Arsip

Tidak Diminati Bali, Wisata Syariah Justru Eksis Di Mancanegara

Akhir-akhir ini aku lihat lagi-lagi bali meributkan masalah syariat Islam. Kali ini wisata syariah yang ditolak.

Bali Tolak Konsep Wisata Syariah Karena Bertentangan dengan Nilai Agama Hindu

Rencana menempatkan Provinsi Bali sebagai salah satu dari 13 daerah yang dinyatakan siap mengembangkan wisata syariah menuai penolakan. Puluhan massa dan elemen masyarakat yang tergabung dala Aliansi Peduli Bali, seperti Cakrawayu, KMHDI Bali, Gases Bali dan Yayasan Nusantara, Selasa (24/11) menggelar aksi damai. Mereka mendatangi gedung DPRD Bali dan Pemprov Bali.
Mereka menyampaikan penolakan terhadap wacana pariwisata syariah di Bali. Ketua Cakrawayu Badung Putu Dana di hadapan pimpinan DPRD menyatakan bahwa atas tawaran dan rencana Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menerapkan konsep wisata syariah di Bali dinilai membuat masyarakat resah.
Menurutnya, desakan dan penolakan konsep wisata syariah itu lebih difokuskan bukan pada persoalan antiagama lain dan perkembangan keyakinan lain yang adi Bali. Melainkan penolakan itu lebih ditekankan karena wisata syariah tidak cocok diterapkan di Bali.
Menurutnya, nilai syariah bertentangan dengan nilai-nilai kearifan dan konsep pariwisata budaya Bali yang berasaskan nilai-nilai agama Hindu.
“Untuk itu kami berharap adanya wacana dan konsep wisata syariah dari MES segera bisa disikapi para wakil rakyat di Bali agar tidak meluas dan menimbulkan keresahan,” kata Dana. (pra/pit)

Hal tersebut pun ditanggapi MUI pusat.

MUI Pusat: Wisata Syariah itu Menggangu Hindu dan Adat Balinya Dimana?
Sabtu, 28/11/2015 11:43:46

Jakarta (SI Online) – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr KH Tengku Zulkarnaen angkat bicara mengenai penolakan wisata syariah dan bank syariah di Bali yang dimotori anggota DPD Arya Wedakarna.
Menurut Tengku, sebaga negara Pancasila tidak boleh ada penolakan terhadap adanya Bank Syariah dan Wisata Syariah. Sebab tiada ada aturan yang dilanggar dari kedua hal itu.
“Wisata syariah di Bali itu mana yang melanggar aturan negara, yang melanggar agama Hindu mana?,” kata Tengku di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore (28/11).
Yang dimaksud wisata syariah di Bali, ungkap Tengku, adalah orang-orang Islam yang datang ke Bali tetapi dia mengenakan busana Muslim/Muslimah, setiap waktu shalat menjalankan shalat, lalu untuk makan mereka pergi ke restoran halal, saat ke pantai mereka gunakan busana yang menutup aurat. “Hindu rugi dimana, kok mereka keberatan. Ada apa?,” tanyanya.
Menurut Tengku, selama wisata syariah tidak menggagu adat istiadat Bali dan tidak mengganggu ajaran Hindu yang mayoritas disana, tidak boleh ada satu pihak pun yang keberatan. Apalagi wisata syariah itu menghasilkan uang bagi masyarakat Bali. (baca: Tegaskan Sikap Anti Syariah, Arya Wedakarna : Langkahi Mayat Saya jika Hendak Islamkan Bali)
“Bule-bule yang telanjang, yang melanggar adat dan ajaran Hindu itu yang harus ditolak. Kok syariah yang menutup aurat, makan halal, shalat lima waktu, yang tak boleh mengganggu orang, malah ditolak. Wisata syariah itu mengganggu Hindu dan budaya Balinya dimana?,” tandasnya.
Kalau ternyata motif penolakan wisata syariah karena faktor kebencian, pengurus Dewan Fatwa Matlaul Anwar ini balik bertanya jika umat Islam Indonesia yang mayoritas balik membenci umat yang lain bagaimana jadinya Indonesia.
“Kalau kayak gitu kami kalau hari raya Hindu bisa keberatan juga. Kenapa lampu mati, kenapa nggak boleh pakai speaker, kami kan bukan orang Hindu,” ungkapnya.
Selama ini, lanjut Tengku, hal demikian tidak pernah dilakukan oleh umat Islam meskipun menjadi umat mayoritas. Hal ini karena sikap saling menghormati sudah tertanam dalam diri masyarakat Islam. “NKRI harga mati, kita wajib mempertahankannya dan hidup harmonis,” pungkasnya.

red: shodiq ramadhan

Padahal, seperti yang diungkapkan di atas, wisata syariah bukannya soal “Islamisasi”, tapi lebih pada pertimbangan memfasilitasi muslim yang berwisata ke sana, seperti menyediakan makanan halal, hotel yang muslim-friendly, masjid yang bagus, dll. Muslim di dunia ini ada milyaran lo, bukan hanya jutaan aja, dan kalau digarap akan menimbulkan keuntungan yang sebenarnya sangat besar.
Lagipula, negara-negara dimana nonmuslim menjadi mayoritas justru semangat mengadakan wisata syariah. Contohnya saja Thailand.
Berdasarkan statistik, negara ini memiliki persentase jumlah penganut Buddha sampai 95%. Ini berarti Thailand mempunyai jumlah persentase penganut agama mayoritas yang lebih banyak dari bali yang agama mayoritasnya sekitar 84%. Dan seperti bali,  negara ini juga pernah diguncang bom, tepatnya bom Erawan pada Agustus 2015 lalu. Namun alih-alih trauma atau anti-syariah, ternyata hanya sebulan kemudian, yaitu September 2015, Thailand memperkenalkan wisata syariahnya pada masyarakat Indonesia.

Lirik Wisata Syariah, Thailand Fokus Santapan Halal
Minggu, 27 September 2015 16:04
By : puri

Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim.

Dream – Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim yang datang ke negara Gajah Putih itu.
Pihak pemerintah Thailand sangat menyadari kebutuhan wisatawan Muslim yang memiliki kebutuhan khusus saat berkunjung ke negaranya. Kehalalan suatu makanan dan kenyamanan dalam beribadah menjadi prioritas mereka saat berada di negara yang baru dikunjungi.
“Kami siap menyambut kedatangan wisatawan Muslim yaitu dengan mengeluarkan sertifikasi halal. Tidak hanya itu, kami juga sudah ada aplikasi di smartphone ‘thailandmuslimfriendlydestination’ jadi bisa untuk mengakses di mana restoran dan masjid terdekat,” ungkap Indra Nugraha, Marketing manager Tourism Authority of Thailand.
Tiga titik yang menjadi perhatian pemerintah Thailand saat ini, yaitu usaha di bidang kuliner dan hotel halal serta tujuan wisata yang lebih diarahkan ke masjid-masjid yang ada di sana.
Dari ketiganya, kuliner menjadi fokus dari wisata halal yang gencar pemerintah lakukan. Sehingga mereka sangat memikirkan makanan-makanan yang sesuai dengan lidah orang dari Indonesia. Tidak sekadar halal, tapi makanan juga dipastikan bercita rasa yang lezat dan sesuai dengan selera wisatawan.
“Sepuluh tahun kami menyiapkan wisata yang dijamin kehalalannya, dan baru sekarang kami benar-benar siap menjalankan. Sangat tidak mudah memberi label halal pada suatu makanan,” lanjut Indra pada Jumat, 25 September 2015.
Menjual makanan halal membutuhkan proses yang panjang dan rumit. Perlu diperhatikan ketelitian dari proses awal pendistribusian logistik, pemotongan hewan hingga proses memasaknya.
“Bukan sekadar nggak jualan alkohol ya, tapi kita harus pastikan saat pengiriman nggak tercampur dengan yang lainnya. Beda dengan di Indonesia yang sudah pasti aman,” imbuh Indra saat ditemui di kawasan Senayan.
Dalam memastikan kehalalan makanan yang mereka sajikan, pemerintah Thailand membentuk lembaga yang berkompetensi untuk mengeluarkan sertifikat halal. Lembaga tersebut pun diawasi sangat ketat agar tidak sampai melakukan kesalahan.
Hingga saat ini, beberapa tempat yang sudah siap menyajikan makanan halal diantaranya adalah area pasar Chatuchak. Dua restoran yang menyajikan makanan halal yaitu Hawa Pochana dan Saman Islamic Food.
Selain itu ada pula di area Dusit, Pratunam, Ram Kham Haeng-suan Luang-Rama9. Beberapa makanan yang direkomendasikan berupa Tom Yum Kung, Miang Pla Thu, Pho dan Kaproi Kai.
“Wisatawan bisa memesan Kai Tiu yaitu telur dadar ala Thailand, Som Yam atau biasa kita sebut rujak sayur. Ada juga Tod Man Pia sejenis perkedel ikan dan aneka sayur yang diracik dalam tom yum,” pungkas Indra.
(Ism, Laporan: Ratih Wulan)

Contoh berikutnya adalah Jepang. Di negeri sakura ini, penganut Buddha dan Shinto diperkirakan mencapai 84-96%. Namun itu tidak mengurangi niat mereka untuk mengadakan wisata syariah.

Jepang Kembangkan Wisata Syariah
Rabu, 06 Agustus 2014 | 12:00 WIB

JAKARTA — Industri syariah terus bergema di Jepang. Salah satu buktinya, Negeri Matahari Terbit itu untuk pertama kalinya menggelar Japan Halal Summit bertempat di Keukyu Ex Inn Shinagawa Tokyo, Senin (4/8).
The 1st Japan Halal Summit diselenggarakan oleh HDFJ (Halal Development Foundation Japan). Acara tersebut dibuka oleh Deputi Menteri Kementrian Lahan, Infrastruktur, Transportasi dan Turisme Jepang Manabu Sakai. Dari Indonesia hadir sebagai pembicara Ketua MUI Prof Din Syamsuddin dan Komisaris Utama Sofyan Hospitality Riyanto Sofyan. Selain itu, hadir pula peserta dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Pakistan, India, Saudi Arabia, Kuwait, UEA, Iran, Amerika Serikat, Turki, Rusia, dan Belgia.
Dari dalam negeri, peserta umumnya berasal dari kalangan bisnis dan pemerintah Jepang. “Delegasi yang hadir cukup antusias mengikuti acara demi acara yang dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 19.00 (waktu setempat),” kata Riyanto dalam surat elektronik yang diterima Republika , Senin (4/8) malam.
Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut Riyanto membawakan presentasi berjudul “Potential of Sharia Compliant Tourism”. Presentasi tersebut membahas potensi wisata dan wisatawan kedua negara, baik Indonesai maupun Jepang. “Indonesia merupakan pasar yang cukup besar dan sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim. Maka, untuk menggapai wisatawan, Indonesia harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan wisatawan Muslim, mulai dari transportasi, hotel, restoran, tempat wisata, mal, dan fasilitas penunjangnya,” ujar Riyanto.
Sofyan Hospitality memanfaatkan momentum Japan Halal Summit 2014 untuk memperkenalkan Sofyan Halal Hospitality Standard yang merupakan jasa konsultasi halal compliant management system. Termasuk ke dalamnya pengembangan standard operating procedure (SOP), operating manual, dan training program, yang mengacu pada fatwa MUI, standar LPOM MUI, ISO 9001:2008 dan standar halal internasional lainnya. “Keseluruhan sistem tersebut yang akan memberikan panduan untuk hospitality product dan services agar dapat selaras dengan prinsip syariah. Untuk joint promotion, sesama produk dan servis yang halal dapat dipublikasikan di http://www.myhalalchannel.com,” katanya.
Respons dari peserta seminar, Riyanto mengungkapkan, cukup antusias. Misalnya, dari beberapa daerah prefecture (provinsi) di Jepang yang memilik atraksi wisata yang populer, sudah mendekati Sofyan Hospitality bersama HDFJ untuk menjadi konsultan mereka. “Mereka ingin menjadikan diri mereka ramah terhadap wisatawan Muslim, dengan menggunakan Sofyan Halal Hospitality Standard sebagai pedoman dalam mengembangkan semacam Halal Quality Assurance Management System sesuai dengan tingkatan compliance-nya.”
Selain itu, dibantu dengan paket-paket training dan periodikal audit program untuk memastikan compliance-nya terhadap Sofyan Halal Hospitality Standarad (SHHS) tersebut. Selain itu, dari media dan multimedia, seperti islammap yang berkeinginan menjembatani antara wisatawan Muslim Jepang dan Indonesia. “Untuk itu, kita salurkan melalui jalur pemasaran myhalalchannel.com yang merupakan channel untuk halal hospitality,” ujar Riyanto.
The 1st Japan Halal Summit berlangsung cukup sukses dan ditutup dengan doa oleh HE Mufti Abbyasov Rishan dari Russian Muftis Council Deputy Chairman.

N red: irwan kelana

#republika #koran #jepang #syariah

Sejauh ini sepengetahuanku tidak ada gelombang protes dari tokoh-tokoh budaya maupun masyarakat Jepang, padahal penduduk Jepang bukan sedikit yaitu sekitar 120-an juta. Tidak ada yang lantas berkata bahwa wisata syariah tidak cocok dengan adat dan budaya Jepang lantas mengusulkan agar Timur Tengah saja yang menyelenggarakannya. Tidak ada juga yang berdemo untuk menolak wisata syariah. Padahal orang Jepang terkenal sangat bangga dengan budaya dan identitasnya.
Mengikuti dua negara di atas, Korea Selatan, yang juga adalah negara mayoritas nonmuslim, tertarik untuk mengembangkan wisata syariah.

Provinsi Gangwon Korea Promosikan Produk Wisata Syariah
Kamis, 21 Mei 2015 | 15:56 WIB
Oleh: Kontributor ROL, Ririn Liechtiana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selama berkunjung ke Korea Selatan, terkadang Muslim Indonesia mengalami kendala. Utamanya, sulit menemukan menu makanan halal dan tempat untuk menunaikan ibadah shalat.
Kini, Muslim yang hendak berkunjung ke Korea Selatan, terutama Provinsi Gangwon, bisa semakin nyaman. Korea Tourism Organization Jakarta Office KTO Jakarta bersama dengan Garuda Indonesia Holidays (GIH) dan Pemerintah Provinsi Gangwon telah menandatangani MOU pada 30 April lalu.
Melalui MoU ini, disepakati perjanjian untuk memperkenalkan produk pariwisata Muslim Korea. Direktur KTO Jakarta, OH Hyonjae, mengatakan selama ini produk pariwisata bagi Muslim yang ke Korea tidak terlalu dikenal.
“Sebanyak 88 persen penduduk Indonesia adalah Muslim, tetapi selama ini produk pariwisata Muslim Korea tidak terjual dengan baik. Dengan demikian, diluncurkanlah produk-produk ini, yang dapat memudahkan Muslim ketika berkunjung ke Korea,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ROL, Kamis (21/5).
Produk yang telah dikembangkan oleh GIH terdiri atas tiga macam. Produk 3M5H, produk 4M6H, dan produk 5M7H ini menyertakan makanan halal di restoran yang ramah bagi Muslim pada semua jadwalnya, serta kunjungan ke mushala.
Bukan hanya kunjungan ke Pulau Nami yang terkenal, melainkan juga kunjungan ke Museum DMZ di Goseong, Gangwon-do, memberikan perubahan pada jadwal perjalanannya. Provinsi Gangwon, salah satu provinsi di Korea Selatan yang mendukung kerja sama ini, mulai menyediakan restoran yang ramah bagi Muslim dan tempat ibadah seperti mushala.
Pada akhir April lalu, dengan kunjungan langsung dari Gubernur Gangwon ke Jakarta, Provinsi Gangwon mulai melakukan halal marketing untuk mendorong agen travel agar mulai menjual produk pariwisata Muslim Korea.
“Kami akan berusaha keras dalam mendukung dan mempromosikannya agar produk pariwisata Muslim Korea ini menjadi terkenal dan diminati di Indonesia dalam jangka menengah maupun jangka panjang,” kata OH Hyonjae.

Red: Agung Sasongko

#produk halal korea #pariwisata muslim korea
#pariwisata korea

Padahal Korea sudah sangat terkenal di seantero jagat, apalagi dengan daya pikat utamanya yaitu K-popnya yang mendunia. Berdasarkan data United Nations World Tourism Organization (UNWTO), negeri ginseng ini meraih kunjungan 14,2 juta turis asing pada 2014 lalu, jauh melampaui kunjungan turis asing ke bali yang pada 2014 sekitar 3,7 juta. Tapi meski memiliki industri pariwisata yang sukses, mereka masih concern dengan keberadaan turis muslim, khususnya dari Indonesia, sehingga bersedia menyediakan fasilitas yang halal.
Padahal kalau dilihat, budaya Korea dan Islam sangat berbeda. Ada banyak kuil-kuil di Korea sebagai tempat wisata andalan. Bukan hanya seribu, Korea memiliki 20 ribu kuil yang terdaftar, dimana ratusan di antaranya berusia seribu tahun. Saking banyaknya memiliki kuil, Korea sampai dijuluki “land of temples”.
Namun rupanya keberadaan wisata syariah tidak membuat penduduk Korea merasa kearifan lokal dan konsep pariwisata mereka yang berbasiskan agama Buddha terganggu. Sejauh ini bukannya makin mundur, Korea malah makin getol menggaet turis muslim dengan menargetkan 20 juta turis muslim pada 2017. Bahkan Korea meluncurkan halal guidebook dan aplikasi halal untuk memikat turis muslim. Sampai postingan ini ditulis, juga tidak ada keributan dari kurang-lebih 51 juta  masyarakat Korea akan program pemerintah ini. Tidak ada pula yang sampai membuat piagam “damai” untuk menghentikan rencana ini seperti bali yang lantas membuat piagam tantular agar wisata syariah tidak sampai diselenggarakan di wilayahnya.
Seolah tak ingin ketinggalan dengan negara-negara serumpunnya yang lain, Taiwan yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha dan Konghucu, kini juga mengembangkan wisata syariah.

Gaet Pelancong Muslim, Taiwan Siapkan Wisata `Syariah`
Sabtu, 5 Juli 2014 18:06
By : ervina

Pemerintah Taiwan meluncurkan kampanye khusus untuk menarik wisatawan muslim. Pemerintah juga menggandeng Asosiasi Muslim Cina untuk meluncurkan sistem sertifikasi halal bagi restoran.

Dream – Biro Pariwisata Taiwan berencana meluncurkan kampanye khusus untuk menarik wisatawan muslim dunia. Di awal kampanye, pemerintah Taiwan menargetkan bisa menggaet 2.000 wisatawan muslim pertahun dari seluruh dunia.
“Jutaan wisatawan muslim dari India, Malaysia, Timur Tengah, Indonesia dan negara-negara Arab berpotensi besar untuk kampanye wisata ini,” kata Pejabat Biro Pariwisata Liu Hsin-llin seperti dikutip Taipeitimes.
Sebanyak 150 pelaku usaha hotel, restoran, rekreasi, peternakan dan komunitas muslim lokal mendukung keputusan ini. Bahkan kabarnya Taiwan telah merancang tiga rute paket wisata bagi wisatawan muslim dengan meningkatkan fasilitas wisata.
Hingga saat ini di Taiwan sudah ada 60 ribu warga muslim dengan 150 ribu pekerja muslim. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Di seluruh negeri saat ini sudah ada enam buah masjid untuk beribadah.
Agar lebih meyakinkan kampanye, pemerintah setempat juga menggandeng Asosiasi Muslim Cina di Taiwan untuk meluncurkan sistem sertifikasi halal bagi pengunjung yang ingin makan di restoran. Bahkan perusahaan makanan pun didorong untuk memproduksi dan mengekspor produk halal ke negara-negara muslim di dunia.
Tahun lalu sebanyak 3.840.000 wisatawan asing datang berkunjung dan menghabiskan waktu berlibur di Taiwan. Dengan adanya kampanye ini, pemerintah berupaya menggenjot jumlah kunjungan ke Negeri asal serial Meteor Garden ini. (Ism)

Bahkan China,  Singapura, Spanyol, Argentina, Selandia Baru, serta negara-negara nonmuslim lainnya juga menerima konsep wisata syariah dengan tangan terbuka.
Dari situ bisa dilihat bahwa ternyata ada masyarakat di suatu wilayah mayoritas nonmuslim yang bisa menerima wisata syariah dengan baik. Mereka tidak merasa khawatir akan Islamisasi atau tergerusnya budaya aslinya. Mereka bahkan sangat semangat berpromosi ke negara-negara muslim sampai-sampai bikin badan khusus untuk memantau standar halal.
Padahal mereka bukan pemain baru di industri pariwisata dunia, bahkan ada yang sudah sangat terkenal melebihi Indonesia. Ada pula yang sangat protektif terkait dengan budaya leluhurnya bahkan ada juga yang pernah dibom, tapi mereka tidak mempermasalahkan adanya wisata syariah. Ini membuktikan bahwa wisata syariah tidak berdampak buruk terhadap budaya, agama, identitas, atau apapun itu dari entitas yang mengusung konsep ini.
Kalau bali tidak berminat menyediakan wisata syariah, ya berarti harus rela kalau negara-negara asing penyelenggara wisata syariat itu nantinya mengambil hati turis muslim baik dari Indonesia maupun dari negara-negara muslim lainnya. Dengan jumlah muslim yang sejumlah kurang-lebih 1,6 milyar dan akan terus bertambah, maka sudah pasti potensi pendapatan dari wisata syariah besar sekali.
Menurut World Islamic Economic Forum (WIEF), pada tahun 2013 saja, pasar wisata syariah dunia dapat menarik pendapatan hingga USD 140 miliar. Dan World Travel and Tourism Council (WTTC) mengkalkulasikan bahwa pada 2020, jumlah itu akan naik menjadi USD 200 miliar. Sangat besar kan, mengingat keseluruhan pendapatan Indonesia dari sektor pariwisata pada  2014 lalu sebesar USD 10,69 miliar.
Apalagi dengan adanya muslim-muslim berduit tebal dari negara-negara kaya seperti Qatar, UEA, Arab Saudi, dll yang tentunya butuh pelayanan terbaik dan bersedia membayar lebih untuk itu. Ini terbukti di Spanyol karena justru turis-turis dari Timur Tengah inilah yang umumnya mengeluarkan uang lebih banyak daripada turis-turis dari negara lain.
Kebanyakan turis asing rata-rata menghabiskan € 956 per orang saat liburan ke Spanyol, namun turis dari Arab Saudi menghabiskan rata-rata € 2.287 per orang, sementara turis dari UAE membelanjakan rata-rata € 2.116 per orang dan turis dari Mesir mengeluarkan rata-rata € 1.703 per orang. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa turis-turis dari Timur Tengah ini menghabiskan biaya akomodasi terbesar di Spanyol, yaitu € 129 rata-rata per orang per malam, mengungguli turis-turis dari China dan Rusia yang masing-masing menghabiskan € 115 dan € 91 per orang per malam. Lihat saja, bukankah berbisnis dengan turis-turis dari Timur Tengah ini sangat menguntungkan? Bahkan Spanyol yang notabene merupakan destinasi wisata paling populer ketiga di dunia pun sampai kepincut ingin mengembangkan wisata syariah! Padahal pada 2004 lalu, Spanyol sempat dihantam bom yang mematikan di Madrid.
Salah satu hotel syariah bintang empat di negeri Matador itu, Alanda Hotel Marbella, juga mengaku tidak pernah kehilangan pelanggan karena menerapkan sertifikasi halal pada hotelnya. Justru hotelnya jadi laris. Satu lagi bukti bahwa wisata syariah sama sekali tidak merugikan bahkan di wilayah mayoritas nonmuslim. Karena akan selalu ada pangsa pasarnya yaitu muslim yang ingin berlibur dengan nyaman tanpa harus melupakan kewajiban mereka terhadap Allah SWT.
Sebagai muslim, jelas aku akan memilih berlibur ke wilayah yang muslim-friendly dong, dan wilayah yang menawarkan wisata syariah adalah prioritas utamaku. Karena tentunya aku ingin liburanku penuh dengan kemudahan dalam berbagai aspek termasuk dalam beribadah dan cari makan. Jadi bali sudah pasti tidak akan ada dalam daftarku. Kenapa harus ke bali kalau nantinya di sana kurang terfasilitasi? Lagian bali memang sudah lama masuk boikotku karena sikapnya yang kurang ramah pada Islam seperti yang kutulis di sini. Tempat yang indah buat berlibur di dunia ini bukan bali saja kan? Mending aku ke luar negeri sekalian untuk berlibur. Rela kok meski lebih jauh, yang penting nyaman dan terjamin kehalalannya.
So, liburan kali ini sudah pasti ke wilayah yang nyaman dan halal! Let’s go!

