Ternyata Mayoritas Muslim Inginkan Syariat Islam!

Bendera Islam

Ternyata umat Islam sedunia ingin syariah Islam ditegakkan dan itu bukan wacana. Pew Research Center, sebuah lembaga riset di Amerika, mengungkapkan hal tersebut dalam riset dari tahun 2008 – 2012. Berikut liputannya:

 

Survey : Mayoritas Muslim Seluruh Dunia Ingin Tegaknya Syariah

Istambul  (voa-islam.com) Mayoritas Muslim di seluruh dunia ingin hukum Islam atau Islam syariah menjadi hukum resmi di negara mereka. Mayoritas Muslim, terutama di Asia, Afrika dan Timur Tengah, mendukung syariah, hukum Islam  diadopsi sebagai hukum negara, ungkap Pew Forum, Selasa, 30/4/2013.

Persentase mereka yang mendukung syariah yang dilaksanakan sebagai hukum negara bervariasi dari 8 persen di Azerbaijansampai 99 persen di Afghanistan.

Kaum Muslim menegaskan aborsi, dan menurut pandanan mereka secara moral salah, dan 80 persen atau lebih menolak homoseksualitas dan seks di luar nikah.

Mayoritas Muslim di Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Selatan dan Asia Tenggara ingin pengadilan syariah memutuskan masalah-masalah hukum keluarga. Seperti perceraian dan harta sengketa, ungkap Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik, Selasa, 30/4/2013.

“Muslim tidak sama nyaman dengan semua aspek syariah,” kata studi Pew. “Kebanyakan tidak percaya harus diterapkan untuk non-Muslim.”

Amaney Jamal, seorang ilmuwan politik Universitas Princeton penasihat khusus  proyek itu, mengatakan umat Islam di masyarakat miskin dan represif cenderung menerima syariah dan nilai-nilai dasar Islam seperti kesetaraan dan keadilan, ungkapnya.

Dari 38.000 Muslim yang diwawancarai di 39 negara mengatakan non-Muslim di negara mereka bisa mempraktekkan agama mereka secara bebas, tanpa ada tekanan apapun.

Seperti terlihat di Asia Selatan, di mana 97 persen Bangladesh dan 96 persen dari Pakistan bersikap toleran terhadap pemeluk agama lain, sedangkan hasil Timur Tengah terendah adalah 77 persen di Mesir.

Survei itu menghasilkan hasil yang beragam pada pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antara politik dan Islam.

Demokrasi sekarang menjadi hal baru di Timur Tengah, dan mayoritas di negara Timur Tengah diterima, seperti berdasarkan survey di Irak, 54 persen, 55 persen di Mesir – dan 29 persen di Pakistan. Sebaliknya,  di Lebanon 81 persen , di Tunisia 75 persen dan 70 persen di Bangladesh. Di mana di negara-negara itu demokrasi bisa diterima.

Apakah mereka harus mengenakan jilbab sangat bervariasi, dari di Tunisia 89 persen setuju, dan  di Indonesia  79 persen setuju,  dan 85 persen di Irak dan 90 persen di Afghanistan.

Mayoritas dari 74 persen di Lebanon menjadi 96 persen di Malaysia mengatakan istri harus selalu mematuhi suami mereka.

Sementara itu, minoritas Sunni-Syiah melihat ketegangan sebagai masalah yang sangat besar, mulai dari 38 persen di Lebanon dan 34 persen di Pakistan dengan 23 persen di Irak dan 14 persen di Turki.

Konflik dengan agama-agama lain tampak lebih besar, dengan 68 persen di Lebanon mengatakan itu adalah masalah besar, 65 persen di Tunisia, 60 persen di Nigeria dan 57 persen di Pakistan.

Dari hasil survey itu, nampaknya sebagian besar Muslim di dunia menginginkan ditegakkan syariah Islam dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menginginkan di setiap pemerintahannya benar-benar memberlakukan hukum Islam dengan sempurna. af/hh

Khusus untuk Indonesia, ternyata presentase yang setuju dengan syariat Islam mencapai angka yang cukup fantastis, yaitu 72% sebagai berikut:

Survei Pew Research Center, 72 % Masyarakat Indonesia Inginkan Syariat Islam

MuslimDaily.net – Meskipun disebut sebagai negara demokrasi terbesar di dunia Muslim. Namun survei terbaru yang dirilis oleh Pew Research Center (Pusat Penelitian Pew) pada Selasa mengungkapkan bahwa 72 persen masyarakat Indonesia mendukung Syariah Islam sebagai “hukum resmi negara” jika diberikan pilihan.

