Arsip

Tidak Diminati Bali, Wisata Syariah Justru Eksis Di Mancanegara

Akhir-akhir ini aku lihat lagi-lagi bali meributkan masalah syariat Islam. Kali ini wisata syariah yang ditolak.

Bali Tolak Konsep Wisata Syariah Karena Bertentangan dengan Nilai Agama Hindu

Rencana menempatkan Provinsi Bali sebagai salah satu dari 13 daerah yang dinyatakan siap mengembangkan wisata syariah menuai penolakan. Puluhan massa dan elemen masyarakat yang tergabung dala Aliansi Peduli Bali, seperti Cakrawayu, KMHDI Bali, Gases Bali dan Yayasan Nusantara, Selasa (24/11) menggelar aksi damai. Mereka mendatangi gedung DPRD Bali dan Pemprov Bali.
Mereka menyampaikan penolakan terhadap wacana pariwisata syariah di Bali. Ketua Cakrawayu Badung Putu Dana di hadapan pimpinan DPRD menyatakan bahwa atas tawaran dan rencana Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menerapkan konsep wisata syariah di Bali dinilai membuat masyarakat resah.
Menurutnya, desakan dan penolakan konsep wisata syariah itu lebih difokuskan bukan pada persoalan antiagama lain dan perkembangan keyakinan lain yang adi Bali. Melainkan penolakan itu lebih ditekankan karena wisata syariah tidak cocok diterapkan di Bali.
Menurutnya, nilai syariah bertentangan dengan nilai-nilai kearifan dan konsep pariwisata budaya Bali yang berasaskan nilai-nilai agama Hindu.
“Untuk itu kami berharap adanya wacana dan konsep wisata syariah dari MES segera bisa disikapi para wakil rakyat di Bali agar tidak meluas dan menimbulkan keresahan,” kata Dana. (pra/pit)

Hal tersebut pun ditanggapi MUI pusat.

MUI Pusat: Wisata Syariah itu Menggangu Hindu dan Adat Balinya Dimana?
Sabtu, 28/11/2015 11:43:46

Jakarta (SI Online) – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr KH Tengku Zulkarnaen angkat bicara mengenai penolakan wisata syariah dan bank syariah di Bali yang dimotori anggota DPD Arya Wedakarna.
Menurut Tengku, sebaga negara Pancasila tidak boleh ada penolakan terhadap adanya Bank Syariah dan Wisata Syariah. Sebab tiada ada aturan yang dilanggar dari kedua hal itu.
“Wisata syariah di Bali itu mana yang melanggar aturan negara, yang melanggar agama Hindu mana?,” kata Tengku di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore (28/11).
Yang dimaksud wisata syariah di Bali, ungkap Tengku, adalah orang-orang Islam yang datang ke Bali tetapi dia mengenakan busana Muslim/Muslimah, setiap waktu shalat menjalankan shalat, lalu untuk makan mereka pergi ke restoran halal, saat ke pantai mereka gunakan busana yang menutup aurat. “Hindu rugi dimana, kok mereka keberatan. Ada apa?,” tanyanya.
Menurut Tengku, selama wisata syariah tidak menggagu adat istiadat Bali dan tidak mengganggu ajaran Hindu yang mayoritas disana, tidak boleh ada satu pihak pun yang keberatan. Apalagi wisata syariah itu menghasilkan uang bagi masyarakat Bali. (baca: Tegaskan Sikap Anti Syariah, Arya Wedakarna : Langkahi Mayat Saya jika Hendak Islamkan Bali)
“Bule-bule yang telanjang, yang melanggar adat dan ajaran Hindu itu yang harus ditolak. Kok syariah yang menutup aurat, makan halal, shalat lima waktu, yang tak boleh mengganggu orang, malah ditolak. Wisata syariah itu mengganggu Hindu dan budaya Balinya dimana?,” tandasnya.
Kalau ternyata motif penolakan wisata syariah karena faktor kebencian, pengurus Dewan Fatwa Matlaul Anwar ini balik bertanya jika umat Islam Indonesia yang mayoritas balik membenci umat yang lain bagaimana jadinya Indonesia.
“Kalau kayak gitu kami kalau hari raya Hindu bisa keberatan juga. Kenapa lampu mati, kenapa nggak boleh pakai speaker, kami kan bukan orang Hindu,” ungkapnya.
Selama ini, lanjut Tengku, hal demikian tidak pernah dilakukan oleh umat Islam meskipun menjadi umat mayoritas. Hal ini karena sikap saling menghormati sudah tertanam dalam diri masyarakat Islam. “NKRI harga mati, kita wajib mempertahankannya dan hidup harmonis,” pungkasnya.

red: shodiq ramadhan

Padahal, seperti yang diungkapkan di atas, wisata syariah bukannya soal “Islamisasi”, tapi lebih pada pertimbangan memfasilitasi muslim yang berwisata ke sana, seperti menyediakan makanan halal, hotel yang muslim-friendly, masjid yang bagus, dll. Muslim di dunia ini ada milyaran lo, bukan hanya jutaan aja, dan kalau digarap akan menimbulkan keuntungan yang sebenarnya sangat besar.
Lagipula, negara-negara dimana nonmuslim menjadi mayoritas justru semangat mengadakan wisata syariah. Contohnya saja Thailand.
Berdasarkan statistik, negara ini memiliki persentase jumlah penganut Buddha sampai 95%. Ini berarti Thailand mempunyai jumlah persentase penganut agama mayoritas yang lebih banyak dari bali yang agama mayoritasnya sekitar 84%. Dan seperti bali,  negara ini juga pernah diguncang bom, tepatnya bom Erawan pada Agustus 2015 lalu. Namun alih-alih trauma atau anti-syariah, ternyata hanya sebulan kemudian, yaitu September 2015, Thailand memperkenalkan wisata syariahnya pada masyarakat Indonesia.

Lirik Wisata Syariah, Thailand Fokus Santapan Halal
Minggu, 27 September 2015 16:04
By : puri

Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim.

Dream – Potensi wisata syariah yang mulai menggeliat, turut dilirik pemerintah Thailand tiga tahun terakhir. Melalui Kementerian Pariwisata Thailand, mereka mengaku siap dalam menyambut wisatawan Muslim yang datang ke negara Gajah Putih itu.
Pihak pemerintah Thailand sangat menyadari kebutuhan wisatawan Muslim yang memiliki kebutuhan khusus saat berkunjung ke negaranya. Kehalalan suatu makanan dan kenyamanan dalam beribadah menjadi prioritas mereka saat berada di negara yang baru dikunjungi.
“Kami siap menyambut kedatangan wisatawan Muslim yaitu dengan mengeluarkan sertifikasi halal. Tidak hanya itu, kami juga sudah ada aplikasi di smartphone ‘thailandmuslimfriendlydestination’ jadi bisa untuk mengakses di mana restoran dan masjid terdekat,” ungkap Indra Nugraha, Marketing manager Tourism Authority of Thailand.
Tiga titik yang menjadi perhatian pemerintah Thailand saat ini, yaitu usaha di bidang kuliner dan hotel halal serta tujuan wisata yang lebih diarahkan ke masjid-masjid yang ada di sana.
Dari ketiganya, kuliner menjadi fokus dari wisata halal yang gencar pemerintah lakukan. Sehingga mereka sangat memikirkan makanan-makanan yang sesuai dengan lidah orang dari Indonesia. Tidak sekadar halal, tapi makanan juga dipastikan bercita rasa yang lezat dan sesuai dengan selera wisatawan.
“Sepuluh tahun kami menyiapkan wisata yang dijamin kehalalannya, dan baru sekarang kami benar-benar siap menjalankan. Sangat tidak mudah memberi label halal pada suatu makanan,” lanjut Indra pada Jumat, 25 September 2015.
Menjual makanan halal membutuhkan proses yang panjang dan rumit. Perlu diperhatikan ketelitian dari proses awal pendistribusian logistik, pemotongan hewan hingga proses memasaknya.
“Bukan sekadar nggak jualan alkohol ya, tapi kita harus pastikan saat pengiriman nggak tercampur dengan yang lainnya. Beda dengan di Indonesia yang sudah pasti aman,” imbuh Indra saat ditemui di kawasan Senayan.
Dalam memastikan kehalalan makanan yang mereka sajikan, pemerintah Thailand membentuk lembaga yang berkompetensi untuk mengeluarkan sertifikat halal. Lembaga tersebut pun diawasi sangat ketat agar tidak sampai melakukan kesalahan.
Hingga saat ini, beberapa tempat yang sudah siap menyajikan makanan halal diantaranya adalah area pasar Chatuchak. Dua restoran yang menyajikan makanan halal yaitu Hawa Pochana dan Saman Islamic Food.
Selain itu ada pula di area Dusit, Pratunam, Ram Kham Haeng-suan Luang-Rama9. Beberapa makanan yang direkomendasikan berupa Tom Yum Kung, Miang Pla Thu, Pho dan Kaproi Kai.
“Wisatawan bisa memesan Kai Tiu yaitu telur dadar ala Thailand, Som Yam atau biasa kita sebut rujak sayur. Ada juga Tod Man Pia sejenis perkedel ikan dan aneka sayur yang diracik dalam tom yum,” pungkas Indra.
(Ism, Laporan: Ratih Wulan)

Contoh berikutnya adalah Jepang. Di negeri sakura ini, penganut Buddha dan Shinto diperkirakan mencapai 84-96%. Namun itu tidak mengurangi niat mereka untuk mengadakan wisata syariah.

Jepang Kembangkan Wisata Syariah
Rabu, 06 Agustus 2014 | 12:00 WIB

JAKARTA — Industri syariah terus bergema di Jepang. Salah satu buktinya, Negeri Matahari Terbit itu untuk pertama kalinya menggelar Japan Halal Summit bertempat di Keukyu Ex Inn Shinagawa Tokyo, Senin (4/8).
The 1st Japan Halal Summit diselenggarakan oleh HDFJ (Halal Development Foundation Japan). Acara tersebut dibuka oleh Deputi Menteri Kementrian Lahan, Infrastruktur, Transportasi dan Turisme Jepang Manabu Sakai. Dari Indonesia hadir sebagai pembicara Ketua MUI Prof Din Syamsuddin dan Komisaris Utama Sofyan Hospitality Riyanto Sofyan. Selain itu, hadir pula peserta dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Pakistan, India, Saudi Arabia, Kuwait, UEA, Iran, Amerika Serikat, Turki, Rusia, dan Belgia.
Dari dalam negeri, peserta umumnya berasal dari kalangan bisnis dan pemerintah Jepang. “Delegasi yang hadir cukup antusias mengikuti acara demi acara yang dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 19.00 (waktu setempat),” kata Riyanto dalam surat elektronik yang diterima Republika , Senin (4/8) malam.
Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut Riyanto membawakan presentasi berjudul “Potential of Sharia Compliant Tourism”. Presentasi tersebut membahas potensi wisata dan wisatawan kedua negara, baik Indonesai maupun Jepang. “Indonesia merupakan pasar yang cukup besar dan sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim. Maka, untuk menggapai wisatawan, Indonesia harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan wisatawan Muslim, mulai dari transportasi, hotel, restoran, tempat wisata, mal, dan fasilitas penunjangnya,” ujar Riyanto.
Sofyan Hospitality memanfaatkan momentum Japan Halal Summit 2014 untuk memperkenalkan Sofyan Halal Hospitality Standard yang merupakan jasa konsultasi halal compliant management system. Termasuk ke dalamnya pengembangan standard operating procedure (SOP), operating manual, dan training program, yang mengacu pada fatwa MUI, standar LPOM MUI, ISO 9001:2008 dan standar halal internasional lainnya. “Keseluruhan sistem tersebut yang akan memberikan panduan untuk hospitality product dan services agar dapat selaras dengan prinsip syariah. Untuk joint promotion, sesama produk dan servis yang halal dapat dipublikasikan di http://www.myhalalchannel.com,” katanya.
Respons dari peserta seminar, Riyanto mengungkapkan, cukup antusias. Misalnya, dari beberapa daerah prefecture (provinsi) di Jepang yang memilik atraksi wisata yang populer, sudah mendekati Sofyan Hospitality bersama HDFJ untuk menjadi konsultan mereka. “Mereka ingin menjadikan diri mereka ramah terhadap wisatawan Muslim, dengan menggunakan Sofyan Halal Hospitality Standard sebagai pedoman dalam mengembangkan semacam Halal Quality Assurance Management System sesuai dengan tingkatan compliance-nya.”
Selain itu, dibantu dengan paket-paket training dan periodikal audit program untuk memastikan compliance-nya terhadap Sofyan Halal Hospitality Standarad (SHHS) tersebut. Selain itu, dari media dan multimedia, seperti islammap yang berkeinginan menjembatani antara wisatawan Muslim Jepang dan Indonesia. “Untuk itu, kita salurkan melalui jalur pemasaran myhalalchannel.com yang merupakan channel untuk halal hospitality,” ujar Riyanto.
The 1st Japan Halal Summit berlangsung cukup sukses dan ditutup dengan doa oleh HE Mufti Abbyasov Rishan dari Russian Muftis Council Deputy Chairman.

N red: irwan kelana

#republika #koran #jepang #syariah

Sejauh ini sepengetahuanku tidak ada gelombang protes dari tokoh-tokoh budaya maupun masyarakat Jepang, padahal penduduk Jepang bukan sedikit yaitu sekitar 120-an juta. Tidak ada yang lantas berkata bahwa wisata syariah tidak cocok dengan adat dan budaya Jepang lantas mengusulkan agar Timur Tengah saja yang menyelenggarakannya. Tidak ada juga yang berdemo untuk menolak wisata syariah. Padahal orang Jepang terkenal sangat bangga dengan budaya dan identitasnya.
Mengikuti dua negara di atas, Korea Selatan, yang juga adalah negara mayoritas nonmuslim, tertarik untuk mengembangkan wisata syariah.

Provinsi Gangwon Korea Promosikan Produk Wisata Syariah
Kamis, 21 Mei 2015 | 15:56 WIB
Oleh: Kontributor ROL, Ririn Liechtiana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selama berkunjung ke Korea Selatan, terkadang Muslim Indonesia mengalami kendala. Utamanya, sulit menemukan menu makanan halal dan tempat untuk menunaikan ibadah shalat.
Kini, Muslim yang hendak berkunjung ke Korea Selatan, terutama Provinsi Gangwon, bisa semakin nyaman. Korea Tourism Organization Jakarta Office KTO Jakarta bersama dengan Garuda Indonesia Holidays (GIH) dan Pemerintah Provinsi Gangwon telah menandatangani MOU pada 30 April lalu.
Melalui MoU ini, disepakati perjanjian untuk memperkenalkan produk pariwisata Muslim Korea. Direktur KTO Jakarta, OH Hyonjae, mengatakan selama ini produk pariwisata bagi Muslim yang ke Korea tidak terlalu dikenal.
“Sebanyak 88 persen penduduk Indonesia adalah Muslim, tetapi selama ini produk pariwisata Muslim Korea tidak terjual dengan baik. Dengan demikian, diluncurkanlah produk-produk ini, yang dapat memudahkan Muslim ketika berkunjung ke Korea,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ROL, Kamis (21/5).
Produk yang telah dikembangkan oleh GIH terdiri atas tiga macam. Produk 3M5H, produk 4M6H, dan produk 5M7H ini menyertakan makanan halal di restoran yang ramah bagi Muslim pada semua jadwalnya, serta kunjungan ke mushala.
Bukan hanya kunjungan ke Pulau Nami yang terkenal, melainkan juga kunjungan ke Museum DMZ di Goseong, Gangwon-do, memberikan perubahan pada jadwal perjalanannya. Provinsi Gangwon, salah satu provinsi di Korea Selatan yang mendukung kerja sama ini, mulai menyediakan restoran yang ramah bagi Muslim dan tempat ibadah seperti mushala.
Pada akhir April lalu, dengan kunjungan langsung dari Gubernur Gangwon ke Jakarta, Provinsi Gangwon mulai melakukan halal marketing untuk mendorong agen travel agar mulai menjual produk pariwisata Muslim Korea.
“Kami akan berusaha keras dalam mendukung dan mempromosikannya agar produk pariwisata Muslim Korea ini menjadi terkenal dan diminati di Indonesia dalam jangka menengah maupun jangka panjang,” kata OH Hyonjae.

Red: Agung Sasongko

#produk halal korea #pariwisata muslim korea
#pariwisata korea

Padahal Korea sudah sangat terkenal di seantero jagat, apalagi dengan daya pikat utamanya yaitu K-popnya yang mendunia. Berdasarkan data United Nations World Tourism Organization (UNWTO), negeri ginseng ini meraih kunjungan 14,2 juta turis asing pada 2014 lalu, jauh melampaui kunjungan turis asing ke bali yang pada 2014 sekitar 3,7 juta. Tapi meski memiliki industri pariwisata yang sukses, mereka masih concern dengan keberadaan turis muslim, khususnya dari Indonesia, sehingga bersedia menyediakan fasilitas yang halal.
Padahal kalau dilihat, budaya Korea dan Islam sangat berbeda. Ada banyak kuil-kuil di Korea sebagai tempat wisata andalan. Bukan hanya seribu, Korea memiliki 20 ribu kuil yang terdaftar, dimana ratusan di antaranya berusia seribu tahun. Saking banyaknya memiliki kuil, Korea sampai dijuluki “land of temples”.
Namun rupanya keberadaan wisata syariah tidak membuat penduduk Korea merasa kearifan lokal dan konsep pariwisata mereka yang berbasiskan agama Buddha terganggu. Sejauh ini bukannya makin mundur, Korea malah makin getol menggaet turis muslim dengan menargetkan 20 juta turis muslim pada 2017. Bahkan Korea meluncurkan halal guidebook dan aplikasi halal untuk memikat turis muslim. Sampai postingan ini ditulis, juga tidak ada keributan dari kurang-lebih 51 juta  masyarakat Korea akan program pemerintah ini. Tidak ada pula yang sampai membuat piagam “damai” untuk menghentikan rencana ini seperti bali yang lantas membuat piagam tantular agar wisata syariah tidak sampai diselenggarakan di wilayahnya.
Seolah tak ingin ketinggalan dengan negara-negara serumpunnya yang lain, Taiwan yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha dan Konghucu, kini juga mengembangkan wisata syariah.

