Perlukah Membenci FPI?

fpi

Seringkali aku dengar banyak orang, bahkan termasuk muslim, yang membenci Front Pembela Islam (FPI). Mereka menganggap FPI itu biang onar, seenaknya sendiri, merasa diri paling benar, dll. Ini semakin dikomporin oleh media yang sangat sekuler dan menentang setiap pergerakan ormas Islam. Jelas, keberadaan FPI semakin mengundang kontroversi dan banyak yang mengusulkan agar dibubarkan saja.

Sebenarnya aku sendiri termasuk yang dulunya tidak suka dengan FPI. Di mataku waktu itu, FPI seperti biang rusuh seperti yang dikumandangkan sebagian orang. Aku yang masih “buta” akan motif-motif di balik pemberitaan media juga semakin anti dengan organisasi yang satu ini setelah membaca artikel-artikel yang sangat menyudutkan FPI di media, apalagi diiringi komentar-komentar “tokoh-tokoh penting” yang menganggap FPI ini begini dan begitu.

Namun pandanganku tentang FPI berubah saat membaca usaha FPI untuk menggagalkan penayangan salah satu film andi soraya. Memang setelah menonton trailer film itu, aku setuju bahwa film itu tidak layak konsumsi. Berkat usaha FPI, akhirnya film itu tidak jadi tayang di bioskop Indonesia.

Sejak itulah aku melihat sisi lain FPI, bahwa organisasi ini bukan hanya gerakan orang-orang sok suci yang memakai sorban dan mengedepankan kekerasan tapi ada alasan di balik semua itu. Alasannya tak lain tak bukan adalah amar ma’ruf nahi munkar. Rasulullah SAW bersabda:

 

”Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran,ubahlah dengan tanganmu; jika tidak mampu, ubahlah dengan lisanmu; dan jika tidak mampu, ubahlah dengan hatimu; yang sedemikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”

 

Indonesia memang negara yang majemuk dan kemajemukan inilah yang biasanya dijadikan senjata bagi orang-orang tak bertanggungjawab untuk menyebarkan nilai-nilai yang sangat tidak Islami. HAM sering dijadikan tameng untuk membenarkan penyebaran ideologi yang sangat tidak sejalan dengan Islam di negara mayoritas muslim ini. Padahal kebebasan seseorang tidak boleh sampai mengganggu kebebasan orang lain.

FPI, yang kulihat, berusaha melindungi masyarakat Indonesia yang kebanyakan Islam dari nilai-nilai yang menyimpang dengan segala cara yang mereka bisa, karena polisi kadang tidak berdaya jika dihadapkan dengan HAM, meski entah darimana asalnya mereka beranggapan HAM adalah dewa yang membenarkan moral suatu bangsa bisa dirusak. Yang dilakukan FPI juga masih dalam koridor yang benar, seperti menolak penayangan 2 film kontroversial hanung yang menggambarkan Islam dengan salah, menolak kedatangan lady gaga, dll. Yang ditolak FPI biasanya memang yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Karena itulah kelompok sekuler sangat geram karena FPI sangat mengganggu mereka yang ingin menyebarkan nilai-nilai yang tidak Islami di Indonesia. Mulailah dibuat wacana bahwa FPI itu adalah organisasi yang bla bla bla di media-media, dengan harapan FPI dibenci masyarakat. Usaha itu sedikit berhasil, sayangnya tidak berhasil menjamahku :p Dan alhamdulillah, FPI masih bisa bertahan sampai sejauh ini ditengah terpaan fitnah yang mengepung mereka. Bahkan MUI juga masih mendukung mereka saat salah satu organisasi yang sangat liberal ingin menjatuhkan FPI lewat survey-nya.

Lagipula kulihat aksi FPI akhir-akhir ini kebanyakan damai, seperti demonstrasi misalnya. Mereka juga banyak membantu masyarakat. Dalam banjir Jakarta akhir-akhir ini, misalnya, FPI membuka puluhan posko peduli banjir, meskipun HAMPIR TIDAK ADA media sekuler yang meliput mereka. Takut FPI mendapat predikat baik dari masyarakat, mungkin :D

 

Salut, 21 Posko FPI Masih Bertahan Melayani Bantuan Korban Banjir

JAKARTA (VoA-Islam) – Hingga saat ini Front Pembela Islam (FPI) masih bertahan di posko-posko bantuan korban banjir, tepatnya di 21 titik di seluruh DKI Jakarta. Panglima FPI Maman Suryadi menegaskan, Posko FPI sudah berdiri sejak 4 hari lalu di seluruh titik banjir di Jakarta. Tiga jempol buat FPI.