 

Baca Juga:

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

DAFTAR PRODUK PENDUKUNG ZIONIS

PAHLAWAN ISLAM YANG PALING TERKENAL

Hidup Tanpa Hutang, Mungkinkah?

Alhamdulillah, Sudah Bebas Riba!

Kue-Kue Ini (Bisa Jadi) Haram?

Kisah Nabi Luth dan Kaum Homo Penyuka Sesama Jenis

Hore, Ada Jejaring Social Khusus Muslim! Ayo Daftar!

Perlukah Membenci FPI?

 

Sumber:

http://m.dream.co.id/news/taiwan-sediakan-fasilitas-halal-untuk-wisatawan-muslim-140704v.html

http://m.dream.co.id/dinar/tarik-wisman-muslim-thailand-fokus-pada-sertifikasi-makanan–150925n.html

http://m.republika.co.id/berita/koran/financial/14/08/06/n9vckt36-jepang-kembangkan-wisata-syariah

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/21/noozij-provinsi-gangwon-korea-promosikan-produk-wisata-syariah

http://rakyataceh.co/2015/11/bali-tolak-konsep-wisata-syariah-karena-bertentangan-dengan-nilai-agama-hindu/

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/16264/MUI-Pusat–Wisata-Syariah-itu-Menggangu-Hindu-dan-Adat-Balinya-Dimana-

http://www.antiquealive.com/Blogs/Buddhist_Temples_Korea.html

http://uk.reuters.com/video/2015/10/22/south-korea-launches-halal-app-to-attrac?videoId=366033210

http://www.korea.net/NewsFocus/Travel/view?articleId=124713

http://www.halaltimes.com/spain-interested-getting-greater-pie-growing-halal-tourism-industry/

http://katadata.co.id/infografik/2015/02/17/pariwisata-andalan-penghasil-devisa

https://en.m.wikipedia.org/wiki/World_Tourism_rankings

http://m.cnnindonesia.com/internasional/20150525181944-113-55595/korea-selatan-incar-20-juta-wisatawan-muslim/

http://m.okezone.com/read/2014/02/19/407/943215/singapura-negara-non-muslim-yang-punya-wisata-syariah

http://m.dream.co.id/jejak/mesjid-unik-daya-tarik-tiongkok-untuk-wisata-muslim-151115c.html

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Thailand

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jepang

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Taiwan

http://m.merdeka.com/uang/negara-non-muslim-ini-lebih-gencar-kembangkan-wisata-syariah.html

http://itc.gov.my/itc-news/grab-a-bigger-slice-of-muslim-tourism-market/

Iklan

Dunia… Oh, Dunia…

wealth-and-money-difference

Sungguh miris melihat kondisi akhir-akhir ini, dimana banyak orang menghalalkan segala cara agar bisa hidup enak di dunia. Korupsi, menipu, memperbudak, membegal, mengurangi timbangan, pungli, dan banyak kejahatan lainnya seolah-olah sudah menjadi kebiasaan. Ada yang saking kuatnya bekingannya sampai merasa diri sebagai raja dunia yang tidak dapat diadili. Ada pula yang merasa hidup ini hanya sekali jadi harus punya banyak uang agar bisa menikmati hidup, tanpa peduli pada apapun lagi, bahkan kalau perlu biar saja orang lain rugi atau tersakiti, yang penting diri sendiri bahagia.

Well, ingatlah, apapun yang dilakukan, tidak akan bisa membuat bisa hidup selamanya. Jika di dunia belum mendapatkan balasan, di akhiratlah tempatnya. Dan balasan di akhirat jauh berlipat-lipat sakitnya sampai-sampai manusia yang dulunya menikmati hidup paling mewah di dunia tidak pernah merasa mencicipi kebahagiaan. Simak:

 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Pada hari Kiamat nanti akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling banyak mendapatkan kenikmatan, namun dia termasuk penduduk neraka. Lalu dia dimasukkan sebentar di dalam api neraka, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Pernahkah engkau mendapatkan kenikmatan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku”.

Selanjutnya, akan didatangkan seorang yang paling sengsara di dunia, namun dia termasuk penduduk surga. Lalu dia dimasukkan sebentar ke dalam surga, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kesengsaraan? Pernahkah engkau menderita kesusahan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku. Aku tidak pernah mendapatkan kesengsaraan sama sekali, dan aku tidak pernah melihat kesusahan sama sekali”. (HR. Muslim dan lainnya).

 

Namun ada yang berpikiran, “Nanti masih bisa tobat kalau sudah kaya dan tua, sekarang pokoknya kumpulin duit yang banyak dan happy happy dulu!” Memangnya ada jaminan bisa sampai pada kesempatan bertobat?

Bukannya tidak boleh menginginkan kehidupan yang baik dan nyaman, tapi perhatikan CARA mendapatkannya! Kalau bisa kaya dari hasil usaha sendiri atau bekerja keras sih tidak masalah, tapi kalau uang yang didapat akibat dari korupsi, menipu, atau merampok sih lain soal! Bukankah hal ini sudah jelas dalam Al-Quran?

 

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah:168)

 

“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan cara yang batil.” (QS Al-Baqarah: 188).

 

Mungkin ada yang bilang, “Banyak omong aja! Istri dan anak butuh makan, harga-harga pada mahal, tapi nggak ada kerjaan, terus bagaimana?”

Yakinlah bahwa setiap makhluk sudah ada rezekinya sendiri-sendiri dan tidak mungkin tertukar dengan yang lain. Jika sekarang sedang kekurangan, mungkin itu adalah ujian dari Allah, sebagaimana difirmankan dalam ayat berikut ini:

 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun’.” (QS. Al-Baqarah : 155-156)

 

Kalau kita bertawakkal pada Allah, niscaya akan ada jalannya.

 

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan keperluannya. “(QS. At-Talaq : 2-3)

 

Masa nggak percaya pada janji Allah? Janji orang bisa diingkari, tapi janji Allah itu PASTI TERJADI!

Lagipula, menjadi kaya apalagi dengan menghalalkan segala cara bukan tujuan utama hidup di dunia ini, karena tujuan penciptaan kita sesungguhnya adalah beribadah.

 

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

 

Jadi buat apa ngoyo cari duit sampai tidak peduli halal-haram?

“Tapi kan aku ingin jadi orang terhormat! Terpandang di mata masyarakat! Biar semua orang segan melihat kekayaan dan  kekuasaanku!”

Hahaha… omongan orang dipeduliin? Cape deh! Kita tidak hidup untuk menyenangkan orang lain, tapi untuk menyenangkan Allah. Apa gunanya gelar “terhormat” di masyarakat kalau nantinya dijebloskan ke neraka? Memangnya gelar “terhormat” itu bisa membantu? Memangnya orang-orang yang dulu mengelu-elukan itu akan bisa menolong?

Ada yang bilang bahwa semua hal itu dilakukan demi keluarga, biar mereka bisa hidup enak. Biarlah diri sendiri korupsi atau merampas hak orang, yang penting keluarga mendapatkan yang terbaik.

Halooo… yang hidup di dunia ini bukan hanya satu keluarga saja, ya! Semua orang juga ingin hidup enak! Mungkin sekarang masih bisa merampas hak orang dan hidup berfoya-foya dengan keluarga, tapi ingat, di dunia ini tidak ada yang abadi. Kekayaan bisa habis, kekuasaan bisa hilang. Besok bisa jadi tiba gilirannya untuk dirampas haknya oleh orang lain. Memang enak?

Lagian memberi makan keluarga dengan harta yang haram bisa jadi menyebabkan mereka ikutan masuk neraka dan doanya tidak dikabulkan.

 

Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat, berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata: “Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya.” (HR. At-Thabrani)

 

Masa rela keluarga tercinta yang disayangi setengah mati sampai dibela-belain melakukan apa saja ternyata mendapat siksa yang KEKAL di neraka nanti?

“Tapi semua orang juga ngelakuin itu! Ini zaman edan, kalau nggak ikutan maka nggak kebagian!”

So what? Kenapa juga mau harta yang diperoleh dengan cara yang haram? Biar saja seluruh dunia berlomba-lomba mencari harta dengan cara apapun, kita sebagai muslim seharusnya tidak terpengaruh dan tetap berusaha mencari yang halal-halal saja. Toh nanti di akhirat dihisabnya sendiri-sendiri, jadi meniru-niru tingkah buruk hanya karena dilakukan setiap orang tidak membuat dosanya lantas berkurang!

So, silakan saja mencari penghidupan di dunia, tapi tetap di koridor yang halal. Jangan silau oleh kemilau dunia yang sesaat ini. Cari rezeki yang halal dan jangan kurangi hak orang, niscaya hidup kita akan aman dan damai, baik di dunia maupun di akhirat. Mulai dari diri sendiri dulu, tidak usah pusingkan orang lain, karena pelan-pelan tindakan kita bisa menginspirasi orang di sekitar kita. Makin banyak orang yang melakukannya, maka lingkungan kita dan akhirnya dunia lamban laun menjadi tempat yang lebih baik. Kalau sudah begitu, kita juga kan yang senang? 🙂

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Ini adalah lanjutan dari postinganku  di sini. Masih seputar tentang “jakarta baru” yang entah kenapa tidak ada perkembangan berarti sejauh ini meskipun dua “juru selamat” ala media massa mainstream yaitu jokohok sudah terpilih dalam pilgub 2012. Yang ada, justru setelah pasangan yang ada nonmuslimnya ini diberi kesempatan berkuasa di dki, muslim di sana malah semakin lama semakin sulit mengekspresikan diri.

Woy, jangan buru-buru bilang ini rasis, SARA, dan segala macam alasan yang biasa dilontarkan di media massa mainstream itu karena ini didukung FAKTA.

Yup, setelah tidak merekomendasikan tabligh akbar di jalan, melarang takbir keliling, menempatkan pejabat nonmuslim di wilayah mayoritas muslim, membongkar masjid-masjid tanpa ragu, dan ingin merealisasikan lagi lokalisasi pelacuran di dki, nampaknya umat Islam dki masih harus mengelus dada karena kebijakan pemerintahan kali ini. Kenapa? Ini dia alasannya:

 

1. Baju Muslimah Pelajar DKI Hendak Diganti

Secara mengejutkan, pemprov dki berniat menghapuskan penggunaan seragam muslim di hari Jumat dan menggantinya dengan pakaian daerah.

 

Hari Jum’at, Pemprov Jakarta Paksa Siswi Ganti Baju Muslimah Syar’i dengan Baju Betawi

islamedia.co baju betawi
Islamedia.co – Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kini mengubah aturan mengenai pakaian seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar maupun menengah. Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 48/SE/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah.Surat edaran tertanggal 14 Juli 2014 tersebut mengatur cara penggunaan pakaian seragam sekolah. Pada hari Senin dan Selasa, siswa diharuskan mengenakan kemeja putih dan celana/rok sesuai dengan jenjang pendidikan. Pada hari Rabu, siswa diharuskan mengenakan pakaian khas sekolah. Pada hari Kamis, siswa diharuskan mengenakan kemeja batik ciri khas nasional dan celana/rok warna gelap.Pada hari Jum’at siswa sekolah diharuskan mengenakan pakaian khas daerah, dalam hal ini Betawi. Sedangkan hari Sabtu, siswa diharuskan mengenakan pakaian seragam Pramuka.
Ketentuan seragam untuk hari Jum’at di atas dinilai orang tua siswa sangat meresahkan. Pasalnya tidak semua siswa-siswi adalah orang Betawi dan batasan pakaian Betawi sangat beragam karena ada model pakaian Betawi yang tidak menutup aurat. Lebih dikhawatirkan jika anak-anak mengacu pada pakaian Betawi yang pernah dikenakan pada sinetron-sinetron di televisi yang lebih banyak mengumbar aurat, merusak moral, dan justru merusak citra Betawi itu sendiri.
Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kadisdik DKI Jakarta Lasro Marbun tersebut juga melarang siswa untuk menambahkan asesoris apapun dalam menggunakan pakaian seragam sekolah.Surat Edaran itu disebutkan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia No. 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Padahal, di Permendikbud itu menyebutkan bahwa pakaian seragam sekolah hanya terdiri dari 3 jenis, yaitu: pakaian seragam nasional, pakaian seragam kepramukaan, atau pakaian seragam khas sekolah.
Permendikbud tersebut sama sekali tidak mengatur tentang pakaian seragam khas daerah seperti yang dituangkan dalam Surat Edaran Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.Dan pada pasal 5 di Permendikbud yang ditandatangani oleh Mendikbud Mohammad Nuh tersebut mengatur sebagai berikut:
1. Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan Upacara Bendera.
2. Pada saat Upacara Bendera dilengkapi topi pet dan dasi sesuai warna seragam masing-masing jenjang sekolah, dilengkapi dengan logo tut wuri handayani di bagian depan topi.
3. Selain hari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.
Dan pada pasal 1 ayat 4 di Permendikbud tersebut juga diterangkan tentang pakaian seragam khas muslimah, yang didefinisikan sebagai pakaian seragam yang dikenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model, dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah. Namun pakaian jenis ini justru tidak diatur dalam Surat Edaran di atas. (dakwatuna/hdn)

 

Saat dikonfirmasi, ahok mengaku tidak tahu-menahu. Aneh sekali, padahal jelas-jelas dalam surat edarannya ada tembusan untuk plt gubernur dan wakil gubernur dki. Masa nggak tahu? Lihat deh di bawah ini:

 

Ahok Mengaku tak Tahu Penghapusan Seragam Muslim di Hari Jumat

Kutipan surat edaran Kadisdik DKI Jakarta soal aturan seragam sekolah

 

Jakarta (SI Online) – Beredar di jejaring sosial Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 48/SE/2014 tertanggal 14 Juli 2014 tentang peraturan baru Seragam Sekolah. Surat itu mensosialisasikan Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.Surat ini tengah mengakibatkan keresahan di tengah umat Islam Jakarta, khususnya para orang tua siswa. Pasalnya, surat edaran Dinas Pendidikan itu mengharuskan siswa menggunakan seragam Betawi (sadariah untuk pria dan encim untuk wanita) pada hari Jumat. Padahal sebelumnya siswa-siswi di sekolah telah terbiasa menggunakan seragam Muslim pada hari tersebut.Menanggapi keresahan warga ini, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, mengaku akan mengevaluasi kembali perihal aturan penggunaan seragam khas Betawi setiap hari Jumat untuk siswa-siswi di Jakarta. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat dimintai tanggapannya mengenai aturan tersebut.
Ahok, sapaan akrabnya, mengatakan banyak laporan orang tua siswa yang mengeluhkan tentang peraturan baru tersebut. Oleh karenanya, ia juga telah mengkonfimasi kepada Kepala Dinas Pendidikan.
“Aku juga bingung, dapet sms (laporan) masuk, baru aku tau. Makanya, aku langsung tanya ke Pak Lasro (Kepala Dinas Pendidikan),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (25/7/2014) malam, seperti dikutip Republika.co.id.Ahok mengatakan, dalam pesan singkat yang diterimanya, Lasro mengatakan akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan tersebut. Lasro juga mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah untuk menyesuaikan peraturan tersebut dengan kondisi siswa.
“Lapor pak, kita tidak memaksakan pak, pasca lebaran kita evaluasi lagi Pak. Saya sudah kumpulkan seluruh Kepsek supaya tidak dipaksakan penerapan Permendikbud No.45 Tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah, disesuaikan dengan sikon murid. Saya akan evaluasi,” ujar Lasro kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Ahok pun membantah dirinya telah membuat kebijakan tentang penghapusan seragam muslim setiap hari Jumat untuk siswa-siswi di Jakarta. Ahok justru mengaku tidak mengetahui perihal peraturan baru yang mengharuskan siswa menggunakan seragam khas Betawi.
“Enggak! Enggak ada aturan dari aku itu,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut yang biasa disapa Ahok itu.Dikatakan Ahok, ia tidak sependapat dengan ketentuan baru tersebut. Karena itu dapat memberatkan orang tua siswa.
“Jujur saja, kasus kayak gini sudah sering kejadian. Sampai ada orang miskin ngadu ke saya. Saya sudah bilang, kalo enggak bisa, kenapa mesti maksain?”ujar Ahok.

red: shodiq ramadhan

 

Setelah ditekan banyak pihak terutama Islamis, akhirnya ahok mengizinkan penggunaan baju muslim, tapi tetap saja ada yang aneh. Lihat dulu, deh:

 

Kata Ahok Buat Pelajar: Jumat Boleh Pakai Baju Muslim, Boleh Encim, Atau Batik

Prins David Saut – detikNews

Jakarta – Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok memberikan penjelasan soal kewajiban memakai baju encim bagi siswi SD, SMP, dan SMA. Sebenarnya tidak diharuskan memakai baju encim, mereka diberi kebebasan memakai baju muslim atau baju daerah. Bahkan baju batik pun dibolehkan.

“Encim itu ada kesalahpahaman. Beliau (Lasro Marbun Kadisdik DKI-red) tulisnya gini, Jumat pakai baju encim garis miring baju muslim,” terang Ahok di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Menurut dia, karena edaran itu jadi muncul kesalahpahaman. “Cuma orang langsung berpikiran, saya bilang, Pak lain kali kalau buat surat edaran gitu jangan pakai (garis-red) miring-miring, terlalu banyak miring-miring bacanya repot nantinya,” imbuh Ahok.

Ahok kemudian memberi penjelasan yang benar. Jadi para siswi tidak diwajibkan hanya memakai baju encim saja.

“Saya bilang harusnya ditulis: Jumat itu boleh pakai baju muslim, boleh encim, batik, atau baju asli daerah kamu. Tenun atau apa. Jumat juga nggak ada peraturan kok harus pakai baju apa,” tutup Ahok.

 

Yang mana yang aneh? Di surat edaran, TIDAK ADA GARIS MIRINGNYA! Emang dia nggak lihat surat edarannya, ya? Atau ada surat edaran versi lain yang aku tidak tahu yang ada garis miringnya? Mirip usaha untuk ngeles saja…

Kalau dinas pendidikan dki benar-benar ingin melestarikan budaya Betawi, menurutku caranya bukan dengan menghapus penggunaan baju muslim karena Betawi justru kental nilai religiusnya. Ada kok win-win solution-nya, yaitu hari Jumat buat baju muslim dan hari lain pake baju Betawi. Kalau kedua baju tersebut bisa digunakan secara bersama-sama di hari berbeda, kenapa tidak? Jumlah hari kan ada banyak. Kecuali kalau niatnya memang ingin menghapus simbol-simbol Islami, itu mah lain soal 😀

 

2. Ingin Hapuskan Libur Lebaran

Kali ini, di akun twitternya, ahok berencana menghapus libur panjang Lebaran dengan dalih menimbulkan kecelakaan dan hal-hal buruk lain. Simak:

 

Ahok Wacanakan Hapus Cuti Bersama Lebaran

Ahok Wacanakan Hapus Cuti Bersama Lebaran

Basuki T. Purnama (Ahok)

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Melalui akun twitter nya ,Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berencana akan menghapuskan cuti bersama Lebaran untuk wilayah DKI Jakarta. Alasan ini diwacanakan Ahok mengingat angka kecelakaan yang cukup tinggi selama mudik Idul Fitri . Berikut kutipan kicauan Ahok di akun Twitternya

 

Ahok Basuki TPurnama  @Ahok_BasukiTP 06/Aug/2014 04:28:54 AM UTC

 

1. “HAPUS CUTI BERSAMA”:
2. PERJALANAN mudik Lebaran tahun 2014 merenggut 515 Jiwa, Jumlah yang menderita luka 3.616 orang.
3. Korban tewas dan cedera sebanyak itu akumulasi dari 2.003 kasus kecelakaan lalu lintas.
4. Data tersebut dari Polri yang menggelar Operasi Ketupat, Faktor penyebab diindikasikan pemudik kurang peduli keselamatan.
5. Ini adalah tragedi kemanusiaan, tidak boleh dibiarkan berulang-ulang, Setiap merayakan Lebaran selalu saja terjadi kematian konyol.
6. Lebih-lebih mencapai ratusan orang, Mudik Lebaran 2013 menelan korban 686 orang tewas dan 1.120 orang luka parah.
7. Jumlah yang meregang nyawa tahun 2012 sebanyak 757 orang dan 1.222 luka berat.
8. Korban belum termasuk kerugian materi mulai dari akibat pemborosan bahan bakar minyak sampai dengan lenyap akibat disikat penjahat.
9. Hanya karena demi tradisi silaturahmi di kampung halaman, sebagian dari kita kehilangan akal sehat.
10. Jarak tempuh ratusan kilo meter nekad diterabasnya menggunakan sepeda motor.
11. Mengangkut anak-istri dan berbagai barang bawaan pula, dari tahun ke tahun, korban kecelakaan paling banyak adalah pengendara roda dua.
12. Mereka adalah saudara-saudara kita kalangan wong cilik, Sehari-harinya menggerakkan roda industri, perdagangan.
13. Pembangunan properti-infrastruktur, jasa pengiriman dokumen, pekerja kebersihan, petugas keamanan pasar, kantor gudang dan lainnya.
14. Menurut hemat kita, tragedi harus distop, Khusus bagi warga Ibukota Jakarta agar memilih langkah cerdas.
15. Rindu untuk bermaaf-maafan dengan orang-tua atau famili di kampung halaman nun jauh disana tetap bisa dilakukan.
16. Banyak pilihan yang dapat ditempuh, kecanggihan teknologi telepon genggam dan layanan internet adalah solusi yang murah-meriah.
17. Belum juga puas? Pulang kampung menunggu sampai pelayanan kereta api, Bus antarkota-antarprovinsi atau kapal laut normal.
18. Tarifnya murah, Tidak rebutan kursi, Keamanan-kenyamanan perjalanan terjamin baik, masa depan pun masih tetap milik kita.
19. Peran ulama sebagai agen perubahan sangat diharapkan guna mengikis perilaku mudik yang banyak mudarat.
20. Umat butuh bimbingan spiritual agar terhindar dari pemborosan dan kecelakaan yang mematikan.
21. Mengingat dan menimbang banyak korban jiwa, maka pemerintah wajib menghapus sistem cuti bersama bagi PNS.
22. Tanpa kecuali bagi penyelenggara pendidikan di semua sekolah dan perguruan tinggi negeri.
23. Libur hanya berlaku pada hari Lebaran pertama dan kedua.
24. Penegasan ini kita kemukakan karena mudik bukanlah bagiannya!

 

Demikian kicauan Ahok dalam akun twitter nya untuk mewacanakan penghapusan cuti bersama untuk wilayah DKI Jakarta. (*)

 

Mungkin ahok sudah merasa puas dengan hanya sekedar telepon atau video call dengan keluarganya di babel sono, tapi kan tidak semua orang sama dengan dia! Tidak semua orang bisa menggunakan teknologi untuk video call. Tidak semua orang tahan tidak pulang kampung pas hari raya!

Bagaimana dengan yang keluarganya berada di pelosok sana dan kampungnya belum dimasuki listrik, alih-alih telepon? Bagaimana menjelaskan “internet” pada orangtua yang sudah sepuh? Bagaimana dengan perasaan orang-orang perantauan yang ingin memeluk orangtua dan kerabat tercinta di salah satu hari paling suci bagi umat Islam ini?

Lagipula kalau masalah kecelakaan dan kejahatan, bukankah itu seharusnya tugas pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang baik dan mengamankan pemudik? Buat dong jalan yang bagus, angkutan umum yang banyak, dan sebarkan tuh petugas keamanan! Kita kan gaji pemerintah dari pajak buat ngurusin hal begituan!

Lalu tentang pemborosan BBM di jalan yang katanya disebabkan mudik. Padahal mudik hanya berlangsung sebentar. Trus gimana dengan pemborosan BBM yang disebabkan kemacetan di jakarta setiap hari? Kenapa masalah yang jauh lebih parah seperti itu belum tertangani dan malah memilih membahas masalah “sepele” yang terjadi setahun sekali? Mana tuh janjinya bikin transportasi massal di dki? Bahkan di pengadaan bus TransJakarta aja ada korupsi!

Kalau kumpul dengan keluarga pas hari raya memang gak penting, lalu kenapa di cina ada libur panjang pas imlek? Kenapa di negara-negara barat ada libur panjang menjelang natal? Kenapa libur panjang hari rayanya gak dihapus saja dan diganti pas hari-hari biasa? Padahal mereka bukan negara religius macam Indonesia!

