Ustadz Dipukul Pendeta, Kemana Media Kita?

Baru-baru ini, di voa-islam.com dan berbagai media Islam, ramai diberitakan bahwa Ustadz Abdul Aziz dipukul oleh  Pendeta HKBP Philadelphia Palti Panjaitan. Berikut beritanya:

 

Anarkhis!! Malam Natal Pendeta HKBP Bekasi Aniaya Ustadz Abdul Aziz

BEKASI (voa-islam.com) – Slogan kasih yang selama ini digembar-gemborkan para pendeta Kristen harus ditinjau ulang, setidak-tidaknya di Kabupaten Bekasi.
Pasalnya, Pendeta HKBP Philadelphia Palti Panjaitan mempertontonkan adegan anarkhis menganiaya ustadz. Ironinya, tindakan tidak manusiawi itu dilakukan dalam persiapan kebaktian pada malam Natal di hadapan jemaat, aparat keamanan dan ratusan warga Muslim.
Insiden memalukan ini terjadi Senin malam (24/12/2012) di RT o1/RW 04 desa Jejalen Jaya, Tambun Kabupaten Bekasi, sekitar 200 meter dari lahan kosong milik HKBP Philadelphia.
Sekira jam 7 malam, Pendeta Palti dan beberapa jemaatnya pulang dari lahan kosong milik HKBP Philadelphia untuk persiapan kebaktian Natal di pinggir jalan depan lahan kosong yang sudah disegel tersebut.
Mendengar rencana kebaktian liar di pinggir jalan, seribuan warga turun ke jalan melakukan protes ke jalan yang akan dilalui rombongan HKBP. Massa yang berbaur dengan puluhan aparat keamanan dari Polsek Tambun dan Polres Kabupaten Bekasi.
Sebagai tokoh masyarakat, Ustadz Abdul Aziz turun ke jalan untuk meredakan massa agar tidak terjadi tindakan anarkhis. Ustadz Aziz memberikan instruksi kepada kerumunan massa agar memberikan jalan supaya Pendeta Palti bisa pulang meninggalkan lokasi.
“Saudara-saudara, tolong minggir. Ayo minggir, ayo minggir biarkan pendeta lewat!” ujarnya dengan sabar kepada ratusan warga.
Meski diperlakukan dengan sangat baik,anehnya Pendeta Palti justru naik pitam.
Dengan tergesa-gesa, pendeta ini turun dari kendaraan dan berjalan menghampiri Ustadz Aziz. Tanpa basa-basi, dengan sangat emosi Pendeta Batak ini menghujamkan beberapa kali bogem mentah ke arah Ustadz Abdul Aziz, tepat mengenai bagian ulu hatinya.
“Bangsat lu!!” teriaknya ketika memukul sang ustadz. Tindakan premanisme ini dilakukan pendeta dengan sangat emosi, tak peduli disaksikan langsung oleh Kapolsek Tambun Selatan Kompol Andri Ananta dan Pak Sigit, anggota Provos Polres Kabupaten Bekasi.
Ustadz Abdul Aziz belum sempat membalas, Kapolsek Tambun Selatan dan warga segera memisahkan keduanya.
Pasca insiden itu, Ustadz Aziz mempolisikan Pendeta HKBP ke Polres Kabupaten Bekasi, dengan laporan nomor: LP/1395/K/XII/2012/SPK/Resta Bekasi. Tak sendirian, Ustadz Aziz didampingi pengacara, beberapa saksi dan pengurus Forum Komunikasi Umat Islam (FKUI) Warga Jejalen Jaya.
Abdul Aziz meluruskan berita salah kaprah yang selama ini beredar bahwa warga tidak toleran terhadap jemaat gereja. Pasalnya, di desa Jejalen belum berdiri gereja. Yang ada hanyalah lahan kosong milik gereja yang belum dibangun gereja apapun. “Versi mereka ingin berkebaktian di gereja. Tapi mana ada gerejanya? Lihat aja lokasinya, yang ada hanya tanah kosong!” tegasnya kepada voa-islam.com usai melakukan BAP di Bekasi. “Mereka biasa menggelar
kebaktian di pinggir jalan di depan tanah kosong itu,” tambahnya.
Selain itu, Abdul Aziz membantah jika warga Jejalen Jaya tidak ingin berdampingan dengan pemeluk agama lain. Warga hanya keberatan jika kampungnya dijadikan gereja oleh orang dari luar. “Jemaat dia juga bukan pribumi HKBP di Jejalen Jaya. Jemaat yang biasa datang kesini adalah orang luar dari Pondok Ungu, Klender dan lain-lain yang dikerahkan untuk meramaikan Jejalen Jaya. Di sini memang ada beberapa warga Kristen pendatang, tapi mereka justru kebaktian di gereja di luar Jejalen Jaya,” tandasnya.
Menanggapi insiden anarkhis Pendeta HKBP tersebut, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi mendukung langkah hukum yang ditempuh Ustadz Abdul Aziz.
“Karena Pendeta Palti sudah melanggar kepatutan dan mengarah kriminal, maka harus ada upaya hukum dari pihak korban agar permasalahan ini tidak melebar kepada konflik horisontal,” ujar Sudarno Soemodimedjo kepada voa-islam.com, Selasa (25/12/2012).
Kepada umat Islam Jejalen Jaya, Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi itu mengimbau agar tidak terprovokasi oleh anarkhisme Pendeta Palti. “Masyarakat muslim jangan terpancing dengan permainan murahan Pendeta Palti, terkecuali jika mereka menghina Islam,” tegasnya. “Kedua belah pihak, baik warga Jejelen maupun HKBP Philadelphia harus menahan diri agar tidak terjadi konflik horisontal,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan voa-islam.com terdahulu, kasus penolakan berdirinya Gereja HKBP Philadelphia ini dilakukan oleh warga sejak tahun 2009. Warga menolak keberadaan gereja Batak ini karena proses awalnya dilakukan dengan tipuan tanda tangan warga. Warga diminta tanda tangan diatas kertas dengan blangko kosong dan menyerahkan photo copy KTP. Katanya untuk mendapatkan bantuan dana BLT (bantuan langsung tunai), tapi disalahgunakan sebagai berkas mengurus perizinan pendirian Gereja.
Merasa dibohongi dan dibodohi oleh oknum HKBP, 256 warga yang menandatangi blangko tersebut telah melayangkan surat pernyataan mencabut tanda-tangan blangko yang disalahgunakan tersebut. [taz]

