalnya, Ahok menginsinuasikan mengenai penjualan plat mobil DKI 2 ke swasta, padahal menurut kabar plat tersebut sudah sejak lama dipegang Foke.

Untuk urusan ERP, yang jelas tidak akan berhasil tanpa kerja-sama dari Polda Metro Jaya; Ahok mengeluarkan lecehan ‘prit jigo prit gocap’. Tingkah laku negatif Kepolisian harusnya yang menegur adalah atasannya. Ahok adalah kolega, pihak yang memerlukan kerja-sama.

Apa jaminannya cara komunikasi tersebut tidak membuat Ahok justru dialienasi sementara banyak proyek Pemprov DKI yang perlu didukung kepolisian…?

Untuk urusan ERP itu pula, Ahok sempat-sempatnya menyentil soal ‘studi banding’ – apakah ini yang dituju adalah DPRD…? Ahok bahkan menggampangkan bahwa sistem tersebut cukup dilihat di Youtube !

Tanggal 19 Feb kemarin, saat sedang berbicara mengenai KJS di RS Husada, Ahok bahkan menginsinuasikan ‘perut, otak dan dompet’ lebih penting daripada ahlak.

Meskipun ahlak bukan cuma soal agama, tapi juga lingkungan, upbringing; Ahok nyasar kemana-mana soal semua pejabat yang disebutnya munafik soal pelaporan harta kekayaan, soal agama dan politik bahkan tak masalah dianggap kafir no. 1. Juga menegaskan negara ini tak bisa dipimpin baik-baik, harus diajak berantem.

 

http://news.detik.com/read/2013/02/19/171037/2174270/10/di-depan-para-dokter-ahok-luapkan-kekesalan-soal-pejabat-munafik

 

http://news.liputan6.com/read/516624/kesampingkan-akhlak-pejabat-ahok-silakan-cap-saya-kafir-nomor-1

 

Peristiwa terakhir ini menunjukkan secara kasat mata beda antara Jokowi dan Ahok. Apabila Jokowi adalah negosiator, fasilitator dan mengutamakan komunikasi; semua itu rupanya dianggap ‘kurang galak’ oleh Ahok yang siap berantem dengan siapa saja. Membangun kepercayaan itu tidak mudah, Jokowi bekerja keras tidak sehari-dua, tapi panas setahun usaha Jokowi bisa dihapus hujan sehari komentar tak sedap dari Ahok.

 

Duh, capenya jadi Jokowi

Alangkah sedihnya apabila pemerintahan Jokowi berlalu tanpa greget. Proyek-proyek pada GARING, nyaring bunyinya tapi tak ada yang berjalan baik. Karena kurang perencanaan, kurang koordinasi, kurang dukungan. Over-expose.

Sedikit-sedikit diblow-up ke wartawan; padahal bicara pada regulator, pengambil-keputusan dan pihak terkait juga belum. Peraturan yang ada tidak dicek dulu apakah benturan atau tidak.

Makin banyak proyek diheboh-hebohkan, lalu tak terwujud, akan makin banyak muncul kata GAGAL. Ini gagal itu gagal. Jokowi juga bisa gagal nyapres 2019.

Dua pemimpin asyik bicara, pasti akhirnya banyak keselip lidah. Nanti dibuat sensasi oleh media, timbul blunder yang bikin bingung rakyat.

Dua pimpinan seperti dua kutub : yang satu hendak merangkul, yang satu sibuk mengalienasi. Yang satu sibuk nyari teman, yang satu nyari musuh. Yang satu mencari titik temu, yang satu ngajak berantem. Yang satu santun, yang satu menyakitkan dalam bertutur. Don’t be cruel. Pemimpin santun bukan berarti lemah, sopan bukan berarti tak tegas. Be kind. (gts/kmpsna)

 

Jokowi Blusukan Biar Disorot Media

Gubernur DKI Jokowi mengaku, blusukannya ke lapangan agar dapat menarik minat media massa untuk meliput kegiatannya. Menurutnya, gubernur yang turun menemui masyarakat bisa terlihat seksi oleh media.

“Kan seksi, kalau gubernur lagi di jalan terus di-shoot. Apalagi gubernur kecemplung got. Itu kan seksi,” ujar Jokowi, Selasa (5/3), saat diskusi panel bertema ‘Kepemimpinan Nasional’ di Gedung Utama Main Hall Polda Metro Jaya.Mantan Walikota Solo ini menambahkan, masyarakat sudah puas jika didatangi pemimpinnya karena merasa diperhatikan.