Karena itulah aku SANGAT TIDAK SETUJU dengan penghapusan libur panjang lebaran APAPUN ALASANNYA! Karena sebagai muslim, aku butuh bertemu keluarga pas hari raya. Mungkin nonmuslim gak ngerti, tapi sama halnya dengan ultah yang ingin dirayakan bersama orang-orang tercinta, kita ingin lebaran juga dirayakan bersama keluarga tercinta di kampung sana. Karena perjalanannya kadang lama, kita butuh istirahat yang cukup. Masa Idul Fitri sendirian? Nggak banget, deh! Lagipula bandara internasional ditutup pas nyepi kok gak protes, ya? Aneh…

 

3. Membatasi Kurban Idul Adha

Menjelang Idul Adha tahun 2014, kembali lagi ada manuver pemprov dki untuk umat Islam. Kini pemotongan kurban hanya boleh di rumah pemotongan hewan dengan alasan takut kotor. Juga dilarang berjualan hewan kurban di fasilitas umum. Simak selengkapnya :

 

Heboh Ahok Melarang Sembelih Kurban

ahok1

 

 

 

 

 

 

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

 

Satu media di Jakarta memberitakan, kebiasaan  menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di lingkungan SDN tahun ini dipastikan tidak ada. Pemprov DKI Jakarta mulai Idul Adha tahun ini melarang pemotongan hewan di sekolah tersebut.

Pelarangan ini  tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014 yang ditandatangani Wakil Gubernur Ahok. Instruksi tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Penandatanganan dilakukan Ahok ketika menjadi Plt Gubernur tangal 17 Juli 2014.

Bukan itu saja, pelarangan juga berlaku untuk menjual dan memotong hewan kurban di fasiltas umum seperti taman, tepi jalan, dan lainnya. Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan Cakung (RPH).

Ahok  memerintahkan  walikota dan bupati  mengkoordinasikan  dewan mesjid. Intinya, pemotongan hanya diperbolehkan di RPH saja. Dalihnya demi  kebersihan kota.( (Pos Kota, Selasa, 23 September 2014 06:18:30 WIB) .

 

Ahok membantah, namun dibantah pula oleh sebuah media, dan beritanya disertai bukti seperti berita berikut ini.

 

Ini. Bukti Dokumen Resmi Ahok Melarang Pemotongan Kurban, Siapa Berdusta?

Wednesday, September 24, 2014 | 20:18

intriknews.com Jakarta – Meski Basuki Tjahya Purnama (Ahok) membantah keras kalau dirinya melarang pelaksanaan Penyembelihan Hewan Qurban, bukti tertulis ternyata membuktikan adanya larangan tersebut.

Seperti disampaikan melalui akun Twitternya @basuki_btp, Rabu 24 September 2014, Ahok menuliskan:

“Saya tidak pernah melarang pemotongan hewan kurban. Tidak mungkin saya melarang umat Islam melaksanakan ibadah. Jgn sembarangan mainkan isu.”

Web site resmi pemerintahan propinsi DKI, http://www.jakarta.go.id memuat dokumen yang berisi larangan Ahok kepada sekolah dasar untuk melaksankan pemotongan hewan kurban.

Instruksi tersebut ditandatangani sendiri oleh Ahok, tertanggal 17 Juli 2014 saat menjabat sebagai Plt Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pada point 4.a.1) instruksi tersebut sangat jelas tertulis “melarang kegiatan pemotongan hewan kurban dilokasi pendidikan dasar”.

Dokumen tersebut dapat diambil melalui link berikut:

http://www.jakarta.go.id/m/produkhukum/download/3334/INSGUB_NO_67_TAHUN_2014.pdf

 

Demikianlah berita yang menyentak di masyarkat Islam kini.

Sampai pagi tadi 25/9 2014, dokumen resmi itu masih terpampang di link http://www.jakarta.go.id/m/produkhukum/download/3334/INSGUB_NO_67_TAHUN_2014.pdf

 

Bermakna Memusuhi Agama Islam

Kasus ini mari kita cermati. Ada kidah fiqih, bunyinya:

التابع لا يفرد بالحكم

Sesuatu yang tak dapat dipisahkan dengan asalnya maka tidak dapat dihukumi tersendiri

Contohnya, janin dalam perut kambing tidak boleh dijual tersendiri dipisahkan dari sang kambing bunting itu (lihat Al-Wajiz fi Ushul Fiqh lilBurnu 2/50 Maktabah Syamilah).

Hukum jual beli pada asalnya boleh-boleh saja. Tetapi ketika yang dijual itu janin kambing dalam perut tanpa menyertakan kambingnya itu sendiri, maka tidak boleh.

Masalah itu coba kita tarik pada kasus larangan Ahok terhadap penyembelihan kurban di sekolah atau di mana saja selain di RPH (Rumah Potong Hewan). Alasannya karena akan mengotori kota. Dalihnya demi  kebersihan kota.

Yang dipersoalkan adalah menyembelih hewan kurban mengakibatkan kotornya kota. Maka Ahok melarangnya. Hal menyembelih hewan kurban itu tidak dapat dipisahkan dengan syari’at kurban (aturan dari Allah Ta’ala tentang kurban). Dalam syari’atnya, hewan yang dijadikan kurban harus disembelih dengan beberapa ketentuan, di antaranya tentang waktu penyembelihan: pada Hari Raya Kurban (Idul Adha) tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Iedul Adha dan tiga hari lagi (hari tasyriq) hingga tanggal 13 Dzulhijjah sebelum maghrib. Yang paling utama adalah pada hari raya tanggal 10.

Ketika dibuat larangan menyembelih kurban berarti sama dengan melarang seluruh ketentuan syari’at kurban. Karena menyembelih itu adalah sesuatu yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari syariat kurban itu sendiri. Dan ketika melarang syari’at kurban berarti sama dengan melarang Agama Islam secara keseluruhan. Karena syari’at kurban tidak apat dipisahkan sama sekali dengan Agama Islam. Dan ketika melarang Agama Islam berarti memusuhi semua Umat Islam, bukan hanya yang di Jakarta atau Indonesia, namun sedunia. Bahkan memusuhi Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, dan bahkan lebih dari itu adalah memusuhi Allah Ta’ala.

Di Indonesia, Islam adalah agama yang resmi diakui oleh negara. Ketika ada orang yang berani mengusik Islam, bahkan membuat larangan yang bermakna melarang Islam, maka jelas menentang aturan prinsip negara. Itu semua ada hukumnya tentu saja.

Larangan dengan alasan kotor itu kemungkinan masih ada sedikit dapat dinalar apabila setelah penyembelihan kurban, tempatnya tidak dapat dibersihkan, sedang penyembelihan terus-menerus sepanjang tahun tiap hari dilakukan, sedang RPH sudah disediakan di setiap tempat. Lha dalam hal menyembelih hewan kurban, setahun sekali, bekas penyembelihan dapat dicuci atau dibersihkan, sedang RPH khusus penyembelihan hewan kurban belum / tidak tersedia. Ketika seperti itu kenyataannya, maka tidak dapat dimaknakan lain, kecuali Ahok adalah memusuhi Islam.

Perintah dalam Islam sudah jelas.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٧٣)

 

  1. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS At-Taubah: 73)

Jakarta, akhir Dzulqa’dah 1435H/ 25/9 2014.

 

Yah, seperti kasus rencana penghapusan baju muslim di sekolah, ahok juga membantah meskipun jelas-jelas perintahnya sudah turun. Sampai hafal deh dengan “gayanya” yang mengaku “inosen” ini. Meskipun demikian, nampaknya bantahan tersebut tidak cukup kuat karena umat Islam tetap mengecamnya sebagai berikut :

 

Sekjen FUI: Larang Penjualan Hewan Kurban, Ahok Bodoh

KH. Muhammad al Khaththath saat aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta

 

Jakarta (SI Online) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath mengecam keras keluarnya Instruksi Gubernur (Insgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2014 yang isinya terdapat pelarangan penjualan hewan kurban di tempat fasilitas umum dan penyembelihan hewan kurban di sekolah dasar. Kecaman tersebut disampaikan saat melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD DKI Jakarta untuk menolak Basuki Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI.

“Ahok sudah kurang ajar, dia dengan seenaknya mengeluarkan instruksi gubernur pelarangan penjualan hewan kurban, berarti dia telah menghalangi umat Islam beribadah,” ujar Ustaz al Khaththath saat aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Ia menegaskan, Ahok tidak layak jadi Gubernur karena tindakannya ceroboh. “Penjual dan pembeli kambing di Jakarta itu umumnya orang Jakarta berarti orang Jakarta berhak memakai fasilitas umum. Kalau itu dilarang berarti dia telah melarang kepentingan umum, itulah bodohnya Ahok,” kata Ustaz al Khaththath.

Ditambahkannya, kambing yang dijual berjumlah ribuan bahkan puluhan ribu. “Kalau sudah banyak seperti itu berarti sudah umum, maka layak kambing dijual di fasilitas umum, itulah bodohnya Ahok,” kata Ustaz al Khaththath.

“Ahok juga melarang menyembelih hewan di halaman sekolah, katanya harus di RPH (Rumah Pemotongan Hewan). Kalau jumlahnya ribuan kambing dalam sehari mungkin ga masuk RPH? itulah bodohnya Ahok,” tambahnya.

“Nah anda mau dipimpin oleh orang bodoh apa tidak?” tanya al Khaththath kepada ribuan pendemo yang kompak dijawab “tidak!”.

red: adhila

 

Sekolah akan Lawan Ahok Kalau Kurban di SD Dilarang

Gubernur DKI Jakarta Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah sekolah akan melawan larangan kurban di Sekolah Dasar. Hal ini karena larangan itu dianggap tidak tepat.

Wakil Kepala Sekolah SDI Tarbiyah Islamiyah, Rusli Sahal mengaku belum menerima surat edaran,‎ terkait larangan pemotongan hewan kurban. Kata dia dilarang atau tidak pihaknya tetap akan melaksanakan sunah nabi, memotong hewan kurban. “Dilarang atau tidak, kita tetap kurban di sini. Kita tentang keras kalau dilarang,” ujarnya.

Sama dengan pendapat Sukoto, menurut Rusli, kalau pemotongan hewan kurban di sekolah bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak terkait sunah yang diajukan oleh agama Islam.

Kata Rusli, berlebihan jika pemprov‎ melarang pihak sekolah SD memotong kurban hanya karena faktor psikologis anak. ” kayanya gak tepat alasannya itu,” katanya.

Kalau larangan pemotongan hewan kurban hanya karena alasan dapat mengganggu psikologi anak, kata Rusli, proses pemotongan hewan kurban di Mushola dan di Mesjid juga harusnya dilarang. Kalaupun anak-anak tidak melihat proses pemotongan hewan kurban di sekolah, mereka bisa melihatnya di Masjid-masjid.

‎Sementara or‎ang tua murid SDN Grogol Utara 12 pagi, Nining 32 tahun menceritakan, tidak ada masalah apapun terhadap anaknya setelah melihat proses pemotongan hewan kurban. Nining mengaku aneh jika larangan pemotongan hewan kurban karena dapat berpengaruh pada psikologi anak-anak.

“//Lah ko// bisa dikait-kaitkan ke situ? Malah anak-anak kite senang ngeliat kambingnya dipotong disekolahan,” katanya.

 

Larang Kurban, AHOK Harus Belajar Banyak Tentang Toleransi Agama

JAKARTA (voa-islam.com) – Maraknya informasi tentang pelarangan kurban disekolah-sekolah akhir-akhir ini didasarkan pada terbitnya Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 tahun 2014 tertanggal 17 Juli 2014 yang ditanda tangani oleh Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau yang biasa di sapa Ahok. Dalam Intruksi gubernur ini ditujukan untuk beberapa instansi, salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam Insturksi tersebut jelas dikatakan dalam angka 4 point a nomor 1 menyatakan “melarang kegiatan pemotongan hewan kurban di lokasi sekolah dasar”. Instruksi ini tidak memberikan penjelasan secara gamblang apa maksud dan tujuan atas pelarangan kegiatan kurban di sekolah-sekolah dasar padahal sudah jelas praktik pelaksanaan kurban di sekolah-sekolah sudah ada jauh sebelum Jokowi Ahok memimpin Jakarta. Alasan pelaksanaan Kurban di Sekolah Dasar adalah untuk memberikan pendidikan dan pengajaran sejak dini terhadap anak didik akan makna kurban itu sendiri.

Harry Kurniawan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adil Sejahtera menyayangkan adanya pelarangan ini dikarenakan pelarangan yang dilakukan oleh Ahok tidak memberikan penjelasan dasar dari pada pelarangan tersebut; disamping itu Instruksi Gubernur ini bertentangan dengan Pasal 29 UUD 1945 dimana seharusnya negara dalam hal ini pemerintah menjamin kebebasan beribadah bukan melakukan pelarangan. Pemotongan hewan kurban adalah rangkaian pelaksanaan ibadah bagi umat Islam dalam rangka hari raya Idul Adha.

Harry menghawatirkan apabila Instruksi ini tetap dilaksanakan akan menjauhkan anak didik dari nilai-nilai religius khususnya di Sekolah Dasar dan bisa jadi tahun ini Sekolah Dasar dilarang, tahun depan Sekolah Menengah Pertama dilarang, tahun depannya lagi Sekolah Menegah Atas dilarang. Pemahaman pemotongan hewan kurban harus dipahami seutuhnya bukan mendasarkan hanya pada saat hewan kurban dipotong. Akan sangat bijak apabila Ahok mendengarkan pendapat ulama-ulama di Jakarta sebelum mengeluarkan Instruksi tersebut sehingga toleransi umat beragama tidak tergerus oleh kebijakan yang sesat ini, tegas Harry dalam release-nya siang ini. [PurWD/NN/voa-islam.com]

 

Warga Tanah Abang: Jualan Hewan Kurban Dilarang, Miras dan Pelacuran Malah Dibiarkan

Penjualan hewan kurban di sekitar Tanah Abang

Jakarta (SI Online) – Ribuan warga dan pedagang hewan kurban di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat bentrok dengan ratusan anggota Satpol PP yang hendak melarang para pedagang hewan kurban untuk berjualan di fasilitas umum.

Menurut pengakuan warga, kejadian berawal sekitar pukul 11 siang saat petugas Satpol PP memaksa membongkar kandang kambing. “Kita tidak terima mereka membongkar paksa tanpa memberi solusi. Warga marah, akhirnya mereka turun kejalan memukul mundur itu Satpol PP,” ujar Bukhari, salah seorang warga Tanah Abang kepada Suara Islam Online, Selasa (30/9/2014).

Menurutnya, pelarangan ini atas perintah Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) melalui Instruksi Gubernur (Ingub) no 67 terkait larangan menjual hewan kurban di pinggir jalan.

“Jualan hewan kurban ini kan cuma setahun sekali dan ini tradisi yang sudah berlangsung lama, jadi jangan diganggu oleh Ahok, umat Islam tidak mau diatur Ahok,” tegasnya.

Menurut Bukhari, daripada melarang penjualan hewan kurban lebih baik pemerintah menertibkan penjualan minuman keras (miras) dan pelacuran di sekitar Tanah Abang.

“Pelacuran dan penjualan miras terang-terangan dipinggir jalan malah dibiarkan, bahkan menurut saya malah terkesan dipelihara oleh mereka. Aneh, yang haram dibiarkan tapi yang berhubungan dengan syariat malah ditentang,” kata Bukhari.

“Kita berharap, kejadian ini jangan sampai terulang di lokasi lain, para pedagang digusur oleh Satpol PP atas perintah Ahok,” tambahnya.

red: adhila

 

Menurutku peraturan “pengendalian kurban” ini tidak masuk akal. Kalau alasannya karena kotor, lalu kenapa tidak ada keluhan soal kotoran habis Idul Adha di tempat pemotongan kurban? Terus kalau alasannya takut mental anak-anak SD terganggu, ya suruh saja anak-anak jangan lihat. Kenapa justru SD-nya yang jadi sasaran? Lagipula, tidak ada kurban di SD bukan berarti anak-anak tidak bisa lihat pemotongan kurban karena mereka bisa lari ke tempat lain, bahkan ke rumah pemotongan hewan! Terus mau melarang kurban di seluruh negeri? Lagian ada yang bilang anaknya gak apa-apa sehabis nonton kurban. So, apa lagi alasannya? Sebaiknya pemprov dki urus yang lain deh, misalnya kasus korupsi Transjakarta senilai triliunan yang belum tuntas itu.

 

4. Disinyalir Menghapus Bimbingan Rohani Pemda DKI

Isu ini masih sangat baru dan belum banyak tersebar, tapi kabarnya bimbingan rohani pemda dki dihapus oleh ahok. Tentu saja berita ini hadirnya di media massa alternatif. Nih:

 

Makin Gila Kegiatan Bimas Islam Di Pemda DKI Dihapus Ahok

GebrakNews – Sebuah informasi penting diterima redaksi GebrakNews sekitar satu jam lalu. Seorang narasumber mengaku seorang Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta, memberi informasi bahwa sejak Ahok alias Zhong Wan Xie menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, kegiatan-kegiatan terkait pembinaan dan bimbingan agama Islam (Bimas Islam) telah dihapuskan dari kegiatan dan program Pemprov DKI Jakarta.

“Tidak ada lagi kegiatan dan program terkait Bimas Islam, terutama di BKD Pemprov DKI Jakarta. Dihapus Pak Ahok,” ujar PNS DKI Jakarta melalui telepon kepada GebrakNews, Sabtu (27/9/2014) sekitar pukul 14.30 Wib.

Redaksi meminta penjelasan lebih lanjut kepada PNS Pemda DKI Jakarta yang menjadi narasumber itu, namun ia enggan menjelaskannya dan minta GebrakNews menyelidiki lebih dalam mengenai penghapusan kegiatan-kegiatan dan program yang bernafaskan keislaman dan pembinaan rohani di lingkungan Pemda DKI Jakarta.

“Silahkan diselidiki ya. Banyak keputusan Pak Wagub Ahok yang merugikan umat Islam. Kok kayak sistematis ya?” ujarnya balik bertanya.

Sebelumnya Zhong Wan Xie atau akrab disapa dengan nama Ahok, kerap didemo ribuan umat Islam Jakarta terkait kebijakan atau ucapannya menghina dan merugikan umat Islam.

 

Wah… wah… sepertinya memang sistematis karena bukan satu-dua kali saja kebijakan yang tidak menguntungkan Islam ini muncul. Bayangkan, baru dua tahun saja sudah cukup banyak kebijakan yang mengecewakan umat Islam, apa lagi nanti? Apa ini makna bhinneka, toleransi, pluralisme, dan multikulturalisme, yaitu menyulitkan umat beragama lain? Waktu yang berkuasa foke atau muslim lainnya, kayaknya adem-ayem, ya? Tanya deh pada rumput yang bergoyang, kenapa bisa begitu? 😀

 

5. Dikabarkan Mempersulit Penyelenggaraan Acara Islami

Katanya kita harus saling menghargai antarumat beragama, lha terus kok acara yang Islami dipersulit perizinannya di dki setelah ahok menjabat? Mana tuh ya sikap saling menghargainya?

 

Pemprop DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas

 

Pemprov DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas 

Anggota Majelis Syura jamaah dzikir Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa menyatakan bahwa pemerintah propinsi Jakarta mempersulit pemberian izin penyelenggaraan tabligh akbar jamaah mereka di lapangan Monas.

“Mau curhat sedikit tentang acara besar kita di Monas menyambut kedatangan Guru Mulia Habibana Umar bin Hafizh hafizhahullahu Ta’ala ‘anhu. Dengan sedih harus saya katakan memang sekarang ini izin untuk acara kita makin dipersulit, sejak sebulan yg lalu kita sudah ajukan permohonan izin tapi berbagai alasan terus kita terima,” terang kakak kandung Habib Mundzir Al Musawa, pendiri jamaah dzikir Majelis Rasulullah.

Ia kemudian menjelaskan kendala perizinan penyelenggaraan dzikir akbar di era pemerintahan propinsi baru (Jokowi-Ahok).

“Pertama, izin harus langsung ke gubernur, maka kru Majelis Rasulullah pun berjuang bolak-balik menjumpai para pembantu gubernur, akhirnya dapat rekomendasi tersebut,” terangnya.

“Tapi tadi ada masalah baru, konon surat gubernur bukan rekomendasi tapi hanya disposisi dan acara di Monas tidak boleh sampai malam, kita katakan, ‘Lha acaranya Jokowi kemarin sampe malam?’ Kata mereka itu lain, sebab dia kan Presiden,” jelasnya.

Habib Nabiel Al Musawa

Pihak Majelis Rasulullah  juga harus memilih, jika jamaah Majelis Rasulullah ngadakan acara Muharram ini berarti Maulid nanti tidak boleh lagi, kalau mau mengadakan untuk Maulid maka di Muharram tidak boleh.

“Masya Allah, padahal kita cuma mau berdzikir pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, buat Indonesia dan juga buat Jakarta..,” sesalnya.

Habib Nabiel juga menyatakan akan menemui langsung Ahok agar izin dapat dikeluarkan.

“Kami (Dewan Syuro MR) akan menempuh usaha terakhir yaitu langsung ketemu Gubernur PLT, mohon doanya dari antum semua semoga akhirnya izin bs dikeluarkan..”

Pihak Majelis Rasulullah menyatakan jika izin tetap tidak diberikan, maka lokasi tabligh akbar akan dipindahkan ke tempat yang tidak perlu izin pemeriintah propinsi.

“Kalau nanti masih dipersulit juga maka kita akan mencari alternatif lain, di masjid Istiqlal atau lainnya, sambil mendoakan semoga semua pemimpin kita diberi Hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar bangsa ini tidak diturunkan bencana dari langit karena menghalang-halangi orang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, Aamiin ya Rabb..” pungkasnya.

 

Ya, seperti biasa, media mainstream diam dengan manis dan bisa jadi menurut pegiat ham yang luar biasa toleran itu, ini bukan pelanggaran atau SARA. Yang SARA dan melanggar ham itu hanya kalau nonmuslim yang terdzalimi, bukan begitu? Jadi apa dong gunanya toleransi, pluralisme, anti-diskriminasi, dan tetek bengeknya kalau tidak berlaku buat muslim? Gimana kalau diterapkan di luar Indonesia saja karena negara kita mayoritas muslim? Toh percuma juga, nggak ngaruh 😀

 

Kesimpulan

Setelah “diujicoba”, terbukti bahwa memiliki pejabat yang berbeda keyakinan, meskipun digambarkan sedemikian hebatnya oleh media mainstream, tidak membuat kebebasan muslim untuk beribadah terjamin. Kebhinnekaan, toleransi, pluralisme, dan multikulturalisme yang kerap kali jadi “senjata” dalam kampanye faktanya justru tidak diterapkan oleh pejabat yang bersangkutan setelah terpilih. Bukan itu saja. Masalah dasar dki seperti macet, banjir, dan kemiskinan juga tidak berkurang. Parahnya, hal itu masih ditambahi kata-kata kasar, lagi! Derita elo deh dulu percaya media mainstream! Hehehe…
Lagipula jika digabungkan dengan postinganku yang lalu, tercatat sudah kurang-lebih 10 kali pemprov dki mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak umat Islam sepanjang dua tahun belakangan. Ada apa? Kok hanya Islam saja yang disasar? Kan ada banyak agama di dki ini. Bagaimana dengan kristen, budha, hindu, dll? Mana peraturan “khusus” untuk mereka?
Anehnya, hal semacam ini hanya terjadi saat pejabatnya nonmuslim. Terus gimana bisa kita yang muslim ini percaya terhadap pemimpin nonmuslim di wilayah mayoritas muslim? Wong begitu diberi kesempatan, ternyata justru sangat mengecewakan! Kecele deh orang-orang yang dulu mengabaikan fatwa ulama dan ayat-ayat Al-Quran demi menjadi “modern” !
Semoga kejadian ini jadi pembelajaran bagi muslim Indonesia agar kembali pada Islam dan Al-Quran. Nggak pengen juga kan kalau postingan ini jadi berseri-seri? 😀

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI MENJADI PEMIMPIN-PEMIMPIN (MU); SEBAHAGIAN MEREKA ADALAH PEMIMPIN BAGI SEBAHAGIAN YANG LAIN. BARANG SIAPA DI ANTARA KAMU MENGAMBIL MEREKA MENJADI PEMIMPIN, MAKA SESUNGGUHNYA ORANG ITU TERMASUK GOLONGAN MEREKA. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG DZALIM.” (QS. AL-MAIDAH: 51)

 

“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! JANGANLAH KAMU MENJADIKAN PEMIMPINMU ORANG-ORANG YANG MENJADIKAN AGAMA KAMU SEBAGAI EJEK-EJEKAN DAN PERMAINAN DI ANTARA ORANG-ORANG YANG TELAH DIBERIKAN KITAB SEBELUM KAMU DAN ORANG-ORANG KAFIR. BERTAKWALAH KEPADA ALLAH, JIKA KAMU BENAR-BENAR ORANG YANG BERIMAN.” (QS. AL-MAIDAH: 57)

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU AMBIL MENJADI TEMAN KEPERCAYAANMU ORANG-ORANG YANG DI LUAR KALANGANMU (KARENA) MEREKA TIDAK HENTI-HENTINYA (MENIMBULKAN) KEMUDHARATAN BAGIMU. MEREKA MENYUKAI APA YANG MENYUSAHKAN KAMU. TELAH NYATA KEBENCIAN DARI MULUT MEREKA, DAN APA YANG DISEMBUNYIKAN OLEH HATI MEREKA ADALAH LEBIH BESAR LAGI. SUNGGUH TELAH KAMI TERANGKAN KEPADAMU AYAT-AYAT (KAMI), JIKA KAMU MEMAHAMINYA.” (QS. AL ‘IMRAN : 118)

 

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

BvNkjrtIUAA7Q71

Sebelumnya, aku sangat ingin pergi ke bali. Saking niatnya, aku sampai browsing berbagai macam tips dan info mengenai liburan ke bali. Bahkan aku juga ikut ngomporin keluargaku untuk liburan ke bali dengan bilang, “Bule aja banyak yang ke bali, masa kita, orang Indonesia, nggak pernah ke bali?”

