Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam? (Bagian 2)

Ini adalah lanjutan dari postinganku  di sini. Masih seputar tentang “jakarta baru” yang entah kenapa tidak ada perkembangan berarti sejauh ini meskipun dua “juru selamat” ala media massa mainstream yaitu jokohok sudah terpilih dalam pilgub 2012. Yang ada, justru setelah pasangan yang ada nonmuslimnya ini diberi kesempatan berkuasa di dki, muslim di sana malah semakin lama semakin sulit mengekspresikan diri.

Woy, jangan buru-buru bilang ini rasis, SARA, dan segala macam alasan yang biasa dilontarkan di media massa mainstream itu karena ini didukung FAKTA.

Yup, setelah tidak merekomendasikan tabligh akbar di jalan, melarang takbir keliling, menempatkan pejabat nonmuslim di wilayah mayoritas muslim, membongkar masjid-masjid tanpa ragu, dan ingin merealisasikan lagi lokalisasi pelacuran di dki, nampaknya umat Islam dki masih harus mengelus dada karena kebijakan pemerintahan kali ini. Kenapa? Ini dia alasannya:

 

1. Baju Muslimah Pelajar DKI Hendak Diganti

Secara mengejutkan, pemprov dki berniat menghapuskan penggunaan seragam muslim di hari Jumat dan menggantinya dengan pakaian daerah.

 

Hari Jum’at, Pemprov Jakarta Paksa Siswi Ganti Baju Muslimah Syar’i dengan Baju Betawi

islamedia.co baju betawi
Islamedia.co – Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kini mengubah aturan mengenai pakaian seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar maupun menengah. Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 48/SE/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah.Surat edaran tertanggal 14 Juli 2014 tersebut mengatur cara penggunaan pakaian seragam sekolah. Pada hari Senin dan Selasa, siswa diharuskan mengenakan kemeja putih dan celana/rok sesuai dengan jenjang pendidikan. Pada hari Rabu, siswa diharuskan mengenakan pakaian khas sekolah. Pada hari Kamis, siswa diharuskan mengenakan kemeja batik ciri khas nasional dan celana/rok warna gelap.Pada hari Jum’at siswa sekolah diharuskan mengenakan pakaian khas daerah, dalam hal ini Betawi. Sedangkan hari Sabtu, siswa diharuskan mengenakan pakaian seragam Pramuka.
Ketentuan seragam untuk hari Jum’at di atas dinilai orang tua siswa sangat meresahkan. Pasalnya tidak semua siswa-siswi adalah orang Betawi dan batasan pakaian Betawi sangat beragam karena ada model pakaian Betawi yang tidak menutup aurat. Lebih dikhawatirkan jika anak-anak mengacu pada pakaian Betawi yang pernah dikenakan pada sinetron-sinetron di televisi yang lebih banyak mengumbar aurat, merusak moral, dan justru merusak citra Betawi itu sendiri.
Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kadisdik DKI Jakarta Lasro Marbun tersebut juga melarang siswa untuk menambahkan asesoris apapun dalam menggunakan pakaian seragam sekolah.Surat Edaran itu disebutkan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia No. 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Padahal, di Permendikbud itu menyebutkan bahwa pakaian seragam sekolah hanya terdiri dari 3 jenis, yaitu: pakaian seragam nasional, pakaian seragam kepramukaan, atau pakaian seragam khas sekolah.
Permendikbud tersebut sama sekali tidak mengatur tentang pakaian seragam khas daerah seperti yang dituangkan dalam Surat Edaran Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.Dan pada pasal 5 di Permendikbud yang ditandatangani oleh Mendikbud Mohammad Nuh tersebut mengatur sebagai berikut:
1. Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan Upacara Bendera.
2. Pada saat Upacara Bendera dilengkapi topi pet dan dasi sesuai warna seragam masing-masing jenjang sekolah, dilengkapi dengan logo tut wuri handayani di bagian depan topi.
3. Selain hari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.
Dan pada pasal 1 ayat 4 di Permendikbud tersebut juga diterangkan tentang pakaian seragam khas muslimah, yang didefinisikan sebagai pakaian seragam yang dikenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model, dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah. Namun pakaian jenis ini justru tidak diatur dalam Surat Edaran di atas. (dakwatuna/hdn)

 

Saat dikonfirmasi, ahok mengaku tidak tahu-menahu. Aneh sekali, padahal jelas-jelas dalam surat edarannya ada tembusan untuk plt gubernur dan wakil gubernur dki. Masa nggak tahu? Lihat deh di bawah ini:

 

Ahok Mengaku tak Tahu Penghapusan Seragam Muslim di Hari Jumat

Kutipan surat edaran Kadisdik DKI Jakarta soal aturan seragam sekolah

 