“Masyarakat didatangi saja sudah puas, mereka sangat senang dan merasa diperhatikan. Hanya itu saja kuncinya,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, pandangan masyarakat terhadap pejabat saat ini sudah berubah. Masyarakat tidak lagi suka kepada pejabat yang bergaya eksekutif dan hanya menerima laporan.

“Kalau ke lapangan, banyak hal yang bisa diambil. Misalnya kalau di kantor, menerima laporan hanya sepuluh data yang didapat, kalau ke lapangan bisa 100 data yang didapat,” jelasnya. (ans/aef)

 

Pembohongan Publik, Ahok Sebut KTP Malaysia Tak Ada Kolom Agama

Dalam rangka mendukung wacana dikosongkannya kolom agama pada KTP, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama mengusulkan agar Indonesia belajar dari Malaysia yang lebih maju. Politisi yang akrab dipanggil Ahok ini menyebut, pada KTP Malaysia tidak ada kolom agama.

“Pertanyaan saya sederhana saja, Malaysia apa negaranya kurang beragama dibandingin kita? Malaysia itu nggak ada Kementerian Agama, nggak ada agama di KTP-nya, nyatanya lebih maju dibandingin kita,” kata Ahok, Sabtu (14/12) dikutip dari beritajakarta.

Pernyataan Ahok ini dituding sebagai kebohongan publik oleh Kasurau. Pasalnya, berdasarkan pantauan situs Islam regional Sumatera Barat yang memiliki reporter di Malaysia ini, KTP Malaysia juga mencantumkan kolom agama.

“Kolom agama itu sangat penting karena, pertama untuk mengetahui identitas seseorang. Kedua jika seseorang meninggal karena kecelakaan, kita bisa tahu cara mengurus jenazahnya berdasarkan agamanya. Tentu tidak baik kalau kita mengurus jenazah non-muslim dengan cara muslim, begitu juga sebaliknya” papar Ummu Thahirah, warga negara Malaysia saat ditanyai oleh Kasurau.

Hasil penelusuran bersamadakwah juga membuktikan hal yang sama. KTP Malaysia yang diistilahkan dengan Kad Pengenalan Malaysia (MyKad) mencantumkan agama di bawah foto pemilik KTP tersebut. [Jj/bersamadakwah]

 

Ahok Ingin Pejabat DKI Tak Ditahan, ICW: Angin Segar Koruptor

 

Liputan6.com, Jakarta : Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berharap pejabat korupsi di Jakarta yang kooperatif tidak ditahan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pernyataan Ahok itu terkesan membela jajarannya di Pemprov DKI.

“Sebagai bos, sah-sah aja kalau dia bela anak buahnya. Bisa ditafsirkan dia mau bela anak buahnya,” ujar Wakil Koordinator ICW Ade Irawan ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Ia mengatakan, sebenarnya sikap kooperatif atau mau bekerja sama yang diberikan pelaku korupsi memang bisa dipertimbangkan penegak hukum untuk tidak ditahan. Hanya, bukan berarti hal itu menjadi alasan untuk tidak menahan tersangka korupsi.

“Bisa saja. Tapi itu kan pertimbangan aparat penegak hukum, apakah tersangkanya berpotensi kabur. Ya kalau kooperatif memang bisa dipertimbangkan. Tapi kalau kemudian niat kabur, ya harus ditahan,” kata Ade.

ICW pun berharap Ahok bisa bersikap lebih tegas kepada koruptor di kalangan Pemprov DKI. Meskipun tersangka tersebut itu merupakan bawahannya.

“Kalau kami sih ingin Ahok bersikap tegas. Misi dia kan zero tolerance untuk pelaku korupsi. Harus diberi sanksi tegas dan keras dong supaya takut lakukan korupsi lagi,” cetus Ade.

Jika Ahok malah meminta koruptor DKI tidak ditahan, ia menganggap Ahok tidak mendukung penegak hukum dalam memberantas korupsi. “Saya enggak tahu ya kondisinya seperti apa, tapi Ahok mestinya ikut membantu aparat hukum untuk memberantas korupsi hingga akarnya.”

Sementara, alasan Ahok yang ingin memberi pengampunan kepada pejabat Pemprov DKI yang korupsi karena tidak ingin membuka luka lama, dinilai Ade tidak tepat. Sebab, korupsi adalah tindakan melanggar hukum dan merugikan negara, sehingga sepatutnya dipidana.