Pun demikian dengan sinema mahabharata di antv. Sinema yang penuh dengan ajaran hindu itu selalu rutin aku tonton, bahkan tokoh-tokohnya pun kucari infonya di internet. Aku juga sempat menyimak mahadewa yang mengisahkan tentang dewa siwa meskipun keyakinanku sama sekali tidak berubah.

Akan tetapi, kesan baikku akan bali dan kegemaranku akan mahabharata and the likes sirna seketika ketika melihat berita-berita berikut ini. Apa saja? Simak rangkumannya di bawah ini:

 

Aliansi Hindu Bali Tolak Petugas Tol Berkerudung

Aliansi Hindu Bali Tolak Petugas Tol Berkerudung  

DENPASAR – Massa dari aktivis Hindu memprotes kebijakan PT Jasa Marga Bali Tol yang mengeluarkan imbauan agar petugas gerbang Tol Bali Mandara mengenakan kerudung atau peci selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Berbagai elemen massa dari Cakrawahyu, Yayasan Satu Hati Ngrestiti Bali, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, dan Pusat Koordinasi Hindu Nusantara bergabung dalam Aliansi Hindu Bali.

Mereka menggelar demonstrasi di depan Kantor PT Jasa Marga Bali Tol seraya mendesak agar imbauan itu dicabut, Rabu (16/7/2014).

Beberapa aspirasi disampaikan mereka kepada pihak PT Jasa Marga Bali Tol diwakili Hadi Purnama selaku Manager Operasional dan Manajer PT Lingkar luar Jakarta, Budi Susetyo.

Hasilnya, PT Jasa Marga Bali Tol bersedia mencabut kebijakan itu yang awalnya dimaksudkan untuk toleransi antar umat beragama pada bulan Ramadan.

Tokoh Hindu I Gusti Ngurah Artha menyambut baik itikad PT Jasa Marga Bali Tol yang mau mencabut kebijakannya dan meminta maaf secara tertulis melalui media kepada seluruh masyarakat Bali.

“Kami harapkan toleransi PT Jasa Marga Bali Tol tidak dalam bentuk menggunakan busana arab bagi masyarakat Bali karena itu akan menimbulkan permasalahan,” kata Ngurah Artha, 2014.

Pihaknya mendorong agar sebagai negara yang menganut kebhinekaan, harus tetap mempertahankan keragaman.

“Kami tidak ingin adat dan budaya ditekan, hal-hal seperti itu sangat menekan kami sebagai orang Bali,” tegas Dana aktivis lainnya.

Manager Teknik PT Jasa Marga Bali I Gusti Lanang Bagus W menjelaskan, sebenarnya tidak tidak ada aturan secara tertulis mewajibkan menggunakan kerudung dan peci.

“Itu hanya imbauan saja dan bukan kebijakan PT Jasa Marga Bali Tol. Ini kebijakan PT Lingkarluar Jakarta, tentunya kami tidak membiarkan jika berisiko mengundang permasalahan,” imbuhnya. (kem)

 

Manejemen Smartfren: Kami Tak Ada Maksud Lain

 

Ya ampun, miris baca berita-berita di atas. Sempat mikir juga, bali itu bagian dari Indonesia, bukan? Indonesia mayoritas MUSLIM, bukan? Mereka ingin dihormati, tapi tidak mau menghormati muslim. Toleransi bukan berarti hanya salah satu pihak yang menghormati, tapi pihak yang lain juga harus ikut menghormati.

Kalau mengacu pada prinsip negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, maka seharusnya bisa menerima kalau ada upaya toleransi dengan mengenakan jilbab atau peci di event-event agama Islam. Dari keterangan perusahaan-perusahaan di atas, katanya itu juga cuman imbauan, bukan kewajiban. Namun entah kenapa diplintir seolah-olah itu adalah pemaksaan untuk warga nonmuslim. Simak:

 

HYPERMART, HOKA BENTO, SMARTFREN DAN TAMAN NUSA MINTA MAAF KE UMAT

 

WEDAKARNA KECAM PEMAKSAAN JILBAB & PECI KE KARYAWAN HINDU

 

Ternyata tidak hanya Jasamarga Bali Tol yang awalnya memiliki kebijakan menggunakan pakaian Muslim terhadap para karyawannya ( termasuk karyawan yang beragama Hindu ) dibulan Ramadhan dan Lebaran lalu, ternyata masih banyak perusahaan di Bali yang memiliki kebijakan serupa. Dan hal ini megundang keprihatinan dari Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Hindu Center Of Indonesia ) yang menganggap bahwa kebijakan memakaian pakaian Muslim yakni Jilbab, kerudung dan peci bagi pelaku indusri di Bali mencerminkan tidak adanya penghormatan terhadap citra Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura, apalagi dalam prakteknya, dilapangan banyak perusahaan yang mewajibkan karyawan beragama non-Muslim untuk memakai pakaian kearab – araban. ”Saya ingin membela rakyat saya yang beragama Hindu, bahwa tidak baik memaksaan citra kearab – araban pada perusahaan di Bali. Semua investor harus mengakui, bahwa turis itu datang ke Bali adalah untuk melihat pura, melihat orang Hindu Bali berupacara dan kagum dengan Pulau Dewata. Dan banyak perusahaan di Bali ini mendapatkan keuntungan karena budaya Hindu Bali, tapi saya prihatin sekali banyak perusahan industri di Bali yang tidak komit menciptakan rasa nyaman pada masyarakat Bali dan cenderung bermain – main pada isu SARA. Dan saya minta kedepan harus tegas bahwa tidak boleh ada kebijakan yang mendegradasi budaya Hindu Bali baik didunia industri dan pariwisata di Bali.”ungkap Dr. Wedakarna disela – sela bertemu dengan sejumlah relawan di Canggu.

Iapun mengkritik umat Hindu yang berada diperusahaan – perusahaan yang mau begitu saja menerima kebijakan yang tidak sesuai dengan kata hati. ”Saya harap,para pekerja Hindu agar tegas menolak dan berani memberi masukan yang benar pada atasannya jika dipaksa menggunakan pakaian agama lain. Kenapa masalah ini terus terjadi ? Karena mental pekerja Hindu kurang bisa beragumen dan cenderung cari selamat. Saya ingatkan, gerakan Syariah dan Misionaris ini akan masuk keranah kehidupan orang Bali jika orang Hindu yang lalai. Maka dari itu, kedepan harus ada revolusi mental terhadap anak – anak kita yang bekerja diperusahaan- perusahaan dan kita akan amati terus. ”ungkap Dr. Wedakarna. Dalam press confrence di Denpasar pada (3/8) kemarin, The Hindu Center Of Indonesia menyampaikan bahwa ada sejumlah perusahaan yang telah meminta maaf dan mencabut kebijakan pakaian Muslim untuk pekerjanya yakni Jasa Marga Bali Tol, Hypermart Kuta, Hoka – Hoka Bento Denpasar, Smartfren Denpasar dan Taman Nusa Gianyar. ”Saya apresiasi pada perusahaan yang sudah meminta maaf. Tahun depan kita akan lebih awasi secara besar – besaran terhadap perusahaan di Bali yang mencoba untuk memaksakan karyawan Hindu memakai pakaian agama lain. Saya akan libatkan desa pekraman untuk mengawasi. Tentu saya membutuhkan laporan dari umat Hindu sebagai mayoritas di Bali. Jika perlu kita boikot perusahaan – perusahaan yang tidak komit terhadap citra pulau Dewata. Kita belajar dari kejadian tahun ini.”ungkap Dr. Wedakarna yang juga Senator RI Terpilih dengan suara terbanyak di Bali ini.

 

Waduh, fitnahkah? Kalau ya, keterlaluan sekali. Sampai mau boikot segala. I got news for you : muslim yang 200 juta ini juga bisa lo boikot hal-hal yang tidak menguntungkan Islam. Kampanye boikot zionis terhitung lumayan berhasil. Gimana kalau diterapkan ke bali, ya? Nah, lo!

Dari sini bisa dilihat adanya kejomplangan yang nyata di negara ini. Kalau agama minoritas yang merasa didzalimi, semua pada teriak-teriak tentang HAM, SARA, dll. Lah, sekarang giliran Islam yang diginiin, mana suaranya? Ini juga termasuk pelanggaran HAM dan SARA! Ini juga termasuk mencederai kebhinnekaan Indonesia! Mana tuh pegiat HAM, anggota organisasi lintas agama, dan media-media mainstream yang gencar banget membahas ISIS baru-baru ini? Pada tiarap ya karena kali ini bukan Islam yang jadi bahan diskusi? Ketauan deh agendanya! 😀 Makanya aku nggak lagi merujuk pada media-media mainstream sebagai sumber informasi utama, sebagaimana yang kusebutkan di sini.  Hanya media-media Islam aja yang jadi sumber informasiku karena pemberitaannya lebih adil terhadap Islam. Selain itu, sebagian besar media mainstream dimiliki nonmuslim jadi wajar saja jika isi beritanya nggak banget.

Anyway, di atas juga disebutkan bahwa di bali ada yang menolak ekonomi syariah dengan alasan “anti Pancasila”. Hei, lihat dulu ini!

 

Canangkan GRES, SBY harap Indonesia Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Syariah

Hidayatullah.com– Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap gerakan ekonomi syariah mampu mendorong misi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Demikian disampaikan SBY saat mencanangkan “Gerakan Ekonomi Syariah” (GRES) di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta

“Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah dunia,” kata Presiden SBY, Ahad (17/11/2013).

Dalam sambutannya, SBY berharap sistem eknomi syariah berkembang di berbagai sektor mulai dari perdagangan, perbankan, asuransi dan lainnya.

SBY Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan sistem perekonomian syariah sebagai agenda nasional mengingat sistem itu mampu bertahan dari gejolak ekonomi dunia.

“Ekonomi ini (syariah) tidak mudah menjadi gelembung atau yang kita kenal sebagai bubble economy,” kata SBY dikutip Antara.

Menurut SBY, sistem ekonomi syariah menghindarkan pembiayaan yang bersifat spekulatif atau eksploitasi pasar keuangan, lingkungan hidup dan sosial, hanya demi keuntungan ekonomi pemilik modal.

Melalui sistem bagi hasil, tambah SBY, ekonomi syariah menghilangkan jarak antara sektor keuangan dan sektor riil.

“Dengan kata lain, perkembangan sektor keuangan merupakan cerminan kemajuan sektor riil,” katanya.

Acara pencanangan yang dihadiri Ibu Ani Yudhoyono, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

SBY menilai sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang harus diperkuat di Indonesia. Pasalnya, saat perekonomian dunia mengalami gejolak, ekonomi syariah terbukti mampu bertahan.

“Saya menyambut baik GRES, untuk meningkatkan akselerasi masyarakat pada ekonomi syariah … mari kita perkuat ekonomi domestik, mari kita bangun sistem dan budaya … ekonomi nenek moyang kita,” ajak SBY sebelum menekan sirine tanda pencanangan GRES.

Peran Ekonomi Syariah Makin Meningkat

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, saat ini ekonomi syariah berkembang cukup baik melampaui bank konvensional. Namun peran ekonomi syariah harus lebih ditingkatkan di berbagai sektor mulai dari perdagangan, perbankan, asuransi dan lainnya.

“Perannya harus ditingkatkan baik dalam asuransi dan perbankan, selain itu tingkat  kepercayaan masyarakat masih harus ditingkatkan,” kata Menag Suryadharma Ali di sela-sela pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES).

Menag mengakui, akhir-akhir ini ekonomi syariah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun kemampuan ekonomi syariah untuk menjangkau lapisan masyarakat masih jauh di bawah bank konvensional.

“Harus terus digalakkan adanya kesadaran menggunakan ekonomi syariah,” ujar Menag.

Mengenai pemanfaatan ekonomi syariah oleh Kementerian Agama, Menag mengungkapkan, pihaknya telah menggunakan syariah untuk bank-bank penerima setoran haji, zakat dan wakaf.

“Saat pertama jadi Menteri Agama uang haji di sukuk Rp 2,7 trilyun, sekarang Rp 35 trilyun,” terang Menag.

Mengenai pengalihan uang haji dari bank konvensional ke bank syariah, Mernag mengatakan, ada proses pemindahan secara bertahap, dan tidak bisa serta merta. Selain itu pihaknya memperhatikan prinsip atau asas prudential atau kehati-hatian.

“Kita harus memperhatikan kondisi bank syariah, padahal  masyarakat Indonesia terpencar di ribuan pulau banyak yang terpencil dan belum terjangkau bank syadiriah,” terang Menag.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

 

Lihat, tuh, Presiden SBY saja meresmikan GRES alias Gerakan Ekonomi Syariah yang berlaku secara nasional. Berarti Presiden SBY anti Pancasila, dong? Yang Pancasilais hanya orang bali aja, ya? Hahahahaha…

Kalau menurutku sih mungkin bank dan hotel Syariah serta sertifikasi halal di Bali dibangun untuk memfasilitasi muslim yang sedang liburan ke bali. Bukan hanya muslim Indonesia aja, tapi muslim seluruh dunia yang ingin liburan ke bali. Jangan salah, muslim yang bisa jadi pangsa pasar wisata bali sangat besar. Indonesia saja punya 200 juta muslim, belum lagi muslim dunia yang jumlahnya 1,5 milyar lebih. Tapi kalo tidak berkenaan dengan kehadiran muslim, ya, sekalian saja pasang banner “maaf, kami tidak terima muslim di wilayah ini”. Jadi kami yang muslim ini juga bisa pasang banner di seluruh pulau di Indonesia yang mayoritasnya muslim dengan tulisan, “maaf, selain muslim, dilarang menginjakkan kaki di sini.” Deal? 😀

Muslim di Indonesia ini sudah sangat toleran, lo, jadi jangan membangunkan naga yang sedang tidur. Di negeri mayoritas muslim ini, nyepi jadi hari libur nasional, padahal di india, amerika, atau negara lain yang bukan mayoritas muslim, nyaris tidak ada yang memberikan libur untuk hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Orang hindu bebas berbisnis di Jawa, Sumatera, dan wilayah mayoritas muslim. Tayangan mahabharata, mahadewa, dan film-film india lainnya yang penuh dewa-dewa juga bisa bebas lalu-lalang di TV mayoritas muslim. Kenapa giliran kami yang ingin berkarya, justru dibatasi? Jumlah kami 50 kali lipat lebih besar dari bali so jangan menyudutkan mentang-mentang jadi mayoritas di satu pulau. Bali juga salah satu provinsi Indonesia! Setahuku, sampai saat postingan ini ditulis, nggak ada wilayah khusus dimana ekonomi syariah dilarang. Jadi tidak ada alasan menolak ekonomi syariah hanya karena isu SARA seperti ini.

Kalau memang tidak bisa menerima unsur-unsur Islam, jadi muslim juga berhak dong mencoret nyepi dari daftar hari libur nasional, memblokir tayangan mahabharata/mahadewa/film-film india/sinetron buatan sineas india di TV nasional, juga melarang semua bisnis masyarakat bali dan hindu di tanah Jawa dan pulau-pulau lain yang mayoritas muslim. Gimana?

Menurutku pemerintah pusat perlu turun tangan dalam hal ini, seperti kasus penolakan jilbab di sekolah bali waktu itu.  Kami, umat Islam, bisa menghormati umat beragama lain, jadi kami mengharapkan umat beragama lain pun bisa menghormati kami, baik dalam ekonomi maupun cara hidup kami yang berbasis syariat Islam.

Berikut endorsement dari MUI:

 

Ketua MUI Bogor Kecam Pernyataan Tokoh Bali yang Menolak Bank Syariah

Ustaz Iyus Khaerunnas

– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang kerukunan umat beragama Ustaz Iyus Khaerunnas mengecam pernyataan anggota DPD Bali terpilih Arya Wedakarna yang menolak ekonomi syariah dan moratorium bank syariah di Bali. Pernyataan Arya dianggap provokasi dan merusak kerukunan beragama.

“Sangat disayangkan, di negara Pancasila masih saja ada kasus yang melarang bidang-bidang yang berlandaskan Islam. Sebelumnya mereka juga melarang simbol-simbol Islam seperti jilbab dan melarang pemakaian peci oleh petugas jalan tol saat momen ramadhan kemarin. Ini duri kecil tapi sangat mengganggu,” ujar Ustaz Iyus kepada Suara Islam Online, Senin (11/7/2014).

Menurutnya, kerukunan yang sudah berjalan dengan semangat 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI terjaga dengan baik karena posisi umat Islam mayoritas. “Tetapi lihat di negara lain, jika posisi umat Islam minoritas maka yang terjadi keadaan seperti di Rohingya, Xinjiang dan lain-lain. Disana umat Islam dilarang puasa, shalat berjamaah, bahkan mereka dibunuhi karena sebagai muslim,” kata Ustaz Iyus.

Sebelumnya, Arya Wedakarna, dalam laman facebooknya menulis status yang menyatakan penolakannya terjadap perbankan syariah di Bali.

“Aliansi Hindu Muda Indonesia dan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) hari ini berdemonstrasi di depan Kantor Bank Indonesia Denpasar untuk moratorium/stop izin Bank Syariah di pulau seribu pura. Bersuaralah anak anak muda Hindu. Pertahankan ekonomi Pancasila ! Lanjutkan !!!”, tulis President World Hindu Youth Organisation (WHYO) itu.

Selain menolak bank syariah, ia juga pernah menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali.

red: adhila

 

Sebelumnya, bali juga tidak mengindahkan aspirasi umat Islam yang tidak setuju dengan miss world.

 

Aliansi Hindu Muda Bali Siap Perang Dengan Ormas Penentang Kontes Miss World

 

DENPASAR (gemaislam) – Kontes Miss World yang akan digelar dalam beberapa hari lagi mendapat penolakan keras dari berbagai Ormas Islam. Karena ajang tersebut adalah umbar aurat dan maksiat serta tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Ditengah maraknya protes dan penolakan Umat Islam terhadap acara tersebut, Aliansi Hindu Muda Bali mengibarkan dukungan untuk acara itu.

Sekitar 100 orang anggota Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali menggelar aksi unjukrasa di Lapangan Puputan Badung atau didepan Kantor Walikota Denpasar, Bali. Sebagai bentuk dukungan bagi penyelenggaraan Miss World di Bali, ratusan demonstran membawa poster dan spanduk kecaman terhadap Ormas Islam di Indonesia yang anti Pancasila dan hendak mengganggu keamanan Bali.

Koordinator Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali I Gede Mas Megantara mengklaim jika penolakan yang dilakukan MUI dan juga FPI terhadap kontes Miss Word di Bali sangat tidak beralasan. “Kontes Miss World itu bukan pamer aurat atau porno aksi. Panitia sudah berjanji bahwa tidak ada itu istilah bikini. Mereka tetap akan mengikuti adat dan budaya Bali. Jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan dalam kontes Miss World itu sendiri,” ujar Megantara, di Denpasar, Senin (2/9), seperti dilansir beritabali.

Selain berorasi, para demonstran juga membagi-bagikan selebaran yang berisikan tentang 5 butir sikap dari Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Walikota Denpasar.

“Urus saja moralmu sendiri, Bali tidak ikut campur urusan MUI. MUI jangan ikut-ikutan urus Bali, ini wilayah adat Hindu bung, Miss World itu ada di Bali. Usir Ormas agama pengganggu di Bali. Kami menolak MUI ikut campur dalam urusan Bali. Warga Bali siap hadapi Ormas Islam anti Pancasila yang mengganggu keamanan Bali,” tantangnya.

Aliansi Hindu Muda Bali, menurut Megantara siap melakukan apa saja, bila ada Ormas yang ingin mengganggu Bali. Baginya, dengan kontes tersebut, Bali akan terpromosi secara gratis baik produk pariwisata, adat serta kebudayaan Bali akan semakin dikenal dunia. “Kita dapat promosi gratis. Dampak positifnya sangat besar, keuntungan secara ekonomi juga luar biasa,” tegasnya. (bms)

 

Kalau ormas di bali merasa berhak menjaga adatnya, berarti kami, muslim, juga berhak mempertahankan syariat Islam!  Jangan hanya menuntut untuk dihargai, namun tidak mau menghargai yang lain. Toleransi berat sebelah macam itu jelas tidak adil!

Padahal kalau sedang berada di wilayah mayoritas muslim, sering sekali melantunkan semboyan-semboyan bhinneka tunggal ika, toleransi, dan anti diskriminasi. Tapi coba lihat ini!

 

BvC55ghCcAEa_tf

 

Mana tuh toleransi, kebhinnekaan, dan anti diskriminasi yang selama ini sering dilantunkan itu? Kenapa taringnya jadi tumpul di depan umat Islam? Muslim Indonesia juga memiliki hak yang sama untuk menuntut kebhinnekaan, toleransi, dan perlakuan yang tidak diskriminatif! Jangan muslim aja dong yang diharuskan untuk toleran, umat beragama lain juga wajib toleran! Dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika juga tidak ada pengecualian terhadap agama tertentu. Jadi semua yang pada koar-koar tentang HAM, SARA, toleransi, kebhinnekaan, dan anti diskriminasi HANYA pada saat yang merasa didzalimi adalah nonmuslim, seyogyanya bukan pejuang kesetaraan yang sejati! Jangan-jangan pejuang kesetaraan abal-abal itu hanya bersuara jika ada pesanan dari donatur? LOL

Kuharap pemerintah tidak menggunakan double standard dalam menilai urusan SARA seperti ini dan menyelesaikan perkara ini dengan adil. Karena kalau tidak, masyarakat akan turun tangan sendiri menyelesaikannya dan itu bisa menimbulkan konflik.

 

FPI Ultimatum Umat Hindu Bali agar Tidak Zalim terhadap Umat Islam

Jakarta (SI Online) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengecam keras tindakan intoleran sejumlah warga Bali yang baru-baru ini melarang pemakaian jilbab dan menolak keberadaan Bank Syariah di Bali. Ia menghimbau kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, dan aparat yang menguasai wilayah Bali untuk segera melakukan tindakan-tindakan konkrit, jangan sampai ada umat Islam yang dizalimi disana.

“Kami ingatkan umat Hindu di Indonesia, selama ini kami umat Islam tidak pernah mengganggu kalian, kami tidak pernah usil kepada kalian. Kalian bertransmigrasi ke Kalimantan, ke Sumatera, ke Sulawesi, kemana-mana ke perkampungan muslim, tidak ada umat Islam yang mengganggu kalian. Bahkan petani-petani Hindu yang ada di Mesuji ketika dizalimi oleh para pengusaha, FPI yang membantu susah payah sampai mereka mendapatkan tanahnya kembali,” kata Habib Rizieq saat acara Milad FPI ke 16 di Petamburan Jakarta, Ahad (17/8/2014).

Umat Islam, kata Habib Rizieq, sangat menghormati perbedaan pendapat maupun agama. Umat Islam juga tidak pernah mengusik umat beragama manapun, sepanjang mereka tidak usil kepada umat Islam.

“Tapi hati-hati, jika umat Hindu di Bali coba-coba kurang ajar terhadap umat Islam, jangan salahkan umat islam jika nanti melakukan pembalasan,” tegas Habib Rizieq.

Imam Besar FPI ini juga memperingatkan agar umat Hindu bisa menghargai perbedaan antar umat beragama.

“Jangan kalian sombong, jangan kalian sok jago, sok berani. Kalau kalian ganggu umat Islam, jangan salahkan kalau besok umat Islam ramai-ramai berjihad ke Bali untuk membela umat Islam disana,” pungkasnya.