Gaet Pelancong Muslim, Taiwan Siapkan Wisata `Syariah`
Sabtu, 5 Juli 2014 18:06
By : ervina

Pemerintah Taiwan meluncurkan kampanye khusus untuk menarik wisatawan muslim. Pemerintah juga menggandeng Asosiasi Muslim Cina untuk meluncurkan sistem sertifikasi halal bagi restoran.

Dream – Biro Pariwisata Taiwan berencana meluncurkan kampanye khusus untuk menarik wisatawan muslim dunia. Di awal kampanye, pemerintah Taiwan menargetkan bisa menggaet 2.000 wisatawan muslim pertahun dari seluruh dunia.
“Jutaan wisatawan muslim dari India, Malaysia, Timur Tengah, Indonesia dan negara-negara Arab berpotensi besar untuk kampanye wisata ini,” kata Pejabat Biro Pariwisata Liu Hsin-llin seperti dikutip Taipeitimes.
Sebanyak 150 pelaku usaha hotel, restoran, rekreasi, peternakan dan komunitas muslim lokal mendukung keputusan ini. Bahkan kabarnya Taiwan telah merancang tiga rute paket wisata bagi wisatawan muslim dengan meningkatkan fasilitas wisata.
Hingga saat ini di Taiwan sudah ada 60 ribu warga muslim dengan 150 ribu pekerja muslim. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Di seluruh negeri saat ini sudah ada enam buah masjid untuk beribadah.
Agar lebih meyakinkan kampanye, pemerintah setempat juga menggandeng Asosiasi Muslim Cina di Taiwan untuk meluncurkan sistem sertifikasi halal bagi pengunjung yang ingin makan di restoran. Bahkan perusahaan makanan pun didorong untuk memproduksi dan mengekspor produk halal ke negara-negara muslim di dunia.
Tahun lalu sebanyak 3.840.000 wisatawan asing datang berkunjung dan menghabiskan waktu berlibur di Taiwan. Dengan adanya kampanye ini, pemerintah berupaya menggenjot jumlah kunjungan ke Negeri asal serial Meteor Garden ini. (Ism)

Bahkan China,  Singapura, Spanyol, Argentina, Selandia Baru, serta negara-negara nonmuslim lainnya juga menerima konsep wisata syariah dengan tangan terbuka.
Dari situ bisa dilihat bahwa ternyata ada masyarakat di suatu wilayah mayoritas nonmuslim yang bisa menerima wisata syariah dengan baik. Mereka tidak merasa khawatir akan Islamisasi atau tergerusnya budaya aslinya. Mereka bahkan sangat semangat berpromosi ke negara-negara muslim sampai-sampai bikin badan khusus untuk memantau standar halal.
Padahal mereka bukan pemain baru di industri pariwisata dunia, bahkan ada yang sudah sangat terkenal melebihi Indonesia. Ada pula yang sangat protektif terkait dengan budaya leluhurnya bahkan ada juga yang pernah dibom, tapi mereka tidak mempermasalahkan adanya wisata syariah. Ini membuktikan bahwa wisata syariah tidak berdampak buruk terhadap budaya, agama, identitas, atau apapun itu dari entitas yang mengusung konsep ini.
Kalau bali tidak berminat menyediakan wisata syariah, ya berarti harus rela kalau negara-negara asing penyelenggara wisata syariat itu nantinya mengambil hati turis muslim baik dari Indonesia maupun dari negara-negara muslim lainnya. Dengan jumlah muslim yang sejumlah kurang-lebih 1,6 milyar dan akan terus bertambah, maka sudah pasti potensi pendapatan dari wisata syariah besar sekali.
Menurut World Islamic Economic Forum (WIEF), pada tahun 2013 saja, pasar wisata syariah dunia dapat menarik pendapatan hingga USD 140 miliar. Dan World Travel and Tourism Council (WTTC) mengkalkulasikan bahwa pada 2020, jumlah itu akan naik menjadi USD 200 miliar. Sangat besar kan, mengingat keseluruhan pendapatan Indonesia dari sektor pariwisata pada  2014 lalu sebesar USD 10,69 miliar.
Apalagi dengan adanya muslim-muslim berduit tebal dari negara-negara kaya seperti Qatar, UEA, Arab Saudi, dll yang tentunya butuh pelayanan terbaik dan bersedia membayar lebih untuk itu. Ini terbukti di Spanyol karena justru turis-turis dari Timur Tengah inilah yang umumnya mengeluarkan uang lebih banyak daripada turis-turis dari negara lain.
Kebanyakan turis asing rata-rata menghabiskan € 956 per orang saat liburan ke Spanyol, namun turis dari Arab Saudi menghabiskan rata-rata € 2.287 per orang, sementara turis dari UAE membelanjakan rata-rata € 2.116 per orang dan turis dari Mesir mengeluarkan rata-rata € 1.703 per orang. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa turis-turis dari Timur Tengah ini menghabiskan biaya akomodasi terbesar di Spanyol, yaitu € 129 rata-rata per orang per malam, mengungguli turis-turis dari China dan Rusia yang masing-masing menghabiskan € 115 dan € 91 per orang per malam. Lihat saja, bukankah berbisnis dengan turis-turis dari Timur Tengah ini sangat menguntungkan? Bahkan Spanyol yang notabene merupakan destinasi wisata paling populer ketiga di dunia pun sampai kepincut ingin mengembangkan wisata syariah! Padahal pada 2004 lalu, Spanyol sempat dihantam bom yang mematikan di Madrid.
Salah satu hotel syariah bintang empat di negeri Matador itu, Alanda Hotel Marbella, juga mengaku tidak pernah kehilangan pelanggan karena menerapkan sertifikasi halal pada hotelnya. Justru hotelnya jadi laris. Satu lagi bukti bahwa wisata syariah sama sekali tidak merugikan bahkan di wilayah mayoritas nonmuslim. Karena akan selalu ada pangsa pasarnya yaitu muslim yang ingin berlibur dengan nyaman tanpa harus melupakan kewajiban mereka terhadap Allah SWT.
Sebagai muslim, jelas aku akan memilih berlibur ke wilayah yang muslim-friendly dong, dan wilayah yang menawarkan wisata syariah adalah prioritas utamaku. Karena tentunya aku ingin liburanku penuh dengan kemudahan dalam berbagai aspek termasuk dalam beribadah dan cari makan. Jadi bali sudah pasti tidak akan ada dalam daftarku. Kenapa harus ke bali kalau nantinya di sana kurang terfasilitasi? Lagian bali memang sudah lama masuk boikotku karena sikapnya yang kurang ramah pada Islam seperti yang kutulis di sini. Tempat yang indah buat berlibur di dunia ini bukan bali saja kan? Mending aku ke luar negeri sekalian untuk berlibur. Rela kok meski lebih jauh, yang penting nyaman dan terjamin kehalalannya.
So, liburan kali ini sudah pasti ke wilayah yang nyaman dan halal! Let’s go!

 

Baca Juga:

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

DAFTAR PRODUK PENDUKUNG ZIONIS

PAHLAWAN ISLAM YANG PALING TERKENAL

Hidup Tanpa Hutang, Mungkinkah?

Alhamdulillah, Sudah Bebas Riba!

Kue-Kue Ini (Bisa Jadi) Haram?

Kisah Nabi Luth dan Kaum Homo Penyuka Sesama Jenis

Hore, Ada Jejaring Social Khusus Muslim! Ayo Daftar!

Perlukah Membenci FPI?

 

Sumber:

http://m.dream.co.id/news/taiwan-sediakan-fasilitas-halal-untuk-wisatawan-muslim-140704v.html

http://m.dream.co.id/dinar/tarik-wisman-muslim-thailand-fokus-pada-sertifikasi-makanan–150925n.html

http://m.republika.co.id/berita/koran/financial/14/08/06/n9vckt36-jepang-kembangkan-wisata-syariah

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/21/noozij-provinsi-gangwon-korea-promosikan-produk-wisata-syariah

http://rakyataceh.co/2015/11/bali-tolak-konsep-wisata-syariah-karena-bertentangan-dengan-nilai-agama-hindu/

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/16264/MUI-Pusat–Wisata-Syariah-itu-Menggangu-Hindu-dan-Adat-Balinya-Dimana-

http://www.antiquealive.com/Blogs/Buddhist_Temples_Korea.html

http://uk.reuters.com/video/2015/10/22/south-korea-launches-halal-app-to-attrac?videoId=366033210

http://www.korea.net/NewsFocus/Travel/view?articleId=124713

http://www.halaltimes.com/spain-interested-getting-greater-pie-growing-halal-tourism-industry/

http://katadata.co.id/infografik/2015/02/17/pariwisata-andalan-penghasil-devisa

https://en.m.wikipedia.org/wiki/World_Tourism_rankings

http://m.cnnindonesia.com/internasional/20150525181944-113-55595/korea-selatan-incar-20-juta-wisatawan-muslim/

http://m.okezone.com/read/2014/02/19/407/943215/singapura-negara-non-muslim-yang-punya-wisata-syariah

http://m.dream.co.id/jejak/mesjid-unik-daya-tarik-tiongkok-untuk-wisata-muslim-151115c.html

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Thailand

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jepang

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Taiwan

http://m.merdeka.com/uang/negara-non-muslim-ini-lebih-gencar-kembangkan-wisata-syariah.html

http://itc.gov.my/itc-news/grab-a-bigger-slice-of-muslim-tourism-market/

Iklan

Dunia… Oh, Dunia…

wealth-and-money-difference

Sungguh miris melihat kondisi akhir-akhir ini, dimana banyak orang menghalalkan segala cara agar bisa hidup enak di dunia. Korupsi, menipu, memperbudak, membegal, mengurangi timbangan, pungli, dan banyak kejahatan lainnya seolah-olah sudah menjadi kebiasaan. Ada yang saking kuatnya bekingannya sampai merasa diri sebagai raja dunia yang tidak dapat diadili. Ada pula yang merasa hidup ini hanya sekali jadi harus punya banyak uang agar bisa menikmati hidup, tanpa peduli pada apapun lagi, bahkan kalau perlu biar saja orang lain rugi atau tersakiti, yang penting diri sendiri bahagia.

Well, ingatlah, apapun yang dilakukan, tidak akan bisa membuat bisa hidup selamanya. Jika di dunia belum mendapatkan balasan, di akhiratlah tempatnya. Dan balasan di akhirat jauh berlipat-lipat sakitnya sampai-sampai manusia yang dulunya menikmati hidup paling mewah di dunia tidak pernah merasa mencicipi kebahagiaan. Simak:

 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Pada hari Kiamat nanti akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling banyak mendapatkan kenikmatan, namun dia termasuk penduduk neraka. Lalu dia dimasukkan sebentar di dalam api neraka, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Pernahkah engkau mendapatkan kenikmatan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku”.

Selanjutnya, akan didatangkan seorang yang paling sengsara di dunia, namun dia termasuk penduduk surga. Lalu dia dimasukkan sebentar ke dalam surga, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kesengsaraan? Pernahkah engkau menderita kesusahan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku. Aku tidak pernah mendapatkan kesengsaraan sama sekali, dan aku tidak pernah melihat kesusahan sama sekali”. (HR. Muslim dan lainnya).

 

Namun ada yang berpikiran, “Nanti masih bisa tobat kalau sudah kaya dan tua, sekarang pokoknya kumpulin duit yang banyak dan happy happy dulu!” Memangnya ada jaminan bisa sampai pada kesempatan bertobat?

Bukannya tidak boleh menginginkan kehidupan yang baik dan nyaman, tapi perhatikan CARA mendapatkannya! Kalau bisa kaya dari hasil usaha sendiri atau bekerja keras sih tidak masalah, tapi kalau uang yang didapat akibat dari korupsi, menipu, atau merampok sih lain soal! Bukankah hal ini sudah jelas dalam Al-Quran?

 

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah:168)

 

“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan cara yang batil.” (QS Al-Baqarah: 188).

 

Mungkin ada yang bilang, “Banyak omong aja! Istri dan anak butuh makan, harga-harga pada mahal, tapi nggak ada kerjaan, terus bagaimana?”

Yakinlah bahwa setiap makhluk sudah ada rezekinya sendiri-sendiri dan tidak mungkin tertukar dengan yang lain. Jika sekarang sedang kekurangan, mungkin itu adalah ujian dari Allah, sebagaimana difirmankan dalam ayat berikut ini:

 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun’.” (QS. Al-Baqarah : 155-156)

 

Kalau kita bertawakkal pada Allah, niscaya akan ada jalannya.

 

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan keperluannya. “(QS. At-Talaq : 2-3)

 

Masa nggak percaya pada janji Allah? Janji orang bisa diingkari, tapi janji Allah itu PASTI TERJADI!

Lagipula, menjadi kaya apalagi dengan menghalalkan segala cara bukan tujuan utama hidup di dunia ini, karena tujuan penciptaan kita sesungguhnya adalah beribadah.

 

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

 

Jadi buat apa ngoyo cari duit sampai tidak peduli halal-haram?

“Tapi kan aku ingin jadi orang terhormat! Terpandang di mata masyarakat! Biar semua orang segan melihat kekayaan dan  kekuasaanku!”

Hahaha… omongan orang dipeduliin? Cape deh! Kita tidak hidup untuk menyenangkan orang lain, tapi untuk menyenangkan Allah. Apa gunanya gelar “terhormat” di masyarakat kalau nantinya dijebloskan ke neraka? Memangnya gelar “terhormat” itu bisa membantu? Memangnya orang-orang yang dulu mengelu-elukan itu akan bisa menolong?

Ada yang bilang bahwa semua hal itu dilakukan demi keluarga, biar mereka bisa hidup enak. Biarlah diri sendiri korupsi atau merampas hak orang, yang penting keluarga mendapatkan yang terbaik.

Halooo… yang hidup di dunia ini bukan hanya satu keluarga saja, ya! Semua orang juga ingin hidup enak! Mungkin sekarang masih bisa merampas hak orang dan hidup berfoya-foya dengan keluarga, tapi ingat, di dunia ini tidak ada yang abadi. Kekayaan bisa habis, kekuasaan bisa hilang. Besok bisa jadi tiba gilirannya untuk dirampas haknya oleh orang lain. Memang enak?

Lagian memberi makan keluarga dengan harta yang haram bisa jadi menyebabkan mereka ikutan masuk neraka dan doanya tidak dikabulkan.

 

Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat, berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata: “Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya.” (HR. At-Thabrani)

 

Masa rela keluarga tercinta yang disayangi setengah mati sampai dibela-belain melakukan apa saja ternyata mendapat siksa yang KEKAL di neraka nanti?

“Tapi semua orang juga ngelakuin itu! Ini zaman edan, kalau nggak ikutan maka nggak kebagian!”

So what? Kenapa juga mau harta yang diperoleh dengan cara yang haram? Biar saja seluruh dunia berlomba-lomba mencari harta dengan cara apapun, kita sebagai muslim seharusnya tidak terpengaruh dan tetap berusaha mencari yang halal-halal saja. Toh nanti di akhirat dihisabnya sendiri-sendiri, jadi meniru-niru tingkah buruk hanya karena dilakukan setiap orang tidak membuat dosanya lantas berkurang!

So, silakan saja mencari penghidupan di dunia, tapi tetap di koridor yang halal. Jangan silau oleh kemilau dunia yang sesaat ini. Cari rezeki yang halal dan jangan kurangi hak orang, niscaya hidup kita akan aman dan damai, baik di dunia maupun di akhirat. Mulai dari diri sendiri dulu, tidak usah pusingkan orang lain, karena pelan-pelan tindakan kita bisa menginspirasi orang di sekitar kita. Makin banyak orang yang melakukannya, maka lingkungan kita dan akhirnya dunia lamban laun menjadi tempat yang lebih baik. Kalau sudah begitu, kita juga kan yang senang? 🙂

Kontes Putri Muslimah, Apa yang Dicari?

crown

Sempat melihat iklan kontes putri muslimah di salah satu TV swasta dan spontan agak geli aja gitu. Habis bawa embel-embel “muslimah” tapi kok syarat-syaratnya justru mirip dengan kontes miss-missan yang lain? Ada syarat tinggi badan, bakat khusus (yang ternyata ditafsirkan sebagai akting, nyanyi, modelling), cantik, juga kemampuan bahasa asing. Aku memang bukan ustadzah, tapi bahkan muslim awam seperti aku juga ngerti, untuk jadi muslimah sejati mah nggak perlu syarat-syarat di atas!

Sejak kapan jadi muslimah sejati harus punya tinggi badan tertentu? Apa kalau pendek lantas amal-ibadahnya ditolak gitu? Lalu apa wajib seorang muslimah memiliki bakat “khusus” seperti kemampuan akting, modelling, atau nyanyi? Ada gitu dalam rukun Islam? Dan syarat lainnya nih, yaitu harus cantik, emangnya syarat mutlak masuk surga harus cantik, ya? Yang jelek nggak dapat tempatkah? Lalu kemampuan bahasa asing juga kayaknya nggak ada deh di daftar kewajiban seorang muslim. Makanya aku lantas bertanya-tanya, yang dicari kontes ini apa, ya? Muslimah sejati atau model berhijab untuk meramaikan dunia entertainment?

Kalau memang nyari muslimah sejati, berarti nggak ada dong syarat-syarat “duniawi” seperti tinggi badan, tampang, bakat “khusus”, atau kemampuan bahasa asing. Yang dikedepankan adalah ketakwaannya sebagai muslimah. Masih pakai jilboobs nggak, berapa hafalan Qurannya, apa amal-ibadah yang biasa dia lakukan, gimana pemahaman ilmu agamanya, berapa hadist yang dia ketahui, gimana kelancaran baca Al-Qurannya, dan yah tipe-tipe ustadzah begitu. Boleh sih diberi batasan usia (kan nggak adil juga kalau anak 17 tahun ngelawan yang usianya 40 tahun), tapi syarat pernikahan seharusnya nggak ada karena setahuku justru menikah itu dalam agama Islam sangat dianjurkan dan menyempurnakan separuh agama. Seharusnya yang menikah justru dikasih nilai tambah!