“Itu kan tindak pidana. Ya harus dihukum. Saya kira walaupun kasusnya sudah lama, itu hal yang lain. Faktanya sekarang itu di bawah Ahok. Dia harus bersikap keras dan tegas. Kalau tidak, dia akan dianggap angin segar bagi bawahannya bahwa bosnya membolehkan melakukan korupsi,” pungkas Ade. (Mut/Sss)

 

Makanya, jadilah muslim yang baik yang selalu berpihak pada Al-Quran dan As-Sunnah sebelum bencana-bencana dan kegagalan-kegagalan lainnya menimpa muslimin.

 

KESIMPULAN

Dari artikel-artikel di atas, kalian sudah tau bahwa memiliki pemimpin yang tidak seiman lebih banyak mudhorot/kejelekannya. Akhirnya aku hanya bisa berdoa semoga Allah akan memberikan petunjuk dan hidayah bagi umat-Nya di Indonesia. Semoga selanjutnya muslim Indonesia bisa lebih cerdas dalam menentukan pemimpin. Amin 🙂

 

“ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI TIDAK AKAN SENANG KEPADA KAMU HINGGA KAMU MENGIKUTI AGAMA MEREKA. KATAKANLAH: “SESUNGGUHNYA PETUNJUK ALLAH ITULAH PETUNJUK (YANG BENAR).” DAN SESUNGGUHNYA JIKA KAMU MENGIKUTI KEMAUAN MEREKA SETELAH PENGETAHUAN DATANG KEPADAMU,MAKA ALLAH TIDAK LAGI MENJADI PENOLONG DAN PELINDUNG BAGIMU.” (QS AL-BAQARAH : 120)

“DAN BERPEGANGLAH KALIAN SEMUANYA KEPADA TALI (AGAMA) ALLAH, DAN JANGANLAH BERCERAI-BERAI. DAN INGATLAH AKAN NIKMAT ALLAH KEPADA KALIAN KETIKA KALIAN DAHULU (MASA JAHILIYAH) BERMUSUH-MUSUHAN, MAKA ALLAH MEMPERSATUKAN HATI KALIAN, LALU JADILAH KALIAN KARENA NIKMAT ALLAH ORANG-ORANG YANG BERSAUDARA. DAN KALIAN TELAH BERADA DI TEPI JURANG NERAKA, LALU ALLAH MENYELAMATKAN KALIAN DARIPADANYA. DEMIKIANLAH ALLAH MENERANGKAN AYAT-AYAT-NYA KEPADA KALIAN, AGAR KALIAN MENDAPAT PETUNJUK.”. (QS. ALI IMRAN: 103)

APABILA DIKATAKAN KEPADA MEREKA: “MARILAH KAMU (TUNDUK) KEPADA HUKUM YANG ALLAH TELAH TURUNKAN DAN KEPADA HUKUM RASUL”, NISCAYA KAMU LIHAT ORANG-ORANG MUNAFIK MENGHALANGI (MANUSIA) DENGAN SEKUAT-KUATNYA DARI (MENDEKATI) KAMU. (QS AN-NISAA’: 61)

 

Baca Juga :

Suara  Rakyat Yang Mana?

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Dibalik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Umat Islam

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

 

Sumber :

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/08/07/20168/kalteng-mayoritas-muslim-gubernurnya-kristen-umat-islam-pun-diboikot/

http://suaramuslimindonesia.blogspot.com/2012/04/diskriminasi-terhadap-islam-fakta.html

http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1957510/ortus-kuasai-monorel-no-free-lunch-untuk-jokowi#.UVOFgTfLseo

http://www.berita8.com/berita/2013/03/jokowi-blusukan-biar-disorot-media

http://www.merdeka.com/peristiwa/ketika-jokowi-mulai-ingkari-janji.html

http://muslimdaily.net/berita/internasional/masyarakat-bulgaria-tolak-pengembalian-fungsi-masjid-untuk-tempat-ibadah.html#.Un__R1Nn3fl

http://www.islampos.com/muslim-polandia-terpaksa-tidak-sembelih-hewan-kurban-selama-idul-adha-82710/

http://www.voa-islam.com/lintasberita/eramuslim/2013/02/18/23335/tolak-sertifikasi-halal-sinhala-budha-gelar-demo-di-sri-lanka/

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/11/091129_swissminaret.shtml

http://sosialnews.com/religi/mahkamah-agung-rusia-larang-jilbab-di-sekolah.html

https://nessiaprincess.wordpress.com/2013/10/20/jakarta-baru-semakin-menjauhi-islam/