 

Tapi rupanya ada juga solusi damai untuk masalah ini selain bentrokan. Simak:

 

Yang Melarang Menggunakan Kerudung dan Pendirian Bank Syariah Bisa di Meja Hijaukan

Yang Melarang Menggunakan Kerudung dan Pendirian Bank Syariah Bisa di Meja Hijaukan

BANDUNG (voa-islam.com) – Persoalan larangan pemakaian kerudung dan Bank Syari’ah di Bali merupakan persoalan klasik yang selalu terulang bila umat Islam menjadi minoritas di suatu daerah. Menurut hemat kami, larangan penggunaan simbol-simbol Islam di pulau Bali ataupun di daerah lain di Nusantara ini adalah pelanggaran konstitusi negara yang telah jelas tertuang dalam Undang-undang Dasar 45 Pasal 29 ayat 1 dan 2. Hal ini dikatakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat Ustadz Syarif Hidayat, M.Pdi

“Sehingga persoalan ini bisa di meja hijaukan sebenarnya,” katanya kepada voa-islam.com, menanggapi penolakan dan pelarangan  menggunakan kerudung bagi karyawan umat Islam di Bali oleh penganut Hindu, pada Selasa (19/08) melalui surat elektronik.

Namun, Ustadz Syarif melanjutkan, di balik keprihatinan kita terhadap umat Hindu yang telah merusak norma atau konstitusi negara tersebut adalah fakta yang sangat jelas betapa umat non muslim adalah umat yang sangat tidak toleran bila mereka menjadi mayoritas.

“Untuk itu, amat heran jika ada sebagian kalangan petinggi negeri ini yang selalu memojokkan umat Islam berkenaan dengan sikap tegas mereka terhadap umat lain, semisal larangan umat Islam untuk tidak mengucapkan Selamat Natal kepada umat Nashrani, sering dianggap intoleransi. Padahal yang jelas-jelas intoleransi mah adalah sikap arogan umat Hindu di atas.” paparnya.

Ustadz Syarif juga menyatakan lantas kenapa sebagian kalangan yang selalu mendengung-dengungkan pembela HAM (Hak Asasi Manusia) dalam hal ini nyaris tidak terdengar suaranya, amat berbeda jika “korban” ketidakadilan versi mereka itu umat non-muslim.

“Jadi, mari kita bela hak-hak keagamaan Umat Islam di daerah manapun di negeri ini yang ingin melaksanakan keyakinan Agama (Islam) mereka dalam beribadah dan bermu’amalah dengan menyatupadukan tali ukhuwah islamiyyah kita semua,” ajak pria yang menjadi guru di SMK ini.

“(Maaf) kepada (kelompok dan penganut – red.) Islam liberal dan (pengidap) Islamopobhia sebaiknya Anda diam bila tidak memberikan solusi terbaik bagi ketenteraman dan kenyamanan kami dalam menjalankan Syari’at Islam se-kaffah-kaffahnya di negeri ini,” pungkasnya.

[syahid/voa-islam.com]

 

Namun bukan berarti pemerintah boleh lepas tangan karena meskipun ada kemungkinan untuk selesai secara damai, bisa saja terjadi bentrokan antar massa di luar. Karenanya intervensi pemerintah sangat diperlukan sebelum pecah konflik.

So, ayo pemerintah! Galakkan lagi Bhinneka Tunggal Ika di seluruh Indonesia! 😉

 

BOIKOT!

Merasa perlu melakukan sesuatu untuk hal ini, maka aku memutuskan untuk melakukan boikot terhadap hal-hal berikut:

 

1. Bali

petabali

 

Sebagai dampak dari intoleransi bali terhadap syariat Islam, aku memutuskan untuk memboikot bali dari daftar destinasi liburanku sampai mereka mau menghargai kepentingan umat Islam di sana. Lagian masih banyak destinasi wisata lain yang tidak kalah indah dan juga lebih muslim-friendly.

 

2. Mahabharata/Mahadewa/Sinema buatan sineas asal India/Sinema Bersetting Bali&Hindu

10013542_537305369715668_969316326_n

 

Nggak ada lagi mahabharata atau mahadewa dalam daftar sinema yang kutonton di TV. Film-film india juga termasuk, meskipun dibintangi shahrukh khan, amir khan, atau salman khan. Begitu juga film/sinetron/FTV/aneka karya lain buatan sineas india di Indonesia seperti ram punjabi (multivision plus), jamu punjabi (MD films), gopi samtani (rapi films), ram soraya (soraya films), dsb. Juga sinema yang bersetting atau bernuansa bali/hindu misalnya FTV, memories in bali, saranghae I love you, atau eat, pray & love dan yang lain. Kan banyak tuh FTV yang bernuansa bali. Bahkan ada satu PH yang spesialis bikin FTV dengan setting bali, hanya saja aku lupa namanya. So, lain kali kalau aku nemuin FTV bersetting bali lagi, bakal langsung ubah saluran.  Termasuk sinema mahabharata yang dibuat Indonesia oleh trans tv. No more!

 

3. Hypermart, Hoka – Hoka Bento, Smartfren, dan Taman Nusa Gianyar

th

Ini karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak mendukung pelaksanaan syariat Islam sepenuhnya. Seharusnya cukup dijelaskan bahwa mengenakan jilbab/peci di bulan Ramadhan sampai Idul Fitri bagi pegawainya bukan pemaksaan, tapi hanya imbauan saja. Dengan begitu, nggak ada alasan lagi untuk menghentikannya karena tidak ada yang dirugikan sebenarnya. Yang mau pakai silakan, yang enggak juga silakan, bukankah begitu? Dengan demikian, akan nampak lebih toleran jika karyawan di bali pada bulan puasa, atas keinginan sendiri atau memang yang muslim, menyambut pelanggan dengan busana Islami.

Akan tetapi, yang terjadi adalah perusahaan-perusahaan tersebut meminta maaf dan mencabut imbauan penggunaan atribut Islami dengan alasan karena tidak ingin mengganggu budaya bali. Entah sadar atau tidak, pada saat bersamaan, mereka juga menafikan adanya umat mayoritas di Indonesia yang juga butuh dimengerti dan dihormati. Karenanya, silakan cari pelanggan lain karena sebagai muslim, aku merasa tersinggung dengan dicabutnya imbauan yang sebenarnya bertujuan menegakkan toleransi antar umat beragama tersebut.

 

4. Niluh Djelantik

P9204231

Ini adalah merk sepatu asal bali. Say goodbye to my shopping list! 😉

 

5. Grup Santrian

HHRMA BALI puri-santrian-logo

Grup asal bali ini mengelola jaringan perhotelan (puri santrian – griya santrian – royal santrian – south lombok resort) – resto (arena sport café – mezzanine – the village) – transportasi (sekar menuh) – rafting dan seawalker. Don’t wanna go there. Ever.

 

6. Baju, Aksesoris, Makanan, Sarung, Ukiran, Tarian, Acara atau Apapun yang Khas Bali

bali-wholesale-sarong-pareo

Kali aja ada yang jual barang atau menyelenggarkan acara khas bali dekat rumah, jadi aku akan berhati-hati biar tidak sampai membeli atau berpartisipasi di dalamnya. Nggak ada lagi deh sarung bali, ayam betutu, ukiran, lukisan, gelang-gelang, or anything related to it. Toleran dulu dong dengan kepentingan umat Islam, biar aku juga nanti toleran.

 

7. Kaos Joger

IMG01727-20130407-1119_zps47abe62b

Ini adalah kaos asli bali yang memiliki toko sendiri di sana. Dulu kaos jenis ini adalah favoritku, tapi sekarang sudah nggak lagi. Langsung masuk daftar boikot! Lagian kaos jenis ini sudah banyak di pasaran dengan merek yang berbeda 😀

 

8. Coco Group

cocogroup-logo

Ini adalah sebuah grup milik orang bali yang mencakup coco supermarket, cocomart, pusat oleh-oleh sunset bali, coco hotel, coco gourmet,coco roti (bread pastry), coco cafe, dan 9ninemart. Masuk daftar boikot!

 

8. Bali Alus

848458_balialus1

Dari namanya, udah keliatan kalau produk kecantikan ini dari bali. Masih banyak produk sejenis, jadi nggak masalah meski dicoret dari list 😀

 

9. Burger Edam

Edam-Burger-Logo

Suprisingly ternyata punya orang bali, burger edam kini harus masuk daftar list boikotku.Tenang, lumpia masih enak, kok! 😀

 

10.  Artis asal Bali

Yup, artis-artis asal bali juga masuk daftar boikotku. Produk, film, FTV, sinetron, acara, lagu, dll yang mereka bawakan juga akan turut masuk daftar blacklist meskipun bukan sepenuhnya balinese karena kuanggap turut mendukung  mereka. Ini dia daftar artis asal bali :

 

11. Grup Waka

 

Kelompok usaha grup ini adalah waka land cruise – waka ume – waka nusa – waka maya – waka gangga – waka shorea – waka abian – waka namya – waka barong – hotel oberoi bali – hotel oberoi lombok – waka dive – konsultan manajemen – biro arsitektur – transportasi (dian taksi – rental mobil – kapal penumpang wisata) – periklanan (matamera advertising) – hotel di manado – hotel di bintan. Akan berhati-hati kalau ke hotel, deh.

 

12.  Kelompok Media Bali Post

Yang masuk daftar boikotku berikutnya adalah kelompok media bali post dengan basis operasional bali dan mataram. Kini juga merambah jakarta, jogja, bandung, semarang, palembang, dan aceh-. Bidang usaha koran (bali post, denpost, bisnis bali, suara ntb, dan prima), tabloid (tokoh, bali travel news, wiyata mandala, dan lintang), radio (swara widya besakih, global kinijani, genta bali, singaraja fm), tv (bali tv,  jogja tv, semarang tv, bandung tv, palembang tv, dan aceh tv-).

 

13. Grup Kusemas

Ini adalah kelompok usaha kusemas : kusemas bali hotel – vila – resort – pt kusemas citramandiri (pengembang rumah sederhana) – ruko permata anyar – griya tantra trisna – bumi dalung permai – permata nambi – new bumi dalung permai – toko di dalung – rumah mewah – perumahan migas – perumahan perbankan – travel – money changer – kebun kelapa sawit di kalimantan – rumah makan waralaba ayam bulungan – refleksi dan spa – gallery phone shop – bank perkreditan rakyat – minimarket. Juga masuk daftar boikot!

 

14. Hardy’s

PT Hardys Retailindo berbasis operasional di bali dan jatim. Bidang usaha super market yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di bali dan beberapa kota lain seperti Banyuwangi, Jember, dan Mataram. Hardy’s kini bekerja sama dengan PT Ramayana Lestari Sentosa.

Kelompok Usaha hardy’s : pt.hardys retailindo group – hardy’s gatot subroto – hardy’s sesetan – hardy’s tukad pakerisan – hardy’s tabanan – hardy’s sanur – hardy’s gianyar – hardy’s buleleng – hardy’s negara – hardy’s karangasem – hardy’s banyuwangi – hardy’s mataram – hardy’s jember.

Akan mengingatnya deh kalau jalan-jalan ke tempat-tempat tersebut 🙂

 

15. Grup Ganeca

 

Basis operasional di bali dan bandung. Bidang usaha hotel (hotel sol lovina berkapastas 120 kamar, 8 villa, dan satu president suite, serta hotel di nusa dua), printing supplier, dan minuman anggur (indico wine). Kini grup ganeca prima membawahkan 11 anak usaha dan membangun bali trade centre.

Kelompok Usaha Keluarga: hotel sol lovina (hotel sunari lovina) – kelompok pendidikan ganesha – percetakan ganesha – trading company di bandung dan jakarta – perusahan jasa lainnya. Noted!

 

16. Kopi Kupu-Kupu Bola Dunia

Kopi ini diproduksi oleh pt putra bhineka perkasa yang juga memberikan pelatihan tentang kopi dan memiliki usaha lainnya yaitu jazz bar,  grill cafe, juga  kopi bali house.

 

17. PT Krishna Kreasi

 

Bidang usaha produksi dan eksportir garmen, forwarder dengan tiga cabang (ubud, jakarta, dan surabaya), periklanan, perdagangan, jasa gudang, money changer, teknologi informasi, dan agen wisata. Perusahaannya kini berjumlah 12. Akan ingat-ingat kalau suatu saat melamar pekerjaan 😀

 

18. PT. Karya Oles Tokcer

Bidang usaha produksi dan perdagangan obat alternatif, pupuk alternatif, resto, media (dua koran dan tiga radio), klinik pengobatan, dan lembaga penelitian dan pendidikan. Jumlah produk 32 buah mulai dari madu, jamu, gelang penyembuh, pupuk, hingga penghemat bahan bakar kendaraan. Punya 39 kantor cabang pemasaran. Well, akan selalu dicatat pas beli obat-obatan herbal.

 

19. Century 21

Jadwal Film Bioskop 21

 

Mungkin mengejutkan untuk pecinta film atau yang hobi nonton di bioskop tapi alhamdulillah, aku tidak hobi nonton jadi nggak ada masalah boikot yang beginian. Lagian ntar tayang juga filmnya di tipi. Gratis pulak! 😀

 

20. Texmaco

Ini adalah sebuah grup bisnis yang terdiri dari banyak lini usaha, bahkan ada STT texmaco juga rupanya. Nggak pernah bertransaksi dengan grup ini tapi dipastikan tidak akan melamar pekerjaan kesini selama boikot.

 

21. TVS dan Bajaj

 

Produsen kendaraan bermotor tvs mulai aktif beriklan di Indonesia. Sementara itu meskipun lebih sepi publikasi, bajaj, yang juga produsen motor, telah ada websitenya di Indonesia. Meskipun aku lagi butuh motor baru, merknya nanti harus bukan tvs maupun bajaj.

 

22. K.Haloomal & Co dan Luxury 22

 

K. haloomal & co adalah usaha karpet milik ram berwani. Sementara luxury 22 adalah milik jawahar punjabi. Alert! Alert!

 

23. Lembaga Pendidikan

Untuk lembaga pendidikan, di jakarta berdiri gandhi school di pasar baru, khalsa school di medan, nehru school di medan, dan saraswathi school di surabaya. Yayasan pendidikan satya sai baba indonesia juga didirikan tahun 2000. Meskipun sekolahnya ada yang berlabel internasional, tapi tetap saja tidak menghalanginya untuk masuk daftar boikotku. Ntar anakku kumasukkan sekolah Islam saja, deh 😀

 

Daftar ini akan terus kuupdate seiring dengan bertambahnya daftar boikotnya. Meskipun mungkin belum meng-cover semuanya, tapi aku akan berusaha menuliskan sebanyak mungkin. Yang pasti semua bisnis yang terkait dengan bali dan hindu adalah sasarannya. Oya, aku tidak menuliskan bisnis-bisnis yang sepengetahuanku hanya eksis di bali karena dengan nggak ke bali, berarti kan sudah boikot bisnis itu 😉 Yang kutuliskan adalah yang berpotensi ada di luar bali. Silakan bagi yang mau mengoreksi atau menambahkan 🙂

Boikot ini baru akan dihentikan jika bank dan hotel syariah juga semua pebisnis muslim bisa melanjutkan bisnis dengan aman di bali. Juga apabila tidak ada lagi seruan yang cenderung menyudutkan Islam di sana.

Menurutku boikot adalah salah satu cara yang damai untuk memprotes tindakan yang keterlaluan dari suatu entitas. Kalau orang-orang barat bisa boikot bisnis Sultan Brunei hanya karena beliau menegakkan syariat Islam di negaranya (yang padahal tidak berlaku atas mereka juga tidak membunuh siapapun ataupun menimbulkan demonstrasi dan kekacauan), berarti muslim juga bisa dong memboikot entitas yang menolak syariat Islam dan menyusahkan sesama muslim! Gara-gara boikot, zionis sudah mengalami kerugian miliaran dolar, jadi kegiatan ini ternyata bisa juga memberikan dampak signifikan tanpa harus ribut-ribut. Setidaknya mulai dari diri sendiri dulu, siapa tahu selanjutnya yang lain terinspirasi. Paling tidak bisa merasakan kebanggaan saat uang yang sudah didapatkan dengan susah-payah tidak digunakan untuk mendukung mereka-mereka yang membuat susah saudara-saudara sesama muslim. Ya, nggak? Apalagi Rasulullah SAW bersabda:

 

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

 

Semoga umat Islam Indonesia selalu mendapat perlindungan dari Allah. Amin.

 

Baca Juga :

Tidak Diminati Bali, Wisata Syariah Justru Eksis  Di Mancanegara

DAFTAR PRODUK PENDUKUNG ZIONIS

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Suara  Rakyat Yang Mana?

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

Forum Ini Ternyata Bukan Untuk Muslim!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Ustadz Dipukul Pendeta, Kemana Media Kita?

Perlukah Membenci FPI?

 

Sumber:

http://posbali.com/manejemen-smartfren-kami-tak-ada-maksud-lain/

http://news.okezone.com/read/2014/07/16/340/1013803/aliansi-hindu-bali-tolak-petugas-tol-berkerudung

http://www.suara-islam.com/read/index/11596/Jejak-Permusuhan-Arya-Wedakarna-terhadap-Islam

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2013/11/18/7341/canangkan-gres-sby-harap-indonesia-jadi-kekuatan-baru-ekonomi-syariah.html

http://vedakarna.net/hypermart-hoka-bento-smartfren-dan-taman-nusa-minta-maaf-ke-umat/

http://vedakarna.net/tolak-hotel-syariah-di-kuta/

http://www.gemaislam.com/berita/indonesia-news-menuitem/1435-aliansi-hindu-muda-bali-siap-perang-dengan-ormas-penentang-kontes-miss-world

http://www.suara-islam.com/read/index/11602/Ketua-MUI-Bogor-Kecam-Pernyataan-Tokoh-Bali-yang-Menolak-Bank-Syariah

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=333651396789706

http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/dps/detail/05/08/2011/Ini-Dia-daftar-Orang-Terkaya-di-Bali/201107020269

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Bali

http://setabasri01.blogspot.com/2012/05/penyebaran-etnis-india-di-indonesia.html

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/08/21/32341/yang-melarang-menggunakan-kerudung-dan-pendirian-bank-syariah-bisa-di-meja-hijaukan/

Abaikan Anjuran Ustadz, Banjir Bandang Kembali Landa Jakarta

image

Menjelang tahun baru lalu, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath menyerukan pada pemerintahan jokowi-ahok untuk menghentikan acara tahun baru agar banjir bandang tidak menimpa Jakarta layaknya Januari 2013.

image

Berikut anjuran beliau:

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Dengan ini kami memberikan peringatakan (tadzkiroh) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar Jakarta 17 Januari 2013 adalah terjadi 16 hari setelah anda membuat pertunjukkan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di Jalan Thamrin-Sudirman. Belum pernah Jakarta banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam istana Presiden dan ruangan kantor Gubernur.
Sebagai orang beriman kita meyakini itu teguran keras dan hukuman Allah agar kita kembali kepada-Nya dan meninggalkan kemaksiatan. Allah Swt berfirman:

 

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum 41).

 

Oleh karena itu, kami mengingatkan anda sekalian untuk tidak mengulangi perbuatan tahun lalu agar terhindar dari segala bencana. Hentikanlah penyambutan tahun baru Masehi yang hakikatnya menurut sejarah adalah penyembahan kepada dewa Janus, dewa bangsa Romawi, yang merupakan perayaan kemusyrikan, yang jelas menyimpang dari ajaran Allah yang Maha Kuasa, Tuhan yang Maha Esa.
Kembalilah kepada ajaran Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang Haq, sesuai Alquran dan As-Sunah. Semoga Allah Swt memberikan hidayah kepada anda sekalian.

 

Jakarta 28 Shafar 1434 H / 31 Desember 2013.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

 

 

Muhammad Al Khaththath

 

Sekjen Forum Umat Islam

 

Sayangnya anjuran tersebut dipelintir media mainstream yang malah menyebutnya “ramalan banjir FUI”. Simak berikut ini:

 

Sambut Tahun Baru, FUI Ramalkan Jakarta Diterjang Banjir Besar

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththat, meramalkan DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014. Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai kemaksiatan besar-besaran.
“Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di jalan Thamrin,” kata Al-khaththat dalam siaran pers kepada Okezone, Rabu (1/1/2014).
Banjir bandang yang diramalkan Al-Khaththat terjadi pada 17 Januari 2014. Menurut Al-Khaththat, banjir yang menerjang Jakarta belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya.
“Banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam Istana Presiden dan Kantor Gubernur,” ujar Al-Khaththat.
Sebagai orang beriman, kata Al-Khaththat, banjir tersebut adalah teguran dan hukuman Allah agar kita kembali kepadaNya dan meninggalkan kemaksiatan.
“Allah berfirman, ‘telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)’,” ungkap Al-Khaththat mengutip Al Quran Surat Ar-Ruum ayat 41.
Menurut Al-Khaththat, penyambutan tahun baru itu pada hakikatnya adalah penyembahan kepada Dewa Janus, yakni dewa bangsa Romawi.
“Merupakan perayaan kemusyrikan. Yang jelas menyimpang dari ajaran Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Tidak lupa pula Al-Khaththat menyerukan agar masyarakat dan Pemprov Jakarta kembali kepada ajaran Allah berdasarkan Al-Quran dan Hadis.
“Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda sekalian,” tutupnya.

 

Padahal dapat dibaca sendiri pada press release utuh di atas bahwa Sekjen FUI sama sekali tidak meramal, melainkan hanya memberikan ilustrasi bahwa banjir tahun 2013 yang lalu terjadi 16 hari setelah perayaan tahun baru dengan air yang waktu itu memasuki kantor presiden dan gubernur. Sayangnya media mainstream mungkin bermaksud untuk mem-bully sang ustadz dengan memotong anjuran tersebut dan tidak memberitakannya sesuai dengan maksud awalnya. Ahok seakan tidak ingin kehilangan panggung, sehingga begitu dimintai komentarnya langsung menyambar dengan nada pedas. Sang ustadz bahkan sempat dituding sebagai “nabi palsu”!

 

Ini Tanggapan Ahok soal Ramalan Banjir Bandang FUI

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak khawatir dengan ramalan Forum Umat Islam (FUI) yang menyatakan DKI akan diterjang banjir bandang lantaran mengadakan perayaan besar-besaran menyambut tahun baru 2014.
“Makanya, cerita-cerita nabi begitu. Kalau bener-bener terjadi, berarti dia dari Tuhan, berarti dapat wangsitnya dari Tuhan,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/1/2014).
Namun, jika tidak terjadi, kata Ahok, artinya orang yang meramalkan kejadian banjir bandang, berarti dia palsu.
“Artinya begini, kalau kamu meramalkan sesuatu jadi kenyataan bener ada unsur dari Tuhan yang kasih tahu kamu. Kalau gagal, kamu nabi palsu,” tukasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththat, meramalkan DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014. Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai kemaksiatan besar-besaran.
“Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di Jalan Thamrin,” kata Al-khaththat 1 Januari 2014.
Banjir bandang yang diramalkan Al-Khaththat terjadi pada 17 Januari 2014. Menurut Al-Khaththat, banjir yang menerjang Jakarta belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya.
“Banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam Istana Presiden dan Kantor Gubernur,” ujar Al-Khaththat.

 

Nyatanya, hanya 8 hari setelah perayaan tahun baru, tidak sampai 16 hari sebagaimana “diramalkan” Sekjen FUI menurut media mainstream, banjir kembali melanda Jakarta.

 

Hujan Sejak Pagi, Jakarta Kembali Banjir

Liputan6.com, Jakarta : Hujan mengguyur Jakarta pada Rabu (8/1/2014),sejak pagi hari. Sejumlah wilayah Ibukota pun terendam banjir yang mengakibatkan arus lalu lintas padat.
Informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, air yang menggenangi jalan-jalan hampir merata di seluruh wilayah Jakarta. Paling parah, banjir merendam Jalan Tol Dalam Kota, tepatnya di Jelambar arah ke Semanggi.
“Banjir 40-60 cm di KM 15 Tol Jelambar arah ke Semanggi, bagi kendaraan sejenis sedan agar tidak melintas. Dua kendaraan mogok di lokasi banjir dan masih menunggu kendaraan derek,” tulis @TMCPoldaMetro.
Berikut titik-titik banjir yang merendam jalan-jalan di Ibukota:
1. Ada genangan air sebetis orang dewasa di Jl.Arjuna Utara depan kampus Esa Unggul. Lalin padat. 2. Banjir sekitar 25 cm di TL Pancoran arah Jl Raya Pasar Minggu.
3. Lalu lintas Gunung Sahari menuju Ancol ramai lancar, sebaliknya padat ada genangan air 20 cm.
4. Genangan air sekitar 20-30 cm di sekitar depan Mangga Dua pasar pagi.
5. Hujan deras dan banjir di kawasan Klender, Jakarta Timur. Hati-hati jarak pandang terbatas
6. Banjir di sekitar Kramat Tunggak, Jakarta Utara.
7. Banjir di depan Kompleks Duta Mas Jl Raya Fatmawati.
8. Genangan air menjelang flyover Tol Bandara km 19 arah Jakarta. Lalin padat.
9. Genangan air sekitar 20 cm di ruas Jalan Kamal Raya. (Mut/Ism)

 

Dan ternyata bukan hanya sekedar “genangan” saja, seminggu kemudian Jakarta benar-benar dilanda banjir bandang yang melumpuhkan ibukota Indonesia ini untuk kedua kalinya secara berturut-turut dalam pemerintahan jokowi-ahok.

