Abaikan Anjuran Ustadz, Banjir Bandang Kembali Landa Jakarta

image

Menjelang tahun baru lalu, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath menyerukan pada pemerintahan jokowi-ahok untuk menghentikan acara tahun baru agar banjir bandang tidak menimpa Jakarta layaknya Januari 2013.

image

Berikut anjuran beliau:

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Dengan ini kami memberikan peringatakan (tadzkiroh) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar Jakarta 17 Januari 2013 adalah terjadi 16 hari setelah anda membuat pertunjukkan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di Jalan Thamrin-Sudirman. Belum pernah Jakarta banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam istana Presiden dan ruangan kantor Gubernur.
Sebagai orang beriman kita meyakini itu teguran keras dan hukuman Allah agar kita kembali kepada-Nya dan meninggalkan kemaksiatan. Allah Swt berfirman:

 

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum 41).

 

Oleh karena itu, kami mengingatkan anda sekalian untuk tidak mengulangi perbuatan tahun lalu agar terhindar dari segala bencana. Hentikanlah penyambutan tahun baru Masehi yang hakikatnya menurut sejarah adalah penyembahan kepada dewa Janus, dewa bangsa Romawi, yang merupakan perayaan kemusyrikan, yang jelas menyimpang dari ajaran Allah yang Maha Kuasa, Tuhan yang Maha Esa.
Kembalilah kepada ajaran Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang Haq, sesuai Alquran dan As-Sunah. Semoga Allah Swt memberikan hidayah kepada anda sekalian.

 

Jakarta 28 Shafar 1434 H / 31 Desember 2013.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

 

 

Muhammad Al Khaththath

 

Sekjen Forum Umat Islam

 

Sayangnya anjuran tersebut dipelintir media mainstream yang malah menyebutnya “ramalan banjir FUI”. Simak berikut ini:

 

Sambut Tahun Baru, FUI Ramalkan Jakarta Diterjang Banjir Besar

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththat, meramalkan DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014. Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai kemaksiatan besar-besaran.
“Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di jalan Thamrin,” kata Al-khaththat dalam siaran pers kepada Okezone, Rabu (1/1/2014).
Banjir bandang yang diramalkan Al-Khaththat terjadi pada 17 Januari 2014. Menurut Al-Khaththat, banjir yang menerjang Jakarta belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya.
“Banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam Istana Presiden dan Kantor Gubernur,” ujar Al-Khaththat.
Sebagai orang beriman, kata Al-Khaththat, banjir tersebut adalah teguran dan hukuman Allah agar kita kembali kepadaNya dan meninggalkan kemaksiatan.
“Allah berfirman, ‘telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)’,” ungkap Al-Khaththat mengutip Al Quran Surat Ar-Ruum ayat 41.
Menurut Al-Khaththat, penyambutan tahun baru itu pada hakikatnya adalah penyembahan kepada Dewa Janus, yakni dewa bangsa Romawi.
“Merupakan perayaan kemusyrikan. Yang jelas menyimpang dari ajaran Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Tidak lupa pula Al-Khaththat menyerukan agar masyarakat dan Pemprov Jakarta kembali kepada ajaran Allah berdasarkan Al-Quran dan Hadis.
“Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda sekalian,” tutupnya.

 

Padahal dapat dibaca sendiri pada press release utuh di atas bahwa Sekjen FUI sama sekali tidak meramal, melainkan hanya memberikan ilustrasi bahwa banjir tahun 2013 yang lalu terjadi 16 hari setelah perayaan tahun baru dengan air yang waktu itu memasuki kantor presiden dan gubernur. Sayangnya media mainstream mungkin bermaksud untuk mem-bully sang ustadz dengan memotong anjuran tersebut dan tidak memberitakannya sesuai dengan maksud awalnya. Ahok seakan tidak ingin kehilangan panggung, sehingga begitu dimintai komentarnya langsung menyambar dengan nada pedas. Sang ustadz bahkan sempat dituding sebagai “nabi palsu”!

 

Ini Tanggapan Ahok soal Ramalan Banjir Bandang FUI

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak khawatir dengan ramalan Forum Umat Islam (FUI) yang menyatakan DKI akan diterjang banjir bandang lantaran mengadakan perayaan besar-besaran menyambut tahun baru 2014.
“Makanya, cerita-cerita nabi begitu. Kalau bener-bener terjadi, berarti dia dari Tuhan, berarti dapat wangsitnya dari Tuhan,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/1/2014).
Namun, jika tidak terjadi, kata Ahok, artinya orang yang meramalkan kejadian banjir bandang, berarti dia palsu.
“Artinya begini, kalau kamu meramalkan sesuatu jadi kenyataan bener ada unsur dari Tuhan yang kasih tahu kamu. Kalau gagal, kamu nabi palsu,” tukasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththat, meramalkan DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014. Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai kemaksiatan besar-besaran.
“Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di Jalan Thamrin,” kata Al-khaththat 1 Januari 2014.
Banjir bandang yang diramalkan Al-Khaththat terjadi pada 17 Januari 2014. Menurut Al-Khaththat, banjir yang menerjang Jakarta belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya.
“Banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam Istana Presiden dan Kantor Gubernur,” ujar Al-Khaththat.