Jakarta (SI Online) – Beredar di jejaring sosial Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 48/SE/2014 tertanggal 14 Juli 2014 tentang peraturan baru Seragam Sekolah. Surat itu mensosialisasikan Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.Surat ini tengah mengakibatkan keresahan di tengah umat Islam Jakarta, khususnya para orang tua siswa. Pasalnya, surat edaran Dinas Pendidikan itu mengharuskan siswa menggunakan seragam Betawi (sadariah untuk pria dan encim untuk wanita) pada hari Jumat. Padahal sebelumnya siswa-siswi di sekolah telah terbiasa menggunakan seragam Muslim pada hari tersebut.Menanggapi keresahan warga ini, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, mengaku akan mengevaluasi kembali perihal aturan penggunaan seragam khas Betawi setiap hari Jumat untuk siswa-siswi di Jakarta. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat dimintai tanggapannya mengenai aturan tersebut.
Ahok, sapaan akrabnya, mengatakan banyak laporan orang tua siswa yang mengeluhkan tentang peraturan baru tersebut. Oleh karenanya, ia juga telah mengkonfimasi kepada Kepala Dinas Pendidikan.
“Aku juga bingung, dapet sms (laporan) masuk, baru aku tau. Makanya, aku langsung tanya ke Pak Lasro (Kepala Dinas Pendidikan),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (25/7/2014) malam, seperti dikutip Republika.co.id.Ahok mengatakan, dalam pesan singkat yang diterimanya, Lasro mengatakan akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan tersebut. Lasro juga mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah untuk menyesuaikan peraturan tersebut dengan kondisi siswa.
“Lapor pak, kita tidak memaksakan pak, pasca lebaran kita evaluasi lagi Pak. Saya sudah kumpulkan seluruh Kepsek supaya tidak dipaksakan penerapan Permendikbud No.45 Tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah, disesuaikan dengan sikon murid. Saya akan evaluasi,” ujar Lasro kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
Ahok pun membantah dirinya telah membuat kebijakan tentang penghapusan seragam muslim setiap hari Jumat untuk siswa-siswi di Jakarta. Ahok justru mengaku tidak mengetahui perihal peraturan baru yang mengharuskan siswa menggunakan seragam khas Betawi.
“Enggak! Enggak ada aturan dari aku itu,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut yang biasa disapa Ahok itu.Dikatakan Ahok, ia tidak sependapat dengan ketentuan baru tersebut. Karena itu dapat memberatkan orang tua siswa.
“Jujur saja, kasus kayak gini sudah sering kejadian. Sampai ada orang miskin ngadu ke saya. Saya sudah bilang, kalo enggak bisa, kenapa mesti maksain?”ujar Ahok.

red: shodiq ramadhan

 

Setelah ditekan banyak pihak terutama Islamis, akhirnya ahok mengizinkan penggunaan baju muslim, tapi tetap saja ada yang aneh. Lihat dulu, deh:

 

Kata Ahok Buat Pelajar: Jumat Boleh Pakai Baju Muslim, Boleh Encim, Atau Batik

Prins David Saut – detikNews

Jakarta – Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok memberikan penjelasan soal kewajiban memakai baju encim bagi siswi SD, SMP, dan SMA. Sebenarnya tidak diharuskan memakai baju encim, mereka diberi kebebasan memakai baju muslim atau baju daerah. Bahkan baju batik pun dibolehkan.

“Encim itu ada kesalahpahaman. Beliau (Lasro Marbun Kadisdik DKI-red) tulisnya gini, Jumat pakai baju encim garis miring baju muslim,” terang Ahok di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Menurut dia, karena edaran itu jadi muncul kesalahpahaman. “Cuma orang langsung berpikiran, saya bilang, Pak lain kali kalau buat surat edaran gitu jangan pakai (garis-red) miring-miring, terlalu banyak miring-miring bacanya repot nantinya,” imbuh Ahok.

Ahok kemudian memberi penjelasan yang benar. Jadi para siswi tidak diwajibkan hanya memakai baju encim saja.

“Saya bilang harusnya ditulis: Jumat itu boleh pakai baju muslim, boleh encim, batik, atau baju asli daerah kamu. Tenun atau apa. Jumat juga nggak ada peraturan kok harus pakai baju apa,” tutup Ahok.

 

Yang mana yang aneh? Di surat edaran, TIDAK ADA GARIS MIRINGNYA! Emang dia nggak lihat surat edarannya, ya? Atau ada surat edaran versi lain yang aku tidak tahu yang ada garis miringnya? Mirip usaha untuk ngeles saja…

Kalau dinas pendidikan dki benar-benar ingin melestarikan budaya Betawi, menurutku caranya bukan dengan menghapus penggunaan baju muslim karena Betawi justru kental nilai religiusnya. Ada kok win-win solution-nya, yaitu hari Jumat buat baju muslim dan hari lain pake baju Betawi. Kalau kedua baju tersebut bisa digunakan secara bersama-sama di hari berbeda, kenapa tidak? Jumlah hari kan ada banyak. Kecuali kalau niatnya memang ingin menghapus simbol-simbol Islami, itu mah lain soal 😀

 

2. Ingin Hapuskan Libur Lebaran

Kali ini, di akun twitternya, ahok berencana menghapus libur panjang Lebaran dengan dalih menimbulkan kecelakaan dan hal-hal buruk lain. Simak:

 

Ahok Wacanakan Hapus Cuti Bersama Lebaran

Ahok Wacanakan Hapus Cuti Bersama Lebaran

Basuki T. Purnama (Ahok)

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Melalui akun twitter nya ,Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berencana akan menghapuskan cuti bersama Lebaran untuk wilayah DKI Jakarta. Alasan ini diwacanakan Ahok mengingat angka kecelakaan yang cukup tinggi selama mudik Idul Fitri . Berikut kutipan kicauan Ahok di akun Twitternya

 