 

2 Pekan Setelah Tahun Baru, 10.530 Warga Jakarta Jadi Pengungsi Banjir

JAKARTA (voa-islam.com) – Dua pekan pasca penduduk Jakarta disuguhi pesta pora buang-buang harta di malam tahun baru, kini penduduk Jakarta menderita karena banjir.
Sebanyak 10.530 orang memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka dan berubah status menjadi pengungsi.
“Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD DKI Jakarta, banjir di Jakarta pada Jumat (17/1) hingga Sabtu sore (18/1) telah menyebabkan 10.530 jiwa mengungsi yang tersebar di 97 titik pengungsian,” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, yang dikutip detikcom, Sabtu (18/1/2014).
Sutopo menjelaskan, jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 25.332 jiwa atau 6.952 kepala keluarga. Pengaruh hujan yang berintensitas sedang hingga lebat kemarin secara keseluruhan telah menyebabkan 267 RT, 172 RW di 48 kelurahan dari 27 kecamatan di DKI Jakarta terendam banjir.
Selain itu Pusdalops BPBD DKI Jakarta juga mencatat sebanyak 7 orang meninggal akibat banjir di awal tahun yang pergantiannya dirayakan sangat meriah dan menghabiskan miliyaran rupiah.
“Jumlah korban meninggal akibat banjir sejak 14-17 Januari ada 7 orang, dimana 5 korban terkait langsung dengan banjir (tenggelam, terseret arus, tersetrum listrik di rumahnya yang kena banjir), dan 2 korban karena sakit sebelumnya,” ujarnya.
Sepertinya banjir kali ini belum terlihat akan segera berhenti.
Menurut laporan BMKG bahwa Sabtu malam hingga Senin (21/1) akan terjadi hujan deras, khususnya malam hari. [PurWD/
dtk/voa-islam.com]

 

Usaha untuk menaklukkan banjir dengan modifikasi cuaca yang menghabiskan puluhan milyar rupiah pun gagal. Jika Allah sudah berkehendak, manusia yang lemah ini bisa apa?

 

Sudah Habis 28 Miliar, Rekayasa Cuasa Masih Gagal?

Berita9.com – Curah hujan yang lebat terus mengguyur Ibukota. Padahal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mulai melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Jakarta dengan dana sebesar Rp 28 miliar.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan Heru Widodo berdalih, ketidaksiapan peralatanlah yang menjadi salah satu faktor yang membuat TMC tidak juga menampakkan hasil hingga saat ini.
“Belum optimal memang karena masih ada kendala peralatan dalam hal ini pesawat. Kami sekarang hanya punya 1 pesawat (Hercules) yang terbang 1 kali setiap hari,” ujar Heru saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Minggu (19/1/2014).
Ia menjelaskan, BNPB mendapat perintah untuk melakukan rekayasa cuaca pada hari Senin lalu dan harus dimulai esok harinya. Sementara, hanya ada 1 pesawat yang dapat digunakan untuk menaburkan garam. Padahal, agar teknologi modifikasi itu berhasil dibutuhkan 6 kali penaburan tiap hari.
Heru juga menjelaskan, dibandingkan dengan curah hujan yang cukup besar, penaburan garam 1 kali per hari menjadi kurang signifikan atau tak mampu mengurangi intensitas hujan. “Apa boleh daya. Tapi kita tetap jalan. Waktu kami dapat perintah, kita tidak ada peralatan cukup. Jadi kita masih melengkapi ini,” kata dia.
Heru menuturkan, saat ini sedang diupayakan penambahan armada pesawat. Namun, dari pihak TNI Angkatan Udara juga tengah menggunakan pesawat mereka untuk mengirimkan bantuan ke daerah bencana lainnya.
“Tambah 3 pesawat masih diusahakan dari TNI. Tapi nanti hari Selasa akan ada bantuan 2 pesawat dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Itu juga pesawat kecil,” ujarnya.
Dalam sepekan, BNPB telah menurunkan sebanyak 21 ton garam di Pelabuhan Ratu dan Selat Sunda dalam rangka modifikasi cuaca. Rencananya penaburan garam terus dilakukan hingga 2 bulan kedepan.

 

Bahkan hinga tulisan ini dibuat, banjir Jakarta belum surut, bahkan jumlah korban jiwa dan pengungsi bertambah.

 

Banjir Jakarta, 9 tewas dan 60 ribu warga masih mengungsi

Merdeka.com – Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DKI Jakarta mencatat sembilan orang meninggal dunia sejak banjir melanda Jakarta. Kepala Seksi Informasi Pusdalops BPBD Jakarta, Bambang Surya Putra, mencatat hingga kini banjir masih merendam 97 kelurahan.
Dengan 126.500 jiwa terdampak bencana tersebut, sedangkan pengungsi diperkirakan sebanyak 63.958 warga. “Itu baru sementara, jumlahnya belum selesai ditotal,” katanya kepada wartawan, Senin (20/1) pagi.
Dikatakan Bambang, Jakarta Timur masih menjadi wilayah terparah yang terdampak banjir. Sejauh ini, dilaporkan sebanyak 22.228 warga Jakarta Timur yang mengungsi.
“Sementara di Jakarta Selatan sebanyak 19.644 jiwa mengungsi dan pengungsi di Jakarta Barat sebanyak 11.151 jiwa. Untuk Jakarta Utara, warga yang dilaporkan mengungsi sebanyak 9.509 jiwa. Jakarta Pusat terdapat 3.426 jiwa yang mengungsi,” papar Bambang.
Bambang belum dapat memastikan kapan banjir akan surut. Hal itu lantaran banjir di ibu kota tak hanya tergantung dari cuaca di Jakarta, tetapi juga curah hujan di wilayah hulu seperti Bogor, dan Depok.
“Sementara prediksi hari ini dari BMKG akan terjadi hujan ringan sedang. Tapi durasinya belum diketahui,” jelas Bambang.

 

Kesimpulan

Yah, mungkin bisa dibilang, ahok dan barisan media mainstream pendukungnya kali ini kualat alias kena batunya. Maksudnya mungkin ingin mempermalukan sang ustadz, namun malah mereka yang malu dan kebakaran jenggot karena ternyata banjir bandang beneran justru datang! Tercorenglah citra pemerintahan jokohok yang tadinya sudah “dipoles” dengan sangat bagus oleh media-media mainstream (yang bisa jadi dibayar, baca di sini). Mereka berhasil membukukan rekor sebagai pemerintahan pertama di jakarta dengan dua banjir bandang yang terjadi berturut-turut meskipun normalisasi waduk dan penggusuran warga miskin di sekitarnya telah dilakukan. Bahkan pemerintahan Foke yang menurut media mainstream “jelek” itu tidak sampai begini meski minus pengerukan sungai whatever itu. Tanya KENAPA? Aneh, bukan, sudah melakukan semua yang bisa dilakukan MANUSIA, namun GAGAL juga? Adakah faktor X di dalamnya?
Manusia memang dapat diperdaya dengan tsunami pencitraan di media mainstream, tapi Allah tidak akan bisa diperdaya. Hmmm…
Lagipula ini bukan pertama kalinya jokohok dan pendukungnya mencoba mendiskreditkan Islam. Pada 2012 lalu, Roma Irama bahkan termasuk juga Ustadz Yusuf Mansur sempat dilecehkan oleh buzzer jokohok (yang kemungkinan bayaran) dalam pilgub DKI. Lihat di sini. Well, “taktik” yang sama tidak berlaku dua kali, bung…
Ketika ditanyai pendapatnya mengenai banjir Jakarta, Ustadz Muhammad Al Khaththath berkata, “Mereka berdua (jokowi-ahok) paling bertanggung jawab atas banjir besar yang sangat menyengsarakan warga Jakarta ini.” Lalu beliau menyambung, “Kini Allah SWT menakdirkan banjir besar datang. Sudah saatnya kita kembali kepada Allah SWT dan tinggalkan segala kemaksiatan, kesesatan serta kekufuran yang ada. Mari kita kembali kepada ajaran Allah yang benar sesuai Alquran dan As-Sunnah.”

 

Baca Juga:

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Di balik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

 

source:
http://m.suara-islam.com/mobile/detail/9663
http://m.okezone.com/read/2014/01/01/500/920120/sambut-tahun-baru-fui-ramalkan-jakarta-diterjang-banjir-besar
http://m.okezone.com/read/2014/01/03/500/921182/ini-tanggapan-ahok-soal-ramalan-banjir-bandang-fui
http://m.liputan6.com/news/read/794809/hujan-sejak-pagi-jakarta-kembali-banjir
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2014/01/18/28719/2-pekan-setelah-tahun-baru10.530-warga-jakarta-jadi-pengungsi-banjir/
http://m.merdeka.com/peristiwa/banjir-jakarta-9-tewas-dan-60-ribu-warga-masih-mengungsi.html
http://www.dapurpacu.com/banjir-kepung-jakarta-jumlah-pengungsi-tembus-5-ribuan-jiwa/banjir-jakarta-2014/

Dibalik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Setelah kesuksesan politik pencitraan ala SBY sepuluh tahun lalu, kini muncul politik pencitraan gaya baru. Kali ini melibatkan dukungan masif semua media baik cetak, elektronik, online, maupun sosial.

Adalah jokowi yang digadang-gadang untuk jadi presiden dan diblow-up habis-habisan oleh media-media mainstream. Dukungan secara masif itu bisa dibilang tidak wajar karena jokowi yang adalah seorang muslim justru tidak “laku” di media Islam seperti voa-islamsuara-islam, dll.  Bukankah kalau seorang muslim sangat luar biasa dalam memimpin, maka media-media muslim justru akan ikut memberitakannya dengan bombastis? Tapi bukannya diberitakan secara bombastis, jokowi justru diberitakan secara negatif di media-media muslim tersebut.

Keanehan ini ditambah dengan adanya informasi bahwa kebanyakan media mainstream terindikasi dibayar untuk pencitraan jokowi. Menurut informasi ini, media-media tersebut adalah:

 

1) First Media Grup (beritasatu1.TV beritasatu .com, Jakarta Globe,  Suara Pembaruan, The Straits Times, Majalah Investor, Globe Asia, The Peak, Campus Asia, Student Globe, Kemang Buzz, Campus Life, termasuk Beritasatu FM. First Media Grup adalah milik James Riady (Lippo Grup), konglomerat yang bersahabat baik dgn Bill Clinton dan terlibat Lippo Gate yg terjadi di AS, ketika James Riady cs tertangkap memberikan dana politik illegal kepada timses capres Demokrat Bill Clinton

2) Media lain yang dikontrak mahal untuk pencitraan palsu Jokowi adalah Detik Grup. Ngakunya milik Chairul Tanjung alias CT, tapi sebenarnya milik Salim Grup. Setiap hari, detikcom memuat berita tentang pencitraan palsu Jokowi puluhan bahkan kadang lebih 100 berita.

3) Kompas /Gramedia Grup memang tidak segila detikcom siarkan Jokowi, tapi tetap punya KANAL BERITA KHUSUS

4) Jawa Pos Grup. Tidak melibatkan semua media milik Dahlan Iskan yang jumlahnya 185 TV, Koran, Online media, dll itu. Sekitar 40% JawaPos Grup dikontrak.

5) Yang paling gencar jilat Jokowi adalah Koran Rakyat Merdeka. Ada saja berita (palsu) istimewa tentang Jokowi. Kontraknya puluhan Milyar.

6) Tempo (majalah dan Online) adalah media pelopor yg orbitkan Jokowi dengan penghargaan “10 Tokoh Terbaik (penghargaan abal-abal), hanya karena bisa pindahkan PKL.

7) Tribunnews Grup (Bosowa dan Kompas) juga dikontrak untuk pencitraan palsu Jokowi. Demikian juga Fajar Grup (Alwi Hamu / Dahlan Iskan)

8) Metro TV, ga tahu sekarang dibayar berapa untuk kontrak pencitraan palsu Jokowi sampai 2014. Tapi saat Pilkada DKI puluhan Milyar

9) SCTV grup. Pemiliknya Edi dan Popo Sariatmadja malah menjadi cukong utama. Koordinator media pencitraan Jokowi, membantu James Riady

10) Media raksasa lain seperti Vivanews grup (TV One, ANTV, Vivanewscom dll) milik Bakrie meski kontrak dgn Cukong Jokowi tapi porsinya kurang dari 30%

11)  Selain media dan televisi mainstream, sosial media seperti twitter, facebook, kaskus, dll juga dikontrak khusus.  Lihat saja di sini. Bahkan di twitter juga mulai ada akun relawan yang berusaha menjelaskan dengan kata-kata manis mengenai tingkah-polahnya yang anomali  pada tiap akun yang berkomentar negatif. Rumornya ia memiliki buzzer  sebanyak 1500-2000an yang mengelola lebih dari 10.000 akun sosial media. Buzzer adalah semacam pasukan bayaran online, yang siap menjaga reputasinya di internet dengan cara menyusup di berbagai forum dan kolom komentar untuk mendongkrak citranya. Para buzzer bayaran ini akan berkomentar positif tentangnya dan menyerang habis-habisan mereka yang tidak melihatnya sebagai “dewa”. Dulu waktu pilkada DKI, selain orang-orang yang permanen kelola akun untuk pencitraan Jokowi, dibentuk juga Tim Jasmev. Puluhan Milyar biayanya. Lihat gambar yang sempat diambil saat pemilukada DKI lalu ini:

jokowow

image6

Bahkan ahli IT pun mengakui bahwa akun-akun pendukung jokowi tersebut adalah rekayasa. Baca ini:

 

Praktisi TI: Pendukung Jokowi di Sosmed palsu, satu orang bisa memiliki 100 akun

JAKARTA (Arrahmah.com) – Banyak akun palsu pembela Jokowi di sosial media. Untuk mendeteksi akun pembela Jokowi palsu tidak sulit. Salah satunya, banyak hal yang disampaikan sangat tidak masuk akal.

Begitu disampaikan Praktisi Teknologi Informasi, Chafiz Anwar, ketika dihubungi wartawan, Jumat (1/11/2013).

Chafiz mengatakan ciri-ciri akun palsu yang digunakan, segi jumlah komentar melalui media sosial yang serentak menyerang ataupun membela Jokowi. Padahal, hal itu tidak mungkin dilakukan pemilik akun asli secara bersamaan.

“Tidak mungkin komentar ribuan sekaligus dilakukan oleh pemilik akun asli,” katanya.

Ciri lainnya yang juga mudah dianalisa, menurut Chafiz, adalah dengan membandingkan jumlah pembaca dan jumlah komentarnya. Untuk masalah Jokowi misalnya jika ada yang mengkritiknya di sebuah media online dan kemudian langsung ada serangan dari ribuan orang seperti itu pernah  dialami terakhir oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf dan itu bisa ditegaskan kepalsuannya.

“Coba saja bayangkan berita yang mengkritik di sebuah media online itu. Baru beberapa saat tayang langsung yang komentar ribuan, itu sangat tidak mungkin. Kalau bukan sebuah tim yang mengerjakannya yang bisa saja terdiri dari puluhan orang,” tambahnya.

Yang paling mungkin kata dia lagi,  yang baca satu orang tapi orang ini memegang ratusan akun. Hal ini bisa dilihat jelas dari komentar-komentar pendukung Jokowi.

Ciri lainnya yang juga bisa diliat adalah ketidakjelasan identitas para pemain akun ini. Biasanya mereka kata Chafiz, menggunakan nama-nama palsu dan foto-foto palsu atau menggunakan gambar kartun.

“Yah satu orang kan gak mungkin punya 10 akun dengan nama sama dan foto yang sama.Sementara dari mereka satu orang minimal bisa memiliki 100 akun,” kata Chafiz.

Mereka jelasnya lagi menggunakan mesin pendeteksi dengan keyword-keyword tertentu.

“Misalnya kalimat Jokowi belum pantas jadi presiden.Mesin mereka ini berjalan seperti halnya mesin pencari google,begitu mesin mendeteksi ada kalimat atau kata tertentu yang dimasukkan,mereka akan bergerak cepat dan membalas kalimat-kalimat tersebut,” tegasnya.

Terakhir dirinya mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing dengan settingan provokasi maupun ajakan yang mereka mainkan,karena itulah tujuan mereka. Masyarakat jangan sampai terperdaya oleh provokasi mesin yang mereka mainkan.

“Pilih saja dengan cerdas dengan menelusuri rekam jejak para kandidat calon presiden.Jangan percaya dengan permainan seperti ini,”tandasnya (azm/dbs)

 

Hal ini diperkuat oleh komentar Amien Rais di bawah ini.

 

Nasihati Jokowi Sebagai Sesama Wong Solo
HeadlineINILAH.COM, Jakarta – Nama Amien Rais kembali menjadi sumber berita. Penyebabnya, ia mengritik keras Gubernur DKI Joko Widodo terkait wacana pencapresan dalam Pemilu 2014. Apa motif kritik Amien Rais ke Jokowi?

Nyaris tidak ada perubahan dari sikap Amien Rais sebelum dan sesudah reformasi. Suaranya tetap lantang. Gaya kritiknya tetap khas, langsung menusuk jantung masalah. Saat sebelum reformasi, Amien juga pengritik keras rezim Presiden Soeharto.

Ia juga termasuk yang pertama kali mewacanakan suksesi kepemimpinan nasional di tengah kuatnya rezim Soeharto. “Jadi ketika saya bilang suksesi, saya diketawain. Tetapi karena ada substansi pelan-pelan orang terbuka,” ujar Amien Rais dalam wawancara khusus dengan INILAH.COM di kediaman pribadinya di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013).

Kini, Jokowi menjadi obyek kritik “Lokomotif Reformasi” ini. Secara lugas Amien mengingatkan publik agar tidak memilih pemimpin hanya berpijak pada popularitas semata. Terkait melambungnya nama Jokowi, Amien memiliki pandangan tersendiri. “Jadi secara sistematik saya melihat memang ada brain trust yang melambungkan Jokowi ke aras politik bahkan mungkin ke kursi presiden,” sebut Amien.

Selain itu, Amien juga bicara soal alasan mengapa dirinya mengritik Joko Widodo? Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga bicara soal kriteria presiden 2014 mendatang. Berikut wawancara lengkapnya:

Apa motif Anda mengkritik keras Joko Widodo?

Jadi saya sudah lama berdiam diri. Saya sesungguhnya menunggu ada sebagian intelektual, politisi, penggiat LSM, kyai, atau siapa saja yang berani memberikan kritik kepada fenomena Jokowi, yang menurut saya sudah luar biasa. Jadi secara sistematik saya melihat memang ada brain trust yang melambungkan Jokowi ke aras politik bahkan mungkin ke kursi presiden.

Padahal, kalau kita lihat ke belakang, sesungguhnya Jokowi seperti kepala derah yang lain seperti Walikota Surabaya, Walikota Yogyakarta, atau walikota yang lebih bagus lagi lebih banyak. Tetapi memang menurut saya ada usaha yang sistematik (untuk munculkan nama Jokowi), dari mobil Esemka yang pepesan kosong itu, sampai mempopulerkan Jokowi seorang walikota terbaik dari lima walikota yang ada di muka bumi, maka saya makin ngeri.

Lalu?

Sebagai orang yang belajar ilmu sosial, saya sudah menyimpulkan kesimpulan sementara, ada kekuatan modal yang akan melambungkan Jokowi sehingga kalau sampai keinginan modal besar ini berhasil, saya takut, saya kasihan Jokowi akan tersandera. Saya tidak mengatakan presiden boneka, tapi akan menurut kepada yang melambungkan yang sangat luar biasa itu.

Nah, demokrasi yang jadi kiblat kita itu, adalah demokrasi jadi-jadian yaitu demokrasi Amerika. Kita kagum dengan demokrasi Amerika, tapi kalau kita buka ini demokrasi di Amerika yang menguasai Gedung Putih, Pentagon, Capitol Hill, itu sesungguhnya adalah kompleks yang dalam istilah politik itu disebut sebagai military, industrial, congresianal, dan media complex. Jadi korporasi besar itulah yang sejatinya mendikte George Bush, Bill Clinton, Obama dan presiden-presiden sebelumnya. Jadi terkenal dengan ungkapan almarhumm Muchtar Lubis, Demokrat dan Republik itu sama saja. Satu perompak satu perampok.

Dalam Konteks Jokowi, bisa dijelaskan tentang kekuatan besar tersebut?

Hal ini makin terasa, bahwa kekuatan yang melambungkan Jokowi ke aras tertinggi itu, memang terlalu kentara. Mereka tidak bisa menahan diri, Sehingga orkestra dengan politik itu terlalu kentara, dari media massa yang seragam, pengerahan cyber troops, orang kritik Jokowi di media, nanti ada ratusan yang menghantam tanpa ampun dengan kata-kata semestinya tidak layak dan elok.

Tapi kalau seperti saya, anjing menggonggong kafilah berlalu. Saya hanya ingin menunjukkan hati-hati, kalau presiden siapapun yang bisa bertengger jadi lurah Indonesia karena dengan dukungan luar biasa dukungan modal tanpa batas itu, percayalah dia akan menjadi sandera dari pendukungnya.

Analisa Anda cenderung konspiratif, apa indikator yang paling kuat?

Jadi seperti cyber troops itu kan tidak wajar. Prabowo Subianto tidak mengalami seperti itu, SBY juga tidak ada. Jadi ini ngebet. Karena ngebet ya ketahuan. Saya punya kecenderungan, sebagai orang kampus yang dididik berfikir ilmiah itu memang tidak akan mengatakan kalau tidak yakin. Jadi kembalilah dan tengoklah Solo yang kumuh, miskin, dan gelap. Kemudian dikatakan walikotanya menjadi salah satu walikota terbaik di muka bumi. Ini konspirasi media massa.

Jadi, ini ada kompleks dari pemilik modal, pemilik media massa, kekuatan politik di DPR dan di tengah-tengah massa, sudah kena hypnotisme atau dalam bahasa INILAH.COM “nina bobo” Jokowi. Tetapi saya tidak ada pamrih kecuali mengingatkan jangan sampai kita menganggap demokrasi untuk rakyat tapi ternyata milik pemilik modal.

Sekarang sudah terbaca kan kemana proyek-proyek DKI kemana larinya? mereka kira-kira yang mendukung. Yang kita takutkan ribuan triliunan kekayaan Indonesia mulai perkebunan, pertambangan, pertanian kekayaan laut dan lain-lain. Kalau sampai presiden mendatang itu menjadi tersandera oleh kekuatan modal itu, rakyat hanya akan jadi pelengkap penderita.

Apakah Anda bisa perjelas siapa pemilik modal itu apakah dari kelangan ‘hitam’?

Saya tidak akan mengatakan hitam, cokelat, abu-abu dan lain-lain. Hampir bisa dipastikan, bahwa pemodal besar itu mesti dihinggapi patologi profit. Jadi siang-malam yang difikir adalah profit dan profit. Sementara untuk menagguk keuntungan itu angger-angger atau kaedah moral, kaedah agama, sosial etika, itu sudah terbenam.

Nah, cuma repotnya, sejak jaman dulu sampai sekarang untuk memahamkan yang cukup jelas ini kepada rakyat itu tidak mudah, bahkan kadang-kadang jadi bumerang. Tapi karena saya membaca sejarah para nabi, tokoh perubahan, memang itu, rakyat selalu mudah untuk dibelokkan kesana kemari oleh opinion leaders, media massa dan lain-lain.

Bahkan contoh telak dalam sejarah kuno bagaimana Bani Israel yang tertindak menjadi budak, ketika diajak salah satu putera terbaiknya yaitu untuk diajak keluar dari cengkeraman Firaun dari Palestina, malah salah paham, mereka malah marah sama Musa. Musa dikatakan gila. Persis seperti nabi, apalagi Amien Rais yang tidak sekutu hitamnya nabi jadi tidak pernah gusar ketika dikatakan tidak paham masalah, bodoh dan lain-lain.

Selama setahun Jokowi di Jakarta, ada capaian yang mendapat apresiasi publik seperti blusukan, lelang jabatan termasuk mengurai kemacetan di Tanah Abang. Apa anda tidak melihat sisi baik Jokowi?