 

Nyatanya, hanya 8 hari setelah perayaan tahun baru, tidak sampai 16 hari sebagaimana “diramalkan” Sekjen FUI menurut media mainstream, banjir kembali melanda Jakarta.

 

Hujan Sejak Pagi, Jakarta Kembali Banjir

Liputan6.com, Jakarta : Hujan mengguyur Jakarta pada Rabu (8/1/2014),sejak pagi hari. Sejumlah wilayah Ibukota pun terendam banjir yang mengakibatkan arus lalu lintas padat.
Informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, air yang menggenangi jalan-jalan hampir merata di seluruh wilayah Jakarta. Paling parah, banjir merendam Jalan Tol Dalam Kota, tepatnya di Jelambar arah ke Semanggi.
“Banjir 40-60 cm di KM 15 Tol Jelambar arah ke Semanggi, bagi kendaraan sejenis sedan agar tidak melintas. Dua kendaraan mogok di lokasi banjir dan masih menunggu kendaraan derek,” tulis @TMCPoldaMetro.
Berikut titik-titik banjir yang merendam jalan-jalan di Ibukota:
1. Ada genangan air sebetis orang dewasa di Jl.Arjuna Utara depan kampus Esa Unggul. Lalin padat. 2. Banjir sekitar 25 cm di TL Pancoran arah Jl Raya Pasar Minggu.
3. Lalu lintas Gunung Sahari menuju Ancol ramai lancar, sebaliknya padat ada genangan air 20 cm.
4. Genangan air sekitar 20-30 cm di sekitar depan Mangga Dua pasar pagi.
5. Hujan deras dan banjir di kawasan Klender, Jakarta Timur. Hati-hati jarak pandang terbatas
6. Banjir di sekitar Kramat Tunggak, Jakarta Utara.
7. Banjir di depan Kompleks Duta Mas Jl Raya Fatmawati.
8. Genangan air menjelang flyover Tol Bandara km 19 arah Jakarta. Lalin padat.
9. Genangan air sekitar 20 cm di ruas Jalan Kamal Raya. (Mut/Ism)

 

Dan ternyata bukan hanya sekedar “genangan” saja, seminggu kemudian Jakarta benar-benar dilanda banjir bandang yang melumpuhkan ibukota Indonesia ini untuk kedua kalinya secara berturut-turut dalam pemerintahan jokowi-ahok.

 

2 Pekan Setelah Tahun Baru, 10.530 Warga Jakarta Jadi Pengungsi Banjir

JAKARTA (voa-islam.com) – Dua pekan pasca penduduk Jakarta disuguhi pesta pora buang-buang harta di malam tahun baru, kini penduduk Jakarta menderita karena banjir.
Sebanyak 10.530 orang memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka dan berubah status menjadi pengungsi.
“Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD DKI Jakarta, banjir di Jakarta pada Jumat (17/1) hingga Sabtu sore (18/1) telah menyebabkan 10.530 jiwa mengungsi yang tersebar di 97 titik pengungsian,” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, yang dikutip detikcom, Sabtu (18/1/2014).
Sutopo menjelaskan, jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 25.332 jiwa atau 6.952 kepala keluarga. Pengaruh hujan yang berintensitas sedang hingga lebat kemarin secara keseluruhan telah menyebabkan 267 RT, 172 RW di 48 kelurahan dari 27 kecamatan di DKI Jakarta terendam banjir.
Selain itu Pusdalops BPBD DKI Jakarta juga mencatat sebanyak 7 orang meninggal akibat banjir di awal tahun yang pergantiannya dirayakan sangat meriah dan menghabiskan miliyaran rupiah.
“Jumlah korban meninggal akibat banjir sejak 14-17 Januari ada 7 orang, dimana 5 korban terkait langsung dengan banjir (tenggelam, terseret arus, tersetrum listrik di rumahnya yang kena banjir), dan 2 korban karena sakit sebelumnya,” ujarnya.
Sepertinya banjir kali ini belum terlihat akan segera berhenti.
Menurut laporan BMKG bahwa Sabtu malam hingga Senin (21/1) akan terjadi hujan deras, khususnya malam hari. [PurWD/
dtk/voa-islam.com]

 

Usaha untuk menaklukkan banjir dengan modifikasi cuaca yang menghabiskan puluhan milyar rupiah pun gagal. Jika Allah sudah berkehendak, manusia yang lemah ini bisa apa?