Ahok Basuki TPurnama  @Ahok_BasukiTP 06/Aug/2014 04:28:54 AM UTC

 

1. “HAPUS CUTI BERSAMA”:
2. PERJALANAN mudik Lebaran tahun 2014 merenggut 515 Jiwa, Jumlah yang menderita luka 3.616 orang.
3. Korban tewas dan cedera sebanyak itu akumulasi dari 2.003 kasus kecelakaan lalu lintas.
4. Data tersebut dari Polri yang menggelar Operasi Ketupat, Faktor penyebab diindikasikan pemudik kurang peduli keselamatan.
5. Ini adalah tragedi kemanusiaan, tidak boleh dibiarkan berulang-ulang, Setiap merayakan Lebaran selalu saja terjadi kematian konyol.
6. Lebih-lebih mencapai ratusan orang, Mudik Lebaran 2013 menelan korban 686 orang tewas dan 1.120 orang luka parah.
7. Jumlah yang meregang nyawa tahun 2012 sebanyak 757 orang dan 1.222 luka berat.
8. Korban belum termasuk kerugian materi mulai dari akibat pemborosan bahan bakar minyak sampai dengan lenyap akibat disikat penjahat.
9. Hanya karena demi tradisi silaturahmi di kampung halaman, sebagian dari kita kehilangan akal sehat.
10. Jarak tempuh ratusan kilo meter nekad diterabasnya menggunakan sepeda motor.
11. Mengangkut anak-istri dan berbagai barang bawaan pula, dari tahun ke tahun, korban kecelakaan paling banyak adalah pengendara roda dua.
12. Mereka adalah saudara-saudara kita kalangan wong cilik, Sehari-harinya menggerakkan roda industri, perdagangan.
13. Pembangunan properti-infrastruktur, jasa pengiriman dokumen, pekerja kebersihan, petugas keamanan pasar, kantor gudang dan lainnya.
14. Menurut hemat kita, tragedi harus distop, Khusus bagi warga Ibukota Jakarta agar memilih langkah cerdas.
15. Rindu untuk bermaaf-maafan dengan orang-tua atau famili di kampung halaman nun jauh disana tetap bisa dilakukan.
16. Banyak pilihan yang dapat ditempuh, kecanggihan teknologi telepon genggam dan layanan internet adalah solusi yang murah-meriah.
17. Belum juga puas? Pulang kampung menunggu sampai pelayanan kereta api, Bus antarkota-antarprovinsi atau kapal laut normal.
18. Tarifnya murah, Tidak rebutan kursi, Keamanan-kenyamanan perjalanan terjamin baik, masa depan pun masih tetap milik kita.
19. Peran ulama sebagai agen perubahan sangat diharapkan guna mengikis perilaku mudik yang banyak mudarat.
20. Umat butuh bimbingan spiritual agar terhindar dari pemborosan dan kecelakaan yang mematikan.
21. Mengingat dan menimbang banyak korban jiwa, maka pemerintah wajib menghapus sistem cuti bersama bagi PNS.
22. Tanpa kecuali bagi penyelenggara pendidikan di semua sekolah dan perguruan tinggi negeri.
23. Libur hanya berlaku pada hari Lebaran pertama dan kedua.
24. Penegasan ini kita kemukakan karena mudik bukanlah bagiannya!

 

Demikian kicauan Ahok dalam akun twitter nya untuk mewacanakan penghapusan cuti bersama untuk wilayah DKI Jakarta. (*)

 

Mungkin ahok sudah merasa puas dengan hanya sekedar telepon atau video call dengan keluarganya di babel sono, tapi kan tidak semua orang sama dengan dia! Tidak semua orang bisa menggunakan teknologi untuk video call. Tidak semua orang tahan tidak pulang kampung pas hari raya!

Bagaimana dengan yang keluarganya berada di pelosok sana dan kampungnya belum dimasuki listrik, alih-alih telepon? Bagaimana menjelaskan “internet” pada orangtua yang sudah sepuh? Bagaimana dengan perasaan orang-orang perantauan yang ingin memeluk orangtua dan kerabat tercinta di salah satu hari paling suci bagi umat Islam ini?

Lagipula kalau masalah kecelakaan dan kejahatan, bukankah itu seharusnya tugas pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang baik dan mengamankan pemudik? Buat dong jalan yang bagus, angkutan umum yang banyak, dan sebarkan tuh petugas keamanan! Kita kan gaji pemerintah dari pajak buat ngurusin hal begituan!

Lalu tentang pemborosan BBM di jalan yang katanya disebabkan mudik. Padahal mudik hanya berlangsung sebentar. Trus gimana dengan pemborosan BBM yang disebabkan kemacetan di jakarta setiap hari? Kenapa masalah yang jauh lebih parah seperti itu belum tertangani dan malah memilih membahas masalah “sepele” yang terjadi setahun sekali? Mana tuh janjinya bikin transportasi massal di dki? Bahkan di pengadaan bus TransJakarta aja ada korupsi!

Kalau kumpul dengan keluarga pas hari raya memang gak penting, lalu kenapa di cina ada libur panjang pas imlek? Kenapa di negara-negara barat ada libur panjang menjelang natal? Kenapa libur panjang hari rayanya gak dihapus saja dan diganti pas hari-hari biasa? Padahal mereka bukan negara religius macam Indonesia!