From http://m.voa-islam.com//news/indonesiana/2012/12/25/22499/anarkhis-malam-natal-pendeta-hkbp-bekasi-aniaya-ustadz-abdul-aziz/

 

Perkembangan kasusnya:

 

Pendeta Palti Panjaitan Anarkis Tak Ditangkap, Apa Polisi Mandul?

BEKASI (voa-islam.com) – Ketua Pengurus Harian Kongres Umat Islam Bersatu (KUIB), ustadz Abdul Qadir Aka mengungkapkan, mengingat begitu banyaknya sekte-sekte Kristen akan mengganggu kerukunan umat beragama jika masing-masing sekte tersebut ngotot mendirikan gereja.
Hal itu disampaikan ustadz Aka -sapaan akrabnya- di sela-sela Tablig Akbar Menolak Kristenisasi dan Kemaksiatan di Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi.
Ia memaparkan setidaknya ada dua akar permasalahan mengapa umat Islam sangat menolak didirikannya gereja HKBP.
“Pertama, soal tempat ibadah, bagi kami umat Islam, yang namanya masjid, mushalla, langgar dan sebagainya bagi kami semuanya welcome, kita bisa masuk ke mana saja. Kalau semua sekte Kristen minta gereja permasalahannya akan jadi banyak, padahal ini permasalahan kalian orang-orang Kristen.
Kedua, permasalahan akar budaya. Bagi kami umat Islam yang namanya daging babi, daging anjing, minuman keras itu haram buat kami. Mungkian bapak baik tidak makan babi, tapi bagaimana dengan jemaat? Mereka melakukan itu secara provokatif di tempat-tempat yang masyarakatnya muslim. Dari mulai membunuh anjing, lalu membakarnya dan kemudian memasaknya ditambah lagi dengan lapo tuaknya, ini menumbulkan permasalahan buat kami,” ungkap wakil ketua DDII Bekasi ini kepada voa-islam.com, Ahad (30/12/2012).
Kasus HKBP semakin mendapat penolakan umat Islam di Bekasi lantaran sikapnya yang arogan dan mengarah kepada tindakan anarkis seperti yang dilakukan pendeta Palti Panjaitan yang melakukan pemukulan terhadap ustadz Abdul Aziz.
Menyikapi hal itu, ustadz Aka meminta polisi bertindak tegas dan tidak berat sebelah. Sebab jika yang melakukan kekerasan adalah salah satu ormas Islam,.aparat begitu sigap menangkap.
“Pihak kepolisian harus bertindak, itu harus secara benar diusut, siapa yang salah dihukum. Sikap premanisme itu tidak bisa dibenarkan. Giliran FPI saja dikejar, tapi giliran mereka melakukan tindak anarkis masa tidak ditindak? Apa mandul di sini? Apa polisi dapat duit?” tanyanya.
Ia menambahkan jika keadilan ditegakkan maka akan ada kemakmuran. “Dimana keadilan ditegakkan di situ kemakmuran ada, tapi kalau tidak maka kerusuhan akan terjadi,” tutupnya. [Ahmed Widad]

From http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/02/22602/pendeta-palti-panjaitan-anarkis-tak-ditangkapapa-polisi-mandul/

 