Kalau begini sih kesannya kontes ini hanya melihat penampakan yang artifisial saja. Apalagi ada syarat terakhir yang bikin dahiku tambah berkerut yaitu kesanggupan untuk mematuhi peraturan penyelenggaranya. Ini maksudnya apa, ya? Kenapa harus bikin peraturan seperti itu? Kenapa harus dipastikan dulu kepatuhannya? Kalau memang semuanya sesuai dengan kaidah-kaidah keislaman yang baku, seharusnya nggak akan ada pertentangan, kan? Kok aneh…

Buat teman-teman sesama muslimah yang nggak bisa ikut kontes itu meskipun sudah berhijab dari bertahun-tahun lalu karena nggak memenuhi salah satu syarat, jangan bersedih. “Kontes” yang sebenarnya terbuka bagi setiap orang dan dinilai langsung oleh “juri” yang Maha Adil, yaitu Allah SWT, dan tidak memiliki persyaratan yang aneh-aneh. Cukup dengan beriman dan bertakwa kepadaNya maka kita akan dapat meraih hadiah yang tidak terbatas waktu (bukan hanya setahun!), yaitu surgaNya yang kekal abadi dimana tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menyamai keindahannya. Allah SWT berfirman,

 

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” – Q.S. Al-Hujurat (49):13

 

Jadi keep smile and just be a better muslim!

Ternyata Kue-Kue Ini (Bisa Jadi) Haram?

Siapa orang Indonesia yang tidak kenal kue sus?

kue sus isi vla

Jajanan ini sangat terkenal dan hampir selalu ada di setiap acara kita, seperti selamatan, rapat, kawinan, pengajian, dll. Aku pun sangat menyukai kue yang satu ini, terutama VLA-nya yang menurutku sangat enak.

Demikian halnya dengan tart. Ini adalah salah satu favoritku, terutama black forest.

black-forest-cake

Tapi ternyata dibalik segala kelezatan itu, ada salah satu bahan pembuat kue-kue itu yang cukup membikin keder, yaitu:

 

RHUM

 

Apa itu rhum? Simak kajian di bawah ini:

 

Hukum Mengkonsumsi Makanan yang Tercampur Rhum


Rum (rhum) adalah minuman beralkohol hasil fermentasi dan distilasi dari molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industri gula. Rum hasil distilasi berupa cairan berwarna bening, dan biasanya disimpan untuk mengalami pematangan di dalam tong yang dibuat dari kayu ek atau kayu jenis lainnya. Produsen rum terbesar di dunia adalah negara-negara Karibia dan sepanjang aliran Sungai Demerara di Guyana, Amerika Selatan. Selain itu, pabrik rum ada di negara-negara lain di dunia seperti Australia, India, Kepulauan Reunion.

Berbagai Makanan yang Menggunakan Rhum

Rum terdiri dari berbagai jenis dengan kadar alkohol yang berbeda-beda. Rum putih umum digunakan sebagai pencampur koktail. Rum berwarna cokelat keemasan dan gelap dipakai untuk memasak, membuat kue, dan juga pencampur koktail. Hanya rum berkualitas tinggi saja yang biasa diminum polos tanpa pencampur atau ditambah es batu (on the rocks). Rum memegang peranan penting dalam kebudayaan orang-orang di Hindia Barat, dan dikenal sebagai minuman perompak dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris.[1]

Berita Republika menyebutkan, “Kue-kue dari hotel dan bakery terkenal kerap menggunakannya dalam taart, dan sus. Vla di dalam sus menjadi lebih lezat bila dicampurkan rhum. Cake aneka buah juga biasanya menggunakan rhum. Biasanya sebelum dicampur ke dalam cake, buah direndam dulu ke dalam rhum agar aromanya menjadi lebih menggugah selera.”[2]

Rhum Termasuk Minuman Keras

Kandungan Alkohol dalam Rhum termasuk tingkat tinggi yaitu sekitar 38%. Rhum termasuk golongan C dalam pembagian minuman keras sebagaimana penjelasan berikut ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 86/ Menkes/ Per/ IV/ 77 tentang minuman keras, minuman beralkohol dikategorikan sebagai minuman keras dan dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan persentase kandungan etanol volume per volume pada suhu 20oC.

Golongan A: Minuman dengan kadar etanol 1 – 5 persen.

Golongan B: Minuman dengan kadar etanol lebih dari 5 persen sampai dengan 20 persen.

Golongan C: Minuman dengan kadar etanol golongan C mengandung etanol lebih dari 20 persen sampai dengan 55 persen.[3]

Rhum Jelas Haramnya

Berdasarkan penjelasan di atas karena rhum menimbulkan efek memabukkan, maka ia jelas dihukumi haram. Ingatlah, segala sesuatu yang memabukkan termasuk khomr dan setiap yang memabukkan pastilah haram.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.[4]

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ

Setiap minuman yang memabukkan, maka itu adalah haram.[5]

Kami nukilkan pula pembahasan dari Republika sebagai berikut.

Rhum menurut relawan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Kosmetika dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), KA Endin, digolongkan ke dalam khamr. Kandungan alkoholnya cukup tinggi. Karena itu fatwanya pun jelas: haram. ”Sedikit atau banyak, khamr itu haram hukumnya,” kata Endin ketika ditemui di kantornya Jumat (26/7).[6]

Bagaimana Jika Mengkonsumsi Sedikit Rhum?

Seperti ini pun tetap tidak dibolehkan. Ada kaedah yang perlu diperhatikan dalam masalah khomr, “Jika meminum khomr dalam jumlah banyak, bisa memabukkan, maka meminum satu tetes saja tetap haram.” Dasar dari kaedah ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.[7]

Dari sini, jika meminum rhum satu liter menimbulkan efek memabukkan, maka meminum satu tetes rhum saja tetap haram walaupun tidak mabuk.

Mudah-mudahan paham dengan penjelasan ini.

Jika Makanan Tercampur Rhum

Sudah dijelaskan bahwa rhum sering sekali digunakan sebagai penyedap rasa. Ini artinya rhum yang termasuk khomr bercampur dengan makanan seperti kue, blackforest, dsb.

Walaupun campuran rhum tersebut dalam kue atau makanan sedikit, tetap dihukumi haram. Karena ini berarti mengkonsumsi khomr dalam jumlah sedikit. Sekali lagi kita perlu memperhatikan kaedah yang telah kami utarakan, “Sesuatu yang apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak memabukkan, maka dikonsumsi satu tetes saja tetap haram walaupun tidak memabukkan.” Ini berarti makanan yang tercampur rhum semacam ini tetaplah haram.

Selanjutnya kami kemukakan sebuah penjelasan dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa, Saudi Arabia),

“Apabila kadar alkohol –apabila alkohol tersebut dikonsumsi dalam jumlah banyak, memabukkan-, maka tidak boleh menggunakan alkohol tersebut baik sedikit ataupun banyak, baik digunakan dalam makanan, minuman, wewangian atau obat-obatan.”[8]

Begitu pula hal ini tidak berlaku hanya untuk rhum saja, namun jenis arak atau minuman keras lainnya. Jika miras sedikit saja bercampur dalam makanan, maka makanan semacam ini sudah sepantasnya untuk dijauhi. Sebagaimana informasi yang kami baca, banyak sekali kita jumpai campuran miras pada masakan China atau Jepang. Sudah seharusnya kita semakin waspada untuk menjauhi yang syubhat (samar) apalagi yang haram. Hanya Allah yang beri taufik.

Hukum Menggunakan Flavor (Essence) Rhum

Untuk menyiasati konsumen yang tak mau memakai rhum, produsen menciptakan flavor (essence) rhum dan perasa buah lainnya. Maksud flavor rhum adalah penyedap rasa dan aroma yang sama dengan rhum. Benda tersebut diklaim bukan rhum. Hanya rasa dan aromanya menyerupai rhum asli.

Berikut penjelasan dari tim auditor LP POM MUI-Jurnal Halal dari Republika.

Pertanyaan:

Assalaamualaikum wr wb,

Ketika anak saya berulang tahun, saya membeli kue tart untuk ulang tahun di sebuah toko roti dan kue di daerah Cimanggis. Waktu itu sudah malam dan buru-buru, sehingga tidak sempat mengecek dan mencium baunya. Sampai di rumah baru ketahuan bahwa kue tart tersebut memancarkan aroma khas minuman beralkohol yang saya duga berasal dari rhum.

Pertanyaan saya adalah, bolehkah rhum itu dipakai dalam kue tart, karena setahu saya proses pembuatan kue itu melalui pemanggangan dengan suhu tinggi dan diperkirakan alkoholnya sudah menguap? Sekarang ini banyak dijual juga rhum essence khusus untuk membuat kue. Yang saya tahu, essen tersebut bukan minuman keras. Katanya ia hanya perasa yang memiliki aroma dan rasa mirip dengan rhum. Bolehkan rhum essence tersebut digunakan? Terima kasih atas jawaban dan penjelasannya.

Wassalam,

Endang SES,Komplek Timah, Cimanggis, Depok

Jawaban:

Rhum adalah salah satu jenis minuman keras dengan kandungan alkohol di atas 10%, yang masuk dalam kategori khamer (minuman yang memabukkan). Hukum khamer dalam Islam adalah haram. Yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya juga haram. Oleh karena itu rhum dalam jumlah banyak maupun sedikit sama saja, yaitu tetap haram. Dalam pembuatan kue yang mengalami proses pemanggangan, alkohol dari rhum tersebut bisa saja menguap. Tetapi rhumnya sendiri masih ada, dengan aroma dan rasa rhum yang memang diinginkan. Dengan demikian rhum dalam kue tersebut masuk dalam kategori haram, meskipun akhirnya alkohol itu bisa saja menguap.

Segala sesuatu yang mengarah kepada yang haram sebaiknya dihindarkan. Rhum dengan aroma dan rasanya yang khas saat ini bisa ditiru dengan bahan-bahan sintetis. Tetapi ingat, bahwa membiasakan diri kita dan anak-anak kita kepada rasa dan aroma minuman keras, membuat kita lebih cenderung dan bisa menikmati aroma dan rasa tersebut. Lama-kelamaan kita menjadi semakin akrab dan menyenagi rasa tersebut dan pada akhirnya ingin juga mencoba yang aslinya. Menghindari kemudhorotan lebih diutamakan dalam Islam. Oleh karena itu penggunaan rhum essen tersebut lebih baik ditinggalkan. Dalam hal ini Komisi Fatwa MUI telah menyatakan haram bagi penggunaan aroma dan rasa haram (seperti rasa babi dan rasa rhum, meskipun tidak ada babi atau rhumnya) serta penggunaan nama-nama haram dalam suatu makanan (seperti mie rasa babi, meskipun tidak ada babinya).[9]

Demikian pembahasan kami mengenai rhum dalam makanan. Semoga Allah memudahkan kita mengkonsumsi yang halal dan menjauhkan kita dari setiap perbuatan yang dilarang.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal (Alumni Teknik Kimia UGM 2002-2007)

Artikel http://rumaysho.com

Diselesaikan di Panggang-Gunung Kidul, 13 Shofar 1431 H

 


[1] Sumber bacaan: http://id.wikipedia.org/wiki/Rum

[2] Lihat http://www.republika.co.id/node/16114

[3] Lihat http://www.republika.co.id/berita/21233/Mengenal_Minuman_Beralkohol

[4] HR. Muslim no. 2003

[5] HR. Bukhari no. 5586 dan Muslim no. 2001

[6] Sumber: http://www.republika.co.id/node/16114

[7] HR. Abu Daud no. 3681, At Tirmidzi no. 1865,  An Nasa-i no. 5607, Ibnu Majah no. 3393. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Ghoyatul Marom 58.

[8]Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Soal pertama dari Fatwa no. 20339, 22/150, Darul Ifta’.

[9] Sumber: http://rol.republika.co.id/berita/20644/Minuman_Keras_dalam_Cokelat

 

Jadi sudah jelas bahwa kue sus dan tart-tart lezat di atas bisa jadi HARAM karena tercampur rhum di atas. Sangat disayangkan, ya? Padahal kue-kue di atas sudah menjadi hal yang lumrah dan dikonsumsi dengan bebas di masyarakat. Harganya pun dapat terjangkau kantong berbagai kalangan dan tersedia di begitu banyak tempat.

Aku pun sangat kaget ketika mengetahuinya, bahkan ada sedikit keraguan sebelumnya, “jangan-jangan itu berlebihan?” Tapi setelah baca-baca lagi, ternyata benar kue-kue tersebut condong ke haram. Sedih banget, deh, padahal aku penggemar sus dan black forest sejati 😥

Eits… tunggu dulu! Ini bukan akhir dunia bagi penggemar sus dan tart karena ternyata ada solusinya! Apa dong solusinya?

 

1. Bikin Kue Sendiri

Dengan bikin sendiri, maka kita bisa menghilangkan kandungan rhum dalam kue tersebut. Ada banyak kok resep di internet untuk bikin kue sus dan tart, termasuk black forest, tanpa rhum! Dengan bikin sendiri, selain lebih higienis dan murah, juga terjamin kehalalannya. Jadi, kita masih bisa menikmati kue-kue lezat favorit seperti sus dan tart tanpa takut dosa!

 

2. Beli di toko langganan yang sudah terjamin kehalalannya / mendapat sertifikat halal MUI

Bisa banget tuh kalau kebetulan tahu ada toko kue yang sudah dapat sertifikat halal MUI (bukan sekedar tempel, ya) atau kita tahu bahwa toko itu tidak menggunakan rhum untuk kue-kuenya. Atau mungkin kita kenal dengan pemilik/karyawannya jadi tahu seperti apa proses dan bahannya. Jangan terpengaruh nama besar ya, karena kadang bakery besar pun belum dapat sertifikat halal MUI. Contohnya :

 

LPPOM: Breadtalk Pernah Miliki Sertifikat Halal Tapi Tak Diperpanjang

Breadtalk pernah memiliki sertifikat halal namun tak diperpanjang karena tak memenuhi Sistem Jaminan Halal

LPPOM: Breadtalk Pernah Miliki Sertifikat Halal Tapi Tak Diperpanjang

Hidayatullah.com–Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan masyarakat, wartawan dan penggiat komunitas halal perihal kehalalan sejumlah merek produk, di antaranya Breadtalk, Hoka-Hoka Bento dan Bir Bintang.

Dalam pernyataan resminya yang ditulis dalam laman lppomui.org, LPPOM MUI menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

Pertama, berita tersebut adalah berita lama yang sengaja disebarkan kembali oleh pihak-pihak tertentu dengan maksud tertentu. Dalam berita dikutip keterangan Din Syamsuddin sebagai Sekretaris Umum MUI, padahal jabatan beliau saat ini adalah Ketua Umum MUI. Begitu pula nama auditornya, Zein Nasution yang sudah lama tidak aktif di LPPOM MUI.

Kedua, bahwa saat ini, Breadtalk dan Bir Bintang Zero memang tidak memiliki sertifikat halal MUI. Khusus untuk Breadtalk, dulu pernah memiliki sertifikat halal namun tidak diperpanjang karena tidak memenuhi Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI. Sedangkan Hoka-Hoka Bento sudah bersertifikat halal dengan no. Sertifikat 00160048830908 yang berlaku sampai tanggal 28 Agustus 2015.

Ketiga, kepada masyarakat luas dihimbau untuk tidak percaya begitu saja atas isu-isu yang beredar, dan melakukan pengecekan kehalalan produk melalui http://www.halalmui.org, SMS Halal ketik Halal (spasi) merek ke 98555 (Telkomsel), maupun melalui scan barcode via Android maupun Blackberry

Sebelumnya beredar di masyarakat tentang kesubhatan produk BreadTalk dan Hoka Hoka Bento yang dimuat laman www.mediajurnal.com.

Belakangan diketahui, berita media tersebut adalah berita lama yang bersumber dari  tempo.co, 08 Maret 2005 berjudul ‘MUI Umumkan BreadTalk dan Hoka Hoka Bento Subhat’.

Setelah ada klarifikasi MUI, pihak mediajurnal akhirnya meminta maaf.

“Dengan postingan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang mungkin tanpa sengaja telah dirugikan atas postingan tersebut, “ tulis mediajurnal.com.*

Rep: Anton R

Editor: Cholis Akbar

 

3. Pesan secara khusus pada penjual kue

Kalau sudah kenal dengan penjualnya atau mungkin dia adalah teman kita sendiri, mungkin bisa saja pesan secara khusus kue sus atau tart yang tidak mengandung rhum.

 

4. Minta bikinkan teman

Kalau ada teman yang jago masak tapi nggak jualan kue, ada baiknya tuh dimanfaatkan buat yang lagi pengen makan kue sus atau tart. Nanti temannya bisa ditraktir atau dibeliin apa gitu sebagai rasa terima kasih.

 

Ya, memang sebagai umat Islam kita harus lebih hati-hati lagi agar segala yang kita lakukan tidak melanggar perintah Allah. Bahkan kue yang kelihatannya sepele pun ternyata bisa mendatangkan dosa kalau kita memilih untuk cuek. So, ayo kita sama-sama menambah pengetahuan tentang Islam agar menjadi generasi muslim yang tidak hanya beriman tapi juga cerdas!

 

Hidup Tanpa Hutang, Mungkinkah?

Sejak bisa cari uang sendiri, aku bertekad untuk hidup tanpa hutang. Alasannya adalah untuk menghindari riba yang terdapat dalam bunga hutang karena zaman sekarang sangat sedikit ada orang yang mau minjemin duit tanpa bunga. Riba adalah salah satu dosa besar karena bahkan dosa yang paling ringan sama dengan bersenggama dengan ibu sendiri! Hiii… ngeri!

Selain itu juga untuk menghindari beban pikiran dan mencegah dikejar-kejar debt collector. Lagipula nggak ada kepastian apakah penghasilan akan terus sesuai dengan yang diharapkan sehingga kelak bisa bayar hutang. Gimana kalau setelah berhutang, ternyata malah bangkrut? Nah lo!

Tapi di zaman susah begini dimana gaji pas-pasan sementara harga-harga kebutuhan terus meroket, emang bisa hidup tanpa hutang? Tentu saja (Insya Allah) bisa! Menurutku kuncinya hanya satu : hidup apa adanya.