 

Sudah Habis 28 Miliar, Rekayasa Cuasa Masih Gagal?

Berita9.com – Curah hujan yang lebat terus mengguyur Ibukota. Padahal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mulai melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Jakarta dengan dana sebesar Rp 28 miliar.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan Heru Widodo berdalih, ketidaksiapan peralatanlah yang menjadi salah satu faktor yang membuat TMC tidak juga menampakkan hasil hingga saat ini.
“Belum optimal memang karena masih ada kendala peralatan dalam hal ini pesawat. Kami sekarang hanya punya 1 pesawat (Hercules) yang terbang 1 kali setiap hari,” ujar Heru saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Minggu (19/1/2014).
Ia menjelaskan, BNPB mendapat perintah untuk melakukan rekayasa cuaca pada hari Senin lalu dan harus dimulai esok harinya. Sementara, hanya ada 1 pesawat yang dapat digunakan untuk menaburkan garam. Padahal, agar teknologi modifikasi itu berhasil dibutuhkan 6 kali penaburan tiap hari.
Heru juga menjelaskan, dibandingkan dengan curah hujan yang cukup besar, penaburan garam 1 kali per hari menjadi kurang signifikan atau tak mampu mengurangi intensitas hujan. “Apa boleh daya. Tapi kita tetap jalan. Waktu kami dapat perintah, kita tidak ada peralatan cukup. Jadi kita masih melengkapi ini,” kata dia.
Heru menuturkan, saat ini sedang diupayakan penambahan armada pesawat. Namun, dari pihak TNI Angkatan Udara juga tengah menggunakan pesawat mereka untuk mengirimkan bantuan ke daerah bencana lainnya.
“Tambah 3 pesawat masih diusahakan dari TNI. Tapi nanti hari Selasa akan ada bantuan 2 pesawat dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Itu juga pesawat kecil,” ujarnya.
Dalam sepekan, BNPB telah menurunkan sebanyak 21 ton garam di Pelabuhan Ratu dan Selat Sunda dalam rangka modifikasi cuaca. Rencananya penaburan garam terus dilakukan hingga 2 bulan kedepan.

 

Bahkan hinga tulisan ini dibuat, banjir Jakarta belum surut, bahkan jumlah korban jiwa dan pengungsi bertambah.

 

Banjir Jakarta, 9 tewas dan 60 ribu warga masih mengungsi

Merdeka.com – Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DKI Jakarta mencatat sembilan orang meninggal dunia sejak banjir melanda Jakarta. Kepala Seksi Informasi Pusdalops BPBD Jakarta, Bambang Surya Putra, mencatat hingga kini banjir masih merendam 97 kelurahan.
Dengan 126.500 jiwa terdampak bencana tersebut, sedangkan pengungsi diperkirakan sebanyak 63.958 warga. “Itu baru sementara, jumlahnya belum selesai ditotal,” katanya kepada wartawan, Senin (20/1) pagi.
Dikatakan Bambang, Jakarta Timur masih menjadi wilayah terparah yang terdampak banjir. Sejauh ini, dilaporkan sebanyak 22.228 warga Jakarta Timur yang mengungsi.
“Sementara di Jakarta Selatan sebanyak 19.644 jiwa mengungsi dan pengungsi di Jakarta Barat sebanyak 11.151 jiwa. Untuk Jakarta Utara, warga yang dilaporkan mengungsi sebanyak 9.509 jiwa. Jakarta Pusat terdapat 3.426 jiwa yang mengungsi,” papar Bambang.
Bambang belum dapat memastikan kapan banjir akan surut. Hal itu lantaran banjir di ibu kota tak hanya tergantung dari cuaca di Jakarta, tetapi juga curah hujan di wilayah hulu seperti Bogor, dan Depok.
“Sementara prediksi hari ini dari BMKG akan terjadi hujan ringan sedang. Tapi durasinya belum diketahui,” jelas Bambang.