Kenapa nggak ada media mainstream yang liput, ya? Sampai postingan ini ditulis, TIDAK ADA SATUPUN dari portal berita besar seperti detik.com, okezone.com, vivanews.com, tempo.com, kompas.com, atau jpnn.com yang memasukkan berita ini ke halaman depan situs mereka. Padahal ini yang dipukul ustadz lo di negeri mayoritas muslim! Dan terjadinya bukan di pelosok desa, tapi di Bekasi yg termasuk dalam Jabodetabek yg merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia. Hanya media-media Islam yang menyuarakan hal ini. ADA APA DENGAN MEDIA MAINSTREAM?

 

Ustadz Bernard: Dalam Kasus Pemukulan Ustadz Ajiz, Media Tidak Profesional

Bekasi (SI ONLINE) – Senin malam (24/11) lalu terjadi insiden memalukan di RT o1/RW 04 desa Jejalen Jaya, Tambun Kabupaten Bekasi. Ustadz Abdul Ajiz tokoh masyarakat setempat di aniaya oleh seorang pendeta HKBP Philadelphia yang bernama Palti Panjaitan.
Ustadz Ajiz yang sebenarnya ingin meredakan massa agar tidak terjadi
tindakan anarkis, ternyata malah beliau yang menjadi korban anarkisme seorang pendeta. Dengan sangat emosi, pendeta tersebut menghujamkan beberapa kali bogem mentah ke arah Ustadz Abdul Aziz, tepat mengenai bagian ulu hatinya.
Atas dasar itu, akhirnya Ustadz Ajiz yang didampingi oleh kuasa hukum dan beberapa saksi menempuh jalur hukum, dan mempolisikan pendeta HKBP itu ke Polres Kabupaten Bekasi dengan nomor laporan LP/1395/K/XII/2012/SPK/Resta Bekasi.
Menanggapi kejadian itu, kepada Suara Islam Online , Ustadz Bernard Abdul Jabbar tokoh Dewan Dakwah Islam Bekasi yang juga seorang muallaf mengatakan bahwa ini adalah bentuk arogansi orang-orang kafir, “Penganiyaan yang diakukan pendeta Palti terhadap Ustadz Abdul Ajiz
adalah bentuk arogansi kaum kafir terhadap umat Islam dan ini merupakan pelanggaran hukum yang harus diproses,” ujarnya.
“Ini juga bentuk kesewenang-wenangan dan tidak tolerannya orang nasrani, padahal gereja yang akan mereka gunakan sudah disegel oleh pemkot Bekasi karena menyalahi aturan pendirian ibadah, tapi mereka tetap membandel mau melaksanakan misa natal,” tambah Ustadz Bernard.
Ustadz Bernard juga menyayangkan kejadian ini tidak diliput oleh media,
“Herannya berita ini terpendam, tidak diblow up oleh media, tapi jika yang dianiaya pihak Kristen pasti beritanya.langsung heboh,” tandasnya.
“Dahulu waktu kejadian Cikeuting, ada seorang pendeta kena gores sedikit saja media langsung diberitakan dengan heboh, berita terlalu dibesarkan seolah-olah terjadi penusukan sampai menteri dan presiden ikut menanggapi. Tapi sekarang giliran umat Islam yang jadi korban, media nasional kurang perhatian. Mereka benar-benar tidak profesional, tidak adil, dan tidak independen,” tegas Ustadz Bernard.
Rep: Syaiful