Tanah Abang sekarang lancar, itu harus diacungi jempol. Belum banyak sesungguhnya tapi itu cukup saya catat. Memang mengatasi banjir dan macet tidak cukup dua bulan, jadi butuh satu periode kepemimpinan gubernur secara utuh. Itu pun kalu tidak ada guncangan-guncangan yang lain. Artinya, ekonomi stabil, mudah-mudahan bisa.

Terkait dengan satu periode gubernur utuh, bagaimana dengan dorongan agar Jokowi maju menjadi Capres?

Ketika pejabat disumpah demi Allah itu sesungguhnya bukan main-main. Jokowi kan disumpah lima tahun, lalu di tengah jalan terbengkalai tugasnya, karena mengincar lebih tinggi dan tergoda apa tidak menyalahi etika dan fatsoen politik.

Kritik Anda ke Jokowi mendapat perlawanan dari para pendukungnya, apa komentar Anda?

Jadi saya tahu, sebagian besar rakyat tidak sepaham dengan saya. Tapi ekstremnya, andaikan 250 juta rakyat mengatakan kita harus ke utara mendukung Jokowi, saya mengatakan pikir dulu. Kalau saya ke selatan, tapi harus ada yang mengingatkan. Karena seseorang dielukan itu akhirnya lupa. Kita belum lama toh, dulu Bung Karno kita lupa, baru beberapa tahun Pak Harto sudah seperti Bung Karno, 7 kali dipilih dengan aklamasi oleh anggota MPR.

Jadi ketika saya bilang suksesi, saya diketawain. Tetapi karena ada substansi pelan-pelan orang terbuka. Spekulasi bahwa saya kritik Jokowi untuk menjodohkan Prabowo-Hatta, saya ngiri, syirik, itu tidak ada kentang kimpulnya (tidak ada korelasinya).

Jadi saya mengingatkan bangsa ini, mau mimpin lurah Indonesia, jadi tolong dipikir lebih jernih lagi masih ada waktu satu tahun untuk tidak menganut grubyug untuk latahisme, saya peringatkan yang menjadi cyber troops Jokowi itu apa tidak malu pada diri sendiri, saya sarankan sebelum tidur merenung 1-2 menit, apa yang saya lakukan betul apa tidak. Menghujat seenaknya dengan kata-kata yang kurang senonoh itu menurut saya kurang pas, ketika saya ditanya ya itu, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

Siapa yang ideal dalam 2014 mendatang?

Saya tidak akan menyebut nama, cuma syarat. Siapapun yang bisa membawa bangsa ini ke depan dengan percaya diri, bisa menyuguhkan kedaulatan ekonomi itu yang bisa dipilih. Itu bisa Jokowi, Prabowo, Hatta Rajasa, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Sri Mulyani, Gita Wirjawan, Hidayat Nur Wahid atau siapapun.

Sehingga saya sesungguhnya punya impian, bukan kita ingin mencontoh demokrasi liberal yang brengsek itu, tetapi kalau kita ingat dalam memilih lurah saja, itu lurah tidak dipilih asal-asalan, milih bupati dan walikota tidak asal-asalan.Karena itu, sesungguhnya ada semacam gurauan, saat SBY menang, bersama kita bisa. Bisanya tidak jelas, apakah bisa melindungi alam, menegakkan hukum, meningkatkan Iptek. Saya pikir pengalaman masa lalu itu mungkin akan menjadi beban para capres itu untuk berpikir keras. Karena kalau cuma popularitas tidak menjamin.

Apakah bisa dikatakan, karena hanya modal popularitas SBY di 2004 lalu, maka hasilnya seperti saat ini?

Jadi kata orang awam itu kapan proses transisinya demokrasi berhenti, jadi masih up and down terus. Saya melihat pengalaman dari negara berkembang, dipilih karena menekan rakyatnya seperti Saddam Husein, Husni Mubarak, Moammar Khadafy, atau di negara-negara Asia para diktator itu. Tapi juga ada memang populer, Juanita Peron, karena istrinya Peron, saat pilpres menang mutlak. Tapi gak sampai setahun mundur, karena tidak ada negarawan.

Ada juga Joseph Estrada, populer menjadi bintang film tidak sampai setahun harus diganti. Nah Jokowi, soal blusukannya luar biasa, gak pernah ngantor. Kalau blusukan terus kapan kerjanya. Memang Ahok ada sebagai wakil, tapi yang megang komando adalah Gubernur. Mungkin saja, blusukan akan mengalami titik jenuh, kalau blusukan 2-3 tahun tapi masalah mendasar Jakarta belum bergeser, itu bisa juga menjadi bumerang.

Jadi sesungguhnya, saya dikatakan terlalu keras, tajam, mungkin karena tidak ada yang lain yang kritik. Saya ingat betul, saat saya menyampaikan ide suksesi Pak Harto, saya sendirian betul, sampai teman-teman diskusi saya tidak datang ke rumah saya karena takut, tapi lama-lama kemudian terbuka juga.

Kalau saya begini, saya menasehati sama-sama wong solo, popularitas Jokowi ini tidak mesti 20 tahun muncul, dia mendapatkan berkah seperti itu, Cuma sekarang ini dia diberi amanat lima tahun di DKI Jakarta sebaiknya bekerja sebaik-baiknya, dia masih muda, kalau dia sukses bisa melenggang sambil mengasah jam terbang, kalau dia bisa merefleksikan lagi sebagai calon pemimpin Indonesia, selesaikan amanat yang sudah disumpah mudah-mudahan akan jadi bagus.

Juga jangan pernah mau didikte pemilik modal. Pemilik modal itu 24 jam itu uang, uang dan uang tidak pernah berpikir si suto, noyo, duta dan waru. Jadi saya ada mix feeling, di samping kritik saya dianggap terlalu keras sampai ke intinya, tapi di balik itu ada harapan, kalau dia bisa menampung pikiran saya ini, maka dari sudut fatsoen politik, sumpah itu dipenuhi. Ketika dia disumpah ada mushaf al-Quran.

Ketika sudah selesai (5 tahun) tidak kemmudian menyulap Jakarta menjadi singapura, tidak mungkin juga, tapi Jakarta mulai rapih, mulai tertata, mulai kurang kemacetan, mulai memperoleh air bersih, sudah nampak, kemudian silakan (maju capres).

Apa makna kritik anda terkait nasionalisme Jokowi?

Sebagai kader PDI Perjuangan, dia tidak harus sama dengan Bu Mega, karena dulu yang salah tokoh-tokoh yang mengitari Ibu Mega. Dulu dua tanker Pertamina dijual, sekarang kita sewa, Indosat yang merupakan karya bangsa, tapi kemudian dijual dengan harga Rp8 triliun padahal labanya per tahun Rp3 triliun. Ini kan asset negara.

Jadi bagaimana konglomerat hitam yang ribuan triliun, diputihkan melalui release and discharge, gas tangguh di Papua diijon ke China untuk sekian puluh tahun dengan harga yang tidak berubah, flat. Gas dan maupun minyak maupun batubara itu mesti naik.

Seperti ini yang saya pikir dan Jokowi tidak usah seperti yang lain. Saya sesungguhnya ketika dia berani menolak rencana untuk sebuah tempat di Solo yang strategis untuk dijadikan mall, itu menunjukkan keberpihakan rakyat kecil. Itu Jokowi asli. Jokowi yang asli perlu dikembangkan. Jangan sampai pernah berutang kepada orang yang melambungkan karena ada udang di balik tepung.

Sisi lain Anda kritik Jokowi, sisi lain anda membangun komunikasi partai Islam?

Saya kan dari kalangan santri, ada semacam bias subyektif bahwa kalangan santri jangan sampai tidak ikut menentukan masa depan negeri ini. Padahal partai santri kalau dikumpulkan lebih tinggi dari Partai Demokrat, Partai Golkar bahkan PDI Perjuangan. Memang di kisaran 5-8 persen, tapi kalau dikumpulkan jadi kuat.

Kita tidak mungkin usul perbaiki negeri ini kalau kita bercerai berai. Kalau kita bersatu, kita punya bargaining position kepada kekuatan yang lain, dari masa depan kita bicarakan bersama Di forum UII yang digelar dua minggu sekali, selain yang datang tidak selalu sama orangnya, tapi yang jelas yang kita bicarakan belum pernah menyebut siapa yang layak jadi capres. Tapi temanya berganti-ganti seperti masalah energi, moneter, ekonomi, masa depan perbankan dan pertambangan, perpajakan, rule of law, pembelaan terhadap kaum duafa. Belum sekalipun kita bicara Capres.

Mau saya itu, kita sudah tahu, dari masukan-masukan itu kelihatan jadi agenda nasional kita itu ada skala prioritas. Pertama melindungi sumber daya alam kita dari terkaman asing, membangun clean and good governance, penanganan hukum tidak boleh tebang pilih, dan mengejar ketertinggalan Iptek kita dengan bangsa lain. Kalau agenda sama, itu lebih enak, baru bicara bagiamana masa depan karena tidak mungkin, umat Islam sendirian memikul masalah nasional sendiri. Begitu juga tidak mungkin kaum nasionalis senidirian.

Anda masih percaya politik aliran?

Masih. Sekalipun politik aliran disebut kuno. Tapi faktanya suara santri 35%. Apa kita memegang pahat atau kuas untuk melukis, jadi jangan jadi penonton. Ini forum terbuka, saya sampaikan di pertemuan saudara kita dari intel, polisi silakan datang. Jadi suasana santai, tidak pernah tegang. Walaupun yang kita bahas berat.

Saya sudah 70 tahun, saya yakin tidak ada lagi kepentingan, kecuali saya sebelum menutup mata selamanya ada perbaikan, kalau dari segi kehidupan pribadi, apa yang kurang buat saya? kalau kata orang Jawa legan golek momongan, sudah tidak ada masalah, masih cari masalah. Tapi tugas intelektual itu tidak di menara gading atau di kehidupan sendiri, tugas intelektual di tengah-tengah massa yang banyak kalau bisa memberikan kontribusi.

Ada respons dari warga Muhammadiyah?

Warga Muhamamdiyah itu punya ciri khas, politiknya terlalu netral, tidak tajam. Dibandingkan dengan teman NU, orang Muhammadiyah malah tidak tajam, karena doktrin amal sholeh terlalu banyak, kadang-kadang doktrin pemikiran tidak dibenahi, Muhammadiyah termakan rutinisme. Jadi Islam dan amal soleh menyatu, dimana pun warga Muhammadiyah ada, buatlah masjid, Rumah Sakit, TK sampai Universitas. Saya jarang ditanya pertanyaan politik.

Apa prinsip hidup Anda?

Sesungguhnya saya punya prinsip kehidupan begini, kalau para nabi menjadi suri tauladan kaum beriman itu sikapnya memang sangat jelas, mereka menyampaikan sesuatu untuk kebaikan bersama, setelah itu mereka tawakkal.

Jadi apakah umat mendengar atau tidak, yang jelas sudah disampaikan, jadi anak saya yang paling kecil, mengritik, “bapak sudah sepuh kok masih bicara urus politik, sudahlah pak rakyat maunya seperti itu sudah titik. Pak enjoy life pak. Bersama kita pak”. Tetapi kalau ajaran agama kita, kalau ada yang tidak benar, sampaikan dengan lisanmu, paling tidak, kalau tidak ada kekuatan ya dengan tulisan. Itulah filosofi hidup saya. Kalau saya dipuji tidak besar kepala, kalau dicaci lantas juga tidak dlosor.

Dulu waktu menyuarakan suksesi Pak Harto, banyak telpon apakah sudah bosan hidup? kami tahu agenda anak-anak sekolah anak-anak Anda. Ini sesuatu yang biasa. Justru yang tidak biasa, di alam demokrasi tokohnya dikritik malah kebakaran jenggot, malah kasihan tokoh itu. Itu namanya kekanak-kanakan, puber saja belum, masih kekanakan. [mdr]

 

Kuliah twitter (kultwit) akun kontroversial yang memiliki ratusan ribu followers, @TrioMacan2000, juga mengiyakan hal tersebut.

 

1. Eng ing eeeeng… pagi ini kita kultwitkan keberhasilan Jokowi sbg Gubernur Jakarta. Belum setahun sdh luar biasa kinerjanya

2. Prestasi luar biasa Jokowi yang pertama : tercatat sebagai gubernur, tokoh dan manusia yg terbanyak dimuat media massa dlm waktu 1 tahun

3. Selama kurun waktu 1 tahun, Jokowi lebih 10 juta kali dijadikan topik pemberitaan media massa Indonesia : TV, Koran, majalah, OL dst

4. Rekor tertinggi pemuatan berita tentang Jokowi di pegang oleh detik com yang memuat berita serba serbi Jokowi lebih dari 17.000 kali

5. Jika di dengan pemuatan berita Jokowi yang diupdate via socmed, detik com menyiarkan berita ttg Jokowi sebanyak lebih dari 233.000 kali

6. Juara kedua terbanyak memberitakan Jokowi adalah First Media Grup (beritasatuOL, beritasatuTV, dst) lebih 200.000 kali beritakan Jokowi

7. Menyusul Juara Ketiga adalah Grup Kompas (termasuk Tribunenews grup). Juara keempat JPNN Grup, dan seterusnya

8. Inilah Daftar Sebagian Media Massa Nasional Jadi Pelacur Media- Pembentuk Opini Palsu Jokowi. http://chirpstory.com/li/122525

9. Untuk mencapai target pemberitaan sebanyak2 ttg Jokowi sesuai dengan kontrak dan tujuan para cukong2 Jokowi, puluhan wartawan dikerahkan

10. Puluhan wartawan itu wajib hadir setiap pagi di Balai Kota DKI, bekerjasama dgn Biro Humas DKI dan ‘Staf Khusus’ Jokowi bidang Media

11. Sebagian lagi bahkan ada yang diwajibkan setiap pagi termasuk hari libur menongkrongi Rumah Dinas Gub Jokowi. Ngais2 berita apa saja

12. Kehadiran puluhan wartawan, pernah melebihi 100 wartawan di balaikota DKI setiap pagi dikoordinir dan diabsen ketat. Sesuai kontraknya

13. Para wartawan ini juga mengikuti Jokowi kemana pun pergi dan diwajibkan menulis /kirim /muat berita Jokowi 10-30 berita perhari

14. Tidak aneh jika Jokowi makan, minum, mimpi, mikir, berwacana, ngomong, janji, canda, rapat, blusukan, dst..dst..semua wajib diberitakan

15. Pokoknya tiada hari tanpa ratusan – ribuan berita ttg Jokowi, harus yang bagus2 semua. Sesekali boleh kritik, tapi hny sekedar alibi

16. Contoh ketika publik sudah banyak yg menuduh detik com dibayar mahal oleh konglomerat hitam cukong Jokowi, detik pun ‘cuci muka’

17. Ketika detik dituding pelacur media kelas wahid demi bentuk opini dan citra palsu Jokowi, detik tulis berita ‘negatif’ Jokowi. 1-2 kali

18. Kenapa detik com getol sampai mati muat berita Jokowi 20-50 per hari plus disebarkan berulang via akunnya di socmed ?

19. Kalau disebut Jokowi sbg media darling, itu sama saja dgn pembohongan publik. Menganggap semua rakyat itu tolol, buta, ga punya otak

20. Detik Com itu resminya, katanya sih punya Chairul Tanjung atau Para Grup atau Trans Crop Grup atau apa pun namanya deh

21. Tapi faktualnya, baik detik com, para grup, transcorps grup atau apapun yang dimiliki Chairul Tanjung itu, dibelakangnya ada Salim Grup

22. Salim Grup adalah konglomerasi terbesar terkaya di Indonesia, sejak orba hingga saat ini. Orang terkaya di RI yg sebenarnya Antoni Salim

23. Ini sekilas orang terkaya di Indonesia >> “THE INDONESIAN RICHEST MAN: ANTONY SALIM” http://chirpstory.com/li/98954

24. Ini sekilas ttg Antoni Salim, Putra Sulung Sudono Salim alias Liem Sioe Liong, Raja Taipan Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Anthony_Salim

25. Siapa Antoni Salim sebenarnya? Dia adalah King of GodFather Kerajaan bisnis dan politik Indonesia. Don dari segala Don. Don King

26. Pengalaman pahit pergolakan reformasi 98 yang membakar rumah orang tuanya di kawasan Gunung Sahari / Kemayoran Jakarta, jadi pengalaman

27. Sejak reformasi, Salim Grup tarik diri dari pemberitaan media massa Indonesia, tampil low profile but always get high profit

28. Salim berhasil meraup uang negara Rp. 55.7 triliun melalui tipu2, kolusi dan perampokan thdp banknya sendiri, BCA, dari fasilitas BLBI

29. Bank BCA pun bermetamoforsis menjadi Bank Mega dengan Chairul Tanjung, proxy atau boneka Salim Grup sbg seolah2 pemiliknya

30. Bukan hanya chairul tandjung yang jadi proxy salim grup. Masih terdapat sejumlah tokoh konglomerat terkenal yang sebenarnya boneka Salim

31. Bahkan Bank BCA yang katanya sdh dimiliki Grup DJarum pun, sesungguhnya masih dimiliki sahamnya sebagian oleh Salim Grup di bwh tangan

32. Untuk mengamankan dan menyamarkan Imperium Kerajaan bisnisnya, Salim Grup memindahkan Holding Grup Usahanya ke Singapore. RI gigit jari

33. Apa dan bgmn hubungan Antoni Salim dgn Jokowi ? Apa kepentingannya ? Bgmn strateginya ? Kita kupas satu per satu. Agar rakyat waspada

34. Antoni Salim, Sang Caesar Salim Grup dan Panglima konglomerasi bisnis Indonesia, menggunakan tangan James Riady cs utk orbitkan Jokowi

35. James Riady atas restu antoni salim bertindak sbg koordinator hampir seluruh konglomerat keturunan cina Indonesia yg mendukung Jokowi

36. James Riady adalah putra Mochtar Riady, mantan dirut BCA , kader utama Liem Sioe Liong. Tradisi diteruskan, James dimentori oleh Antoni

37. Semua langkah James riady cs dalam mensukseskan Jokowi sbg presiden boneka direstui & didukung penuh antoni > pic.twitter.com/tjFi7pZXgn

38. Peran James Riady sbg koordinator konglomerat dlm mendukung capres tertentu berbeda dgn perannya saat pilpres 2009 lalu yg dukung SBY
39. Jika pada pemilu/pilpres 2009 atau pun 2004, para konglomerat cina hanya dukung capres sebatas dana dan dapat kompensasi gelapkan pajak

40. Deal konglo2 hitam dgn SBY terkait korupsi pajak itulah yang menyebabkan SBY snagat menentang pembentukan pansus mafia pajak DPR dulu

41. Kini James riady cs bertindak sbg sponsor, fasilitator, donatur dan pengendali penuh Jokowi yg pasti mereka orbitkan sbg presiden boneka

42. Untuk maksimalisasi pencapaian target utama Jokowi sbg Presiden boneka konglomerat cina, mereka rangkul sejumlah tokoh dan jenderal

43. Diantaranya tentu saja, salah satu jenderal tercerdas yang pernah dimiliki negeri ini, senior kami Jenderal Luhut B Panjaitan

44. Karena peran strategis Bang Luhut dalam pemenangan jokowi sudah tercium luas, posisi sentralnya sementara diambil alih Bang Edo hehe

45. Bang Edo alias Jenderal AM Hendro Priyono selain gantikan Bang Luhut juga punya tugas khusus, merebut dan melunakan hati Bu Megawati

46. James Riady cs, Luhut. AMH Priyono dan kelompoknya inilah yang dulu pernah dijuluki Megawati sebagai ‘penumpang gelap’ Pilkada DKI

47. Kenapa Megawati sampai menjuluki kelompok mereka sbg penumpang gelap ? Sila baca >> Penumpang Gelap di Pilgub DKI http://chirpstory.com/li/160183

48. Lanjut ya … Siapa sebenarnya James riady itu ? Apa agenda utamanya ciptakan jokowi sbg boneka? Sdh pernah kami bahas bbrp kali …

49. Sila simak kultwit pada chirpstory ini >> “PERAMPOK – PERAMPOK NEGARA DIBALIK JOKOWI” http://chirpstory.com/li/122255

50. Silahkan baca vonis bersalah James Riady cs atas donasi haram Lippo Grup kepada Partai Demokrat/ Clinton http://www.justice.gov/opa/pr/2001/January/017crm.htm

51. Sila simak juga kultwit ini >>  “Mengenal James Riady, agen China Millitary Intellegence Penyandang Dana Jokowi http://chirpstory.com/li/84613

52. Boleh juga simak ini >> JAMES RIADY, Bos Lippo Grup dan First Media Grup di Gedung Putih AS http://chirpstory.com/li/94610

53. Bagaimana “SEPAK TERJANG KELUARGA RIADY (LIPPO & First Media GROUP) DALAM BISNIS & POLITIK – BAG. 1″ http://chirpstory.com/li/94609

54. “SEPAK TERJANG KELUARGA RIADY (LIPPO GROUP) Melanggar dan mengangkangi hukum di Indonesia – BAG. 2″ http://chirpstory.com/li/94688

55. Sila baca juga > “SEPAK TERJANG KELUARGA RIADY (LIPPO GROUP) DALAM BISNIS & POLITIK DUNIA ? – BAG. 3″ http://chirpstory.com/li/95920

56. Kehebatan James Riady cs mengendalikan Jokowi sehingga Jokowi tega berkhianat pada megawati, JK dan Prabowo cs >>
http://chirpstory.com/li/110147

57. Tawaran spektakuler dari James Riady cs yg janjikan Jokowi dukungan penuh, dana tak terbatas, jaringan bisnis RI dan internasional …

58. Strategi rekayasa pembentukan opini publik secara masif, sistematis, kontiniu dari mayoritas raksasa mediamassa dikerahkan dukung Jokowi

59. Sesuai informasi semua lembaga inteligen negara, kesimpulannya sama: konglomerat cina sangat solid dukung Jokowi jadi presiden boneka

60. Dukungan terhadap Jokowi dalam bentuk jaringan komunitas bisnis cina dunia dan dari konglomerat buron / koruptor BLBI juga sangat kuat

61. Pd pilkada DKI lalu, para buronan BLBI perampok uang negara ratusan triliun saat krisis moneter 98 sumbang jokowi sedikitnya US$ 50 juta

62. Uang bantuan konglomerat perampok BLBI yang buron dan stay di singapore itu diberikan dlm 2 tahap ( yg diketahui intelijen negara)

63. Tahap pertama US$ 25 juta bantuan pembiayaan promosi dan kampanye jokowi di Pilgub DKI putaran kedua, diserahkan melalui mantan dubes

64. Bantuan tahap kedua US$ 25 juta digunakan utk bantuan pembiayaan maintenance citra dan popularitas Jokowi sampai menjelang pilpres 2014

65. Bantuan dana untuk pencapresan Jokowi pada tahap berikutnya dari konglomerat buronan BLBI belum kami dapatkan informasi. Sabar ya ..