Karena itulah aku SANGAT TIDAK SETUJU dengan penghapusan libur panjang lebaran APAPUN ALASANNYA! Karena sebagai muslim, aku butuh bertemu keluarga pas hari raya. Mungkin nonmuslim gak ngerti, tapi sama halnya dengan ultah yang ingin dirayakan bersama orang-orang tercinta, kita ingin lebaran juga dirayakan bersama keluarga tercinta di kampung sana. Karena perjalanannya kadang lama, kita butuh istirahat yang cukup. Masa Idul Fitri sendirian? Nggak banget, deh! Lagipula bandara internasional ditutup pas nyepi kok gak protes, ya? Aneh…

 

3. Membatasi Kurban Idul Adha

Menjelang Idul Adha tahun 2014, kembali lagi ada manuver pemprov dki untuk umat Islam. Kini pemotongan kurban hanya boleh di rumah pemotongan hewan dengan alasan takut kotor. Juga dilarang berjualan hewan kurban di fasilitas umum. Simak selengkapnya :

 

Heboh Ahok Melarang Sembelih Kurban

ahok1

 

 

 

 

 

 

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

 

Satu media di Jakarta memberitakan, kebiasaan  menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di lingkungan SDN tahun ini dipastikan tidak ada. Pemprov DKI Jakarta mulai Idul Adha tahun ini melarang pemotongan hewan di sekolah tersebut.

Pelarangan ini  tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014 yang ditandatangani Wakil Gubernur Ahok. Instruksi tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Penandatanganan dilakukan Ahok ketika menjadi Plt Gubernur tangal 17 Juli 2014.

Bukan itu saja, pelarangan juga berlaku untuk menjual dan memotong hewan kurban di fasiltas umum seperti taman, tepi jalan, dan lainnya. Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan Cakung (RPH).

Ahok  memerintahkan  walikota dan bupati  mengkoordinasikan  dewan mesjid. Intinya, pemotongan hanya diperbolehkan di RPH saja. Dalihnya demi  kebersihan kota.( (Pos Kota, Selasa, 23 September 2014 06:18:30 WIB) .

 

Ahok membantah, namun dibantah pula oleh sebuah media, dan beritanya disertai bukti seperti berita berikut ini.

 

Ini. Bukti Dokumen Resmi Ahok Melarang Pemotongan Kurban, Siapa Berdusta?

Wednesday, September 24, 2014 | 20:18

intriknews.com Jakarta – Meski Basuki Tjahya Purnama (Ahok) membantah keras kalau dirinya melarang pelaksanaan Penyembelihan Hewan Qurban, bukti tertulis ternyata membuktikan adanya larangan tersebut.

Seperti disampaikan melalui akun Twitternya @basuki_btp, Rabu 24 September 2014, Ahok menuliskan:

“Saya tidak pernah melarang pemotongan hewan kurban. Tidak mungkin saya melarang umat Islam melaksanakan ibadah. Jgn sembarangan mainkan isu.”

Web site resmi pemerintahan propinsi DKI, http://www.jakarta.go.id memuat dokumen yang berisi larangan Ahok kepada sekolah dasar untuk melaksankan pemotongan hewan kurban.

Instruksi tersebut ditandatangani sendiri oleh Ahok, tertanggal 17 Juli 2014 saat menjabat sebagai Plt Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pada point 4.a.1) instruksi tersebut sangat jelas tertulis “melarang kegiatan pemotongan hewan kurban dilokasi pendidikan dasar”.

Dokumen tersebut dapat diambil melalui link berikut:

http://www.jakarta.go.id/m/produkhukum/download/3334/INSGUB_NO_67_TAHUN_2014.pdf

 

Demikianlah berita yang menyentak di masyarkat Islam kini.

Sampai pagi tadi 25/9 2014, dokumen resmi itu masih terpampang di link http://www.jakarta.go.id/m/produkhukum/download/3334/INSGUB_NO_67_TAHUN_2014.pdf

 

Bermakna Memusuhi Agama Islam

Kasus ini mari kita cermati. Ada kidah fiqih, bunyinya:

التابع لا يفرد بالحكم

Sesuatu yang tak dapat dipisahkan dengan asalnya maka tidak dapat dihukumi tersendiri

Contohnya, janin dalam perut kambing tidak boleh dijual tersendiri dipisahkan dari sang kambing bunting itu (lihat Al-Wajiz fi Ushul Fiqh lilBurnu 2/50 Maktabah Syamilah).

Hukum jual beli pada asalnya boleh-boleh saja. Tetapi ketika yang dijual itu janin kambing dalam perut tanpa menyertakan kambingnya itu sendiri, maka tidak boleh.

Masalah itu coba kita tarik pada kasus larangan Ahok terhadap penyembelihan kurban di sekolah atau di mana saja selain di RPH (Rumah Potong Hewan). Alasannya karena akan mengotori kota. Dalihnya demi  kebersihan kota.

Yang dipersoalkan adalah menyembelih hewan kurban mengakibatkan kotornya kota. Maka Ahok melarangnya. Hal menyembelih hewan kurban itu tidak dapat dipisahkan dengan syari’at kurban (aturan dari Allah Ta’ala tentang kurban). Dalam syari’atnya, hewan yang dijadikan kurban harus disembelih dengan beberapa ketentuan, di antaranya tentang waktu penyembelihan: pada Hari Raya Kurban (Idul Adha) tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Iedul Adha dan tiga hari lagi (hari tasyriq) hingga tanggal 13 Dzulhijjah sebelum maghrib. Yang paling utama adalah pada hari raya tanggal 10.