From http://www.suara-islam.com/read6173-Ustadz-Bernard–Dalam-Kasus-Pemukulan-Ustadz-Ajiz,-Media-Tidak-Profesional.html

 

Sangat tidak memihak Islam! Coba yg dipukul itu kristen, aliran sesat, dan sebangsanya, wih langsung rame tuh media dengan tuduhan pelanggaran HAM dan segala macamnya. Lihat saja GKI Yasmin dan penyegelan gereja yg begitu heboh. Padahal mereka sendiri yg melanggar aturan dan norma sosial! Malah beberapa sampai memalsukan tandatangan segala. Itu pun masih dipoles citranya di media sebagai yang paling teraniaya! Baca ini :

 

https://nessiaprincess.wordpress.com/2012/08/07/play-victim-cara-baru-melumpuhkan-islam/

 

SEKARANG MANA SUARANYA PARA MEDIA DAN AKTIVIS HAM SAAT USTADZ DIPUKUL?
Mengingatkanku saat Ustadz Yusuf Mansyur dan Rhoma Irama didzalimi dan dicela pendukung cagub-cawagub yang ada nonmuslimnya, tapi anehnya justru yang mendzalimi pemuka agama Islam itu didukung media. Baca ini:

 

https://nessiaprincess.wordpress.com/2012/09/15/lecehkan-islam-ustadz-sampai-public-figureinikah-cara-jokowi-ahok-raih-simpati-publik/

 

Bahkan sampai sekarang jokowi dapat kolom sendiri di detik.com yang memuat perjalanan karirnya dari hari ke hari. Presiden SBY saja tidak diliput harian! Keliatan banget pembentukan opininya ke arah mana! Aku melihatnya sebagai upaya media mengatakan, “inilah contoh pemimpin indonesia ideal. Lupakan agama! Yang penting bagus di media meskipun nonmuslim yg memimpin kalian”. Bullshit!
Ini makin meyakinkanku untuk semakin menjauhi media mainstream yg sudah bukan “suara rakyat” lagi tapi “suara yg tidak berpihak pada Islam”.
Indonesia makin parah saja. Mayoritas muslim tapi makin disitir untuk menjauhi nilai-nilai Islami oleh media. Apa tidak ada muslim yang sadar akan hal itu, ya? Setidaknya sebarkan berita ini agar sesama muslim tahu apa yang sedang terjadi sekarang.
Akhirnya aku hanya bisa posting di blog ini dan berdoa agar ada perhatian yg lebih serius dari muslim Indonesia akan masalah ini. Semoga mereka juga lebih peduli dengan pembentukan citra agamanya di media dan menghindari media mainstream yang tidak memihak Islam. Amin.

 

Baca Juga :

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Syariat Islam Ditolak, Perlukah Boikot Bali & Mahabharata?

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

Forum Ini Ternyata Bukan Untuk Muslim!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Dibalik Politik Pencitraan Ala Jokowi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s