Review Sinetron DEWA : Seandainya pemeran Dewa Lebih Cantik…

Akhir-akhir ini ada satu sinetron yang bikin aku tertarik. Namanya “Dewa”, ditayangkan mulai 3 Oktober 2011 di RCTI jam 18.00.

 

Yang bikin aku pengen nonton adalah cast-nya yang tidak biasa dan eye-candy, seperti Arifin Putra dan Aura Kasih. Seingatku ini pertama kalinya Aura Kasih main sinetron, striping lagi. Aku tahunya dia nyanyi dan main film “Asmara Dua Diana”. Sementara Arifin Putra jarang main sinetron, biasanya dia banyak beredar di film. Cast pendukungnya udah nggak asing lagi di sinetron striping garapan Sinemart, seperti Baim Wong, Dude Harlino, Naysila Mirdad, dll. Formula Dude+Nay sepertinya dirasa sang produser akan menggaet banyak penonton. Jadilah mereka terus dipasangkan di berbagai sinetron striping Sinemart. Oke, cukup basa-basinya. Aku akan kasih sinopsisnya dulu yang nyuplik dari wikipedia (karena nggak nonton episode-episode awal, sih :p)

Sinopsis

DEWA (Naysilla Mirdad), adalah gadis tomboy,yang dibesarkan seperti anak laki-laki oleh kedua orang tua angkatnya, GITA (Cindy Fatikasari) dan RUSLAN (Tengku Firmansyah). Sedangkan DIANDRA (Aura Kasih), kakak angkatnya adalah wanita yang lebih feminin dan lemah lembut.

Dewa yang sebenarnya bernama Kania menjadi bagian dari keluarga Ruslan dan Gita, setelah pasangan itu kehilangan anak lelakinya, Dewa. Karena ditinggalkan ayah kandungnya, Dewa pun tidak berkeberatan dipanggil Dewa dan dididik serta didandani seperti lelaki. Sedangkan Diandra lebih beruntung karena dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri, oleh karena itu ia menjadi gadis yang patuh pada kedua orang tuanya.

Diandra pun tidak kuasa menolak ketika ayahnya menunangkannya dengan YUDHA (Arifin Putra), pengusaha tampan anak rekan usaha Ruslan, walaupun hatinya lebih tertuju pada TAMA (Baim Wong) yang tidak lain adalah adik Yudha.

Ternyata Dewa pun mencintai Tama, karena sikap Tama yang bisa menghiburnya dikala Dewa merasa sedih karena teringat ayah kandungnya. Sedangkan Tama yang hati dan pikirannya terlanjur tertuju pada Diandra tidak menyadari itu.

Teman yang setia mendampingi Dewa di kala sepi dan sedih adalah SAKTI (Dude Harlino), teman masa kecilnya yang tak lain adalah supir keluarganya. Mereka hidup bersama-sama sedari kecil. Tanpa Dewa sadari, Sakti sangat menyayangi Dewa, tetapi karena status sosialnya, ia pun tidak bisa berharap banyak. Berada di samping Dewa dan bisa menjaga Dewa adalah suatu kebahagiaan luar biasa bagi Sakti.

Lambat laun, kebaikan hari Sakti membuat Dewa merasa ia adalah wanita yang istimewa, bukan wanita tomboy dan yang selama ini orang lihat. Tetapi Dewa tidak bisa memungkiri bahwa dirinya sangat mencintai Tama. Kisah pun terus berlanjut dari sini….

Komentar

“Yah, Naysilla lagi…” gitu komentarku ketika lihat teaser sinetron “Dewa” di TV. Jujur, begitu lihat kalau si Nay lagi yang main, aku agak ogah nonton. Dia bukan termasuk aktris yang menarik buatku untuk ditonton berkali-kali. Apalagi di sini dia berperan tomboy, makin nggak menarik untukku menontonnya. Tapi karena ada Aura Kasih (penasaran sama aktingnya, dan ternyata wajahnya sangat menggambarkan wajah orang tertindas, padahal doi kan penyanyi ber-image sexy. brilliant! :D) dan Arifin Putra, betah deh nontonnya! 😀 Yang paling aku pantengin memang hanya kisah cinta segitiga Diandra – Yudha – Tama. Seru aja lihat eye-candy bertebaran! 😀 Waktu ada sedikit hubungan Sakti – Diandra juga aku sudah gemes banget. Dude + Aura Kasih? Kenapa nggak! Asyik banget kali ya kalau Aura Kasih jadi pemeran utama dan ceritanya semua cowok ngerebutin dia! :p

Tapi yang terjadi justru si Dewa yang wajahnya kurang cantik, kulit sawo matang abis, dan tomboy yang justru disukai cowok-cowok ganteng macam Sakti, Tama, dan Ryan (Fero Walandouw). Tuh cowok top-top abis, apalagi Ryan yang ganteng sangat malah harus mengiba-iba buat menerima cintanya Dewa. Maaf saja, tapi itu nggak pantas banget! Masa Dewa yang ‘kayak gitu’ lebih ‘laku’ dari Diandra yang cantik bak bidadari? Diandra aka Aura Kasih hanya disukai Tama dan Yudha. Nggak mungkin banget,kan! Aku nggak suka ngelihat hal yang nggak realistis di sinetron.