Ketika dibuat larangan menyembelih kurban berarti sama dengan melarang seluruh ketentuan syari’at kurban. Karena menyembelih itu adalah sesuatu yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari syariat kurban itu sendiri. Dan ketika melarang syari’at kurban berarti sama dengan melarang Agama Islam secara keseluruhan. Karena syari’at kurban tidak apat dipisahkan sama sekali dengan Agama Islam. Dan ketika melarang Agama Islam berarti memusuhi semua Umat Islam, bukan hanya yang di Jakarta atau Indonesia, namun sedunia. Bahkan memusuhi Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, dan bahkan lebih dari itu adalah memusuhi Allah Ta’ala.

Di Indonesia, Islam adalah agama yang resmi diakui oleh negara. Ketika ada orang yang berani mengusik Islam, bahkan membuat larangan yang bermakna melarang Islam, maka jelas menentang aturan prinsip negara. Itu semua ada hukumnya tentu saja.

Larangan dengan alasan kotor itu kemungkinan masih ada sedikit dapat dinalar apabila setelah penyembelihan kurban, tempatnya tidak dapat dibersihkan, sedang penyembelihan terus-menerus sepanjang tahun tiap hari dilakukan, sedang RPH sudah disediakan di setiap tempat. Lha dalam hal menyembelih hewan kurban, setahun sekali, bekas penyembelihan dapat dicuci atau dibersihkan, sedang RPH khusus penyembelihan hewan kurban belum / tidak tersedia. Ketika seperti itu kenyataannya, maka tidak dapat dimaknakan lain, kecuali Ahok adalah memusuhi Islam.

Perintah dalam Islam sudah jelas.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٧٣)

 

  1. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah Jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS At-Taubah: 73)

Jakarta, akhir Dzulqa’dah 1435H/ 25/9 2014.

 

Yah, seperti kasus rencana penghapusan baju muslim di sekolah, ahok juga membantah meskipun jelas-jelas perintahnya sudah turun. Sampai hafal deh dengan “gayanya” yang mengaku “inosen” ini. Meskipun demikian, nampaknya bantahan tersebut tidak cukup kuat karena umat Islam tetap mengecamnya sebagai berikut :

 

Sekjen FUI: Larang Penjualan Hewan Kurban, Ahok Bodoh

KH. Muhammad al Khaththath saat aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta

 

Jakarta (SI Online) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al Khaththath mengecam keras keluarnya Instruksi Gubernur (Insgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2014 yang isinya terdapat pelarangan penjualan hewan kurban di tempat fasilitas umum dan penyembelihan hewan kurban di sekolah dasar. Kecaman tersebut disampaikan saat melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD DKI Jakarta untuk menolak Basuki Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI.

“Ahok sudah kurang ajar, dia dengan seenaknya mengeluarkan instruksi gubernur pelarangan penjualan hewan kurban, berarti dia telah menghalangi umat Islam beribadah,” ujar Ustaz al Khaththath saat aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Ia menegaskan, Ahok tidak layak jadi Gubernur karena tindakannya ceroboh. “Penjual dan pembeli kambing di Jakarta itu umumnya orang Jakarta berarti orang Jakarta berhak memakai fasilitas umum. Kalau itu dilarang berarti dia telah melarang kepentingan umum, itulah bodohnya Ahok,” kata Ustaz al Khaththath.

Ditambahkannya, kambing yang dijual berjumlah ribuan bahkan puluhan ribu. “Kalau sudah banyak seperti itu berarti sudah umum, maka layak kambing dijual di fasilitas umum, itulah bodohnya Ahok,” kata Ustaz al Khaththath.

“Ahok juga melarang menyembelih hewan di halaman sekolah, katanya harus di RPH (Rumah Pemotongan Hewan). Kalau jumlahnya ribuan kambing dalam sehari mungkin ga masuk RPH? itulah bodohnya Ahok,” tambahnya.

“Nah anda mau dipimpin oleh orang bodoh apa tidak?” tanya al Khaththath kepada ribuan pendemo yang kompak dijawab “tidak!”.

red: adhila

 

Sekolah akan Lawan Ahok Kalau Kurban di SD Dilarang

Gubernur DKI Jakarta Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah sekolah akan melawan larangan kurban di Sekolah Dasar. Hal ini karena larangan itu dianggap tidak tepat.

Wakil Kepala Sekolah SDI Tarbiyah Islamiyah, Rusli Sahal mengaku belum menerima surat edaran,‎ terkait larangan pemotongan hewan kurban. Kata dia dilarang atau tidak pihaknya tetap akan melaksanakan sunah nabi, memotong hewan kurban. “Dilarang atau tidak, kita tetap kurban di sini. Kita tentang keras kalau dilarang,” ujarnya.

Sama dengan pendapat Sukoto, menurut Rusli, kalau pemotongan hewan kurban di sekolah bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak terkait sunah yang diajukan oleh agama Islam.

Kata Rusli, berlebihan jika pemprov‎ melarang pihak sekolah SD memotong kurban hanya karena faktor psikologis anak. ” kayanya gak tepat alasannya itu,” katanya.