Ya, prinsip ini memang susah. Pake banget. Apalagi kalau teman-teman dan tetangga kanan-kiri hidupnya (kelihatannya) sudah mapan. Punya rumah, motor, mobil, perhiasan, barang-barang/gadget terbaru, dll yang nggak bisa dipungkiri terus terang aja bikin sirik. Hahaha…. Ngaku aja deh! Pasti pernah ngerasain, kan? 😀

Kadang ada keinginan untuk bisa mendapatkan yang sama atau bahkan lebih dari tuh orang. “Gitu doang gua juga bisa!” mungkin gitu batin kita. Tapi karena ekonomi kita yang mungkin nggak sama dengan mereka, maka jalan pintas pun ditempuh untuk mendapatkan semuanya yaitu dengan cara hutang atau kredit. Kredit rumah, mobil, motor, hape, sampai alat masak yang ada di tipi pun dilakukan biar kelihatannya juga “punya” gitu lo. Biar bisa pamer dan ngupload foto ke jejaring sosial untuk meneriakkan pada dunia, “hoiii… aku juga bisa loh beli ini!” Masalah itu dibeli dengan cara ngutang, yang lain nggak perlu tahu. Hahaha…

Belum lagi kalau untuk anak, segalanya harus the best. Pendidikan terbaik, makanan terbaik, pakaian terbaik, dan pokoknya semua harus yang terbaik biarpun sebenarnya nggak mampu hingga harus hutang sana-sini. Alasannya sih demi masa depan anak.

Tapi kalau aku sih mending hidup apa adanya saja deh. Hidup sesuai kemampuan biar nggak perlu berhutang. Biar aja orang mau punya ini-itu, trus masalah buat gua? Soal anak juga nggak perlu berlebihan. Berikan saja dia segalanya sesuai kemampuan kita. Kalau nggak mampu bayar uang gedung, ya sudahlah nggak perlu maksa masukin anak ke sekolah favorit. Kalau anaknya memang moncer, dimanapun dia berada pasti bisa bersinar. Lagipula sekarang sudah ada beasiswa jadi kalau tuh anak pinter bisa masuk ke sekolah yang bagus. Daripada hidup penuh beban karena ingin ngejar status sosial, mending hidup tenang meski hanya punya seadanya, iya nggak?

Berikut ini langkah-langkah untuk menghindari hutang versiku:

  1. Cari pekerjaan sampingan

Nggak perlu diberitahukan lagi kayaknya kalau penghasilan orang Indonesia apalagi yang kerja di kantor cenderung kecil. Karena itu, biar nggak terjebak hutang kalau-kalau penghasilan nggak cukup, ada baiknya kita punya pekerjaan/usaha sampingan selain pekerjaan/usaha utama. Misalnya jual pulsa, jual beli online, toko kelontong, MLM, dsb. Lumayan juga kan buat tambahan biaya hidup sehari-hari daripada ngutang sama rentenir.

  1. Buka Usaha Sesuai Modal

Untuk yang ingin berwiraswasta, biasanya suka pinjem uang ke bank atau renternir untuk dapat uang banyak lantas buka bisnis idaman. Kalau aku sih mending buka bisnis sesuai dengan banyaknya modal di kantong. Bisa dari uang tabungan atau menjual barang-barang yang dimiliki (hape, perhiasan, mobil, sepeda motor, komputer, dll). Mungkin kalau begitu, usaha yang bisa dibuka kecil-kecilan tapi setidaknya bebas hutang dan nggak masalah kalaupun usahanya bangkrut, asalkan jangan pertaruhkan semua uang yang ada biar bisa bangkit lagi 😉 Lagipula perusahaan sebesar Apple pun pada awalnya mulai dari garasi rumah.

  1. Ganti kartu kredit dengan kartu debit

Kayaknya gaya banget ya, bisa belanja tanpa uang dan kemana-mana tinggal “gesek”? Selain itu lebih aman pula, kalau hilang bisa langsung diblokir.

Daripada punya kartu kredit yang menurutku malah membuat suka berhutang, mendingan pakai kartu debit. Sama-sama gaya dan bisa “gesek”, juga nggak perlu khawatir nggak bisa bayar karena sudah lunas oleh tabungan sendiri. Ini juga mencegah kita beli barang yang diluar kemampuan atau bergaya hidup konsumtif kalau nggak mau tabungan terkuras.

  1. Hindari beli barang secara kredit

Pengen beli rumah, motor, mobil atau barang-barang mahal lain tapi nggak punya duit cash? Biasanya orang-orang lantas berpaling pada kredit. Bahkan kadang saking banyaknya yang dikredit, gaji perbulan hampir-hampir ngepas buat bayar cicilan dan ngutang lagi buat biaya sehari-hari.

Untukku, daripada kredit, mendingan tunggu sampai duit cukup baru beli barang yang diinginkan. Lama, dong? Biarin, daripada terjebak hutang! Lagipula kalaupun nggak bisa beli barang yang diinginkan, bisa diakalin dengan berbagai cara seperti :

  • Sewa

Yup, sewa bisa dilakukan untuk hal yang sangat mahal dan tidak terbeli namun diperlukan misalnya tempat tinggal (rumah/kos) atau mobil.

  • Beli barang second

Kadang hasrat tak tertahankan untuk beli barang tapi duit masih kurang, maka solusinya adalah beli barang second. Ada banyak barang second yang bisa dibeli dengan kehadiran internet. Dengan harga yang lebih murah, tapi bisa dapat barang yang sama dengan yang diinginkan. Kalau untung, bisa dapat barang yang masih mulus seperti baru. Hahaha…

  • Beli barang look-alike

Kalau keukeuh ingin beli barang baru tapi ternyata harganya nggak kuku, maka belilah barang look-alike atau yang mirip. Misalnya pengen banget beli smartphone premium tapi duit cekak, bisa disiasati dengan beli smartphone lokal yang modelnya agak mirip. Harganya bisa 10x lipat lebih murah tapi feelnya (hampir) sama. Bahkan orang-orang bisa mengira itu adalah barang premium kalau dilihat dari jauh 😀

  1. Teliti berbelanja

Untuk memaksimalkan penghasilan dan menghindari berhutang untuk menutupi defisit, maka bandingkanlah harga tempat-tempat belanja yang ada dan belanjalah di tempat yang termurah. Selalu bandingkan berbagai merk sebelum beli satu barang, jangan ragu coba produk baru,dan jangan terpengaruh iklan.

  1. Tidak Boros

Belilah barang sesuai kebutuhan,bukan sesuai keinginan dan ingatlah selalu ada hari esok sebelum menghambur-hamburkan uang diluar batas kewajaran. Jangan sampai gara-gara foya-foya di awal bulan, jadinya harus ngutang karena di akhir bulan kena kanker (kantong kering).

  1. Rajin menabung

Semua orang juga tahu ini, lantas apa hubungannya dengan hutang? Kadang ada hal yang terjadi yang diluar perkiraan, misalnya diPHK mendadak, sakit parah, menikah, dll. Kalau punya tabungan yang cukup, kita bisa menutupi biayanya tanpa harus ngutang.

  1. Berdoa

Last but not least, berdoalah yang rajin agar terhindar dari hutang dan selalu bersyukur akan pemberianNya agar nikmat yang kita dapatkan semakin bertambah.

Dengan berbagai cara di atas, semoga bisa selangkah lebih maju untuk hidup tanpa hutang. Ayo, pasti bisa! 😉

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Ini adalah lanjutan dari postinganku  di sini. Masih seputar tentang “jakarta baru” yang entah kenapa tidak ada perkembangan berarti sejauh ini meskipun dua “juru selamat” ala media massa mainstream yaitu jokohok sudah terpilih dalam pilgub 2012. Yang ada, justru setelah pasangan yang ada nonmuslimnya ini diberi kesempatan berkuasa di dki, muslim di sana malah semakin lama semakin sulit mengekspresikan diri.

Woy, jangan buru-buru bilang ini rasis, SARA, dan segala macam alasan yang biasa dilontarkan di media massa mainstream itu karena ini didukung FAKTA.

Yup, setelah tidak merekomendasikan tabligh akbar di jalan, melarang takbir keliling, menempatkan pejabat nonmuslim di wilayah mayoritas muslim, membongkar masjid-masjid tanpa ragu, dan ingin merealisasikan lagi lokalisasi pelacuran di dki, nampaknya umat Islam dki masih harus mengelus dada karena kebijakan pemerintahan kali ini. Kenapa? Ini dia alasannya:

 

1. Baju Muslimah Pelajar DKI Hendak Diganti

Secara mengejutkan, pemprov dki berniat menghapuskan penggunaan seragam muslim di hari Jumat dan menggantinya dengan pakaian daerah.

 

Hari Jum’at, Pemprov Jakarta Paksa Siswi Ganti Baju Muslimah Syar’i dengan Baju Betawi

islamedia.co baju betawi
Islamedia.co – Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kini mengubah aturan mengenai pakaian seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar maupun menengah. Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 48/SE/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah.Surat edaran tertanggal 14 Juli 2014 tersebut mengatur cara penggunaan pakaian seragam sekolah. Pada hari Senin dan Selasa, siswa diharuskan mengenakan kemeja putih dan celana/rok sesuai dengan jenjang pendidikan. Pada hari Rabu, siswa diharuskan mengenakan pakaian khas sekolah. Pada hari Kamis, siswa diharuskan mengenakan kemeja batik ciri khas nasional dan celana/rok warna gelap.Pada hari Jum’at siswa sekolah diharuskan mengenakan pakaian khas daerah, dalam hal ini Betawi. Sedangkan hari Sabtu, siswa diharuskan mengenakan pakaian seragam Pramuka.
Ketentuan seragam untuk hari Jum’at di atas dinilai orang tua siswa sangat meresahkan. Pasalnya tidak semua siswa-siswi adalah orang Betawi dan batasan pakaian Betawi sangat beragam karena ada model pakaian Betawi yang tidak menutup aurat. Lebih dikhawatirkan jika anak-anak mengacu pada pakaian Betawi yang pernah dikenakan pada sinetron-sinetron di televisi yang lebih banyak mengumbar aurat, merusak moral, dan justru merusak citra Betawi itu sendiri.
Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kadisdik DKI Jakarta Lasro Marbun tersebut juga melarang siswa untuk menambahkan asesoris apapun dalam menggunakan pakaian seragam sekolah.Surat Edaran itu disebutkan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia No. 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Padahal, di Permendikbud itu menyebutkan bahwa pakaian seragam sekolah hanya terdiri dari 3 jenis, yaitu: pakaian seragam nasional, pakaian seragam kepramukaan, atau pakaian seragam khas sekolah.
Permendikbud tersebut sama sekali tidak mengatur tentang pakaian seragam khas daerah seperti yang dituangkan dalam Surat Edaran Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.Dan pada pasal 5 di Permendikbud yang ditandatangani oleh Mendikbud Mohammad Nuh tersebut mengatur sebagai berikut:
1. Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan Upacara Bendera.
2. Pada saat Upacara Bendera dilengkapi topi pet dan dasi sesuai warna seragam masing-masing jenjang sekolah, dilengkapi dengan logo tut wuri handayani di bagian depan topi.
3. Selain hari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.
Dan pada pasal 1 ayat 4 di Permendikbud tersebut juga diterangkan tentang pakaian seragam khas muslimah, yang didefinisikan sebagai pakaian seragam yang dikenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model, dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah. Namun pakaian jenis ini justru tidak diatur dalam Surat Edaran di atas. (dakwatuna/hdn)

 

Saat dikonfirmasi, ahok mengaku tidak tahu-menahu. Aneh sekali, padahal jelas-jelas dalam surat edarannya ada tembusan untuk plt gubernur dan wakil gubernur dki. Masa nggak tahu? Lihat deh di bawah ini:

 

Ahok Mengaku tak Tahu Penghapusan Seragam Muslim di Hari Jumat

Kutipan surat edaran Kadisdik DKI Jakarta soal aturan seragam sekolah

 

Jakarta (SI Online) – Beredar di jejaring sosial Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 48/SE/2014 tertanggal 14 Juli 2014 tentang peraturan baru Seragam Sekolah. Surat itu mensosialisasikan Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.Surat ini tengah mengakibatkan keresahan di tengah umat Islam Jakarta, khususnya para orang tua siswa. Pasalnya, surat edaran Dinas Pendidikan itu mengharuskan siswa menggunakan seragam Betawi (sadariah untuk pria dan encim untuk wanita) pada hari Jumat. Padahal sebelumnya siswa-siswi di sekolah telah terbiasa menggunakan seragam Muslim pada hari tersebut.Menanggapi keresahan warga ini, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, mengaku akan mengevaluasi kembali perihal aturan penggunaan seragam khas Betawi setiap hari Jumat untuk siswa-siswi di Jakarta. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat dimintai tanggapannya mengenai aturan tersebut.
Ahok, sapaan akrabnya, mengatakan banyak laporan orang tua siswa yang mengeluhkan tentang peraturan baru tersebut. Oleh karenanya, ia juga telah mengkonfimasi kepada Kepala Dinas Pendidikan.
“Aku juga bingung, dapet sms (laporan) masuk, baru aku tau. Makanya, aku langsung tanya ke Pak Lasro (Kepala Dinas Pendidikan),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (25/7/2014) malam, seperti dikutip Republika.co.id.Ahok mengatakan, dalam pesan singkat yang diterimanya, Lasro mengatakan akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan tersebut. Lasro juga mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah untuk menyesuaikan peraturan tersebut dengan kondisi siswa.
“Lapor pak, kita tidak memaksakan pak, pasca lebaran kita evaluasi lagi Pak. Saya sudah kumpulkan seluruh Kepsek supaya tidak dipaksakan penerapan Permendikbud No.45 Tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah, disesuaikan dengan sikon murid. Saya akan evaluasi,” ujar Lasro kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Ahok pun membantah dirinya telah membuat kebijakan tentang penghapusan seragam muslim setiap hari Jumat untuk siswa-siswi di Jakarta. Ahok justru mengaku tidak mengetahui perihal peraturan baru yang mengharuskan siswa menggunakan seragam khas Betawi.
“Enggak! Enggak ada aturan dari aku itu,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut yang biasa disapa Ahok itu.Dikatakan Ahok, ia tidak sependapat dengan ketentuan baru tersebut. Karena itu dapat memberatkan orang tua siswa.
“Jujur saja, kasus kayak gini sudah sering kejadian. Sampai ada orang miskin ngadu ke saya. Saya sudah bilang, kalo enggak bisa, kenapa mesti maksain?”ujar Ahok.

red: shodiq ramadhan

 

Setelah ditekan banyak pihak terutama Islamis, akhirnya ahok mengizinkan penggunaan baju muslim, tapi tetap saja ada yang aneh. Lihat dulu, deh:

 

Kata Ahok Buat Pelajar: Jumat Boleh Pakai Baju Muslim, Boleh Encim, Atau Batik

Prins David Saut – detikNews

Jakarta – Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok memberikan penjelasan soal kewajiban memakai baju encim bagi siswi SD, SMP, dan SMA. Sebenarnya tidak diharuskan memakai baju encim, mereka diberi kebebasan memakai baju muslim atau baju daerah. Bahkan baju batik pun dibolehkan.

“Encim itu ada kesalahpahaman. Beliau (Lasro Marbun Kadisdik DKI-red) tulisnya gini, Jumat pakai baju encim garis miring baju muslim,” terang Ahok di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Menurut dia, karena edaran itu jadi muncul kesalahpahaman. “Cuma orang langsung berpikiran, saya bilang, Pak lain kali kalau buat surat edaran gitu jangan pakai (garis-red) miring-miring, terlalu banyak miring-miring bacanya repot nantinya,” imbuh Ahok.

Ahok kemudian memberi penjelasan yang benar. Jadi para siswi tidak diwajibkan hanya memakai baju encim saja.

“Saya bilang harusnya ditulis: Jumat itu boleh pakai baju muslim, boleh encim, batik, atau baju asli daerah kamu. Tenun atau apa. Jumat juga nggak ada peraturan kok harus pakai baju apa,” tutup Ahok.