66. Agar lebih paham, silahkan simak > “MANUVER POLITIK KONGLOMERAT HITAM BLBI & PERAMPOKAN CENTURY” http://chirpstory.com/li/41870

67. Ini sebagian DAFTAR NAMA PEMILIK BANK PERAMPOK DANA BLBI. Antoni Salim/salim grup cs lolos dgn manipulasi MSAA http://chirpstory.com/li/70334

68. Luar biasa solid dan kuat dukungan konglomerat2 cina mendukung Jokowi agar jadi presiden boneka. Agar RI bisa mereka jd bancakan (lagi)

69. Ini salah satu contoh faktualnya >> PERTEMUAN RAHASIA TOKOH2 CINA UNTUK MENANGKAN JOKOHOK DGN SEGALA CARA
http://chirpstory.com/li/22655

70. Rekayasa opini publik melalui lebih 80% media massa milik mereka sendiri atau atas dasar bayaran, menutupi fakta ttg Jokowi sebenarnya

71. Mengenai Jokowi sendiri, karakternya, integritas pribadi dan kinerjanya tidaklah luar biasa. Bahkan masih dibawah rata2 tokoh2 lain

72. Hanya karena peran mayoritas media nasional yang menutupi kelemahan, kekurangan, korupsi2 dan cacat moralnya tertutupi pemberitaan/opini

73. Banyak fakta dugaan korupsi Jokowi yang seharusnya didorong pengusutannya secara tuntas oleh KPK, kejaksaan atau Polri, tapi mandek

74. Ini sekeping contoh tentang siapa dan bagaimana kinerja dan dugaan korupsi2 jokowi http://chirpstory.com/li/17195

75. Ini fakta kinerja Jokowi sesuai data dan penilaian BPS dan penilaian resmi pemerintah http://chirpstory.com/li/16815

76. Ini sedikit bukti bahwa Jokowi itu sebenarnya adalah pendusta. Lakukan pembohongan publik http://chirpstory.com/li/16843

77. Ini lagi sekilas bhw kegagalan2 jokowi selalu ditutupi media2 nasional milik cukongnya dan media bayaran http://chirpstory.com/li/23060

78.  Ini dugaan keras pelanggaran dan korupsi Jokowi di program Kartu Jakarta Sehat …mana @KPK_RI? http://chirpstory.com/li/157982

79. Banyak sekali informasi pelanggaran, dugaan korupsi, cacat moral dan integritas, kelemahan2 Jokowi dsj yg tdk bisa terungkap di media

80. Jangankan di media mainstream, di media mikro seperti socmed pun, opini dikendalikan oleh james riady cs dgn ribuan akun bayarannya

81. Salah satu kordinator pembentukan opini palsu tentang Jokowi dan strategi mencegah fakta2 ttg jokowi terungkap adalah @KartikaDjoemadi

82. Kartika djoemadi yang berprofesi sbg spin doctor itu dikontrak mahal dgn memperkerjakan ratusan orang sbg admin ribuan akun di socmed

83. Lihat dan nilai sendiri pengakuan mereka (Jasmev) yang rekayasa opini tentang jokowi di socmed
http://spindoctors-indonesia.com/news.htm?id=11&page=1

84. Jadi, tsunami informasi ke benak ratusan juta rakyat Indonesia oleh konspirasi media nasional utk menangkan Jokowi harus diwaspadai

85. Kami hanya memprovokasi rakyat agar cerdas, kritis dan skeptis terhadap segala usaha yg dilakukan musuh2 negara yg ingin kendalikan RI

86. Para konglo busuk, agen intilejen china yang juga koneksi kuat ke Demokrat AS dan mantan presiden AS, ingin menguasai RI via Jokowi

87. Apakah kita begitu malas berfikir ? Bgtu apatis utk sedikit peduli dgn nasib dan masa depan bangsa ini ? Silahkan tanya diri masing2

88. Sesungguhnya nasib suatu kaum atau bangsa ditentukan oleh kaum/bangsa itu sendiri… Hasta la Victoria Siempre.. Merdeka !!

 

Modus media-media mainstream ini adalah terus memberitakan jokowi seolah tidak ada berita lain di Indonesia, dengan nada positif tentunya. Mereka menggunakan metode keilmuan dalam ilmu komunikasi yaitu agenda setting, yang berarti media menentukan apa yang perlu dan yang penting untuk dipikirkan pembaca atau masyarakat. Dengan terus menampilkan begitu banyak berita positif mengenai jokowi, maka media-media mainstream ini “memaksa” masyarakat untuk memikirkan jokowi sesuai pemberitaan mereka, yaitu calon presiden potensial tanpa lawan.

Tidak hanya media, survey-survey juga turut berpartisipasi melambungkan nama jokowi (padahal bisa jadi survey tersebut adalah pesanan alias dibayar).  Menurut survey, jokowi ada di peringkat atas dalam setiap polling capres. Metode keilmuan yang dipakai untuk  ini adalah metode persuasi marketing yaitu social proof yang mengesankan seolah-olah semua orang mendukung jokowi jadi yang lain akan tergerak untuk mengikuti “arus massa terbanyak” dan memilih jokowi dalam pilpres. Padahal kita tidak pernah tahu secara jelas siapa yang berpartisipasi dalam survey, apakah memang benar mengikuti metodologi atau tidak, dll.

Media-media mainstream dan survey-survey tersebut ramai-ramai menggiring opini masyarakat bahwa jokowi adalah pahlawan tanpa tanding dengan harapan agar ia dapat terpilih menjadi presiden untuk lima tahun ke depan. Seolah dia itu dewa, padahal nyatanya Jakarta ya begini-begini saja. Tidak ada perubahan berarti. Tetap macet, langganan banjir, kotor, penuh polusi, dll.  Prestasinya yang minim di Jakarta dikaburkan dengan aksi-aksi populer seperti blusukan ataupun datang ke acara-acara masyarakat seperti konser musik untuk menarik simpati warga bahwa jokowi itu merakyat, padahal sebenarnya “wong cilik” yang dulu terbius oleh pesonanya pun sekarang “dibantai” besar-besaran dengan berbagai penggusuran dan penertiban dagangan. Lihat ini:

Budayawan Betawi Ridwan Saidi: Jokowi Membinasakan Rakyat Miskin

Jakarta (voa-islam.com) – Jokowi-Ahok mulai kelihatan wajah aslinya. Selama ini rakyat jelata terkagum-kagum, dan ibaratnya seperti tersihir serta terpana, melihat Jokowi-Ahok, dan dinilai akan membawa kehidupan lebih  baik bagi rakyat kecil di Jakarta.

Jokowi-Ahok membuai rakyat jelata, dan dianggap sosok yang sangat menjanjikan bagi mereka. Jokowi dengan jimat “blusukannya” itu, benar-benar membuat rakyat jelata, yakin Jokowi itu benar-benar sebagai “dewa penyelamat” bagi kaum jelata.

Sebaliknya, Jokowi-Ahok yang sudah berkuasa di DKI Jakarta selama satu tahun itu, dinilai oleh sejumlah kalangan Pemprov DKI dibawah Jokowi-Ahok tidak pro-rakyat kecil. Jokowi-Ahok dinilai hanya lebih memprioritaskan kepentingan konglomerat Cina.

Dalam dialog publik yang menghadirkan narasumber mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto, Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, Pengamat Perkotaan, Amir Hamzah, dan sejumlah pengamnat lainnya, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa, 3/12/2013.

“Kepemimpinan Jokowi Ahok Membinasakan orang miskin, bukan membinasakan kemiskinan”, tegas Ridwan Saidi.

Pembinasaan terhadap orang miskin, dicontohkan dalam kasus penanggulangan pedagang Blok C Pasar Tanah Abang. “Para pedagang kecil dipaksa pindah ke tempa sepi. Mereka terancam mati matapencahariannya”, ungkap Ridwan.

“Kawasan Jakarta Industry Estate Pulogadung (JIEP) mulai dikosongkan untuk dibangun apartemen demi kepentingan konglomerat (cina). Kasus sengketa lahan Taman BMW juga untuk kepentingan pengembang”, tambah Ridwan.

Sementara itu, Rijanto, menyoroti kasus pengadaan lahan Taman BMW berbau korupsi. “lahan itu direkayasa seolah pembayaran urang fasos dan fasum dari pengembang. Padahal, sebenarnya lokasi lahan adalah adalah fiktif, karena bukan beralamat di Jalan RE Martadinata”, ujarnya.

Selanjutnya, Amir Hamzah menyoroti, proyek MRT disebutnya sebagai kepanjang dari : “Maha Raja Tega”. Karena ada warga yang tidak menerma ganti rugi, ujar Amir Hamzah.

Jadi Jokowi sudah sangat mirip alias copypaste Mega, mengaku pemimpin Partainya “wong cilik”, tapi prakteknya tidak memihak kepada “wong cilik”, tetapi memihak kepada konglomerat cina.

Di zaman Mega sebagian besar asset negara yang sangat  strategis bagi kepentingan nasional di lego oleh Mega, termasuk Indosat yang membangunnya dengan susah-payah. Indosat hanya dijual kepada Singapura dengan harga yang sangat murah.

Mega sangat sayang dan bermurah hati kepada konglomerat cina, memberikan pengampunan mereka yang sudah berbua jahat, ngemplang BLBI Rp 650 triliun, sambil menikmati ulang tahunnya di Bali, 2002.

Apa yang bisa  diharapkan orang seperti Jokowi, yang hanya menjadi boneka, konglomerat hitam. Nothing. Jokowi hanya ramai di media Kompas dan Tempo, dan mereka memang bagian dari kepentingan konglomerat hitam cina. Ah/hh

 

Nanti kalau jokowi naik jadi presiden, ahok secara otomatis akan jadi gubernur. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Sekarang saja sudah berani melecehkan atasan sekelas Mendagri dan mengabaikan aspirasi umat mayoritas, bagaimana lagi kalau kekuasannya lebih besar?

Padahal dulu sudah diperingatkan oleh alim-ulama bahwa memasang nonmuslim sebagai wakil adalah strategi jokohok agar nonmuslim bisa memegang kendali pemerintahan di Jakarta.  Ini sudah terbukti di Solo yang dulu juga menerapkan sistem berupa pemimpin yang muslim yang berpasangan dengan wakil yang nonmuslim. Setelah ditinggal jokowi ke Jakarta dengan dukungan pemberitaan heboh dari media mainstream, kini Solo pun jatuh ke tangan wakilnya yang adalah seorang nonmuslim.

Modus yang sama berulang di Jakarta. Sebab memang nonmuslim biasanya jadi wakil dulu agar umat Islam mengira “toh pemimpinnya tetap muslim”. Tapi setelah terpilih, mulailah sang pemimpin muslim ini “disingkirkan” dengan berbagai cara agar kekuasaan berpindah pada nonmuslim.

Satu-satunya cara untuk mencegah skenario tersebut terjadi adalah memilih capres dan cawapres yang semuanya beragama Islam serta memiliki track record baik. Belajarlah dari pengalaman di Solo dan Jakarta. Bahkan keledai pun tidak akan terperosok ke lubang yang sama dua kali, masa kita lebih parah dari keledai?

 

Baca Juga:

Suara  Rakyat Yang Mana?

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Abaikan Anjuran Ustadz, Banjir Bandang Kembali Landa Jakarta

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

 

source:

http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2013/11/05/27392/mafiawar-2-mafia-cina-vs-the-godfather-perang-demi-kekuasaan/#sthash.68DSyQ7p.dpbs

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/04/27953/budyawan-betawi-ridwan-saidi-jokowi-membinasakan-rakyat-miskin/#sthash.8AyM2Jef.dpuf

http://www.arrahmah.com/news/2013/11/07/praktisi-ti-pendukung-jokowi-sosmed-palsu-orang-memiliki-100-akun.html

http://www.harianorbit.com/triomacan2000-ungkap-geng-di-balik-pencitraan-jokowi/

http://nasional.inilah.com/read/detail/2034592/nasihati-jokowi-sebagai-sesama-wong-solo#.UtR2jfst3fk

Why Does Islam Forbid Things?

Sometimes some of nonmuslims asked why Islam forbid so many things that they used to do and like. They found those things to be fun and accused muslims as irrational. But if we take a look again, every single thing that is forbidden by Islam has some SCIENTIFIC reasons behind it, not just simply a blind order. How so? Check these top 5 things that are forbidden by Islam and their scientific explanations!

 

1. ALCOHOL

Intoxicants were forbidden in the Qur’an through several separate verses revealed at different times over a period of years. At first, it was forbidden for Muslims to attend to prayers while intoxicated (4:43). Then a later verse was revealed which said that alcohol contains some good and some evil, but the evil is greater than the good (2:219). This was the next step in turning people away from consumption of it. Finally, “intoxicants and games of chance” were called “abominations of Satan’s handiwork,” intended to turn people away from God and forget about prayer, and Muslims were ordered to abstain (5:90-91). (Note – the Qur’an is not arranged chronologically, so later verses of the book were not necessarily revealed after earlier verses.)

In the first verse cited above, the word for “intoxicated” is sukara which is derived from the word “sugar” and means drunk or intoxicated. That verse doesn’t mention the drink which makes one so. In the next verses cited, the word which is often translated as “wine” or “intoxicants” is al-khamr, which is related to the verb “to ferment.” This word could be used to describe other intoxicants such as beer, although wine is the most common understanding of the word.

Muslims interpret these verses in total to forbid any intoxicating substance — whether it be wine, beer, gin, whiskey, or whatever. The result is the same, and the Qur’an outlines that it is the intoxication, which makes one forgetful of God and prayer, which is harmful. Over the years, the list of intoxicating substances has come to include more modern street drugs and the like.

The Prophet Muhammad also instructed his followers, at the time, to avoid any intoxicating substances — (paraphrased) “if it intoxicates in a large amount, it is forbidden even in a small amount.” For this reason, most observant Muslims avoid alcohol in any form, even small amounts that are sometimes used in cooking.

In scientific field, almost most people on earth knew that alcohol is bad for health. Here’s how alcohol can affect your body:

Short term

  • Slurred speech
  • Drowsiness
  • Vomiting
  • Diarrhea
  • Upset stomach
  • Headaches
  • Breathing difficulties
  • Distorted vision and hearing
  • Impaired judgment
  • Decreased perception and coordination
  • Unconsciousness
  • Anemia (loss of red blood cells)
  • Coma
  • Blackouts (memory lapses, where the drinker cannot remember events that occurred while under the influence)

Brain:
Alcohol interferes with the brain’s communication pathways, and can affect the way the brain looks and works. These disruptions can change mood and behavior, and make it harder to think clearly and move with coordination.

Heart:
Drinking  can damage the heart, causing problems including:

  • Cardiomyopathy – Stretching and drooping of heart muscle
  • Arrhythmias – Irregular heart beat
  • Stroke
  • High blood pressure

Liver:
Heavy drinking takes a toll on the liver, and can lead to a variety of problems and liver inflammations including:

  • Steatosis, or fatty liver
  • Alcoholic hepatitis
  • Fibrosis
  • Cirrhosis

Pancreas:
Alcohol causes the pancreas to produce toxic substances that can eventually lead to pancreatitis, a dangerous inflammation and swelling of the blood vessels in the pancreas that prevents proper digestion.

Cancer:
Drinking can increase your risk of developing certain cancers, including cancers of the:

  • Mouth
  • Esophagus
  • Throat
  • Liver
  • Breast

Immune System:
Drinking can weaken your immune system, making your body a much easier target for disease.   Drinking a lot on a single occasion slows your body’s ability to ward off infections – even up to 24 hours after getting drunk

 

2. PORK

Consumption of pork and products made from pork is strictly forbidden in Islam. The origin of this prohibition is in Surat al-Baqarah:

 

He has only forbidden you what dies of itself, and blood, and flesh of swine, and that over which any other (name) than (that of) Allah has been invoked; but whoever is driven to necessity, not desiring, nor exceeding the limit, no sin shall be upon him; surely Allah is Forgiving, Merciful.

— Qurʼan, Sura 2 (Al-Baqara), ayat 173

 

In scientific area, it is proven that pork contains some dangers towards human’s health. The pork and swine industry has been continually plagued, and continues to be so to this day, by a wide variety of hazardous infections and diseases, including:

  • PRRS — A horrendous disease, which I first reported on in 2001, but which had been a nightmare for many nations since the mid-1980s, is still alive and kicking today. At one point referred to as “swine mystery disease,” “blue abortion,” and “swine infertility,” the disease was finally named “Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome” (PRRS), and may afflict about 75 percent of American pig herds.

The PRRS virus primarily attacks the pig’s immune system, leaving its body open to a host of infections, particularly in the lungs. Initial research revealed that the virus was transmitted via semen, saliva and blood, leaving pigs herded closely together and transported in close quarters by trucks more susceptible to infection. However, according to research presented at the 2007 International PRRS Symposium, the disease is also airborne, making eradication efforts very difficult.

  • The Nipah Virus – Discovered in 1999, the Nipah virus has caused disease in both animals and humans, through contact with infected animals. In humans, the virus can lead to deadly encephalitis (an acute inflammation of your brain). I originally reported on this virus in 2000, but according to CDC data, the Nipah virus reemerged again in 2004.
  • Porcine Endogenous Retrovirus (PERV) – According to a study in the journal Lancet, this virus can spread to people receiving pig organ transplants, and according to test tube studies, PERV strains do have the ability to infect human cells. PERV genes are scattered throughout pigs’ genetic material, and researchers have found that pig heart, spleen and kidney cells release various strains of the virus.
  • Menangle Virus In 1998, it was reported that a new virus infecting pigs was able to jump to humans. The menangle virus was discovered in August 1997 when sows at an Australian piggery began giving birth to deformed and mummified piglets.
  • Trichinosis – Pronounced As: trikinosis or trichiniasis trikinisis, parasitic disease caused by the roundworm Trichinella spiralis. It follows the eating of raw or inadequately cooked meat, especially pork. The larvae are released, reach maturity, and mate in the intestines, the females producing live larvae. The parasites are then carried from the gastrointestinal tract by the bloodstream to various muscles, where they become encysted. It is estimated that 10% to 20% of the adult population of the United States suffers from trichinosis at some time. In many people the disease exhibits no symptoms and is discovered only at autopsy. In others it causes diarrhea and other gastrointestinal symptoms as the worms multiply in the digestive tract. When the larvae circulate through the bloodstream, the patient experiences edema, irregular fever, profuse sweating, muscle soreness and pain, and prostration. There may be involvement of the central nervous system, heart, and lungs; death occurs in about 5% of clinical cases. Once the larvae have imbedded themselves in the muscle tissue, the cysts usually become calcified; however, the infestation usually causes no further symptoms except fatigue and vague muscular pains. There is no specific treatment.
  • Pigs eat dung

Pigs eating dung

Pigs eat ANYTHING even their own dung! You are what you eat! So do you still want to eat something that eat feces? Eeew...

 

3. FREE SEX

Islam prohibits free-mixing between men and women. As a complete way of life, Islam has not failed to address the matter. Various scholars of Islam have formulated their opinions on this matter and acknowledged the practice of free-mixing as a crime punishable under Shari’ah laws. All of the Jurists have sourced their views from the Qur’an and the Sunnah of the prophet, using these as the basis of their argument. Islamic scholars are unanimous on this matter because the prophet of Islam left behind his words: “I have not left behind me any temptation more harmful for men than women”. Thus, it is clear that free sex is forbidden in Islam.

But people nowadays, especially in western,  is enjoying having free sex. Free sex has became a part of life style. Having a child out of wedlock is no shame anymore. They even invented “one night stand”.  They think that Islamic law to forbid free sex is not fun. The idea of free sex now becomes popular too amongst teenagers. But do they know that this law actually has a scientific reason?

First, pregnant before marriage is the common effects of free-sex. Most of the people who do free sex do not ready to get baby in their age and their status. This problem will address them to do abortion. Abortion will threat their life.

Second, sex diseases will threat people’s health. It can be gotten by male and female. Female will get sex disease such as herpes and female will get disease such as uterus cancer.
Third, lost of the future will shade especially the teenager’s life every time because their life had done to wrong activity. In environment, they will get different view. They are regarded as the unsuccessful human.
Therefore Islam forbid free sex because it is clear that free-sex is the wrong choice. The effects of free-sex can damage people’s life and future.
4. HOMOSEXUALITY AND LESBIANISM

The explanation and scientific reason can be found in my other post here.

 

5. GAMBLING

Islam forbid gambling, as can be seen in Surah Al-Baqarah in Quran.

 

[Quran 2:219-220] They ask you about intoxicants and gambling: say, “In them there is a gross sin, and some benefits for the people. But their sinfulness far outweighs their benefit.” They also ask you what to give to charity: say, “The excess.” GOD thus clarifies the revelations for you, that you may reflect, upon this life and the Hereafter …

 

*2:219 The world now recognizes that the economic benefits from manufacturing alcoholic beverages and illicit drugs are not worth the traffic fatalities, brain damage to children of alcoholic mothers, family crises, and other disastrous consequences.

 

[Quran 5:90-91] O you who believe, intoxicants, and gambling, and the altars of idols, and the games of chance are abominations of the devil; you shall avoid them, that you may succeed. The devil wants to provoke animosity and hatred among you through intoxicants and gambling, and to distract you from remembering GOD, and from observing the Contact Prayers (Salat). Will you then refrain?

 

Chapter 5 verse 90 and 91 are very strong injunctions against lottery, gambling and games of chance in Islam. What is the scientific reason behind this?

In some cases, gambling can become a problematic behavior causing many difficulties. This type of compulsive behavior is often called “problem gambling”. It is typically a progressive addiction that can have many negative psychological, physical and social repercussions.

Problem gambling is harmful to psychological and physical health. People dealing with this addiction can suffer from depression, migraine, distress, intestinal disorders and other anxiety related problems. Ultimately, severe problem gambling can lead to suicide. The rate of problem gambling has risen globally over the last few years.

Because of its harmful consequences, problem gambling has become a significant public health concern in many countries.

Problem gambling can become a progressive addiction. Some of the signs and symptoms can include:

  • craving for gaming
  • depression
  • feelings of remorse after gambling
  • gambler feels the need to bet more money more frequently
  • in spite of escalating losses, the person continues to gamble believing they will recuperate losses
  • increasing financial debt (using income and savings for gambling, borrowing money, resort to gambling to meet financial obligations..)
  • loss of control
  • loss of sleep
  • person persists in gambling behavior in spite of growing, severe, negative consequences
  • repetitive unsuccessful attempts to stop gambling
  • rising obsession with gambling
  • stress related problems (migraines, intestinal disorders..)
  • when attempting to refrain from gambling, the person becomes restless or irritable

Economy Effect of Gambling
Where is this money coming from? The money being lost is truly lost, by the gambler and to the general economy as well. In America, with gasoline prices at nearly $3 per gallon, housing costs rising, and pension plans in jeopardy, the casino cash machine will either run out of gas or turn to even more desperate forms of marketing addictions.

What is inevitable is Ohio casinos will be in competition with Cedar Point, Kings Island, the Browns, Bengals, the Buckeyes, the Indians and the Reds, the Cavs and the Blue Jackets. The entertainment and restaurant business, retail and real estate, movie theatres and the most upscale malls, all Ohio businesses will be in competition with the casino industry. An industry that teaches people to throw money away – just for fun.

Visit the Mountaineer Casino outside Newell, West Virginia and look at the evidence. One of the only new businesses the casino brought into the community was a strip club, which was closed due to a fire. Hancock County, home of the Mountaineer Casino has an unemployment rate nearly 50% higher than the state average.

Or visit Detroit, Michigan where three new casinos promised to renew the downtown area. Casinos came to town but lay-offs continued. The casino lights burn brightly but people still desperately struggle to pay their utility bills in a city named the “poorest city in America” in 2004.

What is inevitable, is casinos are a great deal for the people who own them. Everyone else gets a tip at best. These small percentage cuts from the take will hardly deal with the infrastructure costs, increased crime, court costs, and lost revenue from local casinos. Because no future state or local taxes can be levied upon the casinos proceeds, communities can expect no help from casino revenues for local schools or urgent community needs.

Family Effect of Gambling
Legal professor I. Nelson Rose describes Dr. Rachel Volberg as “the leading expert” on compulsive gambling in America.  Dr. Volberg considers 18-21 year olds three times more likely to have problems with gambling.  Dr. Howard J. Shaffer, director of the Harvard Medical School for Gambling Addictions states: “Today, there are more children experiencing adverse symptoms from gambling than from drugs… and the problem is growing.”

In 2005 a major study was released from Cleveland State University, paid for by casino backers. This study made no attempt to hide the frightening reality that opening statewide casinos in Ohio would result in the serious addiction of at least 109,000 Ohioans.

109,000 individuals unable to control their lives and resist the urge to gamble away everything.

109,000 homes where a mom or dad or teenager is at risk of losing everything they own and destroying their family.

109,000 thousand lives destroyed, families destroyed, households and businesses destroyed, futures destroyed.

Gambling addictions in America are rising at an alarming rate. The National Council on Problem Gambling recently acknowledged  the old estimate of one-percent of the population being hooked is no longer valid. They project the number is now closer to four to five percent of the population at risk.

Gambling addictions are among the most destructive of all addictions. The National Gambling Impact Study, commissioned by the Congress of the United States, reveals gambling addictions lead to increased risks of serious health problems, unemployment, divorce, bankruptcy and jail time.

So, gambling is not only bad for health but also for economy and family life.

 

CONCLUSION

From these samples of top 5 things that are forbidden by Islam, you can see that Islam did not order its followers to neglect some things at will, but because they have negative impacts for human even proved by science. The question is how can Quran mention some dangerous things and forbid them 1400 years ago, while at that time, all of these scientific reasons were not exist? The answer is because it came directly from Allah, the Almighty God, whose knowledge covers all.  Do you still doubt it after this?

 

Read also:

Islam is The Most Rational Religion

 

sources:

http://nitanitott.blogspot.com/2012/01/effect-of-free-sex.html

http://www.niaaa.nih.gov/alcohol-health/alcohols-effects-body

http://www.drugfreeworld.org/drugfacts/alcohol/short-term-long-term-effects.html

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2012/12/12/eating-pork.aspx

http://arkwriter.hubpages.com/hub/porkhazards

http://www.medicalnewstoday.com/articles/15929.php

http://islam.about.com/od/health/f/alcohol.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_dietary_laws

http://wikiislam.net/wiki/Sex_Segregation_in_Islam

http://www.masjidtucson.org/submission/faq/gambling_lottery_islam.html