Kalau larangan pemotongan hewan kurban hanya karena alasan dapat mengganggu psikologi anak, kata Rusli, proses pemotongan hewan kurban di Mushola dan di Mesjid juga harusnya dilarang. Kalaupun anak-anak tidak melihat proses pemotongan hewan kurban di sekolah, mereka bisa melihatnya di Masjid-masjid.

‎Sementara or‎ang tua murid SDN Grogol Utara 12 pagi, Nining 32 tahun menceritakan, tidak ada masalah apapun terhadap anaknya setelah melihat proses pemotongan hewan kurban. Nining mengaku aneh jika larangan pemotongan hewan kurban karena dapat berpengaruh pada psikologi anak-anak.

“//Lah ko// bisa dikait-kaitkan ke situ? Malah anak-anak kite senang ngeliat kambingnya dipotong disekolahan,” katanya.

 

Larang Kurban, AHOK Harus Belajar Banyak Tentang Toleransi Agama

JAKARTA (voa-islam.com) – Maraknya informasi tentang pelarangan kurban disekolah-sekolah akhir-akhir ini didasarkan pada terbitnya Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 tahun 2014 tertanggal 17 Juli 2014 yang ditanda tangani oleh Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau yang biasa di sapa Ahok. Dalam Intruksi gubernur ini ditujukan untuk beberapa instansi, salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Dalam Insturksi tersebut jelas dikatakan dalam angka 4 point a nomor 1 menyatakan “melarang kegiatan pemotongan hewan kurban di lokasi sekolah dasar”. Instruksi ini tidak memberikan penjelasan secara gamblang apa maksud dan tujuan atas pelarangan kegiatan kurban di sekolah-sekolah dasar padahal sudah jelas praktik pelaksanaan kurban di sekolah-sekolah sudah ada jauh sebelum Jokowi Ahok memimpin Jakarta. Alasan pelaksanaan Kurban di Sekolah Dasar adalah untuk memberikan pendidikan dan pengajaran sejak dini terhadap anak didik akan makna kurban itu sendiri.

Harry Kurniawan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adil Sejahtera menyayangkan adanya pelarangan ini dikarenakan pelarangan yang dilakukan oleh Ahok tidak memberikan penjelasan dasar dari pada pelarangan tersebut; disamping itu Instruksi Gubernur ini bertentangan dengan Pasal 29 UUD 1945 dimana seharusnya negara dalam hal ini pemerintah menjamin kebebasan beribadah bukan melakukan pelarangan. Pemotongan hewan kurban adalah rangkaian pelaksanaan ibadah bagi umat Islam dalam rangka hari raya Idul Adha.

Harry menghawatirkan apabila Instruksi ini tetap dilaksanakan akan menjauhkan anak didik dari nilai-nilai religius khususnya di Sekolah Dasar dan bisa jadi tahun ini Sekolah Dasar dilarang, tahun depan Sekolah Menengah Pertama dilarang, tahun depannya lagi Sekolah Menegah Atas dilarang. Pemahaman pemotongan hewan kurban harus dipahami seutuhnya bukan mendasarkan hanya pada saat hewan kurban dipotong. Akan sangat bijak apabila Ahok mendengarkan pendapat ulama-ulama di Jakarta sebelum mengeluarkan Instruksi tersebut sehingga toleransi umat beragama tidak tergerus oleh kebijakan yang sesat ini, tegas Harry dalam release-nya siang ini. [PurWD/NN/voa-islam.com]

 

Warga Tanah Abang: Jualan Hewan Kurban Dilarang, Miras dan Pelacuran Malah Dibiarkan

Penjualan hewan kurban di sekitar Tanah Abang

Jakarta (SI Online) – Ribuan warga dan pedagang hewan kurban di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat bentrok dengan ratusan anggota Satpol PP yang hendak melarang para pedagang hewan kurban untuk berjualan di fasilitas umum.

Menurut pengakuan warga, kejadian berawal sekitar pukul 11 siang saat petugas Satpol PP memaksa membongkar kandang kambing. “Kita tidak terima mereka membongkar paksa tanpa memberi solusi. Warga marah, akhirnya mereka turun kejalan memukul mundur itu Satpol PP,” ujar Bukhari, salah seorang warga Tanah Abang kepada Suara Islam Online, Selasa (30/9/2014).

Menurutnya, pelarangan ini atas perintah Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) melalui Instruksi Gubernur (Ingub) no 67 terkait larangan menjual hewan kurban di pinggir jalan.

“Jualan hewan kurban ini kan cuma setahun sekali dan ini tradisi yang sudah berlangsung lama, jadi jangan diganggu oleh Ahok, umat Islam tidak mau diatur Ahok,” tegasnya.

Menurut Bukhari, daripada melarang penjualan hewan kurban lebih baik pemerintah menertibkan penjualan minuman keras (miras) dan pelacuran di sekitar Tanah Abang.

“Pelacuran dan penjualan miras terang-terangan dipinggir jalan malah dibiarkan, bahkan menurut saya malah terkesan dipelihara oleh mereka. Aneh, yang haram dibiarkan tapi yang berhubungan dengan syariat malah ditentang,” kata Bukhari.