 

Yang mana yang aneh? Di surat edaran, TIDAK ADA GARIS MIRINGNYA! Emang dia nggak lihat surat edarannya, ya? Atau ada surat edaran versi lain yang aku tidak tahu yang ada garis miringnya? Mirip usaha untuk ngeles saja…

Kalau dinas pendidikan dki benar-benar ingin melestarikan budaya Betawi, menurutku caranya bukan dengan menghapus penggunaan baju muslim karena Betawi justru kental nilai religiusnya. Ada kok win-win solution-nya, yaitu hari Jumat buat baju muslim dan hari lain pake baju Betawi. Kalau kedua baju tersebut bisa digunakan secara bersama-sama di hari berbeda, kenapa tidak? Jumlah hari kan ada banyak. Kecuali kalau niatnya memang ingin menghapus simbol-simbol Islami, itu mah lain soal 😀

 

2. Ingin Hapuskan Libur Lebaran

Kali ini, di akun twitternya, ahok berencana menghapus libur panjang Lebaran dengan dalih menimbulkan kecelakaan dan hal-hal buruk lain. Simak:

 

Ahok Wacanakan Hapus Cuti Bersama Lebaran

Ahok Wacanakan Hapus Cuti Bersama Lebaran

Basuki T. Purnama (Ahok)

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Melalui akun twitter nya ,Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berencana akan menghapuskan cuti bersama Lebaran untuk wilayah DKI Jakarta. Alasan ini diwacanakan Ahok mengingat angka kecelakaan yang cukup tinggi selama mudik Idul Fitri . Berikut kutipan kicauan Ahok di akun Twitternya

 

Ahok Basuki TPurnama  @Ahok_BasukiTP 06/Aug/2014 04:28:54 AM UTC

 

1. “HAPUS CUTI BERSAMA”:
2. PERJALANAN mudik Lebaran tahun 2014 merenggut 515 Jiwa, Jumlah yang menderita luka 3.616 orang.
3. Korban tewas dan cedera sebanyak itu akumulasi dari 2.003 kasus kecelakaan lalu lintas.
4. Data tersebut dari Polri yang menggelar Operasi Ketupat, Faktor penyebab diindikasikan pemudik kurang peduli keselamatan.
5. Ini adalah tragedi kemanusiaan, tidak boleh dibiarkan berulang-ulang, Setiap merayakan Lebaran selalu saja terjadi kematian konyol.
6. Lebih-lebih mencapai ratusan orang, Mudik Lebaran 2013 menelan korban 686 orang tewas dan 1.120 orang luka parah.
7. Jumlah yang meregang nyawa tahun 2012 sebanyak 757 orang dan 1.222 luka berat.
8. Korban belum termasuk kerugian materi mulai dari akibat pemborosan bahan bakar minyak sampai dengan lenyap akibat disikat penjahat.
9. Hanya karena demi tradisi silaturahmi di kampung halaman, sebagian dari kita kehilangan akal sehat.
10. Jarak tempuh ratusan kilo meter nekad diterabasnya menggunakan sepeda motor.
11. Mengangkut anak-istri dan berbagai barang bawaan pula, dari tahun ke tahun, korban kecelakaan paling banyak adalah pengendara roda dua.
12. Mereka adalah saudara-saudara kita kalangan wong cilik, Sehari-harinya menggerakkan roda industri, perdagangan.
13. Pembangunan properti-infrastruktur, jasa pengiriman dokumen, pekerja kebersihan, petugas keamanan pasar, kantor gudang dan lainnya.
14. Menurut hemat kita, tragedi harus distop, Khusus bagi warga Ibukota Jakarta agar memilih langkah cerdas.
15. Rindu untuk bermaaf-maafan dengan orang-tua atau famili di kampung halaman nun jauh disana tetap bisa dilakukan.
16. Banyak pilihan yang dapat ditempuh, kecanggihan teknologi telepon genggam dan layanan internet adalah solusi yang murah-meriah.
17. Belum juga puas? Pulang kampung menunggu sampai pelayanan kereta api, Bus antarkota-antarprovinsi atau kapal laut normal.
18. Tarifnya murah, Tidak rebutan kursi, Keamanan-kenyamanan perjalanan terjamin baik, masa depan pun masih tetap milik kita.
19. Peran ulama sebagai agen perubahan sangat diharapkan guna mengikis perilaku mudik yang banyak mudarat.
20. Umat butuh bimbingan spiritual agar terhindar dari pemborosan dan kecelakaan yang mematikan.
21. Mengingat dan menimbang banyak korban jiwa, maka pemerintah wajib menghapus sistem cuti bersama bagi PNS.
22. Tanpa kecuali bagi penyelenggara pendidikan di semua sekolah dan perguruan tinggi negeri.
23. Libur hanya berlaku pada hari Lebaran pertama dan kedua.
24. Penegasan ini kita kemukakan karena mudik bukanlah bagiannya!

 

Demikian kicauan Ahok dalam akun twitter nya untuk mewacanakan penghapusan cuti bersama untuk wilayah DKI Jakarta. (*)

 

Mungkin ahok sudah merasa puas dengan hanya sekedar telepon atau video call dengan keluarganya di babel sono, tapi kan tidak semua orang sama dengan dia! Tidak semua orang bisa menggunakan teknologi untuk video call. Tidak semua orang tahan tidak pulang kampung pas hari raya!

Bagaimana dengan yang keluarganya berada di pelosok sana dan kampungnya belum dimasuki listrik, alih-alih telepon? Bagaimana menjelaskan “internet” pada orangtua yang sudah sepuh? Bagaimana dengan perasaan orang-orang perantauan yang ingin memeluk orangtua dan kerabat tercinta di salah satu hari paling suci bagi umat Islam ini?

Lagipula kalau masalah kecelakaan dan kejahatan, bukankah itu seharusnya tugas pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang baik dan mengamankan pemudik? Buat dong jalan yang bagus, angkutan umum yang banyak, dan sebarkan tuh petugas keamanan! Kita kan gaji pemerintah dari pajak buat ngurusin hal begituan!

Lalu tentang pemborosan BBM di jalan yang katanya disebabkan mudik. Padahal mudik hanya berlangsung sebentar. Trus gimana dengan pemborosan BBM yang disebabkan kemacetan di jakarta setiap hari? Kenapa masalah yang jauh lebih parah seperti itu belum tertangani dan malah memilih membahas masalah “sepele” yang terjadi setahun sekali? Mana tuh janjinya bikin transportasi massal di dki? Bahkan di pengadaan bus TransJakarta aja ada korupsi!

Kalau kumpul dengan keluarga pas hari raya memang gak penting, lalu kenapa di cina ada libur panjang pas imlek? Kenapa di negara-negara barat ada libur panjang menjelang natal? Kenapa libur panjang hari rayanya gak dihapus saja dan diganti pas hari-hari biasa? Padahal mereka bukan negara religius macam Indonesia!

Karena itulah aku SANGAT TIDAK SETUJU dengan penghapusan libur panjang lebaran APAPUN ALASANNYA! Karena sebagai muslim, aku butuh bertemu keluarga pas hari raya. Mungkin nonmuslim gak ngerti, tapi sama halnya dengan ultah yang ingin dirayakan bersama orang-orang tercinta, kita ingin lebaran juga dirayakan bersama keluarga tercinta di kampung sana. Karena perjalanannya kadang lama, kita butuh istirahat yang cukup. Masa Idul Fitri sendirian? Nggak banget, deh! Lagipula bandara internasional ditutup pas nyepi kok gak protes, ya? Aneh…

 

3. Membatasi Kurban Idul Adha

Menjelang Idul Adha tahun 2014, kembali lagi ada manuver pemprov dki untuk umat Islam. Kini pemotongan kurban hanya boleh di rumah pemotongan hewan dengan alasan takut kotor. Juga dilarang berjualan hewan kurban di fasilitas umum. Simak selengkapnya :

 

Heboh Ahok Melarang Sembelih Kurban

ahok1

 

 

 

 

 

 

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

 

Satu media di Jakarta memberitakan, kebiasaan  menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di lingkungan SDN tahun ini dipastikan tidak ada. Pemprov DKI Jakarta mulai Idul Adha tahun ini melarang pemotongan hewan di sekolah tersebut.

Pelarangan ini  tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014 yang ditandatangani Wakil Gubernur Ahok. Instruksi tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Penandatanganan dilakukan Ahok ketika menjadi Plt Gubernur tangal 17 Juli 2014.

Bukan itu saja, pelarangan juga berlaku untuk menjual dan memotong hewan kurban di fasiltas umum seperti taman, tepi jalan, dan lainnya. Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan Cakung (RPH).

Ahok  memerintahkan  walikota dan bupati  mengkoordinasikan  dewan mesjid. Intinya, pemotongan hanya diperbolehkan di RPH saja. Dalihnya demi  kebersihan kota.( (Pos Kota, Selasa, 23 September 2014 06:18:30 WIB) .

 

Ahok membantah, namun dibantah pula oleh sebuah media, dan beritanya disertai bukti seperti berita berikut ini.

 

Ini. Bukti Dokumen Resmi Ahok Melarang Pemotongan Kurban, Siapa Berdusta?

Wednesday, September 24, 2014 | 20:18

intriknews.com Jakarta – Meski Basuki Tjahya Purnama (Ahok) membantah keras kalau dirinya melarang pelaksanaan Penyembelihan Hewan Qurban, bukti tertulis ternyata membuktikan adanya larangan tersebut.

Seperti disampaikan melalui akun Twitternya @basuki_btp, Rabu 24 September 2014, Ahok menuliskan:

“Saya tidak pernah melarang pemotongan hewan kurban. Tidak mungkin saya melarang umat Islam melaksanakan ibadah. Jgn sembarangan mainkan isu.”

Web site resmi pemerintahan propinsi DKI, http://www.jakarta.go.id memuat dokumen yang berisi larangan Ahok kepada sekolah dasar untuk melaksankan pemotongan hewan kurban.

Instruksi tersebut ditandatangani sendiri oleh Ahok, tertanggal 17 Juli 2014 saat menjabat sebagai Plt Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pada point 4.a.1) instruksi tersebut sangat jelas tertulis “melarang kegiatan pemotongan hewan kurban dilokasi pendidikan dasar”.

Dokumen tersebut dapat diambil melalui link berikut:

http://www.jakarta.go.id/m/produkhukum/download/3334/INSGUB_NO_67_TAHUN_2014.pdf

 

Demikianlah berita yang menyentak di masyarkat Islam kini.

Sampai pagi tadi 25/9 2014, dokumen resmi itu masih terpampang di link http://www.jakarta.go.id/m/produkhukum/download/3334/INSGUB_NO_67_TAHUN_2014.pdf

 

Bermakna Memusuhi Agama Islam

Kasus ini mari kita cermati. Ada kidah fiqih, bunyinya:

التابع لا يفرد بالحكم

Sesuatu yang tak dapat dipisahkan dengan asalnya maka tidak dapat dihukumi tersendiri

Contohnya, janin dalam perut kambing tidak boleh dijual tersendiri dipisahkan dari sang kambing bunting itu (lihat Al-Wajiz fi Ushul Fiqh lilBurnu 2/50 Maktabah Syamilah).

Hukum jual beli pada asalnya boleh-boleh saja. Tetapi ketika yang dijual itu janin kambing dalam perut tanpa menyertakan kambingnya itu sendiri, maka tidak boleh.

Masalah itu coba kita tarik pada kasus larangan Ahok terhadap penyembelihan kurban di sekolah atau di mana saja selain di RPH (Rumah Potong Hewan). Alasannya karena akan mengotori kota. Dalihnya demi  kebersihan kota.

Yang dipersoalkan adalah menyembelih hewan kurban mengakibatkan kotornya kota. Maka Ahok melarangnya. Hal menyembelih hewan kurban itu tidak dapat dipisahkan dengan syari’at kurban (aturan dari Allah Ta’ala tentang kurban). Dalam syari’atnya, hewan yang dijadikan kurban harus disembelih dengan beberapa ketentuan, di antaranya tentang waktu penyembelihan: pada Hari Raya Kurban (Idul Adha) tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Iedul Adha dan tiga hari lagi (hari tasyriq) hingga tanggal 13 Dzulhijjah sebelum maghrib. Yang paling utama adalah pada hari raya tanggal 10.

Ketika dibuat larangan menyembelih kurban berarti sama dengan melarang seluruh ketentuan syari’at kurban. Karena menyembelih itu adalah sesuatu yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari syariat kurban itu sendiri. Dan ketika melarang syari’at kurban berarti sama dengan melarang Agama Islam secara keseluruhan. Karena syari’at kurban tidak apat dipisahkan sama sekali dengan Agama Islam. Dan ketika melarang Agama Islam berarti memusuhi semua Umat Islam, bukan hanya yang di Jakarta atau Indonesia, namun sedunia. Bahkan memusuhi Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, dan bahkan lebih dari itu adalah memusuhi Allah Ta’ala.

Di Indonesia, Islam adalah agama yang resmi diakui oleh negara. Ketika ada orang yang berani mengusik Islam, bahkan membuat larangan yang bermakna melarang Islam, maka jelas menentang aturan prinsip negara. Itu semua ada hukumnya tentu saja.

Larangan dengan alasan kotor itu kemungkinan masih ada sedikit dapat dinalar apabila setelah penyembelihan kurban, tempatnya tidak dapat dibersihkan, sedang penyembelihan terus-menerus sepanjang tahun tiap hari dilakukan, sedang RPH sudah disediakan di setiap tempat. Lha dalam hal menyembelih hewan kurban, setahun sekali, bekas penyembelihan dapat dicuci atau dibersihkan, sedang RPH khusus penyembelihan hewan kurban belum / tidak tersedia. Ketika seperti itu kenyataannya, maka tidak dapat dimaknakan lain, kecuali Ahok adalah memusuhi Islam.

Perintah dalam Islam sudah jelas.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٧٣)

 

  1. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS At-Taubah: 73)

Jakarta, akhir Dzulqa’dah 1435H/ 25/9 2014.

 

Yah, seperti kasus rencana penghapusan baju muslim di sekolah, ahok juga membantah meskipun jelas-jelas perintahnya sudah turun. Sampai hafal deh dengan “gayanya” yang mengaku “inosen” ini. Meskipun demikian, nampaknya bantahan tersebut tidak cukup kuat karena umat Islam tetap mengecamnya sebagai berikut :

 

Sekjen FUI: Larang Penjualan Hewan Kurban, Ahok Bodoh

KH. Muhammad al Khaththath saat aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta

 

Jakarta (SI Online) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath mengecam keras keluarnya Instruksi Gubernur (Insgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2014 yang isinya terdapat pelarangan penjualan hewan kurban di tempat fasilitas umum dan penyembelihan hewan kurban di sekolah dasar. Kecaman tersebut disampaikan saat melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD DKI Jakarta untuk menolak Basuki Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI.

“Ahok sudah kurang ajar, dia dengan seenaknya mengeluarkan instruksi gubernur pelarangan penjualan hewan kurban, berarti dia telah menghalangi umat Islam beribadah,” ujar Ustaz al Khaththath saat aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Ia menegaskan, Ahok tidak layak jadi Gubernur karena tindakannya ceroboh. “Penjual dan pembeli kambing di Jakarta itu umumnya orang Jakarta berarti orang Jakarta berhak memakai fasilitas umum. Kalau itu dilarang berarti dia telah melarang kepentingan umum, itulah bodohnya Ahok,” kata Ustaz al Khaththath.

Ditambahkannya, kambing yang dijual berjumlah ribuan bahkan puluhan ribu. “Kalau sudah banyak seperti itu berarti sudah umum, maka layak kambing dijual di fasilitas umum, itulah bodohnya Ahok,” kata Ustaz al Khaththath.

“Ahok juga melarang menyembelih hewan di halaman sekolah, katanya harus di RPH (Rumah Pemotongan Hewan). Kalau jumlahnya ribuan kambing dalam sehari mungkin ga masuk RPH? itulah bodohnya Ahok,” tambahnya.

“Nah anda mau dipimpin oleh orang bodoh apa tidak?” tanya al Khaththath kepada ribuan pendemo yang kompak dijawab “tidak!”.

red: adhila

 

Sekolah akan Lawan Ahok Kalau Kurban di SD Dilarang

Gubernur DKI Jakarta Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah sekolah akan melawan larangan kurban di Sekolah Dasar. Hal ini karena larangan itu dianggap tidak tepat.

Wakil Kepala Sekolah SDI Tarbiyah Islamiyah, Rusli Sahal mengaku belum menerima surat edaran,‎ terkait larangan pemotongan hewan kurban. Kata dia dilarang atau tidak pihaknya tetap akan melaksanakan sunah nabi, memotong hewan kurban. “Dilarang atau tidak, kita tetap kurban di sini. Kita tentang keras kalau dilarang,” ujarnya.

Sama dengan pendapat Sukoto, menurut Rusli, kalau pemotongan hewan kurban di sekolah bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak terkait sunah yang diajukan oleh agama Islam.

Kata Rusli, berlebihan jika pemprov‎ melarang pihak sekolah SD memotong kurban hanya karena faktor psikologis anak. ” kayanya gak tepat alasannya itu,” katanya.

Kalau larangan pemotongan hewan kurban hanya karena alasan dapat mengganggu psikologi anak, kata Rusli, proses pemotongan hewan kurban di Mushola dan di Mesjid juga harusnya dilarang. Kalaupun anak-anak tidak melihat proses pemotongan hewan kurban di sekolah, mereka bisa melihatnya di Masjid-masjid.

‎Sementara or‎ang tua murid SDN Grogol Utara 12 pagi, Nining 32 tahun menceritakan, tidak ada masalah apapun terhadap anaknya setelah melihat proses pemotongan hewan kurban. Nining mengaku aneh jika larangan pemotongan hewan kurban karena dapat berpengaruh pada psikologi anak-anak.

“//Lah ko// bisa dikait-kaitkan ke situ? Malah anak-anak kite senang ngeliat kambingnya dipotong disekolahan,” katanya.

 

Larang Kurban, AHOK Harus Belajar Banyak Tentang Toleransi Agama

JAKARTA (voa-islam.com) – Maraknya informasi tentang pelarangan kurban disekolah-sekolah akhir-akhir ini didasarkan pada terbitnya Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 tahun 2014 tertanggal 17 Juli 2014 yang ditanda tangani oleh Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau yang biasa di sapa Ahok. Dalam Intruksi gubernur ini ditujukan untuk beberapa instansi, salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam Insturksi tersebut jelas dikatakan dalam angka 4 point a nomor 1 menyatakan “melarang kegiatan pemotongan hewan kurban di lokasi sekolah dasar”. Instruksi ini tidak memberikan penjelasan secara gamblang apa maksud dan tujuan atas pelarangan kegiatan kurban di sekolah-sekolah dasar padahal sudah jelas praktik pelaksanaan kurban di sekolah-sekolah sudah ada jauh sebelum Jokowi Ahok memimpin Jakarta. Alasan pelaksanaan Kurban di Sekolah Dasar adalah untuk memberikan pendidikan dan pengajaran sejak dini terhadap anak didik akan makna kurban itu sendiri.

Harry Kurniawan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adil Sejahtera menyayangkan adanya pelarangan ini dikarenakan pelarangan yang dilakukan oleh Ahok tidak memberikan penjelasan dasar dari pada pelarangan tersebut; disamping itu Instruksi Gubernur ini bertentangan dengan Pasal 29 UUD 1945 dimana seharusnya negara dalam hal ini pemerintah menjamin kebebasan beribadah bukan melakukan pelarangan. Pemotongan hewan kurban adalah rangkaian pelaksanaan ibadah bagi umat Islam dalam rangka hari raya Idul Adha.

Harry menghawatirkan apabila Instruksi ini tetap dilaksanakan akan menjauhkan anak didik dari nilai-nilai religius khususnya di Sekolah Dasar dan bisa jadi tahun ini Sekolah Dasar dilarang, tahun depan Sekolah Menengah Pertama dilarang, tahun depannya lagi Sekolah Menegah Atas dilarang. Pemahaman pemotongan hewan kurban harus dipahami seutuhnya bukan mendasarkan hanya pada saat hewan kurban dipotong. Akan sangat bijak apabila Ahok mendengarkan pendapat ulama-ulama di Jakarta sebelum mengeluarkan Instruksi tersebut sehingga toleransi umat beragama tidak tergerus oleh kebijakan yang sesat ini, tegas Harry dalam release-nya siang ini. [PurWD/NN/voa-islam.com]

 

Warga Tanah Abang: Jualan Hewan Kurban Dilarang, Miras dan Pelacuran Malah Dibiarkan

Penjualan hewan kurban di sekitar Tanah Abang

Jakarta (SI Online) – Ribuan warga dan pedagang hewan kurban di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat bentrok dengan ratusan anggota Satpol PP yang hendak melarang para pedagang hewan kurban untuk berjualan di fasilitas umum.