Pew Research Center melakukan survei di 39 negara dan mewawawancarai 38.000 orang dan menemukan bahwa kebanyakan pemeluk agama terbesar kedua di dunia ini ingin Islam tidak hanya diterapkan pada kehidupan pribadi mereka, tapi juga pada hubungan sosial dan politik.

Berdasar CIA World Factbook, Indonesia adalah rumah bagi sekitara 216 juta Muslim, atau 86,1 persen dari total populasi di negeri ini.

“Kebanyakan Muslim percaya bahwa Syariah Islam adalah kata yang diwahyukan Allah daripada hukum yang dikembangkan oleh orang-orang berdasarkan firman Allah,” isi salah satu laporan dari lembaga riset itu Pew.

Dalam survei itu disebutkan, di Indonesia setengah dari mereka yang ingin Syariah diberlakukan di Nusantara mengatakan bahwa Syariah harus diterapkan kepada Muslim dan non-Muslim, dan ada 18 persen yang menyatakan bahwa seseorang yang meninggalkan Islam (murtad) harus dihukum mati.

Menurut riset Pew, umat Islam khususnya di Indonesia mengaku lebih nyaman menerapkan Syariah di kehidupan keluarga mereka daripada di ruang publik.

 

Setara Institute Tidak Percaya Survei Pew
Survei dari Pew ini tidak serta merta diterima kalangan di Indonesia. Setara Institute, sebagai salah satu LSM pengusung ide liberalis tidak meyakini kebenaran survei dari Pew Research Center.

Seperti dilaporkan The Jakarta Globe, Ismail Hasani, peneliti senior di Setara Institute untuk Demokrasi dan Perubahan mengaku skeptis terhadap survei itu.

Ia mengatakan bahwa meskipun survei itu dilakukan oleh organisasi bergengsi, ia percaya bahwa hal itu tidak benar-benar mewakili pendapat sejati Indonesia.

Bahkan klaim Ismail, jika survei domestik dilakukan, maka tidak lebih dari setengah penduduk Indonesia yang akan setuju pelaksanaan hukum Syariah.

 

MUI Sambut Baik Survei Pew
Sementara itu, seperti dilansir The Jakarta Globe, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menyambut baik hasil survei dari Pew Research Center.

KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa banyak aspek Syariah saat ini telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dalam hukum umum negara, seperti UU Haji dan berbagai tindakan anti-Pornografi.

“Sebagian besar penduduk adalah Muslim, jadi saya pikir itu merupakan keinginan sebagian besar orang Indonesia memiliki Hukum Syariah,” katanya kepada Jakarta Globe pada hari Rabu.

Ma’ruf menambahkan, bahwa jika Syariah adalah apa yang orang inginkan, maka pemerintah harus merespok keinginan mereka. Menurut Ketua MUI ini Syariah Islam tidak bertentangan dengan Pancasila dan tidak mengganggu keberagaman Indonesia.

“Dengan penerapan hukum Islam, hak non-Muslim tidak boleh dikurangi. Mereka harus memiliki hak yang sama. Hukum Syariah meliputi peraturan umum yang bermanfaat bagi semua orang, dan aturan-aturan khusus yang digariskan [dalam Alquran] hanya akan diterapkan untuk Muslim, “katanya.

 

Mudah-mudahan Allah melindungi kita sehingga umat Islam dunia terutama di Indonesia bisa segera bersatu dan berjaya. Amin.

 

 

sumber :

http://www.voa-islam.com/news/analysis/2013/05/01/24306/survey-mayoritas-muslim-seluruh-dunia-ingin-tegaknya-syariah/

http://muslimdaily.net/berita/lokal/survei-pew-research-center-72-masyarakat-indonesia-inginkan-syariat-islam.html#.UZF8R0omK-A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s