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/01/19/mgv8c1-enam-sekolah-di-blitar-tolak-beri-pelajaran-agama-islam

http://muslimdaily.net/berita/internasional/meski-berjumlah-besar-muslim-di-nigeria-terkena-diskriminasi.html#.Usnurfst3fk

http://www.arrahmah.com/news/2013/12/06/jurnalis-iraq-ahmed-mahjoub-paparkan-kondisi-sunni-syiah-pelajaran-muslim-indonesia.html#sthash.3wIYMbVM.dpuf

http://www.bersamadakwah.com/2013/12/pembohongan-publik-ahok-sebut-ktp.html

http://www.sayangi.com/politik1/read/11951/pks-tolak-penghapusan-kolom-agama-pada-ktp

http://www.antaranews.com/print/87091/minister-supports-construction-of-trans-sumatra-toll-roads

http://news.liputan6.com/read/772600/ahok-ingin-pejabat-dki-tak-ditahan-icw-angin-segar-koruptor

http://www.arrahmah.com/news/2013/11/25/republik-angola-melarang-islam-hancurkan-masjid-masjid.html

http://shoutussalam.com/2013/12/mewaspadai-fenomena-kondomisasi-menkes-nafsiah-mboi/

http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/puasa-mancanegara/13/07/17/mq1s7b-cina-larang-muslim-uighur-berpuasa

http://www.hidayatullah.com/read/2013/09/05/6236/miss-world-tetap-jalan-hary-tanoe-tak-khawatir-ditolak-masyarakat-dan-fpi.html

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Play Victim atau pura-pura jadi korban adalah salah satu cara baru untuk melumpuhkan Islam di Indonesia. Sudah 2 peristiwa menggunakan cara ini untuk membuat Islam terlihat buruk di masyarakat. Yg sudah menerapkannya salah satunya adalah gereja Jasmin. Gereja ini ngotot membawa masalah sengketa izin biasa ke tingkat internasional padahal Indonesia sudah menawarkan berbagai opsi solusi dr relokasi sampai pembangunan ulang dg biaya yg sepenuhnya ditanggung. Tapi mereka terus menolak dan terus beribadah di jalan padahal sudah disewakan tempat oleh pemerintah. Mereka bergaya seolah-olah yg paling teraniaya agar publik nasional sampai internasional simpati pada mereka dan menganggap Islam jahat.
Yg kedua adalah pilgub DKI. Cagub yg tahu bahwa dalam kitab suci Islam ada beberapa ayat yg mengharamkan nonmuslim jadi pemimpin lantas menerapkan jurus play victim. Setiap kali ada yg mengingatkan tentang ayat kitab suci ini lantas disebut sebagai SARA atau black campaign pendukung Cagub lain,yg kebetulan adalah muslim semua. Padahal itu adalah ajaran agama murni.
Kampanye play victim ini dilakukan karena mereka sadar bahwa ayat-ayat ini benar tapi mereka tidak boleh membiarkan umat Islam mengetahuinya agar mereka tidak kehilangan suara dan kalah. Wajar saja mereka begitu karena jumlah suara minoritas tidak ada apa-apanya dr jumlah suara umat Islam. Mereka bergerilya di media dan forum-forum,mengadukan upaya penyebaran ayat ini oleh muslim seolah upaya saling mengingatkan ayat kitab suci oleh muslim ini adalah kejahatan. Salah satu media kampanye mereka adalah kaskuss, salah satu forum terbesar di Indonesia,dimana trit anti-Islam sangat banyak,ramai oleh caci-maki dan lama terhapusnya sementara trit pembelaan terhadap Islam sangat cepat terhapus. Setelah dilihat-lihat ternyata pemiliknya nonmuslim. Wajar saja 😀
Mudah-mudahan dengan ini umat Islam bisa sedikit teredukasi. Jangan mudah percaya pada media maupun forum karena bisa jadi ada agenda lain dibaliknya. Percayalah pada yg telah terjamin seperti Al-Quran yg isinya tidak akan berubah sampai akhir zaman karena Allah sendiri yang akan menjaga kesuciannya 🙂 Jangan biarkan mereka memanfaatkan muslim dan membunuh keyakinan sendiri dengan berbagai alasan. Meskipun bhinneka alasannya,tapi ingatlah bahwa bagi muslim sejati,Allah dan Al-Quran adalah nomor satu 🙂 JANGAN BIARKAN MEREKA MENCEMARI ISLAM DAN KEIMANAN UMATNYA!

 

sumber: http://www.kask*us.co.id/showthread.php?p=736348540#post736348540

 

NB : Coba klik link di atas (tanpa bintang). Masih ada,gak? Kalau nggak, berarti tuh forum oranye beneran all out dukung cagub yg seiman dg bosnya 😀

 

Baca Juga:

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Dibalik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Forum Ini Ternyata Bukan Untuk Muslim!