Bukannya Nay nggak cantik. Kalau didandani wajahnya lumayan. Tapi harus jujurlah kalau Aura Kasih maupun Alice Norin ada jauh di atasnya. Aku nggak bermaksud gimana, tapi ngeliat Nay diantara pemeran-pemeran cakep kayak Aura Kasih, Alice Norin, Dude Harlino, Baim Wong, Arifin Putra,  Fero Walandouw, dll yang eye candy semua, doi seperti kebanting. Apalagi waktu ada hubungan Nay dan Baim Wong. Nay-nya kebanting banget! Cocoknya dia memang sama Dude, bukan dengan Baim. Waktu dia dan Dude duet di sinetron “Cahaya” itu pas banget! Tuh sinet favorit keluargaku banget karena Nay berperan dengan pas dan ceritanya nggak terlalu maksa. Disini kelihatan banget dia maksa memerankan Dewa dan kelihatannya kurang cocok.

Poin minus lainnya dari sinetron ini adalah penempatan peran yang kurang cocok. Masa Tengku Firmansyah dan Cindy Fatikasari jadi ortunya Dude, Nay, dan Aura Kasih? Kemudaan, kali! Mereka pantasnya jadi kakaknya! Carilah aktor/aktris yang usianya pas, misalnya Rima Melati, Jaja Miharja, Dedi Mizwar, dll. Kalau kayak gini kan setting-nya jadi ‘meragukan’.  Lalu nggak pantes banget Ferry Irawan jadi suaminya Minati Atmanegara. Jadi kayak Demi Moore dan Ashton Kutcher versi Indonesia! 😀 Meski Ferry sudah diset untuk ubanan, tetap saja kesan muda Ferry kelihatan dan menimbulkan kesan ‘keterpaksaan’ dalam sinetron ini.

Untuk cerita dan konflik nggak bisa berkomentar banyak, lah. Kita semua sudah tahu kan seperti apa kualitas cerita sinetron Indonesia? Bisa bertambah panjang dan mbulet sesuai rating. Yang rendah rating-nya akan segera ditamatkan dengan cepat, sementara yang rating-nya nomor satu akan diperpanjang terus sampai ratusan, kalau mungkin ribuan episode -_-“

Akhirnya, aku hanya bisa berdoa agar pemeran Dewa bisa lebih cantik, karena terus terang saja yang membuatku ogah nonton adalah ketidakmasukakalan seorang Dewa dengan wajah kebanting yang diperebutin tiga cowok super cakep. Aku hanya nonton karena pengen tahu ceritanya Diandra aja, so kesal banget kalau Dewa lagi banyak jatah adegannya. Pengen semua shoot-nya ke Diandra aja, tapi nggak mungkin,kan? :p

Last but not least, aku tidak akan menganjurkan atau melarang kalian menontonnya. Terserah kepercayaan masing-masing. Review ini kutulis murni berdasarkan kesan pribadi,so nothing’s personal. Secara pribadi, aku suka sinetron Indonesia, kok, kalau pemerannya cakep, perannya pas, dan ceritanya bagus. Maju terus sinetron Indonesia! 😄

Iklan

8 thoughts on “Review Sinetron DEWA : Seandainya pemeran Dewa Lebih Cantik…

  1. bener banget..aku juga setuju sama kamu.
    Aku tuh penginnya nonton diandara-nya aja sama kakak-beradik yang memperebutkannya. Males kalo pas adegan dewa..Kalo menurutku sih harusnya Diandra yang jadi peran utamanya..

    Suka

  2. sama saya pun nonton sinetron Dewa karena Arifin Putra (Yuda) ama Aura Kasih (Diandra), kisah mereka lebih seru dibanding dengan Nay dan Dude……

    Suka

  3. aq suka ama diandra….klo di luar syuting dia gadis agressive klo di sineetron dia wanita bgt….bibirnya yg q cuka…hehehe….klo nntn ni sinetron sellalu q iringi dgn dinner…mantabbb…buat mkn mlm smkin sempiurna…wuahaha…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s