Kenapa Orang Indonesia Suka Korupsi? (Renungan Untuk Pengusaha dan Pemerintah)

Awalnya aku berpikir-pikir kenapa ya orang Indonesia sangat suka sekali KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).  Setelah masuk angkatan kerja, akhirnya aku tahu kenapa.

GAJI ORANG INDONESIA AMAT KECIL!!!

Dibandingkan dengan negara ASEAN pun, gaji buruh atau pekerja di Indonesia termasuk yang TERENDAH. Padahal bangsa kita adalah yang TERMAJU ekonominya di ASEAN. Pengusaha biasanya beralasan TIDAK MAMPU untuk membayar pekerjanya tinggi-tinggi. Tapi helloooo…. kenapa pengusaha di negara lain MAMPU MENGGAJI PEKERJANYA DENGAN LAYAK? Dan mereka bukan negara yang kaya banget. Thailand bahkan menggaji buruhnya minimal 3 juta rupiah, sementara standar pembayaran Indonesial berkisar antara 700 ribu sampai 1,5 juta rupiah atau separuhnya! Dan kenyataannya si pengusaha hidupnya  SANGAT MEWAH. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin di Indonesia SANGAT BESAR!

Bayangkan betapa absurdnya hal ini! Bahkan di Surabaya yg notabene kota kedua terbesar di Indonesia, SARJANA DIGAJI SESUAI STANDAR UMR! Gosipnya buruh atau lulusan SMA digaji lebih rendah dari itu atau kurang dari upah minimum. WTF!

Aku bertanya-tanya, selain pengusaha atau pegawai level senior, BAGAIMANA CARA ORANG INDONESIA HIDUP LAYAK? Hitung-hitungannya:

Untuk standar gaji UMR Surabaya 2012  (1,3 juta)

-Kos : 300.000 (termurah)

-Makan : 7000 (harga nasi bungkus termurah)  x 30 x 3 = 630.000

-Transport : 100.000 (naik sepeda motor, kalau kantornya dekat)

-Beli pulsa : minimal 50.000 (tergantung, sih, bisa 10.000 juga atau gak punya hp)

-Biaya toiletris (bedak, sabun, kosmetik) : 100.000 (kalau aku yg cewek)

Sisa : 120.000

Bayangkan, 120.000 bisa buat apa? Masa gak mau nabung? Atau jalan-jalan ke mall? FYI, harga makanan  di mall Surabaya biasanya 20.000 ribu lebih. Kalau aku sekali jalan-jalan minimal habis 50.000 entah buat beli majalah, jajan, dll. Nah, bisa dibayangkan betapa kurangnya penghasilan itu untuk kami yang notabene kaum yang bergaya hidup menengah! Berarti kalau mau survive harus sering-sering puasa atau makan dengan sangat sangat sederhana (tempe terus!) Padahal estimasi di atas itu untuk BUJANGAN. Bagaimana lagi buat yang sudah berkeluarga dan punya anak? Bagaimana para pegawai bisa membiayai pendidikan dan berbagai kebutuhan keluarga mereka, termasuk hiburan?

Sementara para pengusaha punya beberapa supercars  sekaligus yang berharga milyaran, dengan anak sekolah di luar negeri dan istri beli tas seharga 600 juta saking gak taunya duit mau dibuang kemana, para pekerja harus mengais-ngais dari kemakmuran mereka. Menurutku, para pengusaha Indonesia SANGAT PELIT BERBAGI KEUNTUNGANNYA DENGAN PEGAWAI! Mereka pikir yang butuh hidup layak cuma mereka dan keluarganya saja. Mereka sangat menerapkan prinsip efektif dan efisien dalam menggaji karyawannya, padahal pekerjalah yang membantu mereka meraih keuntungan! Pantas kemiskinan merajalela di Indonesia meskipun berhasil masuk G20 atau memiliki PDB no.16 di dunia. Ya karena ini!

Pemerintah pun ikut mendukung pengusaha dengan menerbitkan keputusan nominal upah minimum yang sangat kecil. Entah apakah mereka ada kongkalikong atau tidak, menurutku besaran upah minimum itu sangat tidak berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Hal yang sama juga berlaku bagi pegawai negeri. Mereka harus menerima upah yang sangat rendah. Meskipun disokong dengan berbagai tunjangan, tetap saja kurang untuk memenuhi kebutuhan jaman sekarang yang serba mahal.