“Kita berharap, kejadian ini jangan sampai terulang di lokasi lain, para pedagang digusur oleh Satpol PP atas perintah Ahok,” tambahnya.

red: adhila

 

Menurutku peraturan “pengendalian kurban” ini tidak masuk akal. Kalau alasannya karena kotor, lalu kenapa tidak ada keluhan soal kotoran habis Idul Adha di tempat pemotongan kurban? Terus kalau alasannya takut mental anak-anak SD terganggu, ya suruh saja anak-anak jangan lihat. Kenapa justru SD-nya yang jadi sasaran? Lagipula, tidak ada kurban di SD bukan berarti anak-anak tidak bisa lihat pemotongan kurban karena mereka bisa lari ke tempat lain, bahkan ke rumah pemotongan hewan! Terus mau melarang kurban di seluruh negeri? Lagian ada yang bilang anaknya gak apa-apa sehabis nonton kurban. So, apa lagi alasannya? Sebaiknya pemprov dki urus yang lain deh, misalnya kasus korupsi Transjakarta senilai triliunan yang belum tuntas itu.

 

4. Disinyalir Menghapus Bimbingan Rohani Pemda DKI

Isu ini masih sangat baru dan belum banyak tersebar, tapi kabarnya bimbingan rohani pemda dki dihapus oleh ahok. Tentu saja berita ini hadirnya di media massa alternatif. Nih:

 

Makin Gila Kegiatan Bimas Islam Di Pemda DKI Dihapus Ahok

GebrakNews – Sebuah informasi penting diterima redaksi GebrakNews sekitar satu jam lalu. Seorang narasumber mengaku seorang Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta, memberi informasi bahwa sejak Ahok alias Zhong Wan Xie menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, kegiatan-kegiatan terkait pembinaan dan bimbingan agama Islam (Bimas Islam) telah dihapuskan dari kegiatan dan program Pemprov DKI Jakarta.

“Tidak ada lagi kegiatan dan program terkait Bimas Islam, terutama di BKD Pemprov DKI Jakarta. Dihapus Pak Ahok,” ujar PNS DKI Jakarta melalui telepon kepada GebrakNews, Sabtu (27/9/2014) sekitar pukul 14.30 Wib.

Redaksi meminta penjelasan lebih lanjut kepada PNS Pemda DKI Jakarta yang menjadi narasumber itu, namun ia enggan menjelaskannya dan minta GebrakNews menyelidiki lebih dalam mengenai penghapusan kegiatan-kegiatan dan program yang bernafaskan keislaman dan pembinaan rohani di lingkungan Pemda DKI Jakarta.

“Silahkan diselidiki ya. Banyak keputusan Pak Wagub Ahok yang merugikan umat Islam. Kok kayak sistematis ya?” ujarnya balik bertanya.

Sebelumnya Zhong Wan Xie atau akrab disapa dengan nama Ahok, kerap didemo ribuan umat Islam Jakarta terkait kebijakan atau ucapannya menghina dan merugikan umat Islam.

 

Wah… wah… sepertinya memang sistematis karena bukan satu-dua kali saja kebijakan yang tidak menguntungkan Islam ini muncul. Bayangkan, baru dua tahun saja sudah cukup banyak kebijakan yang mengecewakan umat Islam, apa lagi nanti? Apa ini makna bhinneka, toleransi, pluralisme, dan multikulturalisme, yaitu menyulitkan umat beragama lain? Waktu yang berkuasa foke atau muslim lainnya, kayaknya adem-ayem, ya? Tanya deh pada rumput yang bergoyang, kenapa bisa begitu? 😀

 

5. Dikabarkan Mempersulit Penyelenggaraan Acara Islami

Katanya kita harus saling menghargai antarumat beragama, lha terus kok acara yang Islami dipersulit perizinannya di dki setelah ahok menjabat? Mana tuh ya sikap saling menghargainya?

 

Pemprop DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas

 

Pemprov DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas 

Anggota Majelis Syura jamaah dzikir Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa menyatakan bahwa pemerintah propinsi Jakarta mempersulit pemberian izin penyelenggaraan tabligh akbar jamaah mereka di lapangan Monas.

“Mau curhat sedikit tentang acara besar kita di Monas menyambut kedatangan Guru Mulia Habibana Umar bin Hafizh hafizhahullahu Ta’ala ‘anhu. Dengan sedih harus saya katakan memang sekarang ini izin untuk acara kita makin dipersulit, sejak sebulan yg lalu kita sudah ajukan permohonan izin tapi berbagai alasan terus kita terima,” terang kakak kandung Habib Mundzir Al Musawa, pendiri jamaah dzikir Majelis Rasulullah.

Ia kemudian menjelaskan kendala perizinan penyelenggaraan dzikir akbar di era pemerintahan propinsi baru (Jokowi-Ahok).

“Pertama, izin harus langsung ke gubernur, maka kru Majelis Rasulullah pun berjuang bolak-balik menjumpai para pembantu gubernur, akhirnya dapat rekomendasi tersebut,” terangnya.

“Tapi tadi ada masalah baru, konon surat gubernur bukan rekomendasi tapi hanya disposisi dan acara di Monas tidak boleh sampai malam, kita katakan, ‘Lha acaranya Jokowi kemarin sampe malam?’ Kata mereka itu lain, sebab dia kan Presiden,” jelasnya.

Habib Nabiel Al Musawa

Pihak Majelis Rasulullah  juga harus memilih, jika jamaah Majelis Rasulullah ngadakan acara Muharram ini berarti Maulid nanti tidak boleh lagi, kalau mau mengadakan untuk Maulid maka di Muharram tidak boleh.