Ormas Islam yang dipimpin oleh Habib Rizieq Syihab itu mengerahkan seluruh anggotanya untuk membantu warga DKI Jakarta dengan pelayanan evakuasi, tenda pengungsi, dapur umum, klinik darurat, kebutuhan wanita dan bayi, bimbingan rohani, dan lain sebagainya. Inilah bentuk kepedulian FPI terhada warga Jakarta yang mengalami musibah banjir.

FPI juga menerima dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk bantuan tidak usah diantar ke Petamburan (kantor pusat FPI), langsung saja ke Posko-posko terkait,” tambahnya. Menurut Suryadi, saat ini selain kebutuan makanan dan tempat tinggal. Bantuan air mineral amat sangat dibutuhkan. “Pusat kordinasi dan instruksi tetap dikontrol dari petamburan,” jelas Maman di posko banjir FPI Jatinegara Jakarta Timur.

Ketua Umum DPP FPI, Habib Rizieq mengajak seluruh umat Islam untuk berbondong-bondong membantu korban banjir Jakarta.”Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam membantu korban banjir, bisa mengubungi Markas Besar FPI Petamburan atau melalui beberapa kontak pengurus,” tambah Habib Rizieq.

Habib Selon menambahkan, sejak Selasa (16/1) lalu, FPI telah membagikan ribuan nasi bungkus dan bantuan obat-obatan bagi warga korban banjir di Bukit Duri, Kampung Pulo, dan Jati Negara.

Sementara itu  Ketua DPW FPI DKI Jakarta, Habib Selon, FPI juga masih mengumpulkan sumbangan dari para donatur untuk pengadaan baju layak pakai, susu bayi, dan pembalut wanita. “Kita segera akan memberi bantuan pembalut wanita, susu bayi, dan beberapa potong baju buat para korban. Pembalut wanita dan susu sangat penting, karena korban banjir sangat membutuhkan,” ujar Selon.

Jadi, salah besar jika FPI hanya memerangi kemaksiatan. FPI justru mau peduli dengan musibah banjir yang menimpa warga Jakarta dengan memberi bantuan melalui posko-posko yang didirikan. desastian

(taken from http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/19/22817/salut-21-posko-fpi-masih-bertahan-melayani-bantuan-korban-banjir/)

 

Tapi aku yakin bahwa Allah tidak tidur dan akan selalu menjaga Islam untuk tetap jaya, seperti dalam ayat di bawah ini:

 

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (QS  61: 8)

 

Jadi perlukah membenci FPI? Kalau kalian adalah nonmuslim atau muslim yang lebih mentuhankan nilai-nilai modernisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami, ya silakan saja. Tapi aku lebih percaya pada Islam dan Allah, jadi aku tidak merasa perlu untuk membenci FPI selama yang dilakukan organisasi ini masih benar. Ya, aku memang pendukung FPI dan bangga akan hal itu, jauh lebih bangga dari orang yang mengaku-aku muslim namun mendukung antek-antek yang menyebarkan nilai-nilai yang tidak Islami di Indonesia. Aku bersyukur masih ada organisasi yang mau membantu penegakan Islam di Indonesia.

Mudah-mudahan Allah memberi hidayah bagi nonmuslim atau muslim yang masih tertutup mata hatinya akan nilai-nilai Islam yang sebenarnya. Amin.

 

Baca Juga:

Hare Gene Muslim Masih Percaya Media Mainstream?

Jelang Pemilu, Waspadai Penggiringan Opini!

Kaskus Tidak Netral Lagi?

Ada Apa Antara Kaskus dan Islam?

Forum Ini Ternyata Bukan Untuk Muslim!

Play Victim : Cara Baru Melumpuhkan Islam

Ustadz Dipukul Pendeta, Kemana Media Kita?

Dibalik Politik Pencitraan Ala Jokowi

AL-QURAN VS MEDIA : KEMANAKAH NURANI PEMILIH MUSLIM AKAN BERLABUH?

Aplikasi Android Bagi Media Islam

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s