Kembali ke poin tadi, jadi karena inilah lantas  banyak orang Indonesia yang melakukan korupsi, karena kebutuhan mereka tidak cukup dibiayai oleh gaji. Gaji mereka kebanyakan hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja seperti makan, bahkan untuk membiayai tempat tinggal saja sudah sangat sulit, bagaimana lagi mereka memikirkan pendidikan atau hiburan? Padahal kan mereka bukan hanya butuh makan, tapi juga hiburan agar tidak gila saking stresnya. Tapi karena penghasilan mereka mentok sampai disitu, akhirnya mereka ambil jalan haram agar bisa survive. Apalagi orang Indonesia biasanya mengedepankan prestise dan tampilan luar, jadinya mau nggak mau harus tampil dengan barang atau gadget terbaru. Lagian kan yang ingin tau rasanya hidup mewah bukan hanya pengusaha saja. Semua orang juga ingin tahu rasanya punya mobil bagus, rumah besar,  jalan-jalan keluar negeri, atau makan di tempat enak yang mahal. Tapi karena nggak ada duit, mau gimana lagi, dong? Ya, KKN satu-satunya cara!

Apalagi di Indonesia budaya tolong-menolong sudah sangat mendarah daging. Sampai-sampai untuk keburukan pun mereka akan tetap melakukannya yang penting sama-sama menguntungkan. So, jangan heran kalau melihat pungli masih disana-sini. Jangan harap korupsi bisa diberantas total dari Indonesia selama penghasilan pegawai masih rendah!

Untuk para pengusaha, tolong renungkan ini baik-baik. Saat kalian sedang tidur di kasur empuk di kamar ber-AC, pegawai kalian yang jumlahnya banyak itu harus tidur di kasur tipis atau bahkan tanpa kasur di ruangan yang pengap. Saat kalian makan di restoran dengan harga makanan berjuta-juta, ada pegawai kalian yg mungkin tidak makan hari itu agar bisa membayar biaya sekolah anaknya. Saat kalian sedang merencanakan membeli mobil berharga milyaran untuk koleksi yang kesekian, mungkin anak-anak pegawai kalian sedang menangis karena tidak dibelikan mobil-mobilan. Dan analoginya terus berlanjut. Pertanyaannya : sanggupkah kalian hidup senang dalam penderitaan orang lain? Lagipula buat apa menumpuk harta sedemikian banyak yang tidak akan habis untuk masa hidup kalian? Bukankah jauh lebih bermanfaat kalau harta itu dipakai untuk menyejahterakan hidup karyawan kalian? Selain pahala, kalian juga akan terhindar dari masalah sosial seperti korupsi. Atau bahkan kriminalitas. Ingat, kriminalitas juga lahir dari kemiskinan. Kalau kalian masih tidak peduli, ya sudahlah. Mungkin di dunia kalian hidup mewah, tapi di akhirat Tuhan pasti akan mempertanyakannya. Dan orang yang teraniaya kalau berdoa cenderung manjur.

Untuk pemerintah, tolong pahami kondisi masyarakat Indonesia. Mungkin kalian pikir gaji kalian belum cukup, tapi coba lihat lagi nasib rakyat yg seharusnya kalian sejahterakan! Ada banyak rakyat Indonesia yang hidupnya jauh lebih buruk dari kalian yang digaji sampai mati (bahkan sampai 3 generasi!) dan diasuransikan, meski tanpa memandang kualitas kerja (bisa santai seharian, kan? ayo, ngaku!). Masih banyak yang punya rumah dari kardus atau bahkan tidak punya rumah sementara kalian punya rumah dinas, mandi di selokan sementara kalian mandi dengan air bersih yang jernih di shower, makan berlauk garam sementara kalian makan dengan menu makanan yang bisa memenuhi seluruh meja makan, berbaju compang-camping sementara kalian mentereng dengan seragam batik, mengais rejeki di gunung sampah sementara kalian bersantai facebookan sambil menguap di depan komputer (di ruang ber-AC lagi!),berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk bersekolah sementara kalian punya mobil dinas yang diganti tiap tahun lengkap dengan sopir,  dan daftarnya terus berlanjut. Kalian telah mengambil hak mereka untuk hidup sejahtera dengan korupsi dan membuat kebijakan yg tidak pro rakyat. Kalian sendiri mungkin bisa sejahtera atau bahkan kaya raya, setara dengan para pengusaha yang memiliki puluhan pabrik tanpa perlu kerja keras. Namun kalau memakan uang rakyat, ingat, di akhirat nanti semuanya akan dipertanggungjawabkan. Lagipula kalau masyarakat sudah sejahtera semua, bukankah gaji kalian akan naik juga? Tolong ingat bahwa setiap rupiah yang kalian korupsi akan mengantarkan sejengkal lebih dekat ke pintu neraka!

Aku harap ada kalangan pengusaha dan pemerintah yang membaca ini. Aku tahu sangat susah untuk merubah seseorang yang sudah ‘busuk’ dari sananya, tapi masih ada harapan meski kecil untuk mengetuk hati nurani mereka yang tersisa.

Semoga Indonesia cepat bebas korupsi dan semua orang Indonesia cepat hidup sejahtera! Amin!

 

Baca Juga:

The English version of this post Why Do Many Indonesians Love to Corrupt? (Reflection to Employers and Government)

and

The Irony of Fresh Graduates in Indonesia

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s