“Masya Allah, padahal kita cuma mau berdzikir pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, buat Indonesia dan juga buat Jakarta..,” sesalnya.

Habib Nabiel juga menyatakan akan menemui langsung Ahok agar izin dapat dikeluarkan.

“Kami (Dewan Syuro MR) akan menempuh usaha terakhir yaitu langsung ketemu Gubernur PLT, mohon doanya dari antum semua semoga akhirnya izin bs dikeluarkan..”

Pihak Majelis Rasulullah menyatakan jika izin tetap tidak diberikan, maka lokasi tabligh akbar akan dipindahkan ke tempat yang tidak perlu izin pemeriintah propinsi.

“Kalau nanti masih dipersulit juga maka kita akan mencari alternatif lain, di masjid Istiqlal atau lainnya, sambil mendoakan semoga semua pemimpin kita diberi Hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar bangsa ini tidak diturunkan bencana dari langit karena menghalang-halangi orang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, Aamiin ya Rabb..” pungkasnya.

 

Ya, seperti biasa, media mainstream diam dengan manis dan bisa jadi menurut pegiat ham yang luar biasa toleran itu, ini bukan pelanggaran atau SARA. Yang SARA dan melanggar ham itu hanya kalau nonmuslim yang terdzalimi, bukan begitu? Jadi apa dong gunanya toleransi, pluralisme, anti-diskriminasi, dan tetek bengeknya kalau tidak berlaku buat muslim? Gimana kalau diterapkan di luar Indonesia saja karena negara kita mayoritas muslim? Toh percuma juga, nggak ngaruh 😀

 

Kesimpulan

Setelah “diujicoba”, terbukti bahwa memiliki pejabat yang berbeda keyakinan, meskipun digambarkan sedemikian hebatnya oleh media mainstream, tidak membuat kebebasan muslim untuk beribadah terjamin. Kebhinnekaan, toleransi, pluralisme, dan multikulturalisme yang kerap kali jadi “senjata” dalam kampanye faktanya justru tidak diterapkan oleh pejabat yang bersangkutan setelah terpilih. Bukan itu saja. Masalah dasar dki seperti macet, banjir, dan kemiskinan juga tidak berkurang. Parahnya, hal itu masih ditambahi kata-kata kasar, lagi! Derita elo deh dulu percaya media mainstream! Hehehe…
Lagipula jika digabungkan dengan postinganku yang lalu, tercatat sudah kurang-lebih 10 kali pemprov dki mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak umat Islam sepanjang dua tahun belakangan. Ada apa? Kok hanya Islam saja yang disasar? Kan ada banyak agama di dki ini. Bagaimana dengan kristen, budha, hindu, dll? Mana peraturan “khusus” untuk mereka?
Anehnya, hal semacam ini hanya terjadi saat pejabatnya nonmuslim. Terus gimana bisa kita yang muslim ini percaya terhadap pemimpin nonmuslim di wilayah mayoritas muslim? Wong begitu diberi kesempatan, ternyata justru sangat mengecewakan! Kecele deh orang-orang yang dulu mengabaikan fatwa ulama dan ayat-ayat Al-Quran demi menjadi “modern” !
Semoga kejadian ini jadi pembelajaran bagi muslim Indonesia agar kembali pada Islam dan Al-Quran. Nggak pengen juga kan kalau postingan ini jadi berseri-seri? 😀

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MENGAMBIL ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI MENJADI PEMIMPIN-PEMIMPIN (MU); SEBAHAGIAN MEREKA ADALAH PEMIMPIN BAGI SEBAHAGIAN YANG LAIN. BARANG SIAPA DI ANTARA KAMU MENGAMBIL MEREKA MENJADI PEMIMPIN, MAKA SESUNGGUHNYA ORANG ITU TERMASUK GOLONGAN MEREKA. SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG DZALIM.” (QS. AL-MAIDAH: 51)

 

“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! JANGANLAH KAMU MENJADIKAN PEMIMPINMU ORANG-ORANG YANG MENJADIKAN AGAMA KAMU SEBAGAI EJEK-EJEKAN DAN PERMAINAN DI ANTARA ORANG-ORANG YANG TELAH DIBERIKAN KITAB SEBELUM KAMU DAN ORANG-ORANG KAFIR. BERTAKWALAH KEPADA ALLAH, JIKA KAMU BENAR-BENAR ORANG YANG BERIMAN.” (QS. AL-MAIDAH: 57)

 

“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU AMBIL MENJADI TEMAN KEPERCAYAANMU ORANG-ORANG YANG DI LUAR KALANGANMU (KARENA) MEREKA TIDAK HENTI-HENTINYA (MENIMBULKAN) KEMUDHARATAN BAGIMU. MEREKA MENYUKAI APA YANG MENYUSAHKAN KAMU. TELAH NYATA KEBENCIAN DARI MULUT MEREKA, DAN APA YANG DISEMBUNYIKAN OLEH HATI MEREKA ADALAH LEBIH BESAR LAGI. SUNGGUH TELAH KAMI TERANGKAN KEPADAMU AYAT-AYAT (KAMI), JIKA KAMU MEMAHAMINYA.” (QS. AL ‘IMRAN : 118)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s