AWAS, COPET!

Hari ini aku berencana menemui teman-teman lamaku di salah satu pusat grosir. Awalnya semua berjalan lancar. Kami saling kangen-kangenan satu sama lain. Tapi kebahagiaan yang baru berlangsung kurang dari lima belas menit itu buyar ketika mendadak muka salah seorang temanku pucat.
“Kenapa?” tanyaku.


Dengan panik, dia berkata, “Tasku terbuka! Dompetku hilang!”

Dalam sekejap, acara having fun itu berubah haluan. Kami langsung panik menentukan langkah selanjutnya. Pertama, kami menghubungi kantor pasar untuk minta bantuan sekuriti. Ternyata temanku hanya didata dan dengan santainya si sekuriti bilang, “Nanti kalau ketemu akan dihubungi.”
Hohoho…. gimana bisa ketemu kalau Bapak tidak bergerak?
Tapi kami pasrah dan hanya bisa melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu memblokir ATM temanku. Untuk tahap ini, aku tidak bisa ikut karena motorku diparkir disini.
Tapi rupanya aku ketularan sial. Salah satu sarung tanganku hilang! Aku cari kemana-mana, ternyata gak ketemu juga. Yang lebih sial, saat hendak bayar karcis parkir yang hanya Rp.500, aku dimintai Rp.1000! Kesel banget, kan?! Nggak mau ribut, aku pun memutuskan bayar aja. Heran,nggak abis2 juga pungli dari negeri ini! Pantesan negeri kita penuh dengan bencana alam!😦
Dari pengalaman ini, ada beberapa pelajaran berharga yang bisa diambil:

1. Kalau ke tempat yang ramai, seperti pusat grosir, pasar, konser, atau dimanapun yang ada potensi berdesak-desakan, JANGAN bawa uang banyak. Jumlah maksimal yang kubawa biasanya Rp.100.000. Soalnya besar banget kemungkinan ada copet disana, so kalaupun dompet kita dicopet, nggak terlalu nyesel.
2. Selipkan selalu uang cadangan di kantong, karena kita tidak pernah tahu kapan kita dicopet. Kalau tiba2 dompet raib, setidaknya masih ada ongkos buat pulang atau menelepon orang terdekat
3. Jangan bawa semua kartu yang kita punya. Bawalah yang benar-benar penting, misalnya KTP dan SIM. Kalau punya lebih dari satu ATM, bawalah salah satu saja. Ini untuk menghindari kesulitan yang terjadi kalau semua kartu itu hilang
4. Kalau tahu bahwa ongkos parkir di tempat itu ‘digandakan’, maka cari tempat parkir alternatif yang biayanya ‘normal’
5. Sebisa mungkin jangan berdandan mencolok (kecuali kalau memang hendak menghadiri acara yang mengharuskan demikian). Usahakan penampilan kita mengesankan kita hanya ‘orang biasa’. Ini untuk menghindari mata pencopet, karena kadang copet pun pilih2 korban
6. JANGAN umbar handphone di tempat umum, kecuali kalau benar-benar butuh. Ingat, handpohone termasuk barang incaran utama copet. Kalau kita lengah, bisa-bisa handphone kita disabet saat kita lagi asyik sms-an
7. Seperti kasus uang tadi, jangan bawa banyak barang berharga di dalam tas. Bawa seperlunya saja. Tujuannya pun sama, untuk menghindari puasnya pencopet saat berhasil menjarah tas kita.
8. It’s not really important, but I always bring a weapon wherever I go. It just a simple kind of knife, but effective if getting trouble on the way. Also, I managed to join some martial arts club to help protecting myself😉

That’s all. Kuharap setelah kejadian ini, bapak-bapak sekuriti mau bekerja lebih keras lagi untuk mengamankan ‘daerah kekuasaannya’. Buat para pembaca, ingatlah selalu tips di atas biar nggak kecopetan! WASPADALAH! COPET DIMANA-MANA!

NB : Kayaknya aku bakal mikir dua kali untuk berkunjung kesana lagi… Maleeessss…..!!! Udah banyak copet, ada pungli liar, lagi! Petugas yang berwenang kemana aja, sih?!😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s