 

Kesimpulan

Yah, mungkin bisa dibilang, ahok dan barisan media mainstream pendukungnya kali ini kualat alias kena batunya. Maksudnya mungkin ingin mempermalukan sang ustadz, namun malah mereka yang malu dan kebakaran jenggot karena ternyata banjir bandang beneran justru datang! Tercorenglah citra pemerintahan jokohok yang tadinya sudah “dipoles” dengan sangat bagus oleh media-media mainstream (yang bisa jadi dibayar, baca di sini). Mereka berhasil membukukan rekor sebagai pemerintahan pertama di jakarta dengan dua banjir bandang yang terjadi berturut-turut meskipun normalisasi waduk dan penggusuran warga miskin di sekitarnya telah dilakukan. Bahkan pemerintahan Foke yang menurut media mainstream “jelek” itu tidak sampai begini meski minus pengerukan sungai whatever itu. Tanya KENAPA? Aneh, bukan, sudah melakukan semua yang bisa dilakukan MANUSIA, namun GAGAL juga? Adakah faktor X di dalamnya?
Manusia memang dapat diperdaya dengan tsunami pencitraan di media mainstream, tapi Allah tidak akan bisa diperdaya. Hmmm…
Lagipula ini bukan pertama kalinya jokohok dan pendukungnya mencoba mendiskreditkan Islam. Pada 2012 lalu, Roma Irama bahkan termasuk juga Ustadz Yusuf Mansur sempat dilecehkan oleh buzzer jokohok (yang kemungkinan bayaran) dalam pilgub DKI. Lihat di sini. Well, “taktik” yang sama tidak berlaku dua kali, bung…
Ketika ditanyai pendapatnya mengenai banjir Jakarta, Ustadz Muhammad Al Khaththath berkata, “Mereka berdua (jokowi-ahok) paling bertanggung jawab atas banjir besar yang sangat menyengsarakan warga Jakarta ini.” Lalu beliau menyambung, “Kini Allah SWT menakdirkan banjir besar datang. Sudah saatnya kita kembali kepada Allah SWT dan tinggalkan segala kemaksiatan, kesesatan serta kekufuran yang ada. Mari kita kembali kepada ajaran Allah yang benar sesuai Alquran dan As-Sunnah.”

 

Baca Juga:

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Di balik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Jakarta Baru Semakin Menjauhi Islam?

INILAH AKIBATNYA JIKA NONMUSLIM MENJADI PEMIMPIN MUSLIM!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

 

source:
http://m.suara-islam.com/mobile/detail/9663
http://m.okezone.com/read/2014/01/01/500/920120/sambut-tahun-baru-fui-ramalkan-jakarta-diterjang-banjir-besar
http://m.okezone.com/read/2014/01/03/500/921182/ini-tanggapan-ahok-soal-ramalan-banjir-bandang-fui
http://m.liputan6.com/news/read/794809/hujan-sejak-pagi-jakarta-kembali-banjir
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2014/01/18/28719/2-pekan-setelah-tahun-baru10.530-warga-jakarta-jadi-pengungsi-banjir/
http://m.merdeka.com/peristiwa/banjir-jakarta-9-tewas-dan-60-ribu-warga-masih-mengungsi.html
http://www.dapurpacu.com/banjir-kepung-jakarta-jumlah-pengungsi-tembus-5-ribuan-jiwa/banjir-jakarta-2014/

Iklan

3 thoughts on “Abaikan Anjuran Ustadz, Banjir Bandang Kembali Landa Jakarta

  1. umat islam sekarang sdh jauh dr al quran dan sunah,perayan”yg gk berguna buang’ duit aja,jokowi yg katanya islam malah sifatnya jdi kyak kafir,bukannya manjadi pemimpin yg baik,mlah menjadi pemimpin yg gk becus,apa lgi di gandeng dgn si ahok yg tebukti kafirnya,

    Suka

  2. iya.. cara yang baik dan benar tanpa niatan yang benar tak tan merubah apapun..
    selama mereka berniatan buruk pada agama Allah, tak kan pernah ada perubahan lebih baik

    Suka

  3. Adzab Allah pada suatu negri jika seluruh warga negri tersebut ridho dengan kemaksiatan yg di selenggarakan oleh para pemmpinnya.
    Dan seperti kita lihat dengan mata kepala sendiri dari pejabat sampai rakyat jelata telah ridho dengan kemaksiatan yg ada, yg berduit bikin kemaksiatan dihotel hotel, yg miskin bermaksiat ditempat masing masing. Ada yg begadang nungguin jam 00:00 ada yang nontong panggung-panggung gratisan, ada yang sekedar niup trompet yang semua adalah kemaksiatan ke pada Allah subhana wa ta’ala. (Bayangkan bagaimana kalau malaikat Isrofil ikut niup trompet).
    Karena penduduk negri ini ridho dengan kemaksiatan ini lah maka tunggulah Allah menurunkan adzabnya.
    Mohon bagi yang masih punya iman, tolong camkan baik baik. Tinggalkan semua kemaksiatan, jangan ikuti milahnya orang orang kafir sekecil apapun , walau itu sekedar ucapan selamat tahun baru atau tiup terompet, bakar petasan atau pesta pesta kecil-kecilan menyambut tahun baru.
    Wassalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s