Menurut pengakuan warga, kejadian berawal sekitar pukul 11 siang saat petugas Satpol PP memaksa membongkar kandang kambing. “Kita tidak terima mereka membongkar paksa tanpa memberi solusi. Warga marah, akhirnya mereka turun kejalan memukul mundur itu Satpol PP,” ujar Bukhari, salah seorang warga Tanah Abang kepada Suara Islam Online, Selasa (30/9/2014).

Menurutnya, pelarangan ini atas perintah Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) melalui Instruksi Gubernur (Ingub) no 67 terkait larangan menjual hewan kurban di pinggir jalan.

“Jualan hewan kurban ini kan cuma setahun sekali dan ini tradisi yang sudah berlangsung lama, jadi jangan diganggu oleh Ahok, umat Islam tidak mau diatur Ahok,” tegasnya.

Menurut Bukhari, daripada melarang penjualan hewan kurban lebih baik pemerintah menertibkan penjualan minuman keras (miras) dan pelacuran di sekitar Tanah Abang.

“Pelacuran dan penjualan miras terang-terangan dipinggir jalan malah dibiarkan, bahkan menurut saya malah terkesan dipelihara oleh mereka. Aneh, yang haram dibiarkan tapi yang berhubungan dengan syariat malah ditentang,” kata Bukhari.

“Kita berharap, kejadian ini jangan sampai terulang di lokasi lain, para pedagang digusur oleh Satpol PP atas perintah Ahok,” tambahnya.

red: adhila

 

Menurutku peraturan “pengendalian kurban” ini tidak masuk akal. Kalau alasannya karena kotor, lalu kenapa tidak ada keluhan soal kotoran habis Idul Adha di tempat pemotongan kurban? Terus kalau alasannya takut mental anak-anak SD terganggu, ya suruh saja anak-anak jangan lihat. Kenapa justru SD-nya yang jadi sasaran? Lagipula, tidak ada kurban di SD bukan berarti anak-anak tidak bisa lihat pemotongan kurban karena mereka bisa lari ke tempat lain, bahkan ke rumah pemotongan hewan! Terus mau melarang kurban di seluruh negeri? Lagian ada yang bilang anaknya gak apa-apa sehabis nonton kurban. So, apa lagi alasannya? Sebaiknya pemprov dki urus yang lain deh, misalnya kasus korupsi Transjakarta senilai triliunan yang belum tuntas itu.

 

4. Disinyalir Menghapus Bimbingan Rohani Pemda DKI

Isu ini masih sangat baru dan belum banyak tersebar, tapi kabarnya bimbingan rohani pemda dki dihapus oleh ahok. Tentu saja berita ini hadirnya di media massa alternatif. Nih:

 

Makin Gila Kegiatan Bimas Islam Di Pemda DKI Dihapus Ahok

GebrakNews – Sebuah informasi penting diterima redaksi GebrakNews sekitar satu jam lalu. Seorang narasumber mengaku seorang Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta, memberi informasi bahwa sejak Ahok alias Zhong Wan Xie menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, kegiatan-kegiatan terkait pembinaan dan bimbingan agama Islam (Bimas Islam) telah dihapuskan dari kegiatan dan program Pemprov DKI Jakarta.

“Tidak ada lagi kegiatan dan program terkait Bimas Islam, terutama di BKD Pemprov DKI Jakarta. Dihapus Pak Ahok,” ujar PNS DKI Jakarta melalui telepon kepada GebrakNews, Sabtu (27/9/2014) sekitar pukul 14.30 Wib.

Redaksi meminta penjelasan lebih lanjut kepada PNS Pemda DKI Jakarta yang menjadi narasumber itu, namun ia enggan menjelaskannya dan minta GebrakNews menyelidiki lebih dalam mengenai penghapusan kegiatan-kegiatan dan program yang bernafaskan keislaman dan pembinaan rohani di lingkungan Pemda DKI Jakarta.

“Silahkan diselidiki ya. Banyak keputusan Pak Wagub Ahok yang merugikan umat Islam. Kok kayak sistematis ya?” ujarnya balik bertanya.

Sebelumnya Zhong Wan Xie atau akrab disapa dengan nama Ahok, kerap didemo ribuan umat Islam Jakarta terkait kebijakan atau ucapannya menghina dan merugikan umat Islam.

 

Wah… wah… sepertinya memang sistematis karena bukan satu-dua kali saja kebijakan yang tidak menguntungkan Islam ini muncul. Bayangkan, baru dua tahun saja sudah cukup banyak kebijakan yang mengecewakan umat Islam, apa lagi nanti? Apa ini makna bhinneka, toleransi, pluralisme, dan multikulturalisme, yaitu menyulitkan umat beragama lain? Waktu yang berkuasa foke atau muslim lainnya, kayaknya adem-ayem, ya? Tanya deh pada rumput yang bergoyang, kenapa bisa begitu? 😀

 

5. Dikabarkan Mempersulit Penyelenggaraan Acara Islami

Katanya kita harus saling menghargai antarumat beragama, lha terus kok acara yang Islami dipersulit perizinannya di dki setelah ahok menjabat? Mana tuh ya sikap saling menghargainya?

 

Pemprop DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas

 

Pemprov DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas 

Anggota Majelis Syura jamaah dzikir Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa menyatakan bahwa pemerintah propinsi Jakarta mempersulit pemberian izin penyelenggaraan tabligh akbar jamaah mereka di lapangan Monas.

“Mau curhat sedikit tentang acara besar kita di Monas menyambut kedatangan Guru Mulia Habibana Umar bin Hafizh hafizhahullahu Ta’ala ‘anhu. Dengan sedih harus saya katakan memang sekarang ini izin untuk acara kita makin dipersulit, sejak sebulan yg lalu kita sudah ajukan permohonan izin tapi berbagai alasan terus kita terima,” terang kakak kandung Habib Mundzir Al Musawa, pendiri jamaah dzikir Majelis Rasulullah.

Ia kemudian menjelaskan kendala perizinan penyelenggaraan dzikir akbar di era pemerintahan propinsi baru (Jokowi-Ahok).

“Pertama, izin harus langsung ke gubernur, maka kru Majelis Rasulullah pun berjuang bolak-balik menjumpai para pembantu gubernur, akhirnya dapat rekomendasi tersebut,” terangnya.

“Tapi tadi ada masalah baru, konon surat gubernur bukan rekomendasi tapi hanya disposisi dan acara di Monas tidak boleh sampai malam, kita katakan, ‘Lha acaranya Jokowi kemarin sampe malam?’ Kata mereka itu lain, sebab dia kan Presiden,” jelasnya.

Habib Nabiel Al Musawa

Pihak Majelis Rasulullah  juga harus memilih, jika jamaah Majelis Rasulullah ngadakan acara Muharram ini berarti Maulid nanti tidak boleh lagi, kalau mau mengadakan untuk Maulid maka di Muharram tidak boleh.

“Masya Allah, padahal kita cuma mau berdzikir pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, buat Indonesia dan juga buat Jakarta..,” sesalnya.

Habib Nabiel juga menyatakan akan menemui langsung Ahok agar izin dapat dikeluarkan.

“Kami (Dewan Syuro MR) akan menempuh usaha terakhir yaitu langsung ketemu Gubernur PLT, mohon doanya dari antum semua semoga akhirnya izin bs dikeluarkan..”

Pihak Majelis Rasulullah menyatakan jika izin tetap tidak diberikan, maka lokasi tabligh akbar akan dipindahkan ke tempat yang tidak perlu izin pemeriintah propinsi.

“Kalau nanti masih dipersulit juga maka kita akan mencari alternatif lain, di masjid Istiqlal atau lainnya, sambil mendoakan semoga semua pemimpin kita diberi Hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar bangsa ini tidak diturunkan bencana dari langit karena menghalang-halangi orang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, Aamiin ya Rabb..” pungkasnya.

 

Ya, seperti biasa, media mainstream diam dengan manis dan bisa jadi menurut pegiat ham yang luar biasa toleran itu, ini bukan pelanggaran atau SARA. Yang SARA dan melanggar ham itu hanya kalau nonmuslim yang terdzalimi, bukan begitu? Jadi apa dong gunanya toleransi, pluralisme, anti-diskriminasi, dan tetek bengeknya kalau tidak berlaku buat muslim? Gimana kalau diterapkan di luar Indonesia saja karena negara kita mayoritas muslim? Toh percuma juga, nggak ngaruh 😀

 

Kesimpulan

Setelah “diujicoba”, terbukti bahwa memiliki pejabat yang berbeda keyakinan, meskipun digambarkan sedemikian hebatnya oleh media mainstream, tidak membuat kebebasan muslim untuk beribadah terjamin. Kebhinnekaan, toleransi, pluralisme, dan multikulturalisme yang kerap kali jadi “senjata” dalam kampanye faktanya justru tidak diterapkan oleh pejabat yang bersangkutan setelah terpilih. Bukan itu saja. Masalah dasar dki seperti macet, banjir, dan kemiskinan juga tidak berkurang. Parahnya, hal itu masih ditambahi kata-kata kasar, lagi! Derita elo deh dulu percaya media mainstream! Hehehe…
Lagipula jika digabungkan dengan postinganku yang lalu, tercatat sudah kurang-lebih 10 kali pemprov dki mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak umat Islam sepanjang dua tahun belakangan. Ada apa? Kok hanya Islam saja yang disasar? Kan ada banyak agama di dki ini. Bagaimana dengan kristen, budha, hindu, dll? Mana peraturan “khusus” untuk mereka?
Anehnya, hal semacam ini hanya terjadi saat pejabatnya nonmuslim. Terus gimana bisa kita yang muslim ini percaya terhadap pemimpin nonmuslim di wilayah mayoritas muslim? Wong begitu diberi kesempatan, ternyata justru sangat mengecewakan! Kecele deh orang-orang yang dulu mengabaikan fatwa ulama dan ayat-ayat Al-Quran demi menjadi “modern” !
Semoga kejadian ini jadi pembelajaran bagi muslim Indonesia agar kembali pada Islam dan Al-Quran. Nggak pengen juga kan kalau postingan ini jadi berseri-seri? 😀

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI MENJADI PEMIMPIN-PEMIMPIN (MU); SEBAHAGIAN MEREKA ADALAH PEMIMPIN BAGI SEBAHAGIAN YANG LAIN. BARANG SIAPA DI ANTARA KAMU MENGAMBIL MEREKA MENJADI PEMIMPIN, MAKA SESUNGGUHNYA ORANG ITU TERMASUK GOLONGAN MEREKA. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG DZALIM.” (QS. AL-MAIDAH: 51)

 

“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! JANGANLAH KAMU MENJADIKAN PEMIMPINMU ORANG-ORANG YANG MENJADIKAN AGAMA KAMU SEBAGAI EJEK-EJEKAN DAN PERMAINAN DI ANTARA ORANG-ORANG YANG TELAH DIBERIKAN KITAB SEBELUM KAMU DAN ORANG-ORANG KAFIR. BERTAKWALAH KEPADA ALLAH, JIKA KAMU BENAR-BENAR ORANG YANG BERIMAN.” (QS. AL-MAIDAH: 57)

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU AMBIL MENJADI TEMAN KEPERCAYAANMU ORANG-ORANG YANG DI LUAR KALANGANMU (KARENA) MEREKA TIDAK HENTI-HENTINYA (MENIMBULKAN) KEMUDHARATAN BAGIMU. MEREKA MENYUKAI APA YANG MENYUSAHKAN KAMU. TELAH NYATA KEBENCIAN DARI MULUT MEREKA, DAN APA YANG DISEMBUNYIKAN OLEH HATI MEREKA ADALAH LEBIH BESAR LAGI. SUNGGUH TELAH KAMI TERANGKAN KEPADAMU AYAT-AYAT (KAMI), JIKA KAMU MEMAHAMINYA.” (QS. AL ‘IMRAN : 118)

 

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

BvNkjrtIUAA7Q71

Sebelumnya, aku sangat ingin pergi ke bali. Saking niatnya, aku sampai browsing berbagai macam tips dan info mengenai liburan ke bali. Bahkan aku juga ikut ngomporin keluargaku untuk liburan ke bali dengan bilang, “Bule aja banyak yang ke bali, masa kita, orang Indonesia, nggak pernah ke bali?”

Pun demikian dengan sinema mahabharata di antv. Sinema yang penuh dengan ajaran hindu itu selalu rutin aku tonton, bahkan tokoh-tokohnya pun kucari infonya di internet. Aku juga sempat menyimak mahadewa yang mengisahkan tentang dewa siwa meskipun keyakinanku sama sekali tidak berubah.

Akan tetapi, kesan baikku akan bali dan kegemaranku akan mahabharata and the likes sirna seketika ketika melihat berita-berita berikut ini. Apa saja? Simak rangkumannya di bawah ini:

 

Aliansi Hindu Bali Tolak Petugas Tol Berkerudung

Aliansi Hindu Bali Tolak Petugas Tol Berkerudung  

DENPASAR – Massa dari aktivis Hindu memprotes kebijakan PT Jasa Marga Bali Tol yang mengeluarkan imbauan agar petugas gerbang Tol Bali Mandara mengenakan kerudung atau peci selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Berbagai elemen massa dari Cakrawahyu, Yayasan Satu Hati Ngrestiti Bali, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, dan Pusat Koordinasi Hindu Nusantara bergabung dalam Aliansi Hindu Bali.

Mereka menggelar demonstrasi di depan Kantor PT Jasa Marga Bali Tol seraya mendesak agar imbauan itu dicabut, Rabu (16/7/2014).

Beberapa aspirasi disampaikan mereka kepada pihak PT Jasa Marga Bali Tol diwakili Hadi Purnama selaku Manager Operasional dan Manajer PT Lingkar luar Jakarta, Budi Susetyo.

Hasilnya, PT Jasa Marga Bali Tol bersedia mencabut kebijakan itu yang awalnya dimaksudkan untuk toleransi antar umat beragama pada bulan Ramadan.

Tokoh Hindu I Gusti Ngurah Artha menyambut baik itikad PT Jasa Marga Bali Tol yang mau mencabut kebijakannya dan meminta maaf secara tertulis melalui media kepada seluruh masyarakat Bali.

“Kami harapkan toleransi PT Jasa Marga Bali Tol tidak dalam bentuk menggunakan busana arab bagi masyarakat Bali karena itu akan menimbulkan permasalahan,” kata Ngurah Artha, 2014.

Pihaknya mendorong agar sebagai negara yang menganut kebhinekaan, harus tetap mempertahankan keragaman.

“Kami tidak ingin adat dan budaya ditekan, hal-hal seperti itu sangat menekan kami sebagai orang Bali,” tegas Dana aktivis lainnya.

Manager Teknik PT Jasa Marga Bali I Gusti Lanang Bagus W menjelaskan, sebenarnya tidak tidak ada aturan secara tertulis mewajibkan menggunakan kerudung dan peci.

“Itu hanya imbauan saja dan bukan kebijakan PT Jasa Marga Bali Tol. Ini kebijakan PT Lingkarluar Jakarta, tentunya kami tidak membiarkan jika berisiko mengundang permasalahan,” imbuhnya. (kem)

 

Manejemen Smartfren: Kami Tak Ada Maksud Lain

 

Ya ampun, miris baca berita-berita di atas. Sempat mikir juga, bali itu bagian dari Indonesia, bukan? Indonesia mayoritas MUSLIM, bukan? Mereka ingin dihormati, tapi tidak mau menghormati muslim. Toleransi bukan berarti hanya salah satu pihak yang menghormati, tapi pihak yang lain juga harus ikut menghormati.

Kalau mengacu pada prinsip negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, maka seharusnya bisa menerima kalau ada upaya toleransi dengan mengenakan jilbab atau peci di event-event agama Islam. Dari keterangan perusahaan-perusahaan di atas, katanya itu juga cuman imbauan, bukan kewajiban. Namun entah kenapa diplintir seolah-olah itu adalah pemaksaan untuk warga nonmuslim. Simak:

 

HYPERMART, HOKA BENTO, SMARTFREN DAN TAMAN NUSA MINTA MAAF KE UMAT

 

WEDAKARNA KECAM PEMAKSAAN JILBAB & PECI KE KARYAWAN HINDU

 

Ternyata tidak hanya Jasamarga Bali Tol yang awalnya memiliki kebijakan menggunakan pakaian Muslim terhadap para karyawannya ( termasuk karyawan yang beragama Hindu ) dibulan Ramadhan dan Lebaran lalu, ternyata masih banyak perusahaan di Bali yang memiliki kebijakan serupa. Dan hal ini megundang keprihatinan dari Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Hindu Center Of Indonesia ) yang menganggap bahwa kebijakan memakaian pakaian Muslim yakni Jilbab, kerudung dan peci bagi pelaku indusri di Bali mencerminkan tidak adanya penghormatan terhadap citra Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura, apalagi dalam prakteknya, dilapangan banyak perusahaan yang mewajibkan karyawan beragama non-Muslim untuk memakai pakaian kearab – araban. ”Saya ingin membela rakyat saya yang beragama Hindu, bahwa tidak baik memaksaan citra kearab – araban pada perusahaan di Bali. Semua investor harus mengakui, bahwa turis itu datang ke Bali adalah untuk melihat pura, melihat orang Hindu Bali berupacara dan kagum dengan Pulau Dewata. Dan banyak perusahaan di Bali ini mendapatkan keuntungan karena budaya Hindu Bali, tapi saya prihatin sekali banyak perusahan industri di Bali yang tidak komit menciptakan rasa nyaman pada masyarakat Bali dan cenderung bermain – main pada isu SARA. Dan saya minta kedepan harus tegas bahwa tidak boleh ada kebijakan yang mendegradasi budaya Hindu Bali baik didunia industri dan pariwisata di Bali.”ungkap Dr. Wedakarna disela – sela bertemu dengan sejumlah relawan di Canggu.

Iapun mengkritik umat Hindu yang berada diperusahaan – perusahaan yang mau begitu saja menerima kebijakan yang tidak sesuai dengan kata hati. ”Saya harap,para pekerja Hindu agar tegas menolak dan berani memberi masukan yang benar pada atasannya jika dipaksa menggunakan pakaian agama lain. Kenapa masalah ini terus terjadi ? Karena mental pekerja Hindu kurang bisa beragumen dan cenderung cari selamat. Saya ingatkan, gerakan Syariah dan Misionaris ini akan masuk keranah kehidupan orang Bali jika orang Hindu yang lalai. Maka dari itu, kedepan harus ada revolusi mental terhadap anak – anak kita yang bekerja diperusahaan- perusahaan dan kita akan amati terus. ”ungkap Dr. Wedakarna. Dalam press confrence di Denpasar pada (3/8) kemarin, The Hindu Center Of Indonesia menyampaikan bahwa ada sejumlah perusahaan yang telah meminta maaf dan mencabut kebijakan pakaian Muslim untuk pekerjanya yakni Jasa Marga Bali Tol, Hypermart Kuta, Hoka – Hoka Bento Denpasar, Smartfren Denpasar dan Taman Nusa Gianyar. ”Saya apresiasi pada perusahaan yang sudah meminta maaf. Tahun depan kita akan lebih awasi secara besar – besaran terhadap perusahaan di Bali yang mencoba untuk memaksakan karyawan Hindu memakai pakaian agama lain. Saya akan libatkan desa pekraman untuk mengawasi. Tentu saya membutuhkan laporan dari umat Hindu sebagai mayoritas di Bali. Jika perlu kita boikot perusahaan – perusahaan yang tidak komit terhadap citra pulau Dewata. Kita belajar dari kejadian tahun ini.”ungkap Dr. Wedakarna yang juga Senator RI Terpilih dengan suara terbanyak di Bali ini.

 

Waduh, fitnahkah? Kalau ya, keterlaluan sekali. Sampai mau boikot segala. I got news for you : muslim yang 200 juta ini juga bisa lo boikot hal-hal yang tidak menguntungkan Islam. Kampanye boikot zionis terhitung lumayan berhasil. Gimana kalau diterapkan ke bali, ya? Nah, lo!

Dari sini bisa dilihat adanya kejomplangan yang nyata di negara ini. Kalau agama minoritas yang merasa didzalimi, semua pada teriak-teriak tentang HAM, SARA, dll. Lah, sekarang giliran Islam yang diginiin, mana suaranya? Ini juga termasuk pelanggaran HAM dan SARA! Ini juga termasuk mencederai kebhinnekaan Indonesia! Mana tuh pegiat HAM, anggota organisasi lintas agama, dan media-media mainstream yang gencar banget membahas ISIS baru-baru ini? Pada tiarap ya karena kali ini bukan Islam yang jadi bahan diskusi? Ketauan deh agendanya! 😀 Makanya aku nggak lagi merujuk pada media-media mainstream sebagai sumber informasi utama, sebagaimana yang kusebutkan di sini.  Hanya media-media Islam aja yang jadi sumber informasiku karena pemberitaannya lebih adil terhadap Islam. Selain itu, sebagian besar media mainstream dimiliki nonmuslim jadi wajar saja jika isi beritanya nggak banget.

Anyway, di atas juga disebutkan bahwa di bali ada yang menolak ekonomi syariah dengan alasan “anti Pancasila”. Hei, lihat dulu ini!

 

Canangkan GRES, SBY harap Indonesia Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Syariah

Hidayatullah.com– Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap gerakan ekonomi syariah mampu mendorong misi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Demikian disampaikan SBY saat mencanangkan “Gerakan Ekonomi Syariah” (GRES) di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta

“Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah dunia,” kata Presiden SBY, Ahad (17/11/2013).

Dalam sambutannya, SBY berharap sistem eknomi syariah berkembang di berbagai sektor mulai dari perdagangan, perbankan, asuransi dan lainnya.

SBY Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan sistem perekonomian syariah sebagai agenda nasional mengingat sistem itu mampu bertahan dari gejolak ekonomi dunia.

“Ekonomi ini (syariah) tidak mudah menjadi gelembung atau yang kita kenal sebagai bubble economy,” kata SBY dikutip Antara.

Menurut SBY, sistem ekonomi syariah menghindarkan pembiayaan yang bersifat spekulatif atau eksploitasi pasar keuangan, lingkungan hidup dan sosial, hanya demi keuntungan ekonomi pemilik modal.

Melalui sistem bagi hasil, tambah SBY, ekonomi syariah menghilangkan jarak antara sektor keuangan dan sektor riil.

“Dengan kata lain, perkembangan sektor keuangan merupakan cerminan kemajuan sektor riil,” katanya.

Acara pencanangan yang dihadiri Ibu Ani Yudhoyono, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

SBY menilai sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang harus diperkuat di Indonesia. Pasalnya, saat perekonomian dunia mengalami gejolak, ekonomi syariah terbukti mampu bertahan.

“Saya menyambut baik GRES, untuk meningkatkan akselerasi masyarakat pada ekonomi syariah … mari kita perkuat ekonomi domestik, mari kita bangun sistem dan budaya … ekonomi nenek moyang kita,” ajak SBY sebelum menekan sirine tanda pencanangan GRES.

Peran Ekonomi Syariah Makin Meningkat

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, saat ini ekonomi syariah berkembang cukup baik melampaui bank konvensional. Namun peran ekonomi syariah harus lebih ditingkatkan di berbagai sektor mulai dari perdagangan, perbankan, asuransi dan lainnya.

“Perannya harus ditingkatkan baik dalam asuransi dan perbankan, selain itu tingkat  kepercayaan masyarakat masih harus ditingkatkan,” kata Menag Suryadharma Ali di sela-sela pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES).

Menag mengakui, akhir-akhir ini ekonomi syariah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun kemampuan ekonomi syariah untuk menjangkau lapisan masyarakat masih jauh di bawah bank konvensional.

“Harus terus digalakkan adanya kesadaran menggunakan ekonomi syariah,” ujar Menag.

Mengenai pemanfaatan ekonomi syariah oleh Kementerian Agama, Menag mengungkapkan, pihaknya telah menggunakan syariah untuk bank-bank penerima setoran haji, zakat dan wakaf.

“Saat pertama jadi Menteri Agama uang haji di sukuk Rp 2,7 trilyun, sekarang Rp 35 trilyun,” terang Menag.

Mengenai pengalihan uang haji dari bank konvensional ke bank syariah, Mernag mengatakan, ada proses pemindahan secara bertahap, dan tidak bisa serta merta. Selain itu pihaknya memperhatikan prinsip atau asas prudential atau kehati-hatian.

“Kita harus memperhatikan kondisi bank syariah, padahal  masyarakat Indonesia terpencar di ribuan pulau banyak yang terpencil dan belum terjangkau bank syadiriah,” terang Menag.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

 

Lihat, tuh, Presiden SBY saja meresmikan GRES alias Gerakan Ekonomi Syariah yang berlaku secara nasional. Berarti Presiden SBY anti Pancasila, dong? Yang Pancasilais hanya orang bali aja, ya? Hahahahaha…

Kalau menurutku sih mungkin bank dan hotel Syariah serta sertifikasi halal di Bali dibangun untuk memfasilitasi muslim yang sedang liburan ke bali. Bukan hanya muslim Indonesia aja, tapi muslim seluruh dunia yang ingin liburan ke bali. Jangan salah, muslim yang bisa jadi pangsa pasar wisata bali sangat besar. Indonesia saja punya 200 juta muslim, belum lagi muslim dunia yang jumlahnya 1,5 milyar lebih. Tapi kalo tidak berkenaan dengan kehadiran muslim, ya, sekalian saja pasang banner “maaf, kami tidak terima muslim di wilayah ini”. Jadi kami yang muslim ini juga bisa pasang banner di seluruh pulau di Indonesia yang mayoritasnya muslim dengan tulisan, “maaf, selain muslim, dilarang menginjakkan kaki di sini.” Deal? 😀

Muslim di Indonesia ini sudah sangat toleran, lo, jadi jangan membangunkan naga yang sedang tidur. Di negeri mayoritas muslim ini, nyepi jadi hari libur nasional, padahal di india, amerika, atau negara lain yang bukan mayoritas muslim, nyaris tidak ada yang memberikan libur untuk hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Orang hindu bebas berbisnis di Jawa, Sumatera, dan wilayah mayoritas muslim. Tayangan mahabharata, mahadewa, dan film-film india lainnya yang penuh dewa-dewa juga bisa bebas lalu-lalang di TV mayoritas muslim. Kenapa giliran kami yang ingin berkarya, justru dibatasi? Jumlah kami 50 kali lipat lebih besar dari bali so jangan menyudutkan mentang-mentang jadi mayoritas di satu pulau. Bali juga salah satu provinsi Indonesia! Setahuku, sampai saat postingan ini ditulis, nggak ada wilayah khusus dimana ekonomi syariah dilarang. Jadi tidak ada alasan menolak ekonomi syariah hanya karena isu SARA seperti ini.

Kalau memang tidak bisa menerima unsur-unsur Islam, jadi muslim juga berhak dong mencoret nyepi dari daftar hari libur nasional, memblokir tayangan mahabharata/mahadewa/film-film india/sinetron buatan sineas india di TV nasional, juga melarang semua bisnis masyarakat bali dan hindu di tanah Jawa dan pulau-pulau lain yang mayoritas muslim. Gimana?

Menurutku pemerintah pusat perlu turun tangan dalam hal ini, seperti kasus penolakan jilbab di sekolah bali waktu itu.  Kami, umat Islam, bisa menghormati umat beragama lain, jadi kami mengharapkan umat beragama lain pun bisa menghormati kami, baik dalam ekonomi maupun cara hidup kami yang berbasis syariat Islam.

Berikut endorsement dari MUI:

 

Ketua MUI Bogor Kecam Pernyataan Tokoh Bali yang Menolak Bank Syariah

Ustaz Iyus Khaerunnas

– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang kerukunan umat beragama Ustaz Iyus Khaerunnas mengecam pernyataan anggota DPD Bali terpilih Arya Wedakarna yang menolak ekonomi syariah dan moratorium bank syariah di Bali. Pernyataan Arya dianggap provokasi dan merusak kerukunan beragama.

“Sangat disayangkan, di negara Pancasila masih saja ada kasus yang melarang bidang-bidang yang berlandaskan Islam. Sebelumnya mereka juga melarang simbol-simbol Islam seperti jilbab dan melarang pemakaian peci oleh petugas jalan tol saat momen ramadhan kemarin. Ini duri kecil tapi sangat mengganggu,” ujar Ustaz Iyus kepada Suara Islam Online, Senin (11/7/2014).

Menurutnya, kerukunan yang sudah berjalan dengan semangat 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI terjaga dengan baik karena posisi umat Islam mayoritas. “Tetapi lihat di negara lain, jika posisi umat Islam minoritas maka yang terjadi keadaan seperti di Rohingya, Xinjiang dan lain-lain. Disana umat Islam dilarang puasa, shalat berjamaah, bahkan mereka dibunuhi karena sebagai muslim,” kata Ustaz Iyus.

Sebelumnya, Arya Wedakarna, dalam laman facebooknya menulis status yang menyatakan penolakannya terjadap perbankan syariah di Bali.

“Aliansi Hindu Muda Indonesia dan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) hari ini berdemonstrasi di depan Kantor Bank Indonesia Denpasar untuk moratorium/stop izin Bank Syariah di pulau seribu pura. Bersuaralah anak anak muda Hindu. Pertahankan ekonomi Pancasila ! Lanjutkan !!!”, tulis President World Hindu Youth Organisation (WHYO) itu.

Selain menolak bank syariah, ia juga pernah menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali.

red: adhila

 

Sebelumnya, bali juga tidak mengindahkan aspirasi umat Islam yang tidak setuju dengan miss world.

 

Aliansi Hindu Muda Bali Siap Perang Dengan Ormas Penentang Kontes Miss World

 

DENPASAR (gemaislam) – Kontes Miss World yang akan digelar dalam beberapa hari lagi mendapat penolakan keras dari berbagai Ormas Islam. Karena ajang tersebut adalah umbar aurat dan maksiat serta tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Ditengah maraknya protes dan penolakan Umat Islam terhadap acara tersebut, Aliansi Hindu Muda Bali mengibarkan dukungan untuk acara itu.

Sekitar 100 orang anggota Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali menggelar aksi unjukrasa di Lapangan Puputan Badung atau didepan Kantor Walikota Denpasar, Bali. Sebagai bentuk dukungan bagi penyelenggaraan Miss World di Bali, ratusan demonstran membawa poster dan spanduk kecaman terhadap Ormas Islam di Indonesia yang anti Pancasila dan hendak mengganggu keamanan Bali.

Koordinator Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali I Gede Mas Megantara mengklaim jika penolakan yang dilakukan MUI dan juga FPI terhadap kontes Miss Word di Bali sangat tidak beralasan. “Kontes Miss World itu bukan pamer aurat atau porno aksi. Panitia sudah berjanji bahwa tidak ada itu istilah bikini. Mereka tetap akan mengikuti adat dan budaya Bali. Jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan dalam kontes Miss World itu sendiri,” ujar Megantara, di Denpasar, Senin (2/9), seperti dilansir beritabali.

Selain berorasi, para demonstran juga membagi-bagikan selebaran yang berisikan tentang 5 butir sikap dari Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Walikota Denpasar.

“Urus saja moralmu sendiri, Bali tidak ikut campur urusan MUI. MUI jangan ikut-ikutan urus Bali, ini wilayah adat Hindu bung, Miss World itu ada di Bali. Usir Ormas agama pengganggu di Bali. Kami menolak MUI ikut campur dalam urusan Bali. Warga Bali siap hadapi Ormas Islam anti Pancasila yang mengganggu keamanan Bali,” tantangnya.

Aliansi Hindu Muda Bali, menurut Megantara siap melakukan apa saja, bila ada Ormas yang ingin mengganggu Bali. Baginya, dengan kontes tersebut, Bali akan terpromosi secara gratis baik produk pariwisata, adat serta kebudayaan Bali akan semakin dikenal dunia. “Kita dapat promosi gratis. Dampak positifnya sangat besar, keuntungan secara ekonomi juga luar biasa,” tegasnya. (bms)

 

Kalau ormas di bali merasa berhak menjaga adatnya, berarti kami, muslim, juga berhak mempertahankan syariat Islam!  Jangan hanya menuntut untuk dihargai, namun tidak mau menghargai yang lain. Toleransi berat sebelah macam itu jelas tidak adil!

Padahal kalau sedang berada di wilayah mayoritas muslim, sering sekali melantunkan semboyan-semboyan bhinneka tunggal ika, toleransi, dan anti diskriminasi. Tapi coba lihat ini!

 

BvC55ghCcAEa_tf

 

Mana tuh toleransi, kebhinnekaan, dan anti diskriminasi yang selama ini sering dilantunkan itu? Kenapa taringnya jadi tumpul di depan umat Islam? Muslim Indonesia juga memiliki hak yang sama untuk menuntut kebhinnekaan, toleransi, dan perlakuan yang tidak diskriminatif! Jangan muslim aja dong yang diharuskan untuk toleran, umat beragama lain juga wajib toleran! Dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika juga tidak ada pengecualian terhadap agama tertentu. Jadi semua yang pada koar-koar tentang HAM, SARA, toleransi, kebhinnekaan, dan anti diskriminasi HANYA pada saat yang merasa didzalimi adalah nonmuslim, seyogyanya bukan pejuang kesetaraan yang sejati! Jangan-jangan pejuang kesetaraan abal-abal itu hanya bersuara jika ada pesanan dari donatur? LOL

Kuharap pemerintah tidak menggunakan double standard dalam menilai urusan SARA seperti ini dan menyelesaikan perkara ini dengan adil. Karena kalau tidak, masyarakat akan turun tangan sendiri menyelesaikannya dan itu bisa menimbulkan konflik.

 

FPI Ultimatum Umat Hindu Bali agar Tidak Zalim terhadap Umat Islam

Jakarta (SI Online) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengecam keras tindakan intoleran sejumlah warga Bali yang baru-baru ini melarang pemakaian jilbab dan menolak keberadaan Bank Syariah di Bali. Ia menghimbau kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, dan aparat yang menguasai wilayah Bali untuk segera melakukan tindakan-tindakan konkrit, jangan sampai ada umat Islam yang dizalimi disana.

“Kami ingatkan umat Hindu di Indonesia, selama ini kami umat Islam tidak pernah mengganggu kalian, kami tidak pernah usil kepada kalian. Kalian bertransmigrasi ke Kalimantan, ke Sumatera, ke Sulawesi, kemana-mana ke perkampungan muslim, tidak ada umat Islam yang mengganggu kalian. Bahkan petani-petani Hindu yang ada di Mesuji ketika dizalimi oleh para pengusaha, FPI yang membantu susah payah sampai mereka mendapatkan tanahnya kembali,” kata Habib Rizieq saat acara Milad FPI ke 16 di Petamburan Jakarta, Ahad (17/8/2014).

Umat Islam, kata Habib Rizieq, sangat menghormati perbedaan pendapat maupun agama. Umat Islam juga tidak pernah mengusik umat beragama manapun, sepanjang mereka tidak usil kepada umat Islam.

“Tapi hati-hati, jika umat Hindu di Bali coba-coba kurang ajar terhadap umat Islam, jangan salahkan umat islam jika nanti melakukan pembalasan,” tegas Habib Rizieq.

Imam Besar FPI ini juga memperingatkan agar umat Hindu bisa menghargai perbedaan antar umat beragama.

“Jangan kalian sombong, jangan kalian sok jago, sok berani. Kalau kalian ganggu umat Islam, jangan salahkan kalau besok umat Islam ramai-ramai berjihad ke Bali untuk membela umat Islam disana,” pungkasnya.

 

Tapi rupanya ada juga solusi damai untuk masalah ini selain bentrokan. Simak:

 

Yang Melarang Menggunakan Kerudung dan Pendirian Bank Syariah Bisa di Meja Hijaukan

Yang Melarang Menggunakan Kerudung dan Pendirian Bank Syariah Bisa di Meja Hijaukan

BANDUNG (voa-islam.com) – Persoalan larangan pemakaian kerudung dan Bank Syari’ah di Bali merupakan persoalan klasik yang selalu terulang bila umat Islam menjadi minoritas di suatu daerah. Menurut hemat kami, larangan penggunaan simbol-simbol Islam di pulau Bali ataupun di daerah lain di Nusantara ini adalah pelanggaran konstitusi negara yang telah jelas tertuang dalam Undang-undang Dasar 45 Pasal 29 ayat 1 dan 2. Hal ini dikatakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat Ustadz Syarif Hidayat, M.Pdi

“Sehingga persoalan ini bisa di meja hijaukan sebenarnya,” katanya kepada voa-islam.com, menanggapi penolakan dan pelarangan  menggunakan kerudung bagi karyawan umat Islam di Bali oleh penganut Hindu, pada Selasa (19/08) melalui surat elektronik.

Namun, Ustadz Syarif melanjutkan, di balik keprihatinan kita terhadap umat Hindu yang telah merusak norma atau konstitusi negara tersebut adalah fakta yang sangat jelas betapa umat non muslim adalah umat yang sangat tidak toleran bila mereka menjadi mayoritas.

“Untuk itu, amat heran jika ada sebagian kalangan petinggi negeri ini yang selalu memojokkan umat Islam berkenaan dengan sikap tegas mereka terhadap umat lain, semisal larangan umat Islam untuk tidak mengucapkan Selamat Natal kepada umat Nashrani, sering dianggap intoleransi. Padahal yang jelas-jelas intoleransi mah adalah sikap arogan umat Hindu di atas.” paparnya.

Ustadz Syarif juga menyatakan lantas kenapa sebagian kalangan yang selalu mendengung-dengungkan pembela HAM (Hak Asasi Manusia) dalam hal ini nyaris tidak terdengar suaranya, amat berbeda jika “korban” ketidakadilan versi mereka itu umat non-muslim.

“Jadi, mari kita bela hak-hak keagamaan Umat Islam di daerah manapun di negeri ini yang ingin melaksanakan keyakinan Agama (Islam) mereka dalam beribadah dan bermu’amalah dengan menyatupadukan tali ukhuwah islamiyyah kita semua,” ajak pria yang menjadi guru di SMK ini.

“(Maaf) kepada (kelompok dan penganut – red.) Islam liberal dan (pengidap) Islamopobhia sebaiknya Anda diam bila tidak memberikan solusi terbaik bagi ketenteraman dan kenyamanan kami dalam menjalankan Syari’at Islam se-kaffah-kaffahnya di negeri ini,” pungkasnya.

[syahid/voa-islam.com]

 

Namun bukan berarti pemerintah boleh lepas tangan karena meskipun ada kemungkinan untuk selesai secara damai, bisa saja terjadi bentrokan antar massa di luar. Karenanya intervensi pemerintah sangat diperlukan sebelum pecah konflik.

So, ayo pemerintah! Galakkan lagi Bhinneka Tunggal Ika di seluruh Indonesia! 😉

 

BOIKOT!

Merasa perlu melakukan sesuatu untuk hal ini, maka aku memutuskan untuk melakukan boikot terhadap hal-hal berikut:

 

1. Bali

petabali

 

Sebagai dampak dari intoleransi bali terhadap syariat Islam, aku memutuskan untuk memboikot bali dari daftar destinasi liburanku sampai mereka mau menghargai kepentingan umat Islam di sana. Lagian masih banyak destinasi wisata lain yang tidak kalah indah dan juga lebih muslim-friendly.

 

2. Mahabharata/Mahadewa/Sinema buatan sineas asal India/Sinema Bersetting Bali&Hindu

10013542_537305369715668_969316326_n

 

Nggak ada lagi mahabharata atau mahadewa dalam daftar sinema yang kutonton di TV. Film-film india juga termasuk, meskipun dibintangi shahrukh khan, amir khan, atau salman khan. Begitu juga film/sinetron/FTV/aneka karya lain buatan sineas india di Indonesia seperti ram punjabi (multivision plus), jamu punjabi (MD films), gopi samtani (rapi films), ram soraya (soraya films), dsb. Juga sinema yang bersetting atau bernuansa bali/hindu misalnya FTV, memories in bali, saranghae I love you, atau eat, pray & love dan yang lain. Kan banyak tuh FTV yang bernuansa bali. Bahkan ada satu PH yang spesialis bikin FTV dengan setting bali, hanya saja aku lupa namanya. So, lain kali kalau aku nemuin FTV bersetting bali lagi, bakal langsung ubah saluran.  Termasuk sinema mahabharata yang dibuat Indonesia oleh trans tv. No more!

 

3. Hypermart, Hoka – Hoka Bento, Smartfren, dan Taman Nusa Gianyar

th

Ini karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak mendukung pelaksanaan syariat Islam sepenuhnya. Seharusnya cukup dijelaskan bahwa mengenakan jilbab/peci di bulan Ramadhan sampai Idul Fitri bagi pegawainya bukan pemaksaan, tapi hanya imbauan saja. Dengan begitu, nggak ada alasan lagi untuk menghentikannya karena tidak ada yang dirugikan sebenarnya. Yang mau pakai silakan, yang enggak juga silakan, bukankah begitu? Dengan demikian, akan nampak lebih toleran jika karyawan di bali pada bulan puasa, atas keinginan sendiri atau memang yang muslim, menyambut pelanggan dengan busana Islami.

Akan tetapi, yang terjadi adalah perusahaan-perusahaan tersebut meminta maaf dan mencabut imbauan penggunaan atribut Islami dengan alasan karena tidak ingin mengganggu budaya bali. Entah sadar atau tidak, pada saat bersamaan, mereka juga menafikan adanya umat mayoritas di Indonesia yang juga butuh dimengerti dan dihormati. Karenanya, silakan cari pelanggan lain karena sebagai muslim, aku merasa tersinggung dengan dicabutnya imbauan yang sebenarnya bertujuan menegakkan toleransi antar umat beragama tersebut.

 

4. Niluh Djelantik

P9204231

Ini adalah merk sepatu asal bali. Say goodbye to my shopping list! 😉

 

5. Grup Santrian

HHRMA BALI puri-santrian-logo

Grup asal bali ini mengelola jaringan perhotelan (puri santrian – griya santrian – royal santrian – south lombok resort) – resto (arena sport café – mezzanine – the village) – transportasi (sekar menuh) – rafting dan seawalker. Don’t wanna go there. Ever.

 

6. Baju, Aksesoris, Makanan, Sarung, Ukiran, Tarian, Acara atau Apapun yang Khas Bali

bali-wholesale-sarong-pareo

Kali aja ada yang jual barang atau menyelenggarkan acara khas bali dekat rumah, jadi aku akan berhati-hati biar tidak sampai membeli atau berpartisipasi di dalamnya. Nggak ada lagi deh sarung bali, ayam betutu, ukiran, lukisan, gelang-gelang, or anything related to it. Toleran dulu dong dengan kepentingan umat Islam, biar aku juga nanti toleran.

 

7. Kaos Joger

IMG01727-20130407-1119_zps47abe62b

Ini adalah kaos asli bali yang memiliki toko sendiri di sana. Dulu kaos jenis ini adalah favoritku, tapi sekarang sudah nggak lagi. Langsung masuk daftar boikot! Lagian kaos jenis ini sudah banyak di pasaran dengan merek yang berbeda 😀

 

8. Coco Group

cocogroup-logo

Ini adalah sebuah grup milik orang bali yang mencakup coco supermarket, cocomart, pusat oleh-oleh sunset bali, coco hotel, coco gourmet,coco roti (bread pastry), coco cafe, dan 9ninemart. Masuk daftar boikot!

 

8. Bali Alus

848458_balialus1

Dari namanya, udah keliatan kalau produk kecantikan ini dari bali. Masih banyak produk sejenis, jadi nggak masalah meski dicoret dari list 😀

 

9. Burger Edam

Edam-Burger-Logo

Suprisingly ternyata punya orang bali, burger edam kini harus masuk daftar list boikotku.Tenang, lumpia masih enak, kok! 😀

 

10.  Artis asal Bali

Yup, artis-artis asal bali juga masuk daftar boikotku. Produk, film, FTV, sinetron, acara, lagu, dll yang mereka bawakan juga akan turut masuk daftar blacklist meskipun bukan sepenuhnya balinese karena kuanggap turut mendukung  mereka. Ini dia daftar artis asal bali :

 

11. Grup Waka

 

Kelompok usaha grup ini adalah waka land cruise – waka ume – waka nusa – waka maya – waka gangga – waka shorea – waka abian – waka namya – waka barong – hotel oberoi bali – hotel oberoi lombok – waka dive – konsultan manajemen – biro arsitektur – transportasi (dian taksi – rental mobil – kapal penumpang wisata) – periklanan (matamera advertising) – hotel di manado – hotel di bintan. Akan berhati-hati kalau ke hotel, deh.

 

12.  Kelompok Media Bali Post

Yang masuk daftar boikotku berikutnya adalah kelompok media bali post dengan basis operasional bali dan mataram. Kini juga merambah jakarta, jogja, bandung, semarang, palembang, dan aceh-. Bidang usaha koran (bali post, denpost, bisnis bali, suara ntb, dan prima), tabloid (tokoh, bali travel news, wiyata mandala, dan lintang), radio (swara widya besakih, global kinijani, genta bali, singaraja fm), tv (bali tv,  jogja tv, semarang tv, bandung tv, palembang tv, dan aceh tv-).

 

13. Grup Kusemas

Ini adalah kelompok usaha kusemas : kusemas bali hotel – vila – resort – pt kusemas citramandiri (pengembang rumah sederhana) – ruko permata anyar – griya tantra trisna – bumi dalung permai – permata nambi – new bumi dalung permai – toko di dalung – rumah mewah – perumahan migas – perumahan perbankan – travel – money changer – kebun kelapa sawit di kalimantan – rumah makan waralaba ayam bulungan – refleksi dan spa – gallery phone shop – bank perkreditan rakyat – minimarket. Juga masuk daftar boikot!

 

14. Hardy’s

PT Hardys Retailindo berbasis operasional di bali dan jatim. Bidang usaha super market yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di bali dan beberapa kota lain seperti Banyuwangi, Jember, dan Mataram. Hardy’s kini bekerja sama dengan PT Ramayana Lestari Sentosa.

Kelompok Usaha hardy’s : pt.hardys retailindo group – hardy’s gatot subroto – hardy’s sesetan – hardy’s tukad pakerisan – hardy’s tabanan – hardy’s sanur – hardy’s gianyar – hardy’s buleleng – hardy’s negara – hardy’s karangasem – hardy’s banyuwangi – hardy’s mataram – hardy’s jember.

Akan mengingatnya deh kalau jalan-jalan ke tempat-tempat tersebut 🙂

 

15. Grup Ganeca

 

Basis operasional di bali dan bandung. Bidang usaha hotel (hotel sol lovina berkapastas 120 kamar, 8 villa, dan satu president suite, serta hotel di nusa dua), printing supplier, dan minuman anggur (indico wine). Kini grup ganeca prima membawahkan 11 anak usaha dan membangun bali trade centre.

Kelompok Usaha Keluarga: hotel sol lovina (hotel sunari lovina) – kelompok pendidikan ganesha – percetakan ganesha – trading company di bandung dan jakarta – perusahan jasa lainnya. Noted!

 

16. Kopi Kupu-Kupu Bola Dunia

Kopi ini diproduksi oleh pt putra bhineka perkasa yang juga memberikan pelatihan tentang kopi dan memiliki usaha lainnya yaitu jazz bar,  grill cafe, juga  kopi bali house.

 

17. PT Krishna Kreasi

 

Bidang usaha produksi dan eksportir garmen, forwarder dengan tiga cabang (ubud, jakarta, dan surabaya), periklanan, perdagangan, jasa gudang, money changer, teknologi informasi, dan agen wisata. Perusahaannya kini berjumlah 12. Akan ingat-ingat kalau suatu saat melamar pekerjaan 😀

 

18. PT. Karya Oles Tokcer

Bidang usaha produksi dan perdagangan obat alternatif, pupuk alternatif, resto, media (dua koran dan tiga radio), klinik pengobatan, dan lembaga penelitian dan pendidikan. Jumlah produk 32 buah mulai dari madu, jamu, gelang penyembuh, pupuk, hingga penghemat bahan bakar kendaraan. Punya 39 kantor cabang pemasaran. Well, akan selalu dicatat pas beli obat-obatan herbal.

 

19. Century 21

Jadwal Film Bioskop 21

 

Mungkin mengejutkan untuk pecinta film atau yang hobi nonton di bioskop tapi alhamdulillah, aku tidak hobi nonton jadi nggak ada masalah boikot yang beginian. Lagian ntar tayang juga filmnya di tipi. Gratis pulak! 😀

 

20. Texmaco

Ini adalah sebuah grup bisnis yang terdiri dari banyak lini usaha, bahkan ada STT texmaco juga rupanya. Nggak pernah bertransaksi dengan grup ini tapi dipastikan tidak akan melamar pekerjaan kesini selama boikot.

 

21. TVS dan Bajaj

 

Produsen kendaraan bermotor tvs mulai aktif beriklan di Indonesia. Sementara itu meskipun lebih sepi publikasi, bajaj, yang juga produsen motor, telah ada websitenya di Indonesia. Meskipun aku lagi butuh motor baru, merknya nanti harus bukan tvs maupun bajaj.

 

22. K.Haloomal & Co dan Luxury 22

 

K. haloomal & co adalah usaha karpet milik ram berwani. Sementara luxury 22 adalah milik jawahar punjabi. Alert! Alert!

 

23. Lembaga Pendidikan

Untuk lembaga pendidikan, di jakarta berdiri gandhi school di pasar baru, khalsa school di medan, nehru school di medan, dan saraswathi school di surabaya. Yayasan pendidikan satya sai baba indonesia juga didirikan tahun 2000. Meskipun sekolahnya ada yang berlabel internasional, tapi tetap saja tidak menghalanginya untuk masuk daftar boikotku. Ntar anakku kumasukkan sekolah Islam saja, deh 😀

 

Daftar ini akan terus kuupdate seiring dengan bertambahnya daftar boikotnya. Meskipun mungkin belum meng-cover semuanya, tapi aku akan berusaha menuliskan sebanyak mungkin. Yang pasti semua bisnis yang terkait dengan bali dan hindu adalah sasarannya. Oya, aku tidak menuliskan bisnis-bisnis yang sepengetahuanku hanya eksis di bali karena dengan nggak ke bali, berarti kan sudah boikot bisnis itu 😉 Yang kutuliskan adalah yang berpotensi ada di luar bali. Silakan bagi yang mau mengoreksi atau menambahkan 🙂

Boikot ini baru akan dihentikan jika bank dan hotel syariah juga semua pebisnis muslim bisa melanjutkan bisnis dengan aman di bali. Juga apabila tidak ada lagi seruan yang cenderung menyudutkan Islam di sana.

Menurutku boikot adalah salah satu cara yang damai untuk memprotes tindakan yang keterlaluan dari suatu entitas. Kalau orang-orang barat bisa boikot bisnis Sultan Brunei hanya karena beliau menegakkan syariat Islam di negaranya (yang padahal tidak berlaku atas mereka juga tidak membunuh siapapun ataupun menimbulkan demonstrasi dan kekacauan), berarti muslim juga bisa dong memboikot entitas yang menolak syariat Islam dan menyusahkan sesama muslim! Gara-gara boikot, zionis sudah mengalami kerugian miliaran dolar, jadi kegiatan ini ternyata bisa juga memberikan dampak signifikan tanpa harus ribut-ribut. Setidaknya mulai dari diri sendiri dulu, siapa tahu selanjutnya yang lain terinspirasi. Paling tidak bisa merasakan kebanggaan saat uang yang sudah didapatkan dengan susah-payah tidak digunakan untuk mendukung mereka-mereka yang membuat susah saudara-saudara sesama muslim. Ya, nggak? Apalagi Rasulullah SAW bersabda:

 

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

 

Semoga umat Islam Indonesia selalu mendapat perlindungan dari Allah. Amin.

 

Baca Juga :

Tidak Diminati Bali, Wisata Syariah Justru Eksis  Di Mancanegara

DAFTAR PRODUK PENDUKUNG ZIONIS

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Suara  Rakyat Yang Mana?

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

Forum Ini Ternyata Bukan Untuk Muslim!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Ustadz Dipukul Pendeta, Kemana Media Kita?

Perlukah Membenci FPI?

 

Sumber:

http://posbali.com/manejemen-smartfren-kami-tak-ada-maksud-lain/

http://news.okezone.com/read/2014/07/16/340/1013803/aliansi-hindu-bali-tolak-petugas-tol-berkerudung

http://www.suara-islam.com/read/index/11596/Jejak-Permusuhan-Arya-Wedakarna-terhadap-Islam

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2013/11/18/7341/canangkan-gres-sby-harap-indonesia-jadi-kekuatan-baru-ekonomi-syariah.html

http://vedakarna.net/hypermart-hoka-bento-smartfren-dan-taman-nusa-minta-maaf-ke-umat/

http://vedakarna.net/tolak-hotel-syariah-di-kuta/

http://www.gemaislam.com/berita/indonesia-news-menuitem/1435-aliansi-hindu-muda-bali-siap-perang-dengan-ormas-penentang-kontes-miss-world

http://www.suara-islam.com/read/index/11602/Ketua-MUI-Bogor-Kecam-Pernyataan-Tokoh-Bali-yang-Menolak-Bank-Syariah

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=333651396789706

http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/dps/detail/05/08/2011/Ini-Dia-daftar-Orang-Terkaya-di-Bali/201107020269

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Bali

http://setabasri01.blogspot.com/2012/05/penyebaran-etnis-india-di-indonesia.html

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/08/21/32341/yang-melarang-menggunakan-kerudung-dan-pendirian-bank-syariah-bisa-di-meja